NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Jaksa

Istri Rahasia Jaksa

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Tamat
Popularitas:387.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: phoebeee

Anara Kamala Alice tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya berubah selamanya di malam ulang tahunnya yang ke-23. Impiannya menjadi dokter hancur seketika ketika ia mendapati dirinya hamil di luar nikah—sebuah aib yang merenggut segalanya: beasiswa, pendidikan, dan kehormatan keluarganya.


Di tengah tekanan itu, ia terpaksa menikah dengan Alan Ravindra Sanjaya, pria yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Alan, yang sebenarnya tunangan kakaknya, memperlakukannya dingin dan penuh kebencian. Keluarga Alan pun tak pernah menerima kehadirannya. Alan bukan hanya tunangan kakaknya, tapi juga calon jaksa besar yang dihormati. Namun, pernikahan itu jauh dari kata bahagia. Identitas Nara sebagai istri Alan disembunyikan dari publik, dan sikap Alan yang dingin membuatnya merasa terasing


Tapi di balik semua itu, ada rahasia besar yang perlahan terungkap—sebuah pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari orang terdekatnya. Sementara Alan mulai menyadari perasaan yang selama ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phoebeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nara Mengidam

Nara takut, benar-benar takut di dalam dirinya bahkan sudah mengutuk kenapa dirinya sangat terlambat. Matilah dirinya, bisa bisa kena marah oleh Tante karena pulang terlambat dan lebih dahulu Alan datang dibandingkan dirinya.

Aduh, matilah aku Alan sudah pulang duluan.

Nara menarik nafas panjang berusaha mengendalikan badanya yang sudah mulai gemetar. Setelah merasa dirinya lebih tenang, ia mengambil gagang pintu dan memejamkan matanya ketika sudah memegang gagang tersebut.

Ia berdoa dalam hati agar Tuhan menyelamatkan dirinya kali ini. Nara membuka pintu dengan pelan yang langsung diterpa kehampaan, ia membuka matanya yang langsung menampilkan kegelapan di dalamnya.

“Apa semuanya sudah tidur?,” gumam Nara pada dirinya sendiri.

Ia melihat lampu sudah dimatikan menyisakan lampu tidur penerang di ruang depan. Ia masuk ke dalam dengan hati-hati dan menutupnya dengan pelan berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun.

“Kamu dari mana saja Nara?”

Nara tersentak pelan, badanya menegang mendengar seseorang menginterupsi kegiatanya. Ia takut, ia sudah mengumpulkan keberanianya dan pasrah akan kena marah seperti biasanya.

Nara membalikan badanya yang memperlihatkan Bi Rena yang berdiri dengan wajah khawatirnya, membuat punggung Nara menurun merasa lega.

“Bibi ngagetin Nara,” lirih Nara merasa bersyukur bukan orang lain yang menemuinya.

“Nara kenapa lama sekali, Bibi khawatir Nara kenapa-kenapa di luar sana,” ujar Bibi dengan penuh khawatir.

Nara tersenyum tipis melihat wajah penuh cemas dari Bibi, dirinya menarik tangan yang lebih tua dengan pelan berjalan menuju kebelakang, ke arah dapur. Ia mendudukan Bibi di kursi dan meletakkan kantong plastik bertulisan merek cake tersebut ke atas meja.

“Ini dari mana, Nak?” tanya Bibi penasaran melihat tulisan di godibag yang bertulisan merek brand cake brand ternama.

Nara duduk di samping Bi Rena dan tanganya seketika membuka godibagg yang sedari tadi menggoda dirinya agar dibuka. Ia membuka kue tersebut dan menggeser kuenya di depan Bi Rena.

“Ayo Bi, dimakan” ujar Nara dengan antusias kepada Bi Rena. Selama ini dirinya tidak pernah memberikan apapun kepada Bi Rena tapi Bi Rena selalu memberikan apapun yang ada di dirinya untuk Nara.

“Ini darimana, Nak?”

