NovelToon NovelToon
Ecstasy

Ecstasy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Tiga minggu sebelum acara pernikahan, Brandon Brooks membuat sebuah pesta untuk melepas masa lajang. Namun, ada salah satu temannya yang secara sengaja memberikan sebuah obat terlarang.

Efek samping yang dirasakan membuat Brandon berhalusinasi dan hasrat bercinta meningkat. Dia melihat seseorang yang mirip dengan calon istrinya pun dengan brutal menarik paksa serta menghujam wanita itu dengan kasar.

Setelah efek obat itu hilang, ternyata Brandon baru sadar kalau yang dijamah semalam adalah calon kakak iparnya, Selena Eisten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Setelah menjalani terapi dengan psikiater selama enam belas hari, Selena mulai menunjukkan perubahan yang bagus. Tapi, belum dinyatakan sembuh total. Setidaknya luka fisik wanita itu sudah lumayan pulih dan diizinkan pulang. Hanya saja belum berani kembali ke Helsinki. Sehingga tetap berada di Munich sampai pulih seratus persen supaya tidak membuat keluarga khawatir akan kondisinya.

Sesi terapi Selena masih terus berlanjut. Kini, ia sedang duduk berdua dengan seorang wanita yaitu psikiater yang membantu mengobati traumanya. Selama di Munich, dia tinggal di sebuah apartemen milik Brandon.

Selama proses penyembuhan itu, Brandon tidak menunjukkan batang hidung di depan Selena. Supaya penyembuhan lebih cepat juga.

“Apa kau masih sering teringat kejadian itu?” tanya psikiater tersebut. Yang dimaksud adalah malam naas yang membuat pasiennya masuk rumah sakit.

Kepala Selena mengangguk. “Sesekali ketika aku sedang melamun.”

“Berarti, jangan melamun lagi. Setiap kali kau teringat kejadian itu, langsung alihkan pikiran ke hal-hal yang positif, menyenangkan, dan bisa membuatmu gembira.”

“Aku sedang mencoba.”

Psikiater itu melihat ke arah pintu masuk. Di balik sana ada Brandon yang pasti selalu menguping pembicaraan. Lalu, kembali memfokuskan pandangan ke pasiennya. “Apa kau masih takut bertemu pria itu?”

“Ya.”

Senyum lembut menghiasi wajah psikiater tersebut. “Mulailah berusaha menghadapi rasa takutmu. Apa kau bisa?”

Selena mengedikkan bahu. “Aku tak tahu.”

Psikiater bernama Natasha itu berpindah posisi menjadi di dekat Selena. Meraih tangan kurus berkulit putih nan halus. Menepuk pelan untuk mencoba memberikan pengertian pada sang pasien. “Terus menerus takut dengan kadar berlebihan bisa menurunkan produktivitasmu. Maka, kuatkan diri dan jadilah berani untuk melawan sumber ketakutan. Jangan biarkan masa lalu yang buruk menghalangi jalanmu ke depan.”

Selena mencoba mencerna nasihat psikiater itu dengan baik. “Lalu, apa yang harus ku lakukan?”

“Kita coba bertemu Brandon, ya?” Natasha ingin menaikkan level terapi penyembuhan psikis pasiennya. Hanya konsultasi terus belum tentu trauma Selena hilang seratus persen.

Selena terdiam, dia ragu kalau Brandon tak akan menyakitinya lagi. Sampai merasakan ada tangan yang menyentuh pundak, barulah mengeluarkan jawaban. “Aku mau melakukan itu. Tapi, tolong ditemani.”

“Iya, aku selalu di sisimu.” Natasha menepuk pelan pundak Selena. “Tunggu sebentar, ya.” Ia segera berdiri dan mengayunkan kaki ke arah pintu. Berkomunikasi dengan Brandon yang sudah menunggu sejak tadi.

Brandon masuk ke dalam saat sudah diizinkan. Mengikuti langkah kaki psikiater yang ia bayar untuk menyembuhkan korbannya.

Kedua bola mata Brandon bisa menangkap jelas kalau tubuh Selena sedang bergetar. “Apa tak masalah aku menemuinya sekarang?” Dia berbisik supaya hanya Natasha yang bisa mendengar.

“Kalau tidak seperti ini, nanti dia bisa takut padamu untuk selamanya,” jelas Natasha. Dia mengambil duduk di samping Selena lagi, merangkul wanita itu supaya lebih tenang.

Sedangkan Brandon, pria itu duduk di hadapan Selena yang enggan menatapnya. Rasa bersalah tak pernah bisa hilang dari hati. “Hi.” Bingung ingin berbicara apa, lebih baik mengawali dengan sapaan.

“Selena, coba tanamkan pikiran positif. Brandon orang baik, dia sudah menyesali perbuatan, dan ingin berdamai denganmu.” Natasha berbisik, meminta Selena untuk mencoba menatap pria yang nampak sendu.

Perlahan, Selena menengok ke arah depan. Dadanya berdebar tiap kali kornea dipenuhi oleh sosok Brandon.

“Coba kalian bersalaman terlebih dahulu,” pinta Natasha.

Brandon langsung mengulurkan tangan. Tidak lupa wajah juga mengulas senyum ramah yang menenangkan.

Tapi, Selena masih diam membantu. Sampai akhirnya Natasha membisikkan sesuatu di telinganya, barulah membalas untuk berjabat tangan dengan Brandon.

“Dia tidak kasar lagi denganmu, ‘kan?” tanya Natasha dan dijawab anggukan oleh Selena. “Kalau begitu, aku tinggal sebentar. Lawanlah rasa takutmu dan tunjukkan kalau kau memang ingin sembuh dari trauma,” pamitnya kemudian.

1
Si Memeh
bagus thor
ayu cantik
suka
Mochimolala
kacian Selena jadi korban..
Asa Asa
wah ternyata Selena korban di sini ya
Hamda Bakkas
menantu tdk ada akhlak nee darius /Facepalm//Facepalm/
Hieny Firman
Luar biasa
Naztra Yaya
sedih yaaa..pernah merasa cinta yg terpendam ni. sakit sekali rasanya..kalau di ingat2,🥺🥺🥺
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Suginah Ana
bagus,,q suka semua novel mu thor
Anisatul Azizah
takutnya 30 polisi Intel itu ternyata berpihak ke bosnya Alex😔
Anisatul Azizah
butuh biar ada yg ngurus pperusahaan agar terjamin hidupnya sama ada yg ngurusin waktu sakit😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Anisatul Azizah
aaaahsudahlah, aku g jadi mello..
Anisatul Azizah
gak ada kapoknya bikin Dariush kecelakaan dg syarat pernikahan yg g masuk akal??
Anisatul Azizah
ketika anak berbuat salah, inginnya dirangkul agar kembali ke jalan yg benar🥺
Anisatul Azizah
Brandon satu2nya tokoh novel pria yg pernah kubaca, yg mudah meneteskan air mata saat sedih🥰
Anisatul Azizah
thor, kenapa g diceritakan masalah Brandon sama Alex? penasaran sm orang jahat satu itu🙄
Anisatul Azizah
oh syukurlah ...
Anisatul Azizah
poor Brandon🥺
Anisatul Azizah
jahat banget si Alex, ngasih g tanggung2 langsung 4. Itu bukan buat nyobain, tapi biar jadi pecandu
Anisatul Azizah
lah yg ngasih ide bahkan Aldrich tapi yg kena hukum cm Brandon?
sampai akhir sepertinya jg g terungkap deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!