Zahra, seorang gadis SMA yg Sangat cantik dan manis.
Ia menikah dengan CEO yg tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzz1124, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pijatan
"Kau yakin hanya teman". Ucap Zack dingin.
" Iya Tuan ". Ucap Zahra.
" Baiklah, hari ini kau selamat. Kamu harus lebih baik lagi mulai sekarang, aku akan memantau mu". Ucap Zack dengan tatapan tajam.
Glekk. Zahra sangat takut dengan ancaman Zack apalagi bila Zack sudah menatap nya dengan tajam.
"Tuan apa kau masih sakit?". Tanya Zahra.
" Kau cek saja sendiri ". Ucap Zack sambil menaruh tangan Zahra di jidat nya.
Aduh jantung aku kenapa nih. Jadi ga beraturan gini. Ucap Zahra dalam hati.
" Eum.... sudah tidak panas. Mungkin Tuan sudah bisa bekerja lagi besok". Ucap Zahra meyakinkan.
"Kau yakin aku sudah sembuh?". Tanya Zack.
" Iya Tuan ". Ucap Zahra.
" Tapi aku merasa tidak enak badan". Ucap Zack mencari alasan.
"Apa Tuan mau saya panggil kan tukang pijit Tuan?". Tanya Zahra.
" Apa kau lupa, aku ini sudah punya istri aku tidak membutuh kan tukang pijat, biar istri ku yang memijat ku. Jadi cepat lakukan, aku merasa tidak enak badan". Ucap Zack sambil tersenyum.
"Eumm baiklah Tuan, aku ambil minyak nya dulu". Ucap Zahra.
" Cepat ya". Ucap Zack sambil tertawa kecil.
"Iya Tuan". Ucap Zahra sambil melangkah kan kaki nya.
Zahra pun kembali dengan membawa minyak.
" Tuan bisa kah kau membuka baju mu dulu?". Ucap Zahra.
"Aku sedang malas, tolong buka kan". Ucap Zack.
" eummm " gumam Zahra.
"Cepat Zahra aku sudah sangat tidak enak badan". Ucap Zack.
" Iya Baiklah Tuan ". Ucap Zahra.
Zahra membuka kancing baju Zack satu persatu dan melihat tubuh kekar Zack.
Aku tidak tahu tubuh nya akan sekekar ini. Ucap Zahra dalam hati.
" Apa kau sangat senang melihat tubuh ku". Ucap Zack membuyarkan lamunan Zahra
"Maaf Tuan". Ucap Zahra melanjutkan tugas nya.
Zahra mulai memijat Zack. Zahra sangat bingung ia tidak pernah memijat laki laki sebelum nya, hanya ibu nya saja yg pernah ia pijat. Pijatan Zahra seperti tidak terasa di punggung Zack, karna Zahra merasa tidak nyaman jadi pijatan nya tidak terasa.
" Hei, apa kau bisa memijat". Ucap Zack kesal.
"Maaf Tuan". Ucap Zahra bingung.
" Mulai besok kau harus ikut kursus memijat". Ucap Zack sambil menduduk kan bandan nya.
"Sekarang kau tidur lah". Ucap Zack.
Zahra segera melangkah kan kaki nya. tapi langkah nya berhenti karna Zack bertanya.
" Hei, mau kemana kau". Ucap Zack sambil melihat Zahra.
"Mau tidur Tuan". Ucap Zahra
" Naik". Ucap Zack singkat.
"Kemana Tuan". Tanya Zahra bingung.
" Naik ke kasur Sekarang ". Ucap Zack jelas.
Zahra yang bingung karna sikap Zack hanya diam saja.
" Naik Zahra! ". Ucap Zack meninggikan suara nya.
" Tapi Tuan ". Ucap Zahra membantah.
" Apa kau ingin naik ke kasur sambil ku gendong". Ucap Zack mengancam.
"Tidak Tuan". Ucap Zahra sambil menaiki kasur.
" Mulai sekarang kau harus menyambut ku setiap kali aku pulang kerja". Ucap Zack sambil menatap Zahra.
Zack melihat bibir Zahra yang begitu menggoda. Ia ingin sekali ******* bibir itu. Tapi Zack tidak ingin kebablasan, ia ingin menunggu Zahra sampai Zahra siap.
"Baik Tuan". Ucap Zahra pasrah.
" Dan satu lagi". Ucap Zack dingin.
"mulai saat ini Kau harus tidur bersama ku disini". tegas Zack yang tidak ingin di bantah.
" I-i-iya Tuan ". Ucap Zahra