NovelToon NovelToon
Dear, My Baby [Tamat]

Dear, My Baby [Tamat]

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Renny Ariesya

Karena kejadian yang sangat membekas di masa lalunya. Serta korban iklan drama Korea. Akhirnya Naura Almira Atmajaya memutuskan untuk hamil melalui progam inseminasi tanpa menikah serta tak mau tahu siapa yang mendonorkan benih untuknya.

Beberapa bulan kemudian, permasalahan pun datang menghampirinya. Ternyata yang mendonorkan sperma untuknya adalah pria yang paling dihindarinya.


=========

Jangan lupa beri dukungan, vote, koment dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renny Ariesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17| Black Pork Street [2]

"Naura,” panggil Raka di tengah suara kecapan-kecapan mesum di belakangnya.

Naura menengadah. Menatap kembali pantulan wajah Raka.

"Apa?" ujarnya ketus berusaha melenyapkan warna kemerahan di pipinya.

"Selama dua minggu kita tak bertemu, kau rindu padaku?" Raka bertanya dengan wajah serius. Mencoba mengalihkan suasana panas di dalam lift, tetapi pertanyaannya malah memancing percikan bara api di antara mereka berdua semakin menggeliat besar bak sumbu yang disulut api ke dalam minyak bensin.

Sama seperti Naura rasakan. Raka juga berpikir ingin memeluk dan mencium sosok manis-nya saat ini, seperti yang dilakukan oleh sepasang kekasih di belakangnya, terus-terusan memanasi mereka berdua.

"Ih, sorry ya. Jawabannya tentu saja t-i-d-a-k. Tidak. Understand.” Naura mendengkus.

"Seharusnya kau rindu padaku."

"Apa katamu?" Naura pura-pura tak mendengar.

"Rindu. Karena aku juga merindukanmu," lanjut Raka seolah berbicara pada dirinya sendiri. Sedangkan mata elangnya, begitu lekat menatap ke iris Naura.

"Sangat merindukanmu," sambungnya nyaris tak terdengar, namun ia yakin sosok manis ini mendengar jelas ucapannya.

Naura mematung. Keduanya berpandangan, seolah di dalam lift ini hanya ada mereka berdua. Cukup lama mereka berpandangan, hingga lift yang membawa mereka telah sampai di lobi apartemen. Dengan gegas Naura ke luar duluan. Meninggalkan Raka yang tersenyum di belakangnya. Terlambat pemuda ini sudah melihat semuanya. Sosok manis ini tersipu malu mendengar ucapannya.

"Mau ke mana malam-malam begini?" tanya Raka setelah mereka berada di luar lobi apartemen. Ternyata pria ini benar-benar berniat mengikuti ke mana pun Naura pergi. Sangat mencemaskan sosok manis-nya.

"Hey, manis. Kalau orang bertanya dijawab toh, tak susah, kan," goda Raka terkekeh geli.

"Errr ... caramu bertanya mirip gigolo di pinggir jalan mencari mangsa, bodoh!"

"Oh, ya?" Raka menjawab santai.

Naura meniup ujung poninya yang menjuntai, tak berniat meladeni ucapan pria yang entah sampai kapan terus mengintilinya ini. Tak berapa lama, sebuah taksi online pesanannya berhenti tepat di depannya. Bergegas sosok manis ini masuk. Begitu pun dengan Raka. Tanpa diduga, juga menaiki taksi online-nya. Naura membeliak.

"Yaaa! Siapa suruh kau masuk," bentaknya bersamaan taksi mulai berjalan.

Raka hanya mengangkat bahu, cuek, membuat Naura menggeram kesal.

"Turun!" Naura mendorong-dorong tubuh Raka. Namun seolah tubuh Raka terbuat dari besi baja. Dorongannya tak membuat pria ini bergerak seinchi pun dari tempatnya.

