menceritakan pemuda tampan minim ekspresi, tapi sialnya wajahnya begitu tampan bak dewa Yunani, ditambah diusianya yang masih begitu muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan keluarganya sendiri membuatnya begitu didambakan kaum hawa di sekitarnya, tapi sayangnya pesonanya tak mampu membuat seorang gadis pindahan dari Jerman yang bahkan tak meliriknya sedikitpun.
"minggir",
"kenapa harus gue yang minggir",
"cowok ribet",
"menarik".
akankah gadis bar bar nan galak itu akan membuka hatinya untuk sang CEO muda, ataukah malah pada akhirnya si gadis yang akan dibuat bucin dengan si CEO muda itu?
yuk ikuti kisah cinta mereka berdua,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"selamat pagi anak anak", sapa Bu guru bahasa indonesia yang baru saja masuk,
"selamat pagi Bu", jawab anak anak serempak,
"hari ini kalian kedatangan teman baru, ayo silahkan masuk", kata Bu guru, sosok gadis cantik blasteran dengan kulit putih berambut panjang warna coklat masuk, tatapan matanya tajam, iris mata coklat terang.
"ayo perkenalkan diri kamu", titah Bu guru, dibangku urutan nomor 4 terlihat Gabby menggoyang goyangkan bangku Chiara yang ada didepannya, seolah memberikan kode, Chiara pun menoleh dan Gabby mengkode melihat kedepan, mata Chiara sontak membulat sempurna,
"hai semua, nama aku beverly clover, pindahan dari Jerman", ucap cewek itu memperkenalkan diri, jangan lupakan senyum tipisnya, Chiara menatapnya sengit.
"ya sudah kamu silahkan duduk di bangku yang kosong", kata Bu guru,
"baik Bu", Beverly mengangguk dan duduk di kursi samping Kanan Gabby yang kebetulan kosong, saat melewati bangku Chiara keduanya terlihat saling melemparkan tatapan sengit seolah saling menantang dan pemandangan itu ternyata disaksikan oleh axelio, zean, kiano dan virgo.
"itu dia cewek Jerman kenapa kayak saling musuh gitu?", tanya kiano berbisik,
"apa mungkin dulu tuh anak baru musuhan sama Chiara dan sekarang malah ketemu lagi?", virgo ikut menerka nerka.
"bisa jadi", sahut zean,.sedangkan axelio hanya menatap wajah cemberut gadisnya, axelio juga menangkap sesuatu yang tidak beres.
pelajaran bahasa Indonesia selesai setelah satu jam berlalu, Bu guru memberikan tugas meringkas dan dikumpulkan lusa saat ada mata pelajaran bahasa indonesia lagi, Bu guru keluar Chiara segara menghampiri Beverly dan menarik kerah bajunya,
"ikut gue", titah Chiara dan diikuti Gabby yang ikut mengangkat kerja baju Beverly dari belakang, mirip membawa anak kucing, dan Beverly hanya bisa mengikuti saja, ketiganya berjalan cepat keluar.
"wah wah wah itu si Chiara sama Gabby mau bawa anak baru kemana?",tanya kiano heboh,
"apa mau dibully?", tanya virgo,
"gak mungkin, Chiara dan Gabby bukan tipe suka merundung", kata zean,
"wah kayaknya Lo kenal banget sama mereka ze", goda virgo yang langsung mendapat hadiah tatapan tajam dari zean.
"perlu kita ikutin gak xel?", tanya kiano,
"gak usah", jawab Axel tenang, dia tahu Chiara tidak akan melakukan hal hal aneh karena takut dengan opa Jeremy.
Bukan hanya mereka berempat tapi juga seisi kelas kini ikut menerka nerka apa hubungan Chiara Gabby dan anak baru itu, kenapa seolah mereka bermusuhan.
"kenapa lo bisa sampai sini?", tanya Chiara berkacak pinggang,
"hahahah, santai guys, gue kesepian lah Lo tinggalin gitu aja, tahu sendiri kan teman gue cuma Lo selama di Jerman", jawab beverly,
"kenapa gak ngabarin?", tanya gabby, dia juga mengenal Beverly karena kalau dia sedang melangsungkan panggilan video atau telepon biasa dengan Chiara pasti ada Beverly juga, dan saat Gabby liburan kerumah Chiara yang dijerman mereka bertiga pasti bermain dan jalan bersama.
"kan buat suprise", ucap Beverly menaik turunkan alisnya,
"Lo gak lagi dibuang kan sama kedua orang tua Lo?", tanya Chiara memicingkan mata, mengenal Beverly sejak SD membuat Chiara tahu bagaimana keadaan gadis itu,
"enak aja, enggaklah, lagian asal nenek gue juga dari sini, jadi mami sama papi ngasih izin asal gue hati hati", jelas Beverly,
Setelah ngobrol dikamar mandi ketiganya kembali kelas, berjalan beriringan bertiga dengan visual memukau dan tinggi badan layaknya model , sungguh ketiganya jadi mirip idol K-Pop yang sedang syuting video klip.
"nah, tuh pada balik, kok pada gak pa pa?", tanya virgo,
"maksud Lo?", kata kiano,
"ya kalau bertengkar kan pastinya ada luka luka gitu, atau minimal seragam yang acak acakan", kata virgo yang mendapat geplakan di lengannya oleh zean.
