Khaira yang hamil saat kuliah terpaksa tidak melanjutkan cita cita nya, ia hamil terbuai oleh rayuan kakak kelas yang playboy.
Namun setelah menikah nasib Khaira justru tragis karena Sam, suami nya yg meneruskan kuliah bermain api dengan teman kampus nya.
Sementara di sisi lain ada Bram kakak Sam yang memberi perhatian kepada Khaira.
Akankah Khaira mengakhiri pernikahan nya? dan melanjutkan scandal yang di buat dengan Bram?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Adrena datang ke acara pertemuan dengan keluarga Wiratama untuk menemani Papa nya, begitu tiba sahabat nya Sasha sudah menunggu di depan pintu.
"Aku udah jamuran lho dari tadi" ucap Sasha pura-pura kesal.
"Iya maaf, nunggu Papa nih lama dari kantor" jawab Adrena.
"Ya sudah Papa masuk ke dalam dulu" ucap Pram.
"Iya Om terimakasih sudah bersedia datang" ucap Sasha.
Pram tersenyum sambil melenggang masuk ke tempat acara.
Di taman area luar sesekali seorang pria menatap ke arah Adrena dan Sasha yang masih berbincang di luar.
Kakek Agung, yang tak lain Kakek dari Sasha sedang memberikan sambutan hangat kepada para pengusaha yang sudah hadir sekaligus memperkenalkan Edric cucu tertuanya yang akan memegang jabatan tertinggi di perusahaan.
Wiratama Group adalah perusahaan yang banyak di incar oleh para pengusaha lain nya, bersanding dengan BISTON Corp kedua nya merupakan salah satu perusahaan yang cukup besar di negara ini.
Acara telah selesai hampir semua tamu sudah meninggalkan tempat berlangsung nya pesta, Edric tampak berbincang dengan asisten nya.
"Siapa gadis yang sedang bersama dengan Sasha tadi?" tanya Edric.
"Dia adik dari CEO BISTON Corp, tuan muda" jawab Leo, asisten kepercayaan keluarga Wiratama.
"Dia terlihat menggemaskan" ucap Edric sambil terkekeh
"Tapi tuan muda dia masih sekolah...." ucap Leo.
"Kelas berapa?" tanya Edric.
"Tahun ini masuk universitas sepertinya Tuan" jawab Leo.
Edric tidak mengatakan apapun, ia berjalan menggunakan tongkat kearah kamarnya.
Edric pria berusia 30 tahun, kaki kiri nya harus mengalami cedera akibat kecelakaan yang merenggut istri nya sedangkan ia dan anak nya yang berusia satu tahun masih bisa selamat dari kecelakaan maut itu.
Sebelum kejadian nahas itu, ia terlebih dulu kehilangan kedua orangtuanya.
Leo mendekati kakek Agung untuk mengajak nya berbicara.
"Apa dia sudah gila? " bentak kakek Agung.
Leo hanya diam.
"Panggil Edric ke ruangan ku" perintah kakek Agung.
Tak berselang lama Leo datang ke ruangan Kakek Agung di ikuti oleh Edric.
"Dari sekian banyak putri pengusaha yang hadir, kamu memilih gadis yang seumuran Sasha. Apa kamu sudah gila? Biston corp tidak menawarkan perjodohan seperti para pengusaha lain nya, karena gadis itu masih sekolah" ucap kakek Agung.
"Setelah tragedi kecelakaan itu baru kali ada perasaan tertarik kepada wanita, putri pengusaha yang lain terlalu norak dandanan mereka terlalu berlebihan dan bersikap agresif" jawab Edric.
"Pilih saja yang paling mendekati selera mu, mereka wanita dewasa yang sudah cukup umur untuk kamu nikahi" kata kakek Agung.
"Aku tidak akan menikah jika kakek tidak mau melamar kan nya untuk ku" jawab Edric keluar tanpa pamit terlebih dahulu.
"Dasar bocah gila, Leo segera urus pertemuan dengan BISTON Corp " kata kakek Agung.
"Baik tuan besar" ucap Leo.
Leo merasa lelah, resiko sebagai asisten kepercayaan dirinya mau tidak mau akan terlibat diantara perseteruan cucu dan kakek itu.
Leo segera menjalankan mobil nya untuk pulang, untuk saat ini ia ingin segera merebahkan dirinya di tempat tidur.
Sementara di kamarnya, Edric tengah memandangi sebuah foto.
"Kamu tahu, barusan aku melihat gadis yang menggemaskan di pesta setelah sekian lama aku hanya fokus pada anak kita, kamu jangan marah ya, kamu akan tetap mengisi ruang tersendiri di hatiku" ucap Edric berbicara sendiri.
Di pandangi nya sekali lagi foto mendiang istrinya itu, lalu ia kembali meletakkan nya di tempat semula.