NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:365.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 16

Tari dan tuan Anton kini sudah berada di balkon lantai dua. Menikmati indahnya gemerlap bintang yang tidak begitu terlihat karna tertutup oleh banyak bangunan besar di sekeliling rumah itu. Mereka sedang duduk berdua di sebuah kursi panjang yang sudah tersedia. Kali ini sang papi tidak minum alkohol, ia hanya meminta segelas jus alpukat seperti kesukaan Tari.

Ada saja yang bisa mereka bahas, termasuk kegiatan Tari di sekolah. Namun Tari tidak menceritakan bagaimana perlakuan teman-teman padanya, termasuk perlakuan Sarah selama ini. Jika ia bercerita, bisa dipastikan besok pagi sekolah itu sudah rata dengan tanah. Tari juga bercerita tentang anak baru yang terus mengganggu nya dan terus minta berteman. Sedangkan tuan Anton selalu antusias dengan cerita gadisnya dengan memberondong banyak pertanyaan.

Tuan Anton tahu, Tari selalu mempermak wajahnya ketika sekolah. Sebenarnya ia melarang, biarlah apa adanya saja. Namun, ia tak pernah bisa tidak menuruti apa yang menjadi keinginan Tari. Gadis itu beralasan, ber make up jelek bisa membuatnya tahu mana teman yang tulus atau tidak.

Benar juga alasan Tari. 🤔

Ada yang mengganjal di hati tuan Anton. Anak baru yang diceritakan Tari membuatnya gelisah. Bukan tidak tahu siapa anak baru itu.

Angga Yoga Pratama, adalah anak semata wayangnya bersama almarhum istrinya. Ia memang menyekolahkannya di sekolah yang sama dengan Tari, namun ia tidak menceritakan hal itu. Dan tanpa diduga, Yoga sedang berusaha mendekati gadisnya.

Tidak, tidak boleh dibiarkan! Walaupun Tari sudah menjadi miliknya selama ini, namun ia tidak boleh kalah start. Tuan Anton merogoh saku celananya. Mengambil sesuatu yang ada di sakunya.

Sebuah kotak kecil berwarna navy sudah digenggamnya. "Sayang,"

"Iya Pih?" sahut gadis itu. Tuan Anton segera meraih jemari Tari dan membuka kotak itu. Menyematkan sebuah cincin emas bermahkotakan mata berlian kecil di jari manis gadis itu.

"Apa ini Pih?" Tari melihat cincin yang sudah terpasang itu.

"Untukmu! Sayang, Papi ingin melamarmu!" ucapnya tanpa basa basi. "Jangan dilepas!" imbuhnya lagi ketika melihat Tari akan melepas cincin itu.

"Pakailah! Itu sebagai bukti cintaku padamu sayang, malam ini Papi melamarmu. Tapi Papi ngga akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Jawablah ketika kamu sudah siap menjawab. Dan tetap Pakailah cincin ini!" Tuan Anton meraih tangan Tari lalu menciumnya.

Tari masih terdiam. Tidak menyangka hal ini akan terjadi. Perasaan bimbang menyelimuti hatinya. Antara bahagia dan ... Bingung. Ya, Tari bahagia dilamar oleh pria yang tulus mencintainya. Namun ia juga bingung apakah harus menerimanya atau tidak. Hatinya belum sepenuhnya terukir nama sang papi.

Tuan Anton tersenyum melihat Tari yang tiba-tiba diam. Pria itu tahu gadisnya tengah terkejut dengan pernyataannya yang tiba-tiba. Ia tidak mau menunda lagi. Sebenarnya, setiap bertemu dengan gadisnya, tuan Anton selalu membawa sebuah kotak kecil berisi cincin untuk Tari. Namun jika ingin mengutarakan niat hatinya, ia selalu merasa belum waktunya. Hingga kejadian di kapal waktu itu. Saat dimana suasana sudah mendukung namun belum sempat di utarakan, Tari sudah menolak pemberiannya.