"Yaaa! Kau dengar, turun!! Atau aku yang---"

"Diamlah, Naura. Kau tak lihat supir di depanmu. Melotot sampai biji matanya mau keluar begitu. Bisa-bisa kita berdua diturunkan di tengah jalan." Raka mengerling pada kaca spion di depan kemudi. Berulang kali sang supir melihat ke arah mereka berdua dengan wajah bingung, tidak mengerti bahasa percakapan yang digunakan Raka.

"Arrrgh!"

Kesal. Akhirnya Naura melampiaskannya dengan memukul lengan Raka. Lalu beralih menatap ke luar jendela, memandang jalanan kota Jeju yang lengan sembari bersidekap.

"Tujuan kita pasti berbeda. Aku mau ke Black Pork Street. Sebaiknya kau turun saja di sini,” tutur Naura tajam.

"Hmmm."

"Jangan hanya hm hm hm saja dari tadi." Naura melotot. "Turunlah!"

"Naura. Tujuan kita sama. Aku juga mau ke sana."

Naura menggeram samar. Tak bersuara lagi. Sudah sangat jelas tujuan Raka malam ini. Hanya ingin mengintilinya saja.

 

 

 

🍃Dear, My Baby🍃

 

 

 

Naura menghentikan langkahnya tepat di depan resto Black Pork BBQ. Menarik napas dalam-dalam, lantas memutar tubuh ke belakang. Sosok manis ini berkacak pinggang pada Raka.

"Sekarang kita sudah sampai di tempat Black Pork Street."

"Lalu?" Raka berkata santai.

Rasanya ada asap hitam yang mengepul di atas kepalanya mendengar balasan Raka. Seolah pria ini hanyalah robot yang di program khusus untuk mengikuti ke mana pun majikannya pergi tanpa membantah sama sekali.

"Aku ingin ke sini." Tunjuk sosok manis ini pada resto BBQ, salah satu tempat makan yang direkomendasikan oleh Food Vlogger Korea bila berkunjung ke pulau Jeju, dan kebetulan singgah ke Black Pork Street ini.

"Jangan bilang kau juga ke sini?" Naura menyipitkan mata.

Raka tersenyum geli. "Gimana ya, jawabnya."

Sialan! Dasar kodok sawah. Naura mengentakkan kaki. Tanpa berbicara lagi, memutar kembali tubuhnya. Bergegas memasuki resto, tak mempedulikan Raka di belakangnya. Apakah mengikutinya atau tidak.

 

 

Sejam kemudian ...

 

Naura memandang datar pria di depannya. Dengan santai Raka menyantap habis hidangan BBQ-nya. Tak mau kalah. Ia pun menghabiskan sepuluh iris daging BBQ ukuran medium. Yang memang dia lapar juga mengidam. Sedangkan pria di depannya. Errr ... jangan ditanya. Rakus - mungkin.

"Sudah berapa hari enggak makan?" sindir Naura, meringis melihat semuanya ludes tanpa sisa.

"Entahlah, aku lupa." Raka mengangkat bahu, lantas menaruh sumpitnya ke piring. "Selama dua mingguan ini aku lupa kapan terakhir kali makan."

Naura mengembuskan napas. Melirik ke arah lain. Sedikit menyesal telah melontarkan sindiran tadi. Dua minggu, sudah sangat jelas saat ia menyuruh pria ini tak mengganggunya lagi.

"Aku sudah selesai." Naura bangkit berdiri. Diam-diam memastikan Raka juga selesai makan. Tak baik juga meninggalkan pria itu sedang makan.

"Tak usah bayar, biar aku saja," sergah Raka setelah mereka berada di depan kasir.

"Enggak usah. Kita bayar masing-masing saja makanannya."

"Jangan. Aku saja yang bayar bagianmu."

Raka menepis tangan Naura, hendak memberikan kartu kredit-nya ke kasir. Akan tetapi Naura keras kepala, tetap menyodorkan kartu-nya. Sialnya. Sang kasir---kebetulan kasirnya berjenis perempuan---justru mengambil black card milik Raka. Mungkin karena sudah tersihir oleh ketampanan wajah Raka atau mungkin terpesona dengan jenis kartu kredit-nya, hingga kasirnya dengan senang hati dan ikhlas mengambilnya, menuruti semua ucapan Raka, termasuk membayar bagiannya juga.

"Lain kali enggak usah bayar bagianku, mengerti." Naura jengkel setengah mati. Masih tak terima Raka yang membayar makanannya tadi.

Kini, keduanya menyusuri Black Pork Street. Sepanjang jalan, mata mereka disuguhi dengan daging-daging BBQ yang dipanggang, semakin terlihat lezat kala bau khas masakan menguar di udara.

"Tidak bisa, sebab itu sudah menjadi kewajibanku," jawab Raka.

"Ha?" Naura otomatis menghentikan langkahnya. Kedua alisnya menukik tajam. Sejenak sosok manis ini terpaku menatap senyuman yang terukir indah di belah bibir Raka.

"Maksudmu apa?" ulang Naura menyipitkan mata.

"Kewajiban aku yang membayarnya, karena kau sedang mengidam, memenuhi keinginan anakku. Itu artinya termasuk tanggung jawabku untuk membayar makanannya."

Hening. Seakan jalan Black Pork ini sepi tak berpenghuni. Naura menghela.

"Sudah kubilang. Kehamilanku ini enggak ada kaitannya denganmu. Artinya kau gak usah bertanggung jawab soal apa pun."

"Tidak. Bayi yang kau kandung itu anakku." Raka berkeras kepala.

"Ini bukan anakmu."

"Aih, aku tak dengar apa pun~." Raka mengorek kupingnya. "Oh, satu lagi, terima kasih telah memenuhi keinginan anak--- Hey! Yaaah, ngambek."

Raka terkekeh geli menatap punggung Naura yang mengentakkan kaki meninggalkannya.

“Naura, kau sungguh cute kalau lagi marah.”

“Diam, kodok sawah. 💢”

1
Febri Ana
mantaap thor ditunggu kelanjutannya
💟노르 아스마💟
miura di tukar dgn maura
💟노르 아스마💟
harapan nih buat lucas
💟노르 아스마💟
yess
💟노르 아스마💟
tgu akhir mu richard ...teresa sdh menjemput akhirx
💟노르 아스마💟
richad menculik naura ...astaga ...
💟노르 아스마💟
astaga ...jgn bodoh lah naura
💟노르 아스마💟
beneran vangke ini
💟노르 아스마💟
VANGKE ricard ini ya?
💟노르 아스마💟
penghalang utama teresa
💟노르 아스마💟
Luar biasa
she_
bisa memiliki anak dengan cara : 1. transplantasi rahim atau 2. mencari surgorate mother (ibu pengganti)

tolong digali lagi referensinya, jadi tidak salah
she_: jadi tidak bisa hamil hanya krn inseminasi
total 1 replies
Yati Rosmiyati
Niel jadi mata mata Raka deh
Yati Rosmiyati
kok aku curiga sama Niel jangan jangan kasih tau Raka kalau Naura mau ke Korea
Kris Sutia Ningsih
👍👍👍👍👍
Nichi Abie: Mohon maaf pemberitahuan ini terlambat, karena ketidak tahuan saya 😇 lanjutan RAHIM YANG DIKONTRAK yang sudah tiga bab saya pindahkan ke konten baru Rahim Yang Dikontrak 2. Terimakasih ats kesetiaan anda mengikuti karyaku ini 🙂👍🙏🙏
total 1 replies
Yuseva ❤️❤️
good job
Asma Susanty
liat promonya lewat di berandaku ,penasaran ,jadi aku mampir..
RiskyRamadhan Ramadhan
kerennn😍
Raden Ende Kusumawati
oke
Putri Adilamyska
ada seperti ini certanya tapi lupa judulnya dia belum menikah tapi ada rumor bilng dia mandul akhirx gagal nikahnya dan dia keluar negri dia jg program bayi tabng biar membuktikan klo dia tdk hamil... aduh lupa judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!