Nara tersenyum tipis, dirinya menatap Bi Rena dengan penuh tulus. Ia bersyukur dengan adanya Bi Rena di dalam kehidupanya, menjadi seorang ibu pengganti bagi dirinya. Orang yang selalu peduli kepada dirinya.

“Eum, Bibi tenang aja. Ini dari teman Nara yang waktu itu ada di acara arisan kemarin Bi yang namanya Della,” ujar Nara menjelaskan.

Bi Rena terdiam, dirinya tersenyum tipis melihat bagaimana Nara tampak senang akan kue yang dibawanya. Ia tahu Nara sudah sangat ingin memakan kue ini namun menahanya menanti ian juga ikut memakan kue.

“Hahaha, Sini Bibi potong dulu buat Nara makan. Mau yang ini dulu?” tanya Bi Rena kepada Nara menujuk kue coklat keju dan coklat yang sudah dibuka itu.

Nara mengangguk antusias mendengar ucapan Bi Rena, kue ini sama seperti kue yang dibeli oleh Alan. Kue yang sangat ingin ia coba dan rasakan selama ini.

“Nah, udah sekarang Nara dan baby sudah bisa makan, " ujar Bi Rena kepada Nara.

Nara menepuk tanganya penuh antusias melihat kue yang ia idamkan sudah dipotong rapi oleh Bi Rena. Tanganya bergerak hendak mengambil namun terhenti seketika

“Kenapa Nara?” tanya Bi Rena bingung dengan sikap Nara yang tiba-tiba berhenti itu.

Nara menatap Bi Rena dengan dalam, ia menggelengkan kepalanya mengatakan, “Nara ga mau makan kalau bukan Bibi dulu yang coba”

Bi Rena terkekeh pelan akan sikap manis Nara, anak itu sangat peduli sekali kepada dirinya. Ia anak yang baik dan manis namun entah kenapa nasib harus membawanya ke sini.

Bi Rena mengambil potongan kue yang sudah ia potong tersebut dan memasukkan ke dalam mulutnya menunjukkan kepada Nara bahwa dia sudah memakanya dan wanita itu juga bisa memakanya sekarang.

“Enakan Bi?”

Bi Rena menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan dari Nara, dirinya tersenyum tipis melihat bagaimana Nara sangat senang dan antusias ketika makan kue yang ia bawa itu.

“Yaiyalah enak, ini tu kue yang biasa di bawa sama Alan, Bi” ujar Nara dengan spontan kembali mengambil sepotong kue dengan rasa campuran keju dan coklat itu.

Bi Rena menoleh ke arah Nara yang masih sibuk dengan kue-nya, ia menatap Nara dengan lirih bagaimana Nara bisa menahan semuanya di saat usianya yang terbilang masih muda. “Non Nara ngidam ya?” tanya Bi Rena pelan

Nara terdiam menatap Bi Rena yang menatapnya dengan tatapan iba, jujur ia tidak suka dengan tatapan iba itu. Ia lebih suka ketika Bi Rena menatapnya dengan penuh bahagia dan ketulusan.

“Jangan panggil Non, Bi. Saya ga pantes di panggil begitu,” ujar Nara ulang memperingati agar Bi Rena tidak memanggilnya dengan panggilan Non lagi.

“Emangnya ngidam itu seperti apa Bi?” tanya Nara dengan bingung.

Bi Rena terdiam, hatinya semakin perih mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Nara. Kehamilan yang seharusnya menjadi bahagia dan di dampingi oleh orang tercinta berbanding terbalik yang di dapatkan oleh anak manis di sampingnya. Ia tahu bagaimana cerita Nara dulu, bagaimana anak pintar ini menjadi mahasiswa berprestasi namun harus berhenti karena takdir.

Orang-orang menyalahkanya, tidak dianggap kemudian juga disembunyikan dari publik belum juga dengan Nyonya besarnya yang memperlakukan Nara tidak baik. Membuatnya semakin simpati kepada Nara.