"Terimakasih Papih." ucap Tari kemudian memeluk sang papi. "Terimakasih karna sudah mau hadir dalam hidup Ana, terimakasih karna selalu ada buat Ana."

***

Di rumah besar tuan Anton, Yoga sedang bersantai di dalam kamarnya. Mamun wajahnya terlihat murung, sedari tadi ia mencoba menelepon temannya dan tidak pernah di angkat. Yoga mencoba menghubungi Tari, ponselnya aktif, tapi tidak di angkat oleh gadis itu.

"Malam-malam gini kamu kemana Tar?" Yoga melihat jam yang ada di ponselnya. "Jam sebelas, sudah tidur kah?"

Akhirnya Yoga berhenti menghubungi Tari dan segera tidur. Ia berencana untuk pergi ke rumah sahabat barunya itu besok.

Pagi harinya, pukul delapan Yoga sudah bersiap untuk pergi. Seperti biasa, rumah besar itu selalu sepi. Hanya ada beberapa pelayan yang sibuk membersihkan rumah. Papa Yoga? Ah, sepertinya dia tidak pulang tadi malam. Jika sudah, pasti pria tua itu sudah mengajak Yoga untuk sarapan bersama. Yoga keluar kamar menuju meja makan. Ada nasi goreng dan beberapa helai roti selai di sana. Yoga mengambil roti untuk sarapannya. Setelah minum, ia segera pergi ke rumah Tari.

Tari, sudah dalam perjalanan pulang. Semalam dia menginap di rumah baru tentunya atas paksaan sang papi. Entahlah, sepertinya ia sudah terbiasa tidur se atap dengan papinya itu. Ia pun tidak merasa takut akan terjadi sesuatu. Tuan Anton adalah tipe pria yang sangat menjaganya.

Sampai di depan gang, Tari turun dari sebuah taksi. Gadis itu menolak di antar. Saat berjalan masuk gang, gadis itu dikejutkan dengan keberadaan Yoga. Laki-laki itu sedang bersender di samping mobilnya dan terlihat bingung. Mungkin karna ia belum tahu rumah Tari, jadi ia hanya berhenti di gang saja.

Tari diam sejenak. Bagaimana ini, dengan penampilan seperti ini tidak mungkin ia menemui sahabat barunya. Kini ia sedang berubah menjadi Ana, gadis cantik kesayangan tuan Anton. Jika Yoga melihatnya yang sedang menjadi Ana ....

Gadis itu mencoba tenang. Ia mulai berjalan perlahan sembari menunduk. Melewati yoga sesantai mungkin.

"Tunggu!"

Aduh ... Langkah Tari terhenti. Ia semakin menundukkan kepalanya.

"Kamu kenal Tari?"

Gadis itu mendongak, menatap sesaat laki-laki yang menahannya itu. Tari menggelengkan kepalanya seakan memberi tahu bahwa ia tidak tahu.

"Ah," Yoga merasa kecewa.

Sedetik kemudian, Tari langsung bergegas memasuki gang agar tidak ditanyai Yoga lagi. Yoga hanya menatap kepergian gadis itu.

"Gadis aneh, sepertinya aku sudah dua kali bertemu dengannya. Tapi dia seakan minder. Tapi manis." Yoga tersenyum.

Yoga masuk ke dalam mobilnya dan pergi. Sedangkan Tari, ia menghela napas lega setelah masuk ke dalam rumah. "Untung Yoga ngga tahu aku."

***

Hari ini, Tari menghabiskan waktu bersama adik-adiknya. Bermain, belajar, tidur siang. Sesekali Tari membuka ponselnya, berbalas pesan dengan Yoga. Ia baru tahu jika semalam Yoga berulang kali menghubungi nya. Gadis itu meminta maaf dan beralasan ketiduran.

Kini Tari sudah terbