NovelToon NovelToon
Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Status: tamat
Genre:Cintamanis / System / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: SJ K.R.Y

Dunia dimana yang kuat yang menjadi raja dan yang lemah ditindas serta dihina. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Lima sekawan dalam melawan kekuatan jahat milik Tuan Putri Quinella Valencia de Harvest, yaitu bibi dari Putri Mahkota Kerajaan Harvest. Di dunia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kekayaan saja, tapi juga mengandalkan Panggilan Sistem (System Call). Dapatkah Putri Mahkota beserta teman-temannya mengalahkan Tuan Putri Quinella beserta keluarganya, dan mendapatkan kembali haknya sebagai pewaris tahta yang sah, lalu bagaimana nasib keluarga Tuan Putri Quinella? Mari kita simak cerita ini bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SJ K.R.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17: Istana Kekaisaran.

"Ah, iya paman, aku datang." Ucap Tuan Putri Ellie menyusul paman dan sepupunya.

"Pa, besok apa aku boleh mengundang teman-teman untuk datang dan menginap di Istana Eldrie?" Tanya Tuan Putri Lea.

"Itu ide yang bagus. Siapa saja yang akan kau undang, Nak?" Tanya Baginda Kaisar penasaran.

"Itu rahasia, nanti aku akan memberitahu Papa kalau undangannya sudah siap semua." Ucap Tuan Putri Lea sambil tersenyum lebar.

"Anakku sudah besar nya." Ucap Baginda Kaisar memuji anak kesayangannya.

"Hehehehe." Tawa Tuan Putri Lea.

"Nah, ayo kita naik." Ucap Baginda Kaisar sambil menggenggam tangan kedua anak perempuan itu.

Sesampainya di Istana Eldrie....

"Ivy, bawakan aku kertas dan pena sekarang. Aku mau menulis surat untuk teman-teman ku." Ucap Tuan Putri Lea antusias.

"Ini Tuan Putri." Ucap Ivy sambil menyerahkan beberapa lembar kertas dan sebuah glitter sebagai hiasan.

"Terima kasih, Ivy."

"Baiklah siapa dulu yang aku tulis namanya??" Tanya Tuan Putri Lea pada dirinya sendiri.

"Untuk Luca Arendo De Castina dan Alice Schubert De Castina. Aku berniat untuk mengundang kalian berdua untuk hadir di pesta menginap yang aku adakan di Istanaku, di Istana Eldrie. Ps: Jangan lupa untuk membawa benda kesukaan kalian, dan nanti akan ada sesi menyanyi (≧▽≦) semoga kalian semua bisa hadir di acara menginap ini. Dari Ku Lea F.O.D.H." Tulis Tuan Putri Lea di surat undangan untuk Luca dan Alice.

Lalu Tuan Putri juga menuliskan hal yang sama untuk semua bangsawan yang ada di Kekaisaran Harvest yang memiliki usia yang sama dengan Tuan Putri Lea.

"Aaahhh.. akhirnya selesai juga. Ivy, setelah itu kau kirim semua undangan ini ke kediaman yang sudah tertera di sana." Ucap Tuan Putri Lea sambil berjalan ke tempat tidurnya.

"Baik, Tuan Putri. Kalau begitu saya pamit undur diri." Pinta Ivy sambil berjalan keluar dari kamar Tuan Putri Lea.

Keesokan harinya....

"Tok... tok... tok..."

Suara ketukan pintu.

"Masuk." Pinta Tuan Putri Lea.

"Lea...." Pinta Tuan Putri Ellie kepada sepupunya

"Ya, ada apa, Ellie?" Tanya Tuan Putri Lea yang sibuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk acara menginap nanti.

"Ah, tidak bukan apa-apa. Hmmm... Lea, sepertinya hari ini kau sangat sibuk ya." Ucap Tuan Putri Ellie.

"Iya, karena aku mengadakan pesta menginap jadi aku harus mengatur semuanya. Owh.. ya ini undangan untuk mu, Lie kau harus datang ya." Ucap Tuan Putri Lea sambil memberikan undangan pesta menginap kepada sepupunya.

"Lea, kau tidak perlu repot-repot begitu." Ucap Tuan Putri Ellie yang ingin menolak undangan pesta menginap kepada sepupunya.

"Tidak apa, Lie." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyodorkan undangan pesta menginap kepada Tuan Putri Ellie

"Ellie, apa kau bisa membantuku sebentar? Aku mau ketemu sama ayahku dulu, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya." Ucap Tuan Putri Lea sambil bangun dari tempat duduk meja belajarnya.

"Ah.. baiklah." Ucap Tuan Putri Ellie.

"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Tuan Putri Lea sambil pergi meninggalkan ruangannya.

