NovelToon NovelToon
You Are Mine!

You Are Mine!

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:673.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: riri_923

Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.

Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.

Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?

Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?

Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab-17- Hari pertama yang kacau (2)

"Kita satu kamar?"

"Tentu"

"Kenapa?"

"Kenapa?" Ulang Bram bingung.

"Kenapa gak pisah kamar?"

Bram memejamkan matanya rapat, mencoba untuk menahan emosinya yang lagi-lagi dipancing oleh ucapan Aqila.

"Kamu ingin kita pisah kamar?"

Aqila mengangguk cepat. "Iya, aku mau kita pisah kamar"

"Kenapa?" Tanya Bram dengan mata yang masih terpejam.

Aqila menatap malas pria dewasa di hadapannya yang saat ini tengah berbaring di kasur king size milik nya.

"Kamu istri ku, Aqila" Lanjut Bram karena tidak kunjung mendapat jawaban.

"Tapi--"

"Aku tidak menerima negosiasi, ingat pesan Papa. Kamu harus menurut pada ku!" Potong tegas Bram dengan mata yang kini menatap tajam Aqila.

"Kamu mesum, aku--"

"Bahkan kita sudah melakukan hal lebih Aqila, jangan bersikap seakan kamu belum tersentuh!" Sentak marah Bram.

Aqila langsung terdiam, menatap Bram dengan mata yang kini mulai berkaca-kaca menahan tangis.

Entah kenapa sentakan pria itu sangat menyakiti hati nya. Tanpa Aqila sadari sikap dan perkataan nya pun sangat menyakiti hati Bram.

Menghela napas berat, lalu Bram bangun dan bergeser lalu menarik pelan tangan Aqila hingga kini tubuh Aqila berdiri tepat di hadapan Bram yang duduk di tepi kasur.

"Maaf aku tidak bermaksud membentak mu" Ujar Bram yang terdengar sangat lembut.

"Aku memang sudah kotor, tapi itu semua karena kamu yang merusak diriku!"

"Sadar lah Aqila, jika sedari awal kamu tidak pergi ke night club itu, dan tidak meminum minuman yang kekasih mu pesankan mungkin semuanya tidak akan terjadi" Tutur Bram masih dengan nada yang sama.

"Kamu juga harusnya sadar! Jika kamu bisa menahan nya atau mungkin mengantarku pulang ke apartemen pasti aku masih--"

"CUKUP AQILA!" Stok kesabaran Bram benar-benar sudah habis kali ini.

Bahkan dengan sekali tarikan tubuh Aqila sudah terbaring di kasur dan langsung di tindih oleh Bram dengan tatapan penuh emosi nya.

"Malam itu, aku menahan nya dan tidak merebut kesucian mu yang entah masih suci atau tidak!" Teriak Bram di depan wajah Aqila.

Plak!

Satu tamparan cukup keras mendarat di pipi Bram, dan tentu tamparan itu berasal dari tangan Aqila.

Wajah Bram tertoleh karena tamparan yang cukup keras itu, lalu kekehan keluar dari mulutnya seiring dengan kepalanya yang kembali terarah menatap wajah Aqila.

"Aku menjaga diriku dengan baik!" Sahut Aqila dengan teriakan nya.

"Yakin?" Tanya Bram terkekeh remeh. "Bahkan kamu menjalin hubungan dengan pria liar itu" lanjutnya.

Aqila hanya diam, dada nya terasa begitu sesak bahkan tanpa izin air mata nya yang sedari tadi ia tahan kini sudah mengalir begitu saja.

"Sutt, jangan menangis istriku" Ucap lembut Bram menyeka air mata Aqila.

"Lebih baik sekarang kita membuktikan nya" Lanjut Bram dengan tangan yang mulai turun membelaii leher Aqila hingga turun ke gunung berlemak milik istrinya.

"Menjauh dariku sialan!" Aqila mendorong tubuh Bram dengan sisa tenaga nya.

Tubuh Bram berhasil Aqila singkirkan hingga pria itu terbaring tepat disamping Aqila. Dan dengan cepat Aqila bangun lalu menjauh dari kasur itu dengan tangan yang menyilang di depan dada nya.

"Sampai kapan pun aku tidak akan memberikan nya padamu, walaupun kamu suami ku!" Teriak Aqila penuh emosi dengan air mata yang terus berjatuhan.

Bram hanya diam dengan posisi yang masih sama, napas pria itu memburu dengan tangan yang terkepal kuat.

Melihat Bram yang hanya diam, Aqila hendak kembali melangkah mendekati pintu kamar dan berniat untuk keluar. Tetapi ucapan Bram menghentikan gerakan nya.

"Berani keluar dari kamar ini selangkah pun, jangan harap hidup kamu akan bebas" Ucap dingin Bram yang mulai bangun dan mendekati Aqila.

