NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alzanabuq

( Tahap Revisi)

Apapun yang sudah ditakdirkan untuk datang dalam hidupmu, tidak akan pernah pergi sekeras apapun hatimu membenci.

Taani tidak pernah menyangka hatinya akan berlabuh pada laki-laki pendiam, kutu buku yang menyebalkan.

laki-laki Sederhana yang selalu dibanggakan oleh Ayahnya.
Karena bagi sang Ayah, tidak ada lagi laki-laki terbaik di seluruh negeri ini selain pilihannya.

Pernikahan yang harus Taani jalani dengan terpaksa. Tanpa ada cinta dihatinya.


Bagi Rizwan, Melihat Taani tersenyum di pagi hari, sudah cukup untuk membuatnya semangat pergi bekerja.

Kemanakah bahtera rumah tangga Rizwan akan berlabuh?
Akan kah semuanya kandas begitu saja?



Karena yang sudah tertulis untukmu, tidak akan pernah ditulis untuk orang lain.
......
selamat membaca 💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzanabuq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meja

Adik kakak bagaimana maksudnya?

Oh ibu, cukup Taani saja yang hanya ingin menganggap ku teman setidaknya dalam pandangan orang lain kami ini terlihat suami istri pada umumnya.

Batin Rizwan menjerit.

Rizwan mengibaskan tangannya tidak terima.

“Ih, perempuan sama laki laki yang tinggal satu rumah itu pasti  adik kakak Om.” Mengernyitkan dahi menatap

Rizwan dan taani bergantian.

“Kata siapa?” Rizwan terkekeh baru mengerti maksud dari pembicaraan bocah yang selalu

meneriakinya ketika Rizwan melewati rumahnya.

Gadis kecil itu akan berteriak menyuruh Rizwan berhenti sebentar hanya untuk

memamerkan Bisma, kucing yang di peliharanya atau hanya sekedar memamerkan boneka karakter favorit yang baru dibelikan ibunya.

Atau menceritakan liburan akhir pekan bersama orangtuanya yang dihabiskan untuk pergi jalan jalan ke pusat perbelanjaan.

Dan juga bocah itu akan antusias menceritakan tentang teman teman di sekolahnya.

Bahkan Rizwan sampai hafal beberapa nama teman bocah itu karena sering disebutkan.

Dan Rizwan hanya menanggapinya dengan Anggukan kepala.

Mendengarkan anak anak berceloteh adalah Hal yang menyenangkan meski terkadang yang di ceritakan hanya itu itu saja.

Bosan? Tentu saja tidak kita justru lebih khawatir terhadap anak yang cenderung pendiam dan menutup diri.

Dengarkan saja.

Mereka sedang belajar mengolah kata, dan juga mulai belajar peduli dengan keadaan di sekitarnya.

Ah, selalu ada hal menarik tentang anak anak

“Kata, Kakek.” Menunjuk pria yang hanya tersenyum mendengar

celotehan cucu nya.

“Om Rizwan sama mbak Taani itu suami istri, sama seperti Ayah dan Ibu

kamu.” Pak Adrian kembali menjelaskan.

"Iya." Rizwan menjawab pendek melirik sekilas ke arah wanita yang duduk di

sampingnya, masih dengan senyum yang terus mengembang.

Ya Tuhan.

Dia cantik sekali.

Setelah melewati percakapan yang hanya berputar menanggapi pertanyaan bocah bernama Ghendis itu, Rizwan berpamitan untuk pulang.

Diikuti Taani yang berjalan bersisian.

"An.." Rizwan membuka suara

"Iya."

"Apa saya berbuat sesuatu yang salah?" Akhirnya Rizwan mampu mengeluarkan pertanyaan yang dari kemarin di pendam olehnya, ia tidak tahu apa penyebab istrinya yang biasa ramai ketika berbicara mendadak jadi pendiam.

"Ah, tidak ada.." Taani menjawab, hari ini rasa kesal yang bercokol di hatinya sudah hilang.

"Ada yang kau butuhkan?" Rizwan kembali bertanya, berusaha menjadi suami yang baik. Dengan memenuhi segala kebutuhan istrinya.

"Aku butuh meja."

"Meja?" Rizwan bertanya, meja apalagi yang ia tahu meja di kamar istrinya sudah ada.

"Meja, buat nyimpen skincare dan yang lainnya." Taani menjelaskan.