Guru mata pelajaran kedua masuk, pelajaran dimulai, dan seperti biasa kelas yang isinya anak anak penuh ambisi itu mendengarkan penjelasan guru Dengan tenang dan serius tak ada yang mengantuk atau sekedar menguap, semua fokus menyimak dan mencatat.
kriiiiiing...
Bel istirahat berbunyi, langsung saja Chiara menggandeng tangan Beverly dan Gabby keluar kelas menuju kantin, dia rindu bertingkah absurd dengan sahabatnya itu,
"lov", panggil lembut axelio, membuat teman temannya yang amish berada dikelas melongo, perdana mereka mendengar suara lembut dari seorang Axelio zergan Wesley yang biasanya selalu tegas.
"kenapa Lio?", tanya Chiara menghentikan langkahnya, diikuti Gabby dan Beverly,
"siapa tuh cowok, cakep bener?", bisik Beverly pada Gabby,
"gebetannya chia", jawab Gabby berbisik pula, dan Beverly hanya mengangguk paham.
"makan bareng", ajak axelio,
"tapi aku ingin makan bersama eve dan Gabby", kata Chiara,
"kita makan bersama dikantin", ajak axelio menarik tangan Chiara, ke lima orang lainnya mengikuti di belakang.
Ke tujuh anak remaja tanggung itu masuk kedalam kantin tapi diruangan khusus axelio dan teman temannya, Beverly menatap kagum kantin elit itu.
"mau makan apa?", tanya axelio lembut, sofa ditempat itu ada 4 yang masing masing muat 2 sampai tiga orang, biasanya keempat lelaki itu duduk masing masing 1 sofa tapi kali ini axelio bersama Chiara, Beverly bersama Gabby, kiano Dengan virgo dan zean sendiri.
"apapun yang penting enak", jawab chiara,
"Lo mau pesen apa eve?", tanya Gabby,
"disini gak ada babi eve", kata Chiara,
"syalan, gue gak pernah makan Babi kalau lo lupa", sahut Beverly tak terima,
"pesan yang sama kayak gue aja eve", kata Gabby dan Beverly mengangguk setuju.
"jadi kalian ini teman?", tanya virgo,
"hemmm, Chiara sahabat gue sejak SD, karena cuma gue yang mau temenan sama anak bandel kayak dia", kata Beverly,
"heh, minimal ngaca sebelum ngatain gue", cibir Chiara tak mau kalah,
"kok lo juga kenal Beverly?", tanya Zean pada Gabby,
"kalau gue lagi telpon atau VC sama chia nih anak pasti nongol, dan kalau liburan ke Jerman pasti mainnya sama nih anak juga", jelas Gabby,
axelio dengan santainya memeluk pinggang Chiara dari samping dengan satu tangan dan tangan satunya memainkan rambut Curly Chiara, makan datang dan mereka pun mengisi energi kembali sebelum melanjutkan pembelajaran selanjutnya.
beberapa kali axelio membersihkan sudut bibir Chiara yang tersisa bekas makanan, dan semua tak luput dari pandangan 5 orang di depannya.
"gila, tuh pacarnya chia sayang banget sama tuh anak", ucap Beverly berbisik pada Gabby,
"Lo gak tahu siapa dia?", tanya Gabby tak kalah berbisik, Beverly menggeleng,
"ambil ponsel Lo, dan browsing nama axelio zergan Wesley", kata Gabby dan beverly menurut,
"WHAAAAT...?", pekik Beverly membuat yang lain kaget, Gabby menabok lengan Beverly saking kagetnya,
"Lo kenapa sih eve?", semprot Chiara kesal pasalnya dia hampir tersedak karena kaget dengan teriakan Beverly,
"heheh sorry sorry, gue cuma kaget aja kok, mami gue nih ngirimin pesan gak jelas", alibi Beverly, sedangkan Gabby mati Matian menahan tawa melihat ekspresi Beverly,
"gila, jadi dia tuan muda Wesley, CEO muda yang tersohor di dunia itu wah Chiara pindah kesini malah langsung dapat CEO muda", bisik Beverly pada Gabby,
Makin kesini axelio terlihat makin manja dan makin menempel pada Chiara, meskipun mereka belum ada hubungan resmi tapi baik Chiara maupun axelio sama sama merasa nyaman bila sedang berdekatan.
"pulang sekolah keaapart gue ya chi, bantuin gue beres beres, Lo juga gab", kata Beverly,
"Lo tinggal di apart?", tanya kiano,
"hemmm" jawab singkat Beverly,
"gue gak bisa kalau hari ini, besok aja deh, nanti sore kak cello balik ke Australia, jadi gue mau nganter ke bandara", kata Chiara,
"kak cello udah mau balik chi, gue ikut nganter ya", ucap Gabby antusias,
"kak cello juga disini?", tanya Beverly,
"lagi liburan jadi kesini, jenguk adiknya yang paling cantik ini", kata Chiara songong,
"helleh sok cakep", ucap serempak Beverly dan Gabby,
"nanti langsung nyusul aja kebandara gab gak usah kerumah, jauh", ucap Chiara yang diangguki Gabby.
Bel masuk berbunyi dan mereka pun kembali ke kelas, tangan axelio tak lepas dari pinggang ramping Chiara, seolah ingin menunjukkan kalau Chiara adalah miliknya seorang, kali ini zean berjalan bersama Gabby, Beverly terlihat berbincang dengan kiano dan virgo, mereka menjadi pusat perhatian karena bisa bergabung dengan circle mahal axelio dan ketiga temannya.