"Aku tidak peduli!" Aqila kembali bergerak dan memegang handle pintu kamar itu berniat membuka pintu, tetapi tiba-tiba tubuhnya di tarik dan kembali di banting di atas kasur.

"Ini hari pertama kita sebagai sepasang suami-istri Aqila, hari pertama!"

"Kenapa hah? Dari awal aku memang tidak menginginkan pernikahan ini!" Sahut Aqila. "Dan sekarang kebenaran nya aku masih lah seorang gadis, akan aku pastikan kebenaran ini sampai di telinga Papa dan kak Grey!" Lanjut nya dengan nada lantang.

Bram lagi-lagi terkekeh, tapi kali ini terdengar dan terlihat lebih menyeramkan. "Silahkan, aku tidak takut!" Tantang Bram.

Setelah mengucapkan kata tersebut, Bram langsung keluar dan menutup pintu kamar dengan kasar.

Terdengar dari luar sana Bram mengunci pintu kamar itu, menyisakan Aqila yang kini meringkuk di atas kasur dengan isak tangis yang terdengar memilukan.

.

"Mr." Sapa salah satu maid yang berpapasan dengan Bram.

"Jangan ada yang membuka pintu kamar saya kecuali saat waktunya makan, dan biarkan istri saya makan di kamar lalu kunci lagi!" Titah tegas Bram.

Maid tersebut yang tak lain adalah Bi Chi, mengangguk walaupun sempat menatap bingung Bram. "Baik Mr." Sahut Bi Chi.

Setelah mendapat sahutan Bram kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu. Sesampai nya di pintu Bram berpapasan dengan Digo-- asisten nya yang datang membawa barang-barang Aqila.

"Boss" Sapa Digo setengah membungkuk hormat.

"Hmm, bawalah ke dalam" Sahut singkat Bram hendak kembali melangkah.

"Sudah mau malam, anda mau kemana boss?"

"Jangan banyak bertanya dan selesaikan tugas mu!"

...****************...

1
#ayu.kurniaa_
.
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Yulianthy Ethi
Lumayan
Yulianthy Ethi
Kecewa
apajalah
🍂🍁🍁👌
Qaisaa Nazarudin
Astaga bayi besar gak mau kalah...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok manggil mommy nya Kak ARA??
Qaisaa Nazarudin
Makanya nurut OMONGAN Suami,Tapi walaupun ucapan Grey pedas tapi apa yg Grey hilang semuanya benar.. Untung aja Grey dan Ara datang baru selesai masalah,Dasar Qila bodoh..
Qaisaa Nazarudin
Kamu liatkan kerana ulah keras kepala mu selalu Bram yg kena..Apa yg Grey bilang itu emang benar,Dasar Qilla aja yg gak mikir panjang,Bran juga kalo musuh kain cepat aja dia singkirkan,kenapa sekarang malah mau nunggu utk test DNA segala,Untung negatif,Coba kalo positif siap2 lah utk kamu kehilangan Qila dan anak mu,saat itu baru jamu nyesel..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Gila Qila..Biasanya orang gak mau serumah,Tapi dia malah minta serumah..Harusnya nurut sama Suami,jangan keras kepala,jangan sampe kamu nyesel kalo sesuatu terjadi dgn kandungan ku..
Qaisaa Nazarudin
Kyla pikir Bram bodoh bisa di jebak dengan janinnya yang entah bayi siapa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hati ku gak rela saat Qila mulai luluh,Duh aku ini juga plin plan,Saat Qila jasar sama Bram aku gak terima,Tapi saat Qila mulai luluh aku juga gak terima alesan ku,Aku gak rela Qilla manahan sakit hati dan iecewa saat tau kalo Kyla beneran hamil anak Bram,aduh kenapa Bram gak bunuh aja Kyla biar gak jadi bomerang dlm hubungannya dgn Qila,Baru juga Qila membuka hati nya ckk..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Halu mu ketinggian,Kamu salah mencari mangsa nona .
Qaisaa Nazarudin
Kenapa sikap Qilla terlalu Egois dan kasar,Tidak pernah menghormati Bram sebagai Suami,Lama2 aku eneg denan sikapnya..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kok Grey?😂
Qaisaa Nazarudin
Calon Korban untuk Bram..
Qaisaa Nazarudin
Gak tau aja kamu kalo anak mu sampai sempat menjebak Qila dengan obat perangsang..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bram,Aku sokong kamu,Sudah seharusnya kamu bersikap TEGAS ke Qila, Menurut ku Qila itu sudah keterlaluan..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya yg kalian nasehatin itu Qila bukan Bram..Noh Qila yg selalu berulah bikin Bram kena marah oleh kalian mulu..🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!