"Tuan Putri, apa tidak masalah membiarkan Tuan Putri Ellie di dalam sendirian?" Tanya Ivy sembari berjalan di belakang Tuan Putri Lea.

"Kau jangan khawatir kan hal itu, Ivy." Ucap Tuan Putri Lea.

Sesampainya di Istana Kaisar, Istana Berkouli, ruang kerja Baginda Kaisar Vettel.

"Yang Mulia, Tuan Putri Lea ingin bertemu dengan anda." Ucap seorang pengawal yang menjaga di depan pintu masuk ruang kerja Baginda Kaisar.

"Suruh dia masuk. Dan panggil pelayan untuk membawakan beberapa teh dan cemilan." Ucap Baginda Kaisar.

"Baik, Yang Mulia." Ucap pengawal itu.

"Tuan Putri, Yang Mulia menyuruh anda untuk segera masuk." Ucap pengawal itu sambil mempersilahkan Tuan Putri Lea dan Ivy untuk masuk kedalam ruang kerja Baginda Kaisar.

"Salam kepada Baginda Kaisar, semoga anda selalu mendapatkan berkah dan rahmat dari Dewi Stacia." Ucap Tuan Putri Lea yang memberi salam kepada ayahnya.

"Ada apa putri ku yang cantik ini datang menemui ku?" Tanya Baginda Kaisar kepada Tuan Putri Lea.

"Pa, aku ingin mengkonfirmasikan kepada Papa bahwa aku akan mengundang beberapa orang ke Pesta menginap ku dua hari lagi, dan ini daftarnya, Pa." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyerahkan daftar nama yang akan diundangnya.

"Hmmm.... Kau ingin mengundang Nona dan Tuan Muda Lawson Bates, Duchess Hildebrand, Marquess Meligina, dan Marquess Glazer untuk datang ke acara pesta menginap mu?" Tanya Baginda Kaisar.

"Iya, Papa. Aku hanya mengundang para bangsawan yang belum menikah dan para bangsawan yang memiliki umur yang tidak begitu jauh dengan ku ataupun dengan Ellie." Ucap Tuan Putri Lea menjelaskan.

"Kau, juga mengundang Lie?" Tanya Baginda Kaisar tambah bingung.

"Iya, Papa. Kan Lie saudara sepupuku satu-satunya yang tinggal di Istana tempat Bibi Quinella sama Paman Michael tinggal." Ucap Tuan Putri Lea dengan polosnya.

"Hmmm... Baiklah tapi kau harus tetap waspada, apa kau ingat dengan mimpi yang kau alami kemarin pagi?" Tanya Baginda Kaisar.

"Tentu saja aku ingat, Pa. Aku akan terus waspada pada Lie, Bibi, dan juga pada Paman." Ucap Tuan Putri Lea.

"Kalau begitu aku pergi dulu."

"Pa.. apa Papa bisa yang meresmikan acara pesta menginap ku nanti?" Tanya Tuan Putri Lea.

"Papa tidak tau nak, nanti kalau Papa ada waktu luang akan Papa sisihkan waktu untuk meresmikan acara pesta menginap mu." Ucap Baginda Kaisar.

"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu masih ada banyak hal yang harus aku lakukan. Selamat tinggal Papa." Ucap Tuan Putri Lea.

"Permisi Yang Mulia, Tuan Putri saya datang membawakan teh dan cemilannya." Ucap seorang pelayan wanita yang sedang mendorong gerobak kecil berwarna perak keemasan dan menyajikan di meja yang ada di dekat meja kerja Baginda Kaisar.

"Saya pamit dulu." Ucap pelayan wanita itu pergi meninggalkan Tuan Putri dan Baginda Kaisar.

Sementara itu di ruang pribadi milik Tuan Putri Lea....

"Hmmm... Seperti nya Lea akan sedikit lama disana, sebaiknya aku pastikan dan lihat siapa saja yang dia undang." Ucap Tuan Putri Ellie sambil melihat-lihat daftar tamu undangan yang akan di undang oleh Tuan Putri Lea.

"Mhhmmm... Baik, dia mengundang beberapa bangsawan yang tidak menikah dan bangsawan yang memiliki umur yang tidak jauh darinya? Dan lihat itu, dia bahkan sungguh mengundang ku ke acara nya?"

"Ppfftt.... Hahahahahah Lea, Lea kau sungguh polos sekali ya. Hahahaha."

"Dia bahkan tidak menanyakan beberapa pertanyaan kepada ku dan langsung menulis surat undangan pesta untuk ku. Hahahahaha. Kau sungguh lucu, Lea. Aku tidak sabar menantikannya. Hahahahahaha....." Ucap Tuan Putri Ellie sambil menyeka air matanya yang keluarnya akibat tawa.

"Hmmm... Apa ini?" Tanya Tuan Putri Ellie kepada dirinya sendiri.

