NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pembantai Abadi

Takdir Sang Pembantai Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Action
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Agung Nirwana

Lin Tian lahir dengan seluruh meridian tertutup rapat. Di mata dunia kultivasi, ia tak lebih dari sampah—mustahil menyerap qi, mustahil berdiri sejajar dengan siapa pun. Namun di balik tubuh "cacat" itu, tersimpan sebuah segel kuno yang justru menjadi alasan keluarganya dibantai hingga tak bersisa.

Ketika seorang pengembara tua bernama Mo Cang membuka segel tersebut, Lin Tian akhirnya mengenal qi untuk pertama kali. Sayang, kebahagiaannya hanya bertahan sebentar. Musuh lama sang guru datang, dan Mo Cang tewas di hadapannya.

Kehilangan keluarga. Kehilangan harga diri. Kini kehilangan satu-satunya orang yang menganggapnya anak.

Dari abu tragedi itu, bangkitlah seorang kultivator yang tak kenal ampun. Ia tidak membunuh demi kesenangan—tapi siapa pun yang menghalangi jalannya, tak akan pernah melihat matahari esok hari.

Istana Langit Hitam telah memilih mangsa yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Agung Nirwana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Pilar Kristal dan Energi Iblis

Cakar qi merah darah merobek udara, menyasar langsung ke tenggorokan Lin Tian. Pemuda berjubah putih itu bergerak terlalu cepat, meninggalkan bayangan samar di antara pepohonan. Lin Tian tidak mundur. Ia justru menjatuhkan tubuhnya ke depan, membiarkan bahu kirinya tercabik oleh cakar tak kasat mata itu.

Darah segar muncrat membasahi tanah, tetapi jarak antara mereka kini terpangkas menjadi satu lengan. Pedang beracun berbilah hijau menebas ke atas, menargetkan selangkangan pemuda itu. Serangan ini kotor, tanpa martabat, dan sangat mematikan.

Pemuda bertato kalajengking itu membelalak kaget. Ia refleks menarik kipas gioknya untuk menangkis bilah hijau yang datang dari sudut buta.

Klang!

Benturan logam dan giok bergema nyaring. Bilah hijau terhenti, tetapi racun korosif dari pedang itu langsung mendesis, menggerogoti tulang giok kipas tersebut dengan asap tipis.

"Anjing liar yang menjijikkan!" maki pemuda itu. Wajah tampannya terdistorsi oleh amarah. Ia menghentakkan qi padat ke telapak kakinya, menendang dada Lin Tian dengan kekuatan penuh.

Tubuh Lin Tian terpental ke belakang, menabrak batang pohon beringin raksasa hingga kulit kayunya retak. Ia memuntahkan darah kental, merasakan dua tulang rusuknya patah dan menusuk paru-parunya.

Namun, matanya tetap dingin, menatap pemuda yang sedang membersihkan noda racun di jubah putihnya dengan wajah penuh kejijikan. Darah dari bahu Lin Tian terus menetes, menciptakan pola merah di atas daun-daun kering. Ia tahu betul, perbedaan kultivasi di antara mereka terlalu besar. Bertarung secara frontal sama saja dengan bunuh diri.

"Kau pikir racun murahan bisa menembus Pelindung Qi-ku?" Pemuda itu melangkah maju perlahan. Qi merah di tangannya kini memadat, membentuk belati tipis yang memancarkan hawa amis darah.

"Tuan Zhao bilang kau membawa rahasia besar sekte. Ternyata kau hanya sampah yang bersembunyi di dalam lumpur seperti cacing tanah."

Angin pagi yang dingin bertiup, membawa bau tanah basah dan darah yang mulai mengering. Pemuda itu tertawa kecil, suara yang terdengar seperti gesekan tulang.

Lin Tian perlahan bangkit, menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. Napasnya terdengar berat dan basah. Tangan kanannya diam-diam merogoh saku jubah perak curiannya, menyentuh sebuah botol kecil berisi bubuk peledak api yang ia ambil dari mayat pemburu di hutan semalam.

