Aku Tiara, usiaku baru 23 Tahun...Mereka semua menertawakan ku sebagai Janda di usiaku yang sangat muda.. kehidupanku berubah.. aku sukit menatap masa depanku..
Kak adam.. aku mencintaimuu sebagai Imamkuu . haruskah aku kubur rasa ini bersamaan dengan kepergianmu????
atau aku akan menemukan cinta yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JHS - Khawatir
SATU BULAN BERLALU...
Hubungan Tiara dan Barry semakin hari semakin dekat, namun Tiara sendiri masih menepis perasaan di hatinya yang selalu merasa Nyaman dan Aman dekat dengan Barry... Ia masih mempertahankan Perasaannya hanya untuk Adam... Dikantor mereka bersikap se Profesional mungkin, bahkan Syifa sahabat Tiara pun tidak pernah menaruh curiga apapun kepada sahabatnya.. padahal sering sekali Barry mengajak Tiara sekedar jalan-jalan di hari libur....
Sementara Barry sendiri selalu merasa Sangat bahgia saat bersama Tiara, selama satu bulan ini ia selalu mendapat suport dari Ibu Erna untuk mendapatkan Tiara, bukan nya enggan memiliki Tiara, tapi Hati Barry masih sedikit memliki rasa kepada Amel... sesekali Barry asti mengingat Amel, tingkah manja lenjeh nya itu yang membuat Barry selalu merinding membuat Barry menganggap itulah getaran Cintanya...
Tanpa di ketahui Barry, Ibu Erna dan Fardan telah memblokir Nomer Amel di ponsel Barry, mereka Yakin Amel akan menghubungi Barry di kemudian hari...
Perusahaan Atmaja..
Pagi ini Tiara datang sedikit terlambat, badannya terasa sangat letih sejak kemarin.. aktivitasnya menuntut kondisi badannya harus selalu bugar, namun kenyataannya kegiatannya begitu membuat ia sedikit merasa kelelahan...
"kamu sakit Ti??" kata Syifa yang mendapati Tiara baru tiba tiga puluh menit setelah jam masuk kantor...
"Enggak kecapean doang" Kata Tiara sambil menyalahkan PC miliknya
"kenapa lo ga izin aja si, dari pada maksain" kata Anwar
"tau Ti, nanti malah makin Drop loh" Kata Syifa
"yaa doainnya jagan gitu lah... aku orderin Teh manis kee OB yaa biar segeran dikit" kata Syifaa
Tiara hanya mengannguk lalu menyanggah kepalanya dengan tanggannya...
Tak lama datang Teh yang di minta oleh Syifa untuk Tiara... Sesekali ia meminum teh itu denga mencoba tetap Fokus dengan pekerjaannya...
"Syiff ini sudah aku selesaikan, boleh ga kamu yang kasih Mba Andin" Kata Tiara
"oke aku aja yang antar" kata Syifaa sambil berdiri dan mengambil berkas itu.. Syifa pun keluar ruangannya dan menuju meja Andin...
"mbak ini berkas yang kemarin di minta Bos" kata Syifa
"Tumben kamu yang anter, biasanya Tiara"
kata Andin
"Tiara ga enak badan mba, tapi tetep masuk, noh di ruangan pucet banget" kata Syifa
"Siapa yang Pucet????"
Deng!!!!! Suara itu bukan suara Andin ataupun Syifa...
"pak Barry" kata Syifa sedikit Syok..
"Tiara pak yang Pucet, ga enak badan katanya" kata Andin menjelaskan..
Barry yang baru saja kembali dari ruang meeting mendengae sekilas pembicaraan Andin dan Syifa..
Setelah mendapat penjelasan Dari syifa Barry kembali ke ruangannya..
"udah tau sakit kenapa harus kerja" kata Barry sambil melewati Syifa dan Andin yang pasti juga di dengar oleh kedua nya...
Syifa dan Andin menghela nafasnya kasar untuk melegakan sistem pernafasannya itu..
Syifa pun kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaannya... Ia tak mengatakan apapun pada Tiara Soal bosnya yang kesal mengetahui ada karyawan yang sakit namun memaksakan untuk bekerja...
Tak lama ponsel Tiara bergetar tanda Pesan Chatingan di salah satu aplikasinya masuk
ngapain Barry chat aku di jam kantor! ga sesuai perjanjian...! dalam hati Tiara saat melihat ponselnya
💌BR
Tiara kamu sakit? kenapa masuk kerja.. ayo aku antar pulang
yaa Tiara memang menamai kontak Barry dengan inisial BR..
dengan cepat Tiara membalas pesan itu..
💌 Mahkota
aku gapapa, nanti juga mendingan.. jangan chat aku, gak enak sama yang lain kalo ada yang tau, aku gak mau ada gosip tentang aku..
Dasar kepala Batu!! lagi sakit aja masih mikirin gosip, siapa pula yang berani nge gosipin Bos disini... Dalam hati Barry..
yaa Barry menamai kontak Tiara dengan Nama arti dari Nama Tiara itu sendiri yaitu Mahkota...
