NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:73.8k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Tiga Bulan Kemudian

Surya sudah melakukan semua upaya untuk menyelamatkan perusahaannya, namun agaknya usaha itu belum membuahkan hasil. Hutang yang menumpuk, belum lagi di tambah bunganya yang kian membengkak, sementara tidak ada project yang bisa dia kerjakan. Surya tak punya pilihan lain selain menyerahkan perusahaan tersebut pada Margareth, agar anak buahnya tetap bisa bekerja.

Hari ini merupakan hari terakhirnya di kantor, ia mengemasi semua barang-barangnya yang masih bisa ia bawa. Satu persatu ia memasukannya ke kotak, di antara banyaknya barang yang ia kemasi, Surya termenung ketika melihat uang yang Nadi pajang di dinding dengan bingkai foto yang sangat cantik. Uang tersebut merupakan uang dari project pertama yang mereka dapatkan.

Saat itu mereka berjanji akan sama-sama membangun perusahaan ini dan membangun istanah untuk keluarga kecil mereka. "Andai aku bisa berterus terang padamu, Nadi," gumam Surya dengan penuh rasa penyesalan. "Kalau pun kita berpisah, kita pasti berpisah dengan cara baik-baik," ia megusap pinggiran bingkai itu dengan jemarinya.

Surya terlalu takut untuk berterus terang kepada Nadi jika dirinya-lah yang tak bisa memberikan keturunan, ia tak mau Nadi menceraikannya dengan alasan dirinya mandul, sebab itu akan jadi aib besar untuk dirinya. Sehingga Surya memilih untuk berselingkuh, dan membuat sekenario yang terkesan bahwa alasan dirinya selingkuh lantaran Nadi tak dapat memberikannya keturunan.

Surya sendiri sudah mengetahui jika dirinya mandul beberapa hari sebelum hari pernikahannya, saat hasil Medical Check Up (MCU) pranikahnya keluar. Surya tak bisa mundur sebab undangan telah di sebar, persiapan pernikahan sudah 90% rampung. Setelah menikah, Surya berupaya mengobati kemandulan tanpa sepengetahuan Nadi dan keluarganya, namun usaha itu belum membuahkan hasil. Sementara Nadi getol menjalani program kehamilan, dan ibundanya terus menanyakan prihal keturunan.

Surya yang merasa terpojokan akhirnya menjalankan sekenarionya, ia mendekati Cindy, staff administrasi yang kebetulan seorang janda beranak satu. Siapa sangka Cindy ternyata memberikan memberikan kenyamanan pada diri Surya, sebab Cindy tak pernah membahas soal anak dan program kehamilan yang membuat kepalanya mau pecah.

Kedekatannya itu membawanya pada hubungan terlarang. Surya yang merasa dirinya tak bisa mendapatkan keturunan dengan bebas berhubungan intim dengan Cindy, hingga suatu saat Cindy mengatakan jika ia hamil dan meminta pertanggung jawabannya. Semula Surya enggan bertanggung jawab sebab ia yakin itu bukan anaknya dan Cindy tak ingin melakukan tes DNA dengan berbagai alasan, namun Cindy yang licik, mendatangi kediaman Surya dan meminta pertanggung jawaban langsung pada Mentari.

Tak seperti ibu-ibu kebanyakan yang marah jika anaknya menghamili wanita yang bukan istrinya, Mentari justru senang dengan kehamilan Cindy dan memaksa putranya untuk segera menikahi Cindy. Surya yang tak bisa menolak permintaan ibunya pun terpaksa menikahin Cindy tiga bulan yang lalu, tapi ia berpikir bahwa menikahi Cindy bukanlah hal yang buruk. Surya berencana akan menceraikan Cindy setelah Cindy melahirkan dengan alasan tidak adanya kecocokan dan menyerahkan hak asuh anak yang baru lahir itu ke Cindy sehingga ia bebas tanggung jawab dan keluarga tidak ada yang tahu jika ia mandul.

Lamunan Surya buyar ketika handphone di sakunya bergetar, ia mendapatkan panggilan masuk dari istrinya. "Ada apa?" tanyanya dengan malas.