Jari-jari Lin Tian mencengkeram botol itu erat-erat, memastikan tutup kayunya sudah longgar sebelum dilemparkan.

"Tuan Zhao," ulang Lin Tian, suaranya serak dan parau. "Jadi dia yang mengirim kalajengking kotor sepertimu untuk membersihkan jejak."

Lin Tian tiba-tiba melemparkan pedang beracunnya ke arah wajah pemuda itu. Lemparan itu tidak berisi qi, hanya mengandalkan kekuatan fisik murni. Pemuda bertato kalajengking mendengus remeh, mengayunkan belati qi untuk menghancurkan pedang tersebut di udara sebelum menyentuh kulitnya.

Tepat saat belati qi menyentuh bilah hijau, Lin Tian melemparkan botol kecil itu menyusul di belakang pedang.

Boom!

Ledakan api bercampur racun hijau meledak tepat di depan wajah pemuda itu. Jeritan kesakitan yang memekakkan telinga memecah keheningan hutan pagi. Pelindung qi-nya memang kuat, tetapi ledakan jarak dekat yang bercampur racun korosif berhasil melelehkan separuh wajah kirinya, menampakkan tulang pipi yang hangus.

Lin Tian tidak memberi jeda sedikit pun. Ia melesat menembus asap tebal, merebut kembali pedangnya yang jatuh, dan menebaskannya secara horizontal dengan sisa qi di dantiannya.

Kepala pemuda bertato kalajengking itu menggelinding ke semak-semak, matanya masih terbelalak tidak percaya. Tubuh tanpa kepalanya ambruk, membasahi tanah dengan darah merah pekat yang berbau busuk.

Lin Tian terengah-engah, menjatuhkan diri dengan satu lutut. Luka di bahu dan dadanya terasa seperti dibakar oleh bara api. Ia segera meminum pil Pemadam Api terakhirnya, memaksa qi liar di dantiannya yang mulai bergejolak kembali tenang. Rasa dingin dari pil itu meredam rasa sakit di tulang rusuknya yang patah.

Ia menggeledah mayat tanpa kepala itu dengan cepat dan efisien. Di balik jubah putih yang kini hangus, ia menemukan sebuah token kayu hitam berukir awan gelap, dan sebuah kantong penyimpanan berbahan kulit ular. Token itu memancarkan aura dingin yang menusuk tulang.

Ini bukan token peserta ujian, melainkan token identitas pembunuh Istana Langit Hitam. Sebelum pergi, Lin Tian mengambil kipas giok yang setengah hancur itu. Meski racun telah merusak permukaannya, tulang giok di dalamnya masih utuh dan bisa dijual dengan harga tinggi di pasar gelap nanti.

Lin Tian memasukkan benda-benda itu ke dalam saku, lalu menyeret mayat tersebut ke lubang akar beringin yang dalam. Ia menimbunnya dengan daun kering dan lumpur hitam. Hutan ini penuh dengan binatang buas, bau darah akan segera memancing mereka datang dan menghilangkan jejak pembunuhan ini.

Matahari mulai terbit, menembus kabut tebal Gunung Awan dengan sinar keemasan. Suara gong raksasa bergema dari lembah di bawah, menandakan pendaftaran Ujian Seleksi Sekte Pedang Perak akan segera ditutup. Lin Tian merapikan jubah perak curiannya, memastikan tidak ada noda darah yang terlihat mencolok.

Ia berjalan menuruni tebing terjal, bergabung dengan ribuan pemuda yang berdesakan di alun-alun batu putih raksasa. Bau keringat dan qi yang tidak stabil bercampur menjadi satu di udara. Lin Tian menundukkan kepala, menyembunyikan tatapan matanya yang tajam di balik poni rambutnya yang berantakan.

Di sini, ia hanyalah satu dari ribuan semut yang mencari jalan menuju keabadian.

Antrean bergerak sangat lambat. Para tetua sekte berjubah perak duduk di atas podium tinggi, menatap para peserta dengan tatapan acuh tak acuh. Di tengah alun-alun, terdapat sebuah pilar batu kristal setinggi tiga meter. Setiap peserta harus meletakkan tangan di pilar itu untuk mengukur kapasitas meridian dan tingkat qi mereka.

