NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Menyelidiki

Seorang gadis sedang berlari menelusuri jalan dengan keadaan basah, hari ini hujan turun dengan sangat tiba-tiba, siang tadi ia melihat langit begitu cerah tanpa awan mendung, namun siapa yang tau tentang alam selain sang pencipta karena manusia hanya bisa mengira-ngira saja.

Gadis itu terus saja berlari tanpa henti, ia hendak menuju ke salah satu cafe untuk melakukan rutinitas lainnya yaitu bekerja sebagai seorang pelayan demi menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

"Huh"

Kakinya mulai berhenti didepan pintu cafe yang dimana spanduknya bertuliskan cafe ceria , Sudah lebih satu setengah tahun ia bekerja disini karena keluarga yang merawatnya sejak kecil sudah tidak mau lagi memiliki tanggung jawab atas dirinya.

Namun, meskipun begitu gadis itu akan tetap bersyukur setidaknya keluarga angkatnya masih mau menampung dirinya. Meskipun, ia selalu tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari keluarga tersebut.

Gadis itu mulai melangkah memasuki cafe tersebut dengan menundukkan kepalanya serta dengan perasaan yang agak meneganghkan dikarenakan keterlambatannya hari ini.

"Hm...terlambat 15 menit yah"

"Ma-af Pam-an...tadi masih ada sedikit urusan di s-eko-lah" ucap gadis itu dengan agak terbatah-batah

"Baiklah Esya, Tapi lain kali jangan telat lagi yah sekarang kamu kebelakang ganti pakaianmu takutnya kamu bisa demam"

"Ba-ik paman"

Yah gadis itu adalah Esya, anak angkat dari keluarga Petter. Hari ini adalah hari dimana ia menjadi salah satu siswi di sekolah ternama yang terletak di kota ini.

Dengan kerja kerasnya sendiri ia banting tulang demi kebutuhan hidupnya terutama biaya pendidikannya sendiri, namun karena Esya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi ia bisa memperoleh beasiswa untuk pendidikannya kedepan.

Esya mulai berjalan melangkah menuju ke bagian belakang untuk mempersiapkan dirinya mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah disediakan di loker khusus untuk para pelayan.

Beberapa menit setelah ia bersiap, kini ia mulai melangkah membawa kertas nota dimana ia akan menggunakan itu untuk menulis pesanan para pelanggan cafe itu

"Pelayan" teriak seorang pelanggan sembari memanggilnya dengan melambaikan tangannya

"Iya tuan, mau pesan apa?" Ucap Esya dengan begitu ramahnya sambil tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipi miliknya

"Aku pesan kentang goreng dan cappucino"

"Baik saya ulangi lagi pesanannya kentang goreng dan cappucino, apa ada tambahan lagi tuan?"

"Tidak"

"Kalau begitu silahkan tunggu sebentar tuan"

"Hn"

'tidak salah jika tuan muda mencurigai gadis kecil itu' batin pria itu, sambil memandang lekat gadis kecil tadi mengamati ciri gadis itu bahkan matanya selalu terfokus pada gelang yang berada di tangan gadis itu.

Kurang lebih 25 menit pria itu menunggu barulah pesanannya tadi di antarkan, meski sekarang bukanlah gadis kecil yang tadi menuliskan pesanannya.

"Maaf,bisa aku bertanya nona siapa gadis yang menuliskan pesanannya tadi?" Tanya Pria itu

"Ah,iya tuan gadis itu bernama Esya ada apa?"

"Tidak"

"Kalau begitu aku pergi dulu, silahkan dinikmati"

Pelayan itu mulai pergi meninggalkan pria itu dengan rasa penasaran yang agak tinggi dikarenakan pakaian pria itu yang semuanya serba hitam.

Waktu terus berjalan, tidak terasa sekarang hari sudah menjelang malam saatnya cafe itu akan ditutup. Pria itu masih saja terus berada di tempatnya, diperkirakan ia sudah menghabiskan waktu 4 jam lebih disana.

Sekarang pria itu mulai berdiri dari duduknya, karena targetnya sekarang telah mulai melangkah keluar dari cafe tersebut dengan keadaan yang mulai sedikit kwatir entah karena apa.

Dilihatnya gadis itu mulai menunggu bus pada halte yang jaraknya tidak terlalu jauh dari cafe ceria tempat dimana gadis itu bekerja tadi.

Pria itu terus saja mengikuti kemana arah bus itu melaju sampai pada kira-kira perhentian halte ke 5 yang dekat dengan mansion keluarga Petter dimana gadis itu turun.

Pria itu masih setia mengawasi gerak gerik yang dengan cepat dilihatnya gadis itu melangkah dengan tergesa-gesa menuju pintu gerbang, sampai pada pintu utama mansion itu. Dilihatnya seorang gadis yang umurnya tidak jauh berbeda dari Esya sedang membentak bahkan menarik rambut gadis itu dengan kuat.

Pria itu mulai mengetikkan sebuah pesan yang akan dia kirim kepada tuan mudanya itu, sejauh ini informasi yang penting telah ia temukan

Via Chat

Tuan muda Gadis itu sepertinya hidup menderita di dalam keluarga Petter, barusan aku melihat gadis itu di bentak lalu menarik rambutnya dengan kuat menyeretnya kedalam mansion itu

Terima kasih paman, sekarang anda bisa kembali

Dilain tempat Esya, gadis kecil itu sedang di tatap lekat oleh tiga pasang mata seperti orang yang baru kedapatan mencuri saja. Mata mereka begitu tajam bagai silet lebih tepatnya kedua pasang suami istri itu sedangkan gadis yang umurnya tidak berbeda jauh dengan dirinya hanya tersenyum kemenangan.

"Apa yang telah kau lakukan hingga semalam ini baru kembali, dasar anak yatim" Ucap pria itu dengan cueknya

"I-tu A-ku..."

"Dan lagi apa yang telah kau lakukan pada putri kesayanganku ini hingga badannya memar, apa kau berencana ingin melenyapkan anak ku...Hah jawab bodoh" belum selesai Esya bicara ucapannya sudah dipotong oleh wanita yang tidak lain adalah ibu dari Aurel bahkan wanita itu tanpa pikir panjang lagi mendorong tubuh mungil Esya hingga membentur dinding

"Hiks..."

Dengan tangisnya ia mulai berlari menuju arah dapur dimana selama ini ia beristirahat dikala lelah mulai menghampiri dirinya, terkadang ia merasa bahwa Tuhan tidak pernah adil dalam hidupnya, mengapa dirinya yang selalu terkena imbas atas segala hal yang tidak pernah sedikitpun ia lakuman.

Bahkan untuk mengharapkan datangnya cahaya dalam kehidupannya yang gelap ini sepertinya tidak akan pernah menjadi nyata, harapan untuk merasakan kebahagiaan berkumpul bersama keluarganya saja sudah sangat tidak mungkin karena keluarga angkatnya saja sudah mengatakan jika dirinya adalah anak yatim piatu.

Namun satu hal yang selalu mengajak dalam benaknya adalah mengenai gelang yang ada di salah satu pergelangan tangannya bahkan sampai sekarang tidak pernah ada yang bisa melepaskannya dan anehnya gelang ini seperti akar memanjang seiring dengan bertumbuhnya tanaman.

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonymous
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!