💌BR
jangan batu deh! ayo pulang, kamu bawa mobil atau engak? bawa atau enggak aku tinggu di basemant ya!!!!
Tiara hanya membaca pesan itu, ia bahkan enggan membalasnya.. Lima belas menit berlalu.. Tiara merasa sangat pusing lalu merebahkan kepalanya di atas meja kerjanya Sesekali terdengar Tiara bersin dan batuk kecil.. Kini Tiara juga sudah memakai jaket milik Anwar yang sangat kebesaran di tubuhnya itu..
"aku anter pulang ya Ti?" kata Syifa
"enggak usah, bentar lagi jam makan siang kan, kamu anter aku sampai baik taxi aja" pinta Tiara
"apa kamu udah gila?? orang sakit masa di biarin baik Taxi sendiri"
kata Syifa kesal
"tadi ngantor naik apa Ti?" tanya Anwar
"ojek online" jata Tiara singkat
"pantes aja makin skait!!" kata Syifa kesal...
Sementara Barry menunggu balasan dari Tiara.. beberapa kali ia menghubungi Tiara namun tidak ada jawaban... matanya selalu mengarah ke arah ruangan Tiara yang cukup jauh, untng saja ruangan Barry terbuat dari kaca yang mampu menembus pandangan keluar ruangan...
kenapa kamu bikin aku se khawatir ini Tiara, kenapa aku jadi cemas, hati ga tenang begini...
Kata batin Barry
Tiara meminum satu Butir obat untuk menghilangkan pusingnya.. Tak lama memang pusingnya hilang... ia akhirnya meminta Syifa mengantarkannya kebawah untuk memesan Taxi...
Dengan berat hati Syifa mengiyakan kemauan Tiara.. padahal dengan senang hati Syifa mengabtar Tiara...
Tiara keluar ruangannya dengan di bantu oleh Syifaa.. Barry menyadari Tiara yang keluar ruangannya menuju Lift langsung berlarian dari ruangannya...
si Bos ngapain lari-lari gitu, kaya boboy aja..
dalam hati Andin..
Barry akhirnya mendapati Tiara dan syifa yang masih mematung di depan Lift...
"mau kemana" Kata Barry
Syifa pun menoleh, lain dengan Tiara yang hanya menunduk karena sudah sangat hafal dengan suara itu..
awas kamu bar, kalo sampe ada gosip murahan disini tentang kita...
Batin Tiara
"ehh anu pak, maaf Tiara Izin ya pak, dia sakit" kata Syifa
"udah tau sakit, kenapa mesti masuk ke kantor!" kata Barry kesal
Tiara hanya diam.. sementara Syifa sedikit dongkol namun ada rasa takut juga...
"maaf pak mungkin Tiara masih memikirkan pekerjaanya" kata Syifaa...
"masuk!" kata Barry saat Lift khusus petinggi terbuka
"taap-------"
"masuk cepat, kamu mau teman kmu pingsan?" kata Barry kesal
iiiihhh jutek bangett si loooo!! kalo gaji gue bukan berasal dari lo, udah gue kasih cabe garem tuh mulut!!!
Kata Tiara kesal sambil memapah Tiara...
"pulang sama siapa dia?" tanya barry cepat
"sendiri Pak dia minta saya naikin Taxi" kata Syifa jujur
"Bodoh!! kalo ada apa-apa bagaimana?"kata Barry kesal...
"kalian turun di Basement, saya turun di lobby ambil mobil... Saya akan antar dia"
"gak usah Pak" kata Tiara bersuara
"gausah Protes, saya mau meeting sekalian" kata Barry yang kemudian turun di Lobby..
Jantug Tiara sedikit berdebar mendengar perkataan barry, sementara Syifa sama sekali tidak menaru curiga, karena ia masih menaru kekesalan pada Barry...
Mereka akhirnya Tiba di basement tak lama Barry pun datang... Barry keluar dan membukakan pintu untuk Tiara, sementara Syifa membantu memasukan Tiara..
"bukakan jaketnya" pinta Barry pada syifa sambil menujuk Tiara yang sudah terduduk di dalam mobil
"tapi pak Toara bilang di------"
"saya bilang bukakan" kata Barry dengan penekanan sambil berjalan menuju kursi kemudi
"apa dia udah gila Ti, se enaknya saja" kata Syifa Pada Tiara
"sudah gapapa, lagi pula nanti kalo aku pake, Anwar bisa masuk angin pulang naik motor tanpa jaket" kata Tiara sambil melepaskan jaket Anwar..
Barry yang sudah masuk kedalam mobilnya pun, menbuat Syifa tak bisa menjawab perkataan Tiara.. ia segeraa menutup pintunya setelah mengatakan hati-hati dan lekas sembuh pada Tiara ... Barry pun melajukan mobilnya...
kok gimana gitu bacanya
ohh akhirnya...... 🥰🥰