Beberapa peserta yang mengenakan jubah sutra mahal menatap sinis ke arah Lin Tian, menganggapnya sebagai petani miskin yang salah masuk ke sarang naga. Formasi pelindung di sekeliling alun-alun berkedip samar, mengurung semua orang di dalam area ujian agar tidak ada yang bisa melarikan diri.

"Lin Feng, kota Qinghe. Pengumpulan Qi tingkat empat. Lulus!" Suara tetua penguji bergema, membuat kerumunan bersorak.

"Wang Lei, kota Batu. Pengumpulan Qi tingkat satu. Gagal! Minggir!"

Lin Tian maju saat nama palsu yang ia daftarkan di gerbang dipanggil. Ia melangkah menuju pilar kristal, merasakan puluhan mata menatap punggungnya dengan curiga karena jubahnya yang sedikit longgar. Ia menarik napas panjang, meletakkan telapak tangan kanannya di permukaan kristal yang dingin.

Ia harus menahan diri agar tidak secara refleks menyerap qi dari pilar tersebut. Insting Seni Menelan Langit selalu lapar, tetapi menyerap energi di depan ribuan orang akan langsung membongkar penyamarannya.

Awalnya, tidak ada yang terjadi. Kristal itu tetap bening dan sunyi. Bisik-bisik meremehkan mulai terdengar dari kerumunan peserta. Para tetua di podium menggelengkan kepala, bersiap menyebutkannya gagal dan mengusirnya dari alun-alun.

Namun, di dalam dantian Lin Tian, segel Dewa Penelan Langit yang baru terbuka lapis pertamanya tiba-tiba berdenyut liar. Qi hitam yang ia sembunyikan rapat-rapat seolah tersinggung oleh energi penguji dari pilar kristal tersebut.

Retakan hitam kecil muncul di permukaan kristal.

Bukan cahaya putih atau biru seperti peserta lain. Pilar kristal itu tiba-tiba memancarkan cahaya hitam pekat yang menyerap semua cahaya di sekitarnya. Suhu di alun-alun turun drastis, membuat napas para peserta mengeluarkan uap putih.

Krak!

Sebuah retakan besar membelah pilar kristal dari atas ke bawah. Batu ujian yang ditempa dari esensi gunung itu hancur berkeping-keping di depan mata ribuan orang. Pecahan kristal beterbangan seperti pecahan kaca, melukai beberapa peserta yang berdiri terlalu dekat. Mereka menjerit panik, mundur sambil menutupi wajah mereka.

Keheningan mutlak menyelimuti alun-alun.

Seorang tetua berjubah emas di podium utama tiba-tiba berdiri, menghancurkan sandaran kursi kayunya dengan satu remasan. Matanya menatap Lin Tian dengan kilatan membunuh yang tak disembunyikan.

"Energi iblis pemakan qi," suara tetua itu bergema, membawa tekanan yang membuat Lin Tian berlutut. "Tangkap dia hidup-hidup. Bawa ke ruang interogasi!"

Dua pengawal sekte bertubuh kekar langsung melompat dari podium, menghunus pedang berat mereka sambil melesat ke arah Lin Tian.

1
Alia Chans
semangat thor nulisnya💪
Restu Agung Nirwana: hehe.. iya.. makasih dukungannya 👍
total 1 replies
B. Toon
Wah, seru. Suka MC nya, sadis, kejam, tanpa ampun, tapi masih punya batasan. Cuma musuh-musuhnya saja yang di bantai habis, orang yang tidak bersalah aman. Yang baik sama MC di balas 10x lipat kebaikannya, yang jahat sama MC di balas 100x lipat kejahatannya. Lanjut Thor 🔥🔥🔥
Restu Agung Nirwana: Hehehe... makasih bro. Ikuti trs ceritanya, jgn loncat-loncat bab. Biar gak bingung sama alurnya, slmt membaca 🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!