Akhirnya suamiku melupakan mantannya, setelah perjalanan panjang sulit melupakannya tapi sekarang suamiku lebih menghargai ku sebagai istri dan ibu dari anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Tangisan pecah saat Aisyah melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an sebelum melaksanakan ijab qobul dengan pria yang tidak pernah terlintas dihatinya kalau seorang yang dianggap musuh itu akan menjadi suaminya.
"Saya mohon ijin untuk membaca Alquran sebelum ijab qobul."Tutur Aisyah.
Aisyah hanya ingin mencurahkan hatinya dengan lantunan ayat suci Al-Quran.
"Silahkan Non."Kata pak hakim yang akan menjadi wali Aisyah.
Acara hanya di hadiri oleh kerabat dekat dan orang penting bagi nenek Ratu, derai air mata pun mengalir di setiap yang menghadiri ada rasa sedih di setiap nafas panjangnya menahan tangisan yang terpendam, Aisyah sungguh menarik tangisan yang datang menghadiri saksi pernikahan Aisyah dan Abi, seharusnya menjadi hari bahagia bersama pasangan, tapi tidak bagi Aisyah yang selalu diabaikan bahkan atau mungkin dianggap tidak ada. Setelah membaca lantunan ayat suci Aisyah pun duduk di samping calon suaminya. Orang tua ibu Abi menutup kepala calon penganten dengan kerudung putih yang sudah disiapkan.
Setelah itu pak wali hakim mengulurkan tangannya dan mulai ijab qobul.
SAH!
Alhamdulillah..., Ucap serempak yang datang menghadiri ijab qobul Abi dan Aisyah.
Sekarang saya sah menjadi istri Mas Abi entah bagaimana kedepannya saya pasrahkan padamu ya Allah, ini lah jodohku. Batin Aisyah
Gadis yang kini ada disampingnya pria tampan yang hatinya menangis karena sampai saat ini menjadi istri dari pria tampan seorang CEO ia harus melepaskan cintanya yang selama ini ia pendam bertahun-tahun lamanya, ia merasa ini bukanlah hari kebahagiaan layaknya wanita menikah pada umumnya, impian kelak menikah diadakan secara meriah dan terpampang di atas janur kuning tertulis nama sang mempelai wanita dan pria, Aisyah bukan sedih karena secara sederhana tapi Aisyah sedih karena permintaan Abi yang tidak ingin di ketahui oleh orang-orang terdekatnya, pastinya sangat sedih.
"Aisyah Nenek sudah siapkan villa untuk kalian bulan madu, sebaiknya kalian siap-siap berangkat sekarang."Kata nenek Ratu.
"Ais terserah mas Abi saja Nek."Lirih Aisyah.
"Abi capek Nek, sebaiknya kita tunda saja dulu, bulan madu kan bisa kapan saja besok pagi Abi ada meeting tender proyek besar Abi tidak ingin kehilangan kesempatan itu."Saut Abi menolak permintaan Nenek nya.
"Abi ini hari pernikahan kalian, soal pekerjaan kan kamu bisa di wakilkan."timpal Nenek
"Tidak bisa Nek."Ucap lagi Abi
Kemudian abi pergi ke kamarnya tanpa mengajak Aisyah.
Aisyah kebingungan suasana rumah mulai sepi Aisyah bingung harus kemana dan kamar mana yang harus, ia tempati jika ke kamar Abi. Aisyah takut dikira lancang masuk kamar orang walaupun notabene nya kini telah menjadi istrinya.
"Aisyah kalau kamu capek istirahat lah di kamar Abi, sekarang kan kamu sudah menjadi istri sah Abi dan rumah ini adalah rumah kamu juga."
"Aisyah.." panggil Abi.
"Aisyah suamimu memanggil mu, sana kamu layani dia dengan baik, nenek juga mau istirahat." Kata nenek ratu.
"Iya nek Aisyah ke kamar dulu."
Aisyah pun beranjak dari tempat duduknya menuju kamar Abi.
Tok Tok Tok
Aisyah mengetuk pintu kamar Abi.
