Sepuluh tahun pernikahan, Chiko merasa sudah tidak ada lagi cinta dengan Humaira.
Chiko mengungkapkan keinginannya untuk bercerai, agar bisa menjalin hubungan yang baru dengan Dinda. Sekertaris baru yang sudah menjadi kekasih Chiko selama beberapa bulan terakhir.
Satu bulan memenuhi keinginan terakhir Humairah sebelum bercerai, membuat Chiko merasa bahwa cintanya kepada sang istri masih sama besarnya seperti dulu.
Akankah Chiko memutuskan kekasihnya? atau tetap pada pendiriannya untuk bercerai dengan sang istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengingat Kembali (2)
Kesetiaan menjadi hal yang sangat diperlukan dalam menjalin hubungan asmara, terlebih dalam rumah tangga. Oleh karena itu, perlu ada usaha yang di lakukan agar rasa setia itu terus ada.
Menyampaikan isi hati untuk suami bisa jadi usaha yang kalian tempuh untuk memupuk kesetiaan antar pasangan.
Saat seorang pria mengatakan 'saya terima' dalam sebuah akad pernikahan, maka itu berarti ia mengatakan 'bahwa saya menerima tanggung jawab untuk melayani, mencintai, dan melindunginya
Seorang suami berkata kepada istrinya, 'Jika surga itu setangkai bunga, aku akan memetiknya untukmu. Jika surga itu seekor burung, aku akan menangkapnya untukmu. Jika surga itu sebuah rumah, aku akan membangunnya untukmu. Tapi, karena surga adalah tempat yang belum pernah dilihat oleh siapa pun, maka aku akan berdoa kepada Allah supaya menyiapkan surga itu untukmu'.
Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong, dan berhati tulus. Jika dia pergi, istri merindukan. Jika dia ada, istri ingin terus berdekatan.
Sayangnya Humaira merasa bahwa keberuntungannya sudah pergi jauh karena sebentar lagi pernikahannya akan kandas karena orang ketiga.
Humaira melihat beberapa foto yang diambil setelah pernikahan.
"Dulu kau telah membuatku jatuh cinta. Namun saat ini kusadari, aku jatuh cinta padamu setiap saat."
"Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua wanita yang bekerja sekantor denganmu. Karena setidaknya mereka bisa menghabiskan seharian bekerja bersama pria paling tampan di dunia ini."
"Jangan pernah berhenti mencintaiku, seperti matahari yang selalu mencintai bumi."
"Jangan terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka."
"Suamiku, semoga seluruh peluh dan tetesan keringat yang engkau keluarkan dalam perjuanganmu mencari nafkah untuk kami, senantiasa berkah dan dibalas surga."
Humaira tersenyum karena di belakang foto itu terdapat berbagai macam tulisan yang entah sejak kapan dia tulis.
(Ketika aku bersandar di pundakmu, rasanya lebih nyaman dari suasana rumah. Engkau rumahku. Tapi sayang tempat bersandarku sedang jauh di sana. Cepatlah kembali, aku ingin bersandar lagi.) Humaira mengirimkan pesan kepada Ciko.
Humaira tersenyum setelah mengirimkan pesan itu dan meletakkan kembali ponselnya.
"Bilangan tahun yang kita lalui bersama, mengajariku satu hal. Bahwa tak ada yang lebih baik dan lebih tulus, selain dirimu. yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah bilangan tahun juga tidak menjamin bahwa hubungan rumah tangga itu akan tetap terjaga hingga akhir hayat?" lirih Humaira.
"Orang kerap bertanya, mengapa aku mencintaimu? Jawabannya adalah aku selalu menemukan diriku utuh bersamamu."
"Kau hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya."
💜💜💜💜
"Sayang, ada apa?"
Humaira yang sedang melamun setelah melihat kepergian Aisyah dan Almira yang dibawa berlibur oleh kakek dan neneknya, terkejut saat mendengar Chiko memanggilnya dengan kata sayang.
Humaira berbalik dan langsung melihat Chiko. Senyum menghiasi wajah Humaira yang sudah terlihat lebih tirus dari sebelumnya.
"Suami yang paling beruntung adalah dia yang memiliki istri yang baik, menyenangkan dan perhatian, iman memenuhi hatinya, kelembutan menghiasi tutur katanya, dan berbuat kebaikan menjadi motto hidupnya. Apabila suami datang dia segera menyambutnya. Dan apabila suami bepergian, dia senantiasa menjaga rumah tangganya."
"Apa kamu beruntung memiliki istri seperti aku?" tanya Humaira.
"Humaira, Kenapa kamu bertanya seperti itu? dari dulu kamu sudah tahu bahwa jawabanku adalah sama. Kamu adalah wanita yang membuat aku menjadi pria paling beruntung di dunia ini.