“Ngidam itu seperti keinginan yang besar saat hamil itu biasanya keinginan dalam dari bayi. Jika tidak dikabulkan nanti katanya bayinya jadi ileran. Nah, kalo Nara ngidam bilang aja ke Bibi ya”

Nara menganggukan kepalanya, ini adalah pengalaman pertama baginya jadi banyak hal yang tidak Nara ketahui. Ia tahu mengenai definisi ngidam sebenarnya namun dirinya tidak tahu bagaimana valid emosinya, apakah ini benar ngidam atau hanya keinginannya saja. Ia sadar sedari kecil Nara bukan seseorang yang mengungkap perasaan, emosinya bahkan ia tidak tahu apa itu bahagia dan apakah benar perasaan bersamanya adalah perasaan sedih? semua terasa kosong dan hampa bagi dirinya.

“Selama hamil selain Nara ingin kue, apa ada lagi?” tanya Bi Rena.

Nara terdiam, entahlah ia tidak tahu ingin apa jika ia ingin belum tentu juga ia mendapatkanya jadi untuk apa menyadari rasa itu. Selama ini baby sun tidak pernah membuat dirinya tak nyaman ketika menginginkan sesuatu kecuali

“Eum, entah Nara tidak tahu Bi tapi sebenarnya dulu Nara tidak suka keju menurut Nara itu makanan lidah orang kaya saja hehe. Waktu lihat Alan makan cake sama seperti ini buat Nara juga ingin mencobanya, Nara ingin coba awalnya, terus dulu Nara tak suka jus mangga sekarang menjadi malah favorit Nara sekarang-”

“Uem sebenarnya Nara merasa aneh,” lirih Nara.

“Ada apa?”tanya Bi Rena dengan panik.

“Nara biasanya takut berada di sekitar Alan namun entah kenapa Nara ingin selalu berada di samping Alan. Nara suka ketika harum tubuh Alan berada di samping Nara, menenangkan buat perut Nara terasa nyaman. Nara suka ketika Alan makan masakan Nara, Nara suka ketika Alan sibuk dengan bukunya,” ujar Nara dengan panjang

Wajah yang semangat tadi sekitar murung dengan bibirnya mengerucut ke bawah. “Tapi Nara sadar bahwa Nara tidak bisa selalu berada di dekat Alan. Alan memiliki kehidupan yang jelas berbeda dengan Nara, Nara sudah berusaha mencari parfum yang sama seperti harum Alan namun Nara tetap tidak menemukan bahkan Nara diam-dian mengambil jaket milik Alan agar Nara tidak menganggu Alan secara langsung. Nara tahu masakan Nara juga tidak seenak Bibi dan Nara akui itu, karena makanan Bibi adalah makanan terenakkk di duniaaaaaaa,” ujar Nara dengan panjang dan antusias.

“Nanti kalo Nara pergi Bibi adalah orang pertama Nara rindukan,” ujar Nara dengan lirih

Bi Rena terdiam. “Emangnya Nara mau kemana? Nara ga mau tinggal sama Bibi?” tanya Bi Rena

Nara menggelengkan kepalanya. “Bibi punya keluarga yang bersama Bibi dan Nara tidak mau menganggu Bibi. Nara mau pergi jauh, Alan harus bahagia Bi bagaimanapun juga sebelumnya Ka Senjalah yang harus diposisi ini bukan Nara,” ujar Nara

“Bagaimana dengan Baby Sun?”

“Jika Nara diizinkan Nara ingin bawa dia bersama Nara. Nara tahu tidak semua orang menerima Baby, Nara tidak mau Baby harus menjadi seperti Nara yang kecil ini yang merupakan anak haram. Nara ingin membahagiakan Baby bersama Nara tapi jika Baby diambil-”

“Nara boleh minta tolong ga Bi, tolong sayangi Baby lebih banyak Bi. Jangan buat ia sendirian, jangan buat ia merasakan jadi kecil dan dikucilkan. Nara tahu nanti Alan akan bersama Kak Senja dan memiliki anak pasti baby akan dibandingkan- Nara mohon, jika Baby menderita kembalikan kepada Nara, berikan kepada Nara. Bilang bahwa Nara sangat mencinta Baby sun sepanjang hidup Nara” ujar Nara dengan senyum getirnya

Bi Rena terdiam, dirinya tanpa sadar mengeluarkan air mata mendengar penuturan Nara. Tuhan, kenapa engkau memberikan cobaan seperti ini kepada anak sebaik dan semanis Nara. Ia mengusap air matanya dengan cepat dan tersenyum tipis.