"Ah, baik. Besok akan saya belikan, ada yang lain lagi?"

Taani menggeleng dan tersenyum. "Itu aja, terimakasih."

Sesaat hening.

Kicauan burung burung semakin terdengar jelas, deru kendaraan sudah terdengar di ujung jalan raya, karena hari ini akhir pekan ketika siang hari Jalanan akan semakin ramai orang-orang memadati jalanan ibukota yang selalu penuh oleh kendaraan itu.

“Mau sarapan dimana?”

“Kita sarapan di rumah saja ya," Taani menjawab.

Langkah Rizwan terhenti saat tangan lembut itu menggenggamnya. “Maaf, tadi aku bangun kesiangan.” Taani menatap Rizwan yang tengah berdiri di sampingnya

Rizwan tersenyum mengangguk.

Dia bahagia, Taani bisa ikut bergabung dengan warga disekitarnya.

“An.."

“Apa kau merasa bosan, setiap hari hanya mengurung diri di dalam rumah?” keduanya masih berpegangan tangan.

“Mmm, lumayan,” Taani melepas genggamannya, kembali melangkah.

Obrolan keduanya terpotong saat Rizwan menyapa beberapa orang yang sedang

duduk santai di teras rumah.

Menikmati libur akhir berkumpul bersama keluarga.

“Di panti, mulai besok akan ada kelas melukis. ”

“Oh ya?”

Rizwan menganggukkan kepala, “Kalau ada waktu aku bisa mengantarmu ke panti. ” Rizwan.

"Taani, apa kau tidak keberatan untuk menjadi Guru melukis?"

Bersambung....

Netizen : Thorr...

Author : Avaan dah?😒

Netizen : Itu Mbak Taani katanya pengen meja, meja yang begimana sii?🤨

Author : Meja yang bisa buat nampung semua skincare nya yang mehong itu.

Netizen : Gue nggak perlu tuh pake acara naruh skincare di atas meja, gue bisa naro di atas lemari atau di mana aja.😒

Author : Serah lu,, serah!!

Netizen : Vote jangan?

Author : Atulaahh, hargai aku yang sudah mencuri curi waktu demi menulis kisah mereka.🤪

Netizen : Kumenangis....

Sehat selalu semuanya🙏☺

1
agus ali
Kecewa
agus ali
Buruk
Tathya Aqila
seperti film sharukan ya gak si 😁
Rini Haryati
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus banget
sukses
semangat
Venny
menarik
vi
ceritanya bagus Thor, no hard conflict. aq suka
Lovely Shihab
Ngapain mempertahankan perempuan egois. Cantik saja tidak cukup nona, diluar sana bertimbun2 perempuan yg lebih cantik, lebih pintar, lebih baik, berkarier dan yang utama perempuan yg bisa menghormati suami. Perempuan kayak kamu, bagusnya dimasukin tong sampah. Kasihan Rizwan..cinta dengan perempuan yg tidak bisa apa2. cuma modal cantik doang
DEva Vis
kenapa ga terusin cerita Tania SMA rizdwan KA seruuu bgttttttt
Lilis Yuanita
lnjut k buru lupa
Daru Widyanto
mantap cerita'y seruuuuu
Daru Widyanto
dalam kehidupan itu masalah pasti datang silih berganti tinggal kita cari solusinya agar lebih dewasa dalam menyikapi'y
Daru Widyanto
hebat author cerita'y bikin penasaran aja
Daru Widyanto
alur cerita'y mirip dengan kisah hidupku,di jodohkan seiring berjalan'y waktu,dari acuh karena perhatian dan kesabaran istriku aq menerima dia dan endingnya bahagia sampai sekarang
Daru Widyanto
cerita yg inspiratif
ceava
yuhuu semngt di tunggu
Nadia Laili
sy termasuk ibu beruntung,bisa merasakan melahirkan Caesar dengan rasa sakit Krn Sdh bukaan 9 tapi si abangi gak mau turun,dan merasakan sakitnya full melahirkan normal buat si adek
Nadia Laili
senang bisa membaca karya yg nampak real di tengah karya yg selalu tokoh nya orang kaya se...se...nomer satu tapi nampak halu,, semangat thor
Nadia Laili
padahal bagus Lo cerita nya alurnya jelas gak bertele-tele,tata bahasa nya pun menunjukkan author nya gak alay, sayang like kok sedikit ya
Andi Sam Sam
Adakahhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!