Suara Cindy terdengar panik dan gemetar. "Mas, di rumah ada orang dari bank ingin menyita rumah kita. Mereka memberi kita waktu sampai besok untuk mengemasi barang-barang kita."

Sebetulnya Surya sudah tahu hal ini akan terjadi, sebab ia sudah mendapat surat peringatan dari bank sebanyak tiga kali selama yiga bulan terakhir ini, hanya saja ia tetap panik sebab ia mengkhawatirkan reaksi ibundanya saat tahu rumah yang kini ia tempati di sita. "Aku akan segera pulang," Begitu mematikan sambungan teleponnya, Surya meraih kotak tadi dan bergegas pulang.

Tiba di kediamannya, ia melihat wajah-wajah panik keluarganya. Terutama ibundanya, yang terlihat matanya memerah dan banyak genangan air mata di pelupuk matanya.

"Surya apa yang terjadi?" Mentari semakin panik melihat Surya pulang dengan membawa banyak barang-barang kantornya.

Surya terdiam cukup lama, sebetulnya ia tak sanggup mengatakan jika kini dirinya mengalami kebangkrutan, tapi di sisi lain ia juga tidak bisa berbohong pada keluarganya. "Aku bangkrut," kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Surya. "Beberapa bulan belakangan ini, perusahaanku sepi project. Di tambah selama tiga bulan aku tidak dapat mencicil tagihan kartu kredit yang begitu besar jumlahnya."

Mentari beranjak dari tempat duduknya. "Kau gila Surya," tunjuknya. "Kau pakai belanja apa sampai-sampai kau sendiro tak mampu membayar tagihan kartu kreditmu?" pandangan Mentari tertuju pada Cindy. "Pasti kau yang telah memanfaatkan Surya," tuduhnya pada Cindy.

Cindy menggelengkan kepalanya. "Tidak, mah. Bukan aku pelakunya, tapi Nadi."

"Nadi? Bagaimana bisa? Dia sudah bercerai dengan Surya sudah lama," Mentari sama sekali tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Cindy. "Ini semua pasti gara-gara kamu. Kamu membawa nama Nadi agar aku tak bisa menyalahkannya sebab dia tidak ada di sini."

"Apa yang di katakan Cindy benar, Mah. Nadi yang sudah pakai kartu kredit itu, dia membeli mobil, apartement dan barang-barang mewah dengan kartu kredit itu, di tambah dia liburan ke Korea selama satu bulan dengan kartu kredit itu juga."

Mentari hampir pingsan mendengar pemaparan putranya. "Kenapa kau tidak tuntut saja si wanita mandul itu? Suruh dia membayar tagihannya sendiri."

Surya menggeleng. "Aku tidak bisa, mah." ia menceritakan jika dirinya dan Nadi memiliki perjanjian soal keuntungan perusahaan. Nadi tidak pernah mengambilnya lantaran keuntungan itu ia gunakan untuk rumah yang sampai sekarang Surya dan keluarganya tempati, sementara Surya tidak sama sekali membagi harta gono gini kepada Nadi. "Jika aku melaporkannya maka itu akan jadi bumerang bagi diriku sendiri."

"Dasar wanita, mandul yang licik," gumam Mentari. "Lalu apa rencanamu? Apa kau sudah ada rumah lain untuk kita tempati?"

Lagi-lagi Surya menggeleng. "Tidak ada. Sepertinya, mau tidak mau kita menempati rumah lama kita yang di deka rel kereta api."

Mulut Mentari mengaga, seperti orang yang kehabisan napas. "Tidak Surya. Mama tidak mau tinggal di situ lagi. Apa kata tetangga jika kita balik lagi ke rumah itu? Rumah itu begitu kumuh dan sempit. Mama tidak mau."

"Aku juga tidak mau," sahut Bintang. "Aku sudah pernah bersumpah di depan anak-anak gang itu jika aku tidak akan menginjakan kakiku di wilayah kumuh itu."

Sury menghembuskan napas beratnya. "Kita tidak punya pilihan lain, hanya itu rumah yang kita miliki. Dari pada kita terus berdebat, lebih baik kita kemasi barang-barang kita sebelum orang bank melekpar barang-barang kita ke luar."

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!