Chiko kemudian mengajak Humaira untuk duduk, Chiko mulai mengerti jika Humaira ingin mengingat semua momen yang pernah mereka lalui.
"Ayo, kita sama-sama memejamkan mata saat aku akan mengucapkan sesuatu yang mungkin akan membawa kamu mengingat pada masa kita dulu," lirih Chiko.
Syukur tak henti terucap,
Akan terwujudnya satu harap,
Hidup denganmu di satu atap,
Dalam terang maupun gelap…
Tuhan titipkan seorang wanita,
Darinya diselimuti suka dan cita,
Hatinya penuh kasih dan cinta,
Hingga tak sanggup terita…
Kaulah, wanita titipan terindah,
Seorang istri yang amat Sholehah,
Pelengkap bahagiaku di dunia,
Pelindungku dari api neraka…
Untukmu wahai wanita Titipan,
Tetap tegar tetaplah bertahan,
Denganku jalani nikmat kehidupan,
Hingga nanti kembali pada Tuhan…
Pada-Nya kupanjatkan do’a,
Lewat kedua tangan ternganga,
Semoga hidup selalu bahagia,
Hingga akhir masanya tiba…
Humaira membuka mata dan langsung memeluk Chiko.
"Terima kasih, karena kamu masih mengingat semua tentang kita."
"Humaira, Bukankah aku sudah berjanji kepada kamu akan melakukan apapun yang menjadi keinginan terakhir kamu."
Humaira tersenyum walaupun sebenarnya dalam hati dia sangat terluka. Namun, Humaira berusaha untuk menikmati momen kebersamaan mereka berdua.
Terima kasih, Tuhan. karena engkau sudah mengizinkan aku untuk merasakan kebahagiaan kembali sebelum aku melakukan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu bagaimana hasilnya.
----------------
Humaira benar-benar tidak menyangka jika Chiko akan mengajaknya pergi ke villa.
Humaira berusaha untuk tidak menangis karena pergi ke villa merupakan keinginannya juga. Humaira tidak mengatakan hal ini kepada Chiko, karena Humaira takut jika jika tidak bersedia mengajaknya kembali ke villa yang sudah sangat lama tidak pernah mereka kunjungi.
Namun, siapa sangka justru pada kesempatan di mana anak-anak di bawah berlibur oleh kakek dan neneknya. Chiko mengajak Humaira untuk ke villa.
Humaira berdiri di balkon villa dan menikmati angin yang menerpa wajahnya. Humaira mencoba mengingat setiap kata dan setiap bait yang diucapkan Ciko sebelum mereka memulai peraduan yang penuh cinta.
...Telah datang Pemberi Kabar,...
...Dari balik dinginnya fajar,...
...Bahtera cinta mulai berkibar,...
...Akan datangnya anugerah yang besar…...
...Kulihat, kutatap, kuamati mukamu,...
...Berseri indah menyapu haru,...
...Kujabat salam tangan ayahmu,...
...Kuutarakan sumpah dan janji suci itu…...
...Hari itu, tak ada kata berpaling,...
...Kau bukan lagi wanita asing,...
...Kini hidup baru telah riba,...
...Satu atap bersamamu hingga menua…...
...Kaulah kekasih halalku,...
...Kekasih hidup dan matiku,...
...Dari siang hingga malam berlalu,...
...Temanilah aku wujudkan rindu…...
...Amanah besar kan ku emban,...
...Bawamu menuju indah kehidupan,...
...Merangkai peristiwa penuh kesan,...
...Dengan kasih tanpa rasa bosan…...
Sementara itu, Chiko yang baru saja mandi dan membuka pakaian untuk mencari baju yang akan dia kenakan. Tidak sengaja menemukan sebuah buku catatan yang sudah usang, tapi masih menyimpan tulisan dengan sangat rapi.
Chiko membukanya dan itu merupakan tulisan tangan yang dulunya akan diberikan kepada Humaira.
...Dimulai semenjak hari itu,...
...Tekatku bulat asaku menyatu,...
...Memberi arti dalam hidupmu,...
...Sebagai teman pelepas rindu…....
...Wanita terindah anugerah Tuhan,...
...Bersamamu wujudkan sejuta angan,...
...Ciptakan momen penuh kesan,...
...Ceritakan hari hilangkan ratapan…....
...Untukmu wahai Istriku tersayang,...
...Tak perlu ragu pun bimbang,...
...Cinta yang ada takkan hilang,...
...Sampai ajal pasti kukenang…....
Chiko tersenyum saat membacanya dan membawa buku catatan itu menemui Humaira.
----------------
----------------
----------------
jadi gak nyambung bacanya
saya baca maraton 👍👍👍❤️❤️