"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin
"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Yasmin sudah bulat
"Apa mereka sudah mengambil foto kita? Pastikan wajahmu tidak terlihat ya." Ucap Yasmin seraya menutup tubuh bagian atasnya yang sedikit terbuka dengan selembar handuk. Angin sepoi-sepoi di tepi danau menerpa kulit putihnya, tapi Yasmin tidak merasakan dingin sama sekali, karena tubuhnya sudah penuh dengan api dendam yang membara.
Yasmin sengaja berduan dengan seorang pria di tempat terpencil seperti ini, dengan pakaian yang sexy pula. Tujuan utama Yasmin adalah membuat Jacob merasakan apa yang Ia rasakan, yaitu sakitnya dikhianati orang yang paling dicintai.
Yasmin sudah menyadari ada orang yang terus mengintai mereka dari balik pepohonan yang rimbun. Dan Yasmin sudah bisa menebak kalau orang-orang tersebut adalah suruhan dari Jacob.
"Kau tenang saja Yasmin, aku pastikan mereka tidak akan menangkap gambar wajahku. Aku sudah sering menghadapi orang-orang seperti mereka." Ucap Mars sembari menyesap orange juice miliknya, wajahnya terlihat tenang seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ya aku tahu, kau memang selalu bisa aku andalkan Mars." Yasmin menepuk-nepuk bahu Mars.
"Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu untuk bercerai dengan Jacob, Yasmin? Kalau kalian bercerai, lalu bagaimana dengan nasib anak dalam kandunganmu?" tanya Mars, sorot matanya penuh dengan kekhawatiran. Mars menatap perut Yasmin yang masih rata dengan perasaan iba.
Yasmin menyentuh perutnya perlahan, mengusapnya dengan gerakan lembut, bibirnya melengkungkan senyuman, namun senyuman yang terlihat dipaksakan.
"Anak ini adalah anakku, tidak ada hubungannya dengan Jacob. Kau tahu Mars, aku merasa telah menyia-nyiakan hidupku selama 13 tahun ini." Yasmin tertawa lirih, tapi air mata sudah menggenangi sudut matanya.
"Bukannya kau sangat mencintai Jacob sampai kau rela berseteru dengan Uncle Don, bahkan kau rela meninggalkan semua masa lalumu hanya demi menikah dengan Jacob? Kenapa kau harus menyerah semudah ini Yasmin?" Mars menggenggam tangan Yasmin, ingin memastikan Yasmin tidak akan salah dalam mengambil keputusan lagi. Ya, lagi. Karena Mars merasa keputusan Yasmin untuk menikah dengan Jacob adalah salah sedari awal.
Sejak awal, Uncle Don ayah kandung Yasmin tidak merestui hubungan mereka. Uncle Don merasa Jacob tidak punya potensi apapun untuk bisa bersanding dengan Yasmin, satu-satunya kelebihan Jacob hanyalah terlahir dari keluarga kaya saja.
"Keputusanku sudah bulat Mars, kau urus saja proses perceraianku dengan Jacob dan jangan banyak bertanya lagi. Aku ingin surat cerai itu segera ada di tanganku. Kalau tidak aku akan mengadu pada Aunty Aya kalau Kejora bukan calon istrimu yang sesungguhnya, Kejora hanya wanita yang kau bayar untuk berpura-pura jadi calon istrimu." Yasmin terpaksa membungkam mulut sang sepupu yang selalu menolongnya itu dengan sebuah ancaman.
Mars adalah sepupu yang kini merangkap jadi pengacaranya juga, satu-satunya orang yang Yasmin percayai sekarang.
"Ok, Ok! Aku akan memproses perceraianmu dengan Jacob secepatnya, tapi jangan adukan hal itu pada ibuku. Ibu pasti akan menjodohkan aku dengan wanita pilihannya, andai tahu hubunganku dengan Kejora hanya pura-pura." Mars menghela nafas panjang. Tapi Ia tidak punya pilihan lain selain menuruti perkataan Yasmin.
"Lain kali aku tidak akan menceritakan masalahku pada Yasmin lagi. Dia akan menjadikan hal itu untuk menekan aku agar mau menuruti apa yang dia inginkan." Mars berjanji pada dirinya sendiri. Tapi walau seperti apapun Yasmin memperlakukannya, Mars selalu tidak tega setiap kali melihat Yasmin dalam masalah.
"Sepertinya Vila ini sudah tidak aman lagi, jika kau masih ingin menghindar dari Jacob, sebaiknya kau cari tempat lain untuk melanjutkan persembunyianmu, Yasmin. karena suamimu tercinta sedang dalam perjalanan menuju tempat ini sekarang." Mars mengingatkan.
Yasmin terdiam sejenak, kegelisahan mulai menyelimuti dirinya. Yasmin belum siap untuk bertemu Jacob lagi. Karena setiap kali melihat wajah Jacob, Yasmin akan kembali terbayang dengan pengkhianatan Jacob dengan wanita murahan bernama Ara.
"Mars, tolong carikan aku tempat tinggal yang aman, di mana Jacob tidak akan bisa menemukan aku." Pinta Yasmin dengan wajah memelas.
"Maaf Yasmin, bukannya aku tidak mau membantumu. Demi dirimu aku sudah membuang begitu banyak waktuku yang berharga. Lebih baik, kau cari orang lain saja untuk direpotkan." Mars terpaksa menolak permintaan Yasmin, profesi sebagai seorang pengacara yang tengah naik daun, sangat menyita waktunya.
"Aku punya Vila tidak jauh dari tempat ini, aku pastikan Jacob tidak akan menemukanmu jika kau bersembunyi di sana."
Di tengah keputusasaan yang Yasmin rasakan, tiba-tiba suara seseorang yang sangat Yasmin kenal mulai terdengar.
"Javier, dari mana kau tahu aku ada di tempat ini?" Tanya Yasmin heran. Pasalnya hanya Mars saja yang Yasmin beritahu tentang keberadaannya. Namun saat melihat gerak-gerik Mars yang tidak biasa, Yasmin langsung bisa menebak siapa biang keroknya.
Bersambung...