"Masuk.." kata Abi dengan suara beratnya
"Mas Abi memanggil ku?" tanya Aisyah
Abi membuka lemari pakaiannya lalu memberikan selimut dan bantal untuk Aisyah tidur di sofa kamarnya.
Aisyah tidak protes sama sekali Aisyah paham saat ini Abi masih belum menerima kehadiran Aisyah
"Ini untuk kamu, malam ini kamu tidur di sofa, soal ini aku harap kamu tidak mengadukan semuanya pada Nenek."Ucap abi memberikan ultimatum kepada Aisyah.
"Baik mas, terimakasih."Kata Aisyah sambil menerima bantal dan selimut dari tangan Abi.
Aisyah menahan sakit di dadanya harusnya menjadi malam pertama yang saling memadu kasih dengan pasangannya
Asiyah pun tidur di sofa kamar hingga adzan berkumandang Aisyah segera bangun untuk sholat, memandang Abi yang masih tidur di atas kasur empuk. Aisyah menyelimuti tubuhnya dengan bedcover, lalu Aisyah pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian setelah solat Aisyah siap-siap ke dapur menyiapkan sarapan pagi.
Jam terus bergulir hingga pukul 6 pagi Aisyah menata sarapan di atas meja makan kebetulan semuanya penghuni rumah masih tidur.
Hufh! akhirnya selesai juga waktunya aku beberes rumah. Gumam Aisyah pelan.
Setelah itu Aisyah masuk kedalam kamar membawa kopi dan biskuit untuk Abi. Aisyah tidak ingin mengganggu tidurnya sang suami Aisyah pun siap-siap berangkat kerja dengan angkutan umum.
Ketika Aisyah sudah pergi kerja Abi baru saja bangun dari tidurnya mengendus aroma kopi di atas meja kamarnya Abi segera beranjak dari tempat tidurnya.
Tanpa ragu-ragu Abi menyeruput kopi buatan Aisyah.
"Enak."Gumam Abi pelan.
Ia, merasa kopi buatan Aisyah pas di lidahnya seperti kopi-kopi buatan Starbucks.
"Tapi kemana dia? kok tidak ada dikamar apa mungkin dia di dapur, 'Ah sudah lah mending aku mandi lalu pergi ke-kantor."
Sementara itu Aisyah tidak menemukan angkutan umum pasalnya kompleks elite milik Nenek Ratu jauh dari jalanan umum menuju jalan besar Aisyah pun memilih untuk menggunakan ojek yang ada di gapura depan kompleks.
"Bang hantar ke alamat ini ya." kata Aisyah.
"Boleh neng."Kang ojek begitu senang karena menurut dia rezki di pagi hari.
"Bang lebih cepat dikit ya."Pinta Aisyah
"Siap neng."Kata kang objek.
Motor yang di kendarai kang ojek melaju dengan cepat, entah siapa yang salah mobil dari belakang menyerempet motor yang di tumpangi Aisyah.
Brak!
Aaaau! Aisyah terpental motor ojek pun banyak kerusakan.
"Neng apa yang luka?" Kang ojek berusaha mengobati Aisyah.
"Tidak apa-apa bang, hanya luka kecil saja."Kata Aisyah walaupun ia menahan sakit.
Perdebatan antara kang ojek dan di pengemudi mobil semakin memanas.
"Makanya bang kalau nyetir jangan suka nyalip kasihan kan yang bonceng."Pekik si pengemudi.
"Sudah-sudah bang, ini namanya musibah tidak ada yang bisa silahkan yang penting kita semua selamat, soal kerusakan biar nanti saya ganti bang, ini kartu nama saya abang bawa motor ke bengkel nanti saya yang akan bayar."Kata Aisyah.
Akhirnya Aisyah memilih untuk menggunakan taksi.
"Terimakasih ya neng."kata bang ojek.
Rupanya Abi lebih dulu tiba di kantor ia, melirik ruangan Aisyah masih kosong."Hany"panggil Abi.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu pak?"
"Ini manager keuangan jam segini belum datang kemana dia?"tanya Abi.