“Nara pasti akan selalu bersama Baby, percaya sama Bibi. Nara akan bahagiaa nantinya,” ujar Bibi dengan senyumnya

Bi Rena tahu bahwa semua keinginan Nara jtu adalah keinginan baby, bagaimana Nara yang menyukai keju karena Aden Alan sangat suka dengan keju bahkan maniak sekali dengan keju kemudian bagaimana ia suka dengan jus mangga yang merupakan minuma favorit Aden Alan. Kedekatan yang ingin berada di sekitar Aden Alan adalah keinginan Baby yang ingin disayang

“Bi, Nara masuk ke kamar duluan ya Bi. Besok Nara harus lanjut cari kerja dulu,” ujar Nara kepada Bi Rena yang mengangguk merespon perkataan Nara.

1
Sulis Tyawati
aq jga jd ikut mengeluarkan air mata thor😭😭
Sulis Tyawati
ank Darren
Sulis Tyawati
hrs nya Nara dan twins diikutsertakan dlm penyembuhan Alan.. agar kondisinya cpt pulih
Sulis Tyawati
hadehhhhh.... sinetron bgt ne
Ririn Nursisminingsih
kereenn alan ingin memperbaiki semua kesalahanya..
Ririn Nursisminingsih
seorang jaksa yg cerdass kok bidoh mudah dikibulin dan ndak bisa cari bukti aneh
Ririn Nursisminingsih
nara iki kok bodoh banget mudah terpedaya senja
Netiihsan
nara...jgan putus asa
Ririn Nursisminingsih
pak jaksa dari pada penasaran selidiki dong jg bodoh kamu
Ririn Nursisminingsih
hadeh thor a baca dari awsl. kok sedihhh terus
Netiihsan
nara...kuat kn hati dn jlan hidup mu
Ririn Nursisminingsih
dari awal baca udah wedih
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
astr.id_est 🌻
huahaha kocak ni bapak2 🤣🤭
"Alana" alan-nara nama yg indah
makasih thor untuk extra part nyaa
di tunggu karya baru nyaa..
sukses slalu...
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor,buat kisah ank" ya Alan daren SMA gean dong thor🙏🙏🙏
Deliz Diaz Dla FM B
Wow
phoebeee
hallo guyss, selamat pagi, siang, sore dan malam.
inilah last chapter dari buku ini, semoga kalian sukanya.
dengan ini aku menyatakan bahwa buku ini sudah tamat
maaf sepertinya tidak ada seos 2 karena aku berpikir lebih baik cukup di sini dan juga rencananya ak mau nulis buku baru.
jadi bagi kalian nyari cerita baru boleh ke buku baru aku yaa.
aku bakal mulai update minggu depan
terima kasih guys always waiting this story ❤ love you
khadizah thea: blm ada cerita baru
total 1 replies
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor,untk senso 2 ya
Ketut sariani Sariani
lanjut dong thor
Putri Sabina: mampir kak ke ceritaku yang Dendam Ratih dan cinta sang pangeran ular.😍
total 1 replies
Deera__
OTHOR KUYYY CRAZY UP /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Drool//Drool//Drool//Kiss//Kiss//Watermalon//Watermalon//Watermalon//Watermalon//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/ TRIPLE UP OR FIVE UP JUGA BOLEH.. AKU UDAH GK SABAR MENUNGGU KELANJUTANNYA. SEMANGAT BERKARYA. ❤️❤️💚❤️❤️❤️❤️💚💚💚💚❤️❤️
Kalau Bisa SEASON 2 KU BERHARAP ADA THOR 😍😍😍😭😭😭😭❤️❤️💚❤️❤️
Putri Sabina: mampir kak ke ceritaku yang Dendam Ratih dan cinta sang pangeran ular.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!