Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.
Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.
Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.
Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Feronica's Chinese kitchen
tangan Mahen bergetar hebat membaca tulisan tangan tante Feronica. matanya basah, dadanya terasa sesak. tungkainya terasa lemah lunglai hingga tak kuat menahan bobot tubuhnya.
Herdi dan Aidan sigap menahan tubuh Mahen yang sedikit oleng hingga akhirnya merosot terduduk di lantai.
Naomi mengeluarkan tissue dari tasnya dan memberikannya pada Mahen. Naomi ikut duduk di samping Mahen, mengusap-usap bahu Mahen untuk sedikit menenangkannya.
Adis dan Ethan berebut ingin membaca tulisan yang telah membuat Mahen menangis.
setelah Mahen tenang, Naomi membantunya berdiri karena lantai yang di dudukinya sangatlah kotor tertutup debu.
"Mahen, Lo nggak apa-apa?" tanya Ethan yang telah selesai membaca tulisan di buku tadi.
Adis menyenggol lengan Ethan dan memelototinya. sudah jelas Mahen sangat terkejut dan tidak menyangka, pake di tanya segala, dasar Ethan kampret.
Adis terus membuka-buka halaman buku itu hingga habis. tetapi di dalam buku itu hanya ada tulisan yang sudah mereka baca tadi.
Naomi membuka map yang sedari tadi mencuri perhatiannya.
map itu berisi beberapa kertas yang berisi gambar.
sepertinya gambar itu adalah rancangan bangunan. di lihat dari gambarnya, Naomi seperti mengingat sesuatu.
"ca, ini mirip restoran tradisional cina nggak sih?" tanya Naomi pada Oca yang sejak tadi berdiri di belakangnya.
Oca meraih gambar yang di tunjukkan oleh Naomi dan mengamatinya.
"iya nao, ini bangunan tradisional cina" jawab Oca yakin.
Naomi kembali mengambil kertas itu dari tangan Oca, matanya tak sengaja menangkap tulisan di bagian bawah gambar bangunan itu.
"Feronica's Chinese kitchen" gumam Naomi membaca tulisan itu.
"apa itu?" tiba-tiba terdengar suara Mahen membuat Naomi mendongak.
"ini kayanya gambar restoran tante Fero deh" ucap Naomi memberitahu Mahen.
Mahen dan yang lain pun mendekati Naomi. Herdi dan Aidan menarik kertas lain dari dalam map dan membacanya.
"eh, ini ada alamatnya!" ucap Herdi setengah berteriak.
mereka semua saling pandang setelah membaca alamat yang tertera pada kertas itu.
"jadi, kita harus nyari restoran ini?" tanya Mahen pada Naomi.
"nggak ada petunjuk lain selain ini kan?" Naomi balik bertanya membuat Mahen terdiam.
"kalau nggak ada petunjuk lain ya satu-satunya cara adalah kita nyari restoran ini. mungkin aja Tante Fero tinggal di dekat restoran itu kan" Naomi melanjutkan ucapannya.
"bawa map ini, sama buku yang tadi. kita bawa pulang" Naomi memberi arahan.
Aidan bertugas memasukan kembali kertas-kertas tadi ke dalam map. sementara yang lain kembali menggeledah bagian lain dari ruangan itu.
..
"Gila, cape banget. udah jam berapa sih?" celetuk Ethan.
saat ini mereka sudah berkumpul di depan pintu ruangan itu karena semua tempat sudah mereka geledah. mereka tidak menemukan apapun lagi selain foto keluarga, foto bayi, buku, map, serta flashdisk tadi.
"jam tangan gue mati" jawab Mahen. ia bahkan baru sadar jika jam tangan yang di kenakannya ternyata mati.
Adis merogoh hp yang ada di saku celananya. "hah?!!! gila? jam sebelas malem?!!" pekik Adis terkejut saat melihat jam di hpnya sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
yang lain pun mengerubungi Adis untuk memastikan Adis tidak salah melihat jam.
mereka saling pandang, tidak ada yang menyangka mereka sudah berada di dalam ruang rahasia hingga selama itu.
Mahen mendongak, ia baru sadar jika di langit-langit ruangan itu terpasang Celling Operation Lamp. pantas saja sedari tadi ia tidak melihat bayangannya sendiri padahal ruangan itu sangat terang membuatnya mudah menggeledah tanpa menggunakan senter atau lampu bawaan yang lain.
Mahen menunjukkan lampu itu pada teman-temannya membuat mereka heboh, terutama Ethan dan Adis.
"wihh gilaaa!! tante lo bener-bener keren banget please gue perlu sungkem kalau ketemu sama beliau ini" heboh Adis tak karuan. sepertinya Adis sudah nge-fans berat sama Tante Fero.
"bener banget, gue mau fotbar kalau ketemu sama tante Fero sambil pegang sniper yang tadi di temuin si Mahen, beuhh keren bangettt gueee" nah nah, si Ethan ikut-ikutan. sepertinya Ethan dan Adis ini jodoh deh.
"nao, aku haus banget" kehebohan mereka terhenti saat terdengar suara Oca yang terdengar lemah.
wajar saja, mereka belum makan apapun sedari siang.
Naomi mengambil air mineral sisa tadi siang yang masih tersimpan di dalam ranselnya. Naomi menghela nafas berat saat melihat air itu hanya tersisa setengah botol.
Naomi membuka tutup botol itu dan menenggaknya sedikit untuk sekedar mengurangi rasa hausnya.
"buka mulut lo" perintah Naomi pada Oca. setelah Oca membuka mulutnya Naomi menuangkan sedikit air minum itu ke dalam mulut Oca.
"buka" Naomi menyuruh Adis membuka mulutnya seperti Oca tadi. begitu juga yang lain secara bergilir. Naomi membagi sisa air minum itu sedikit-sedikit secara adil.
"buka hen" suruh Naomi pada Mahen yang tak kunjung membuka mulutnya. Mahen menggeleng, "buat yang lain aja" ucapnya.
"ck.. buka! kita nggak tau mau sampe kapan kejebak di sini, sisa air ini kita bagi biar kebagian semua. jangan sampe ada yang mati kehausan. kita harus keluar sama-sama" ucapan Naomi membuat yang lain terbaru termasuk Mahen.
akhirnya Mahen mau membuka mulutnya dan menerima air yang Naomi berikan.
setelah minum mereka kembali duduk merenung memikirkan cara untuk keluar dari ruangan itu.
mereka sudah mencoba mencongkel pintu utama lorong itu tetapi tidak bisa.
"kalian tidur aja dulu, istirahat" ucap Naomi saat melihat beberapa dari mereka sudah beberapa kali menguap. bahkan Oca sudah tertidur karena kelelahan.
Naomi melepas kemejanya lalu ia gunakan untuk menyelimuti Oca. hal itu tak lepas dari pandangan Mahen dan yang lain.
Naomi duduk bersandar pada dinding sambil memeluk dirinya sendiri. ia mencoba untuk tidur, mengistirahatkan tubuh yang telah lelah sedari tadi.
akhirnya mereka tertidur dengan posisi duduk dan bersandar pada dinding, Ethan tertidur sambil meringkuk. Adis tidur sambil bersandar pada bahu Mahen. entah kapan mereka bisa keluar dari ruangan itu.
lanjut....