"Saya belum melihat Bu Aisyah pak, mungkin terkendala macet pak"
Lalu Aisyah kemana di rumah sudah tidak ada .batin Abi
"Ya sudah kamu kembali bekerja siapkan materi untuk meeting nanti dengan perusahaan Lien grup."perintah abi.
"Baik pak akan saya siapkan segera."
Tidak lama Aisyah datang Aisyah berjalan dengan kaki pincang kesakitan.
"Bu Aisyah! kenapa?" tanya Hany.
"Tidak apa-apa Hany hanya ada sedikit musibah kecelakaan kecil saja."
"Tidak usah manja! sekarang print keuangan bulan lalu."
Aisyah merasakan perih lengannya karena kecelakaan yang menimpanya.
"Sebentar saya urus tapi saya ke ruang kesehatan sebentar untuk mengobati luka."
"Saya bilang sekarang! tidak usah manja."Ucap Abi dengan nada suara keras.
Langkahnya menyeret mengikuti Abi dari belakang.
"Cepat jalan kaya keong lama sekali."bentak Abi.
"Tapi saya beneran sakit pak."
"Saya nggak perduli! kamu disini tetep pegawai saya paham!."
Rasa sakit yang Aisyah rasakan sekarang ada yang lebih jauh sakit daripada itu.
Aisyah tidak tahu apa maksud perkataan suaminya, bahkan Aisyah sudah menyerahkan hidupnya untuk suaminya Aisyah juga pasrah atas nasib yang menimpa hidup rumah tangganya.
Sebab kata pedas yang keluar dari bibir suaminya bukan lah sekali tapi sudah kebal terhadap kata-kata Abi yang selalu menunjukkan respon ketidak sukanya terdapat Aisyah entah Aisyah salah apa tiba-tiba Abi berubah menjadi sosok musuh.
"Kalau sudah selesai hantar ke ruangan saya."
"Baik pak."Ucap Aisyah menahan air matanya agar tidak jatuh.
Ibu Aisyah kangen ibu.., kenapa ibu begitu cepat meninggalkan Aisyah Bu.
Rupanya perlakuan Abi terhadap Aisyah ada seseorang yang memperlihatkan dari kejauhan.
Tok...Tok..Tok.
Masuk. Aisyah cepat sekali.
Ternyata tebakan Abi salah. Tapi Hamid yang datang mengetuk pintu ruang kerjanya.
"Ada apa?" tanya Abi.
"Pak Abi, tidak seharusnya pak Abi memperlakukan Aisyah seperti itu Aisyah itu habis kena musibah, apa pak Abi tidak punya hati sedikit saja untuk Aisyah?"
"Tidak usah ikut campur, kalau kamu mau obati saja sana."Usir Abi.
"Seandainya gadis itu bukan istri orang lain mungkin saya sudah dari tadi mengobati lukanya."Ucap Hamid penuh dengan penekanan.
Deg!
Abi terkejut dengan ucapan Hamid."Kamu tahu dari mana? kamu tidak usah ikut campur urusan saya, kalau tidak ingin saya pecat!."
Seketika Hamid terdiam, jika Abi memecatnya tentunya Hamid tidak lagi bisa melindungi Aisyah.
"Pergi!" Usir Abi.
Hamid pun pergi ia, pikir melawan pun percuma tidak akan bisa menang posisi dia sekarang hanya pegawai sementara Abi dia seorang CEO berkuasa di perusahaannya.
Cieeee Rio.. tuhh jodohh km..🤭🤭🤭
Nahhh btul tuhh... masih apa ngk.. kalau yg ngasih... makluk halus....🤔🤔🤔
hedehh Bi .. ngapain juga keluyuran.. ntar km yg ilang malah bahaya...😑😑
Yesss si Othorrr balek.... semangattt bt satu in Abi n Ais ❤️
Hedehhhh Clara kg nihh biang kerok yg kagak kapok.....
Semogga tersambung tlfon balek abiny.... dan d angkat Aisyah.....🙂🙂🙂🙂