"Aaahhh!! Aaawww, apa-apaan itu tadi? Sepertinya dia sengaja memasang beberapa artefak sihir di ruangan nya sendiri. Hhmmm... Coba kita lihat.. sepertinya ini hanya buku catatan biasa, tapi kenapa dia menguncinya di dalam artefak sihir? Sungguh mencurigakan." Ucap Tuan Putri Ellie sambil mencoba untuk membuka artefak sihir itu.

"Sial, artefak sihir ini benar-benar menyusahkan orang saja." Ucap Tuan Putri Ellie sambil menendang artefak sihir itu karena kesal.

"Lie, apa yang kau lakukan disana?" Tanya Tuan Putri Lea yang baru saja memasuki ruangan pribadinya.

"L-lea? Ke-kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Tuan Putri Ellie yang ketahuan mencoba untuk membuka artefak sihir.

"Ini kan ruangan ku jadi terserah aku mau masuk kapan saja." Ucap Tuan Putri Lea yang merasa curiga dengan tingkah laku sepupunya.

"Ma-maksudku ka-kapan kau datang?" Tanya Tuan Putri Ellie lagi.

"Hmm... Baru saja. Lie, ada apa denganmu? Apa kau sakit? Mau aku panggilkan dokter istana kemari?" Tanya Tuan Putri yang melontarkan segudang pertanyaan kepada Tuan Putri Ellie.

"Ti-tidak perlu, Lea aku baik-baik saja. Kalau begitu aku permisi dulu, selamat tinggal." Ucap Tuan Putri Ellie sambil berjalan keluar dan langsung berlari dengan terburu-buru.

Sementara itu di Kediaman Duke Broglie, di ruang tengah. Sena, Alice, Luca dan Eugeo sedang berkumpul sambil memainkan permainan kartu dan catur....

"Skak Mat! Kau kalah Eugeo." Ucap Luca dengan nada penuh kesenangan.

"Apa-apaan ini, kau tidak adil, Luca. Ayo kita bertanding ulang." Teriak Eugeo yang tidak terima kekalahan.

"Hahaha... Apa kau sedang marah saat ini? Kau sangat luca Eugeo. Hahahahaha." Ucap Luca menertawai Eugeo yang sedang marah.

"Hmph." Ucap Eugeo kesal.

"Permisi, Nona, Tuan ada surat dari Tuan Putri Lea untuk anda semua." Ucap Kepala Dayang, Lily sambil menyerahkan 4 surat undangan pada mereka masing-masing.

"Hmmm.... Mari kita lihat, hmm.. disini di katakan bahwa Tuan Putri Lea akan mengadakan pesta menginap di Istana Eldrie, Istana milik Tuan Putri Lea. Dan juga beliau mengundang semua bangsawan muda yang belum menikah ataupun bertunangan." Ucap Sena sambil membaca surat undangan yang dikirimkan untuknya.

"Mungkinkah, beliau sedang mencari kekuatan untuk mendukungnya?" Tanya Luca heran.

"Entahlah, sangat tidak sopan kalau kita menolak undangan Tuan Putri yang di tujukan untuk kita." Ucap Eugeo

"Baiklah, Philip kirim surat balas untuk Tuan Putri dan bilang bahwa kami berempat akan datang bersama." Ucap Sena sambil menyerahkan kembali surat undang yang dia pegang itu.

1
Bryand 😎🎤🎧
bagus banget
Nakahara Freya
bagus sekali aku suka ceritanya
Megantrow
mantul
Nakahara Freya
ada Athy jga lho bkn hnya lilian doang
ASA
Wah ... fantasi. Selalu amaze sama author yang bisa buat cerita fantasi. Terlebih lagi kolosal.

Sukses terus Thor ... Salam kenal dari saya, Aulia 🥰
Duwi Hariani
next tor

aku beri vote bunga like n fav


salam. dari istri yang bisu 🙏
Duwi Hariani
lanjut torr
Triple.1
ada Lily disini ...
Ilmara
semangat kak
Sebutir Debu
sebutir debu hadir ya kakak
Hajime Nagumo
done like komen give fav, vote, dan rate 5 ya
Hajime Nagumo
hai kak salam kenal, aku mampir
Yukity
Hai aku mampir nih..
semangat ya
Follow ig : tinatina3627
mampir kak caca kalau berkenan ke novelku juga
Follow ig : tinatina3627
mampir kakak caca aku sudah like favorite sama vote dan bunga yah kak.
Caca Merica
Aku mampir kak... Semangattt yaaa......
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤
R⃟•Dinaa
lanjut
R⃟•Dinaa
aku mampir kak..salken dr diana.
Lady Rose🌹
semangat bestie😊👍🏻
Lady Rose🌹
hebat, semangat yw(≡^∇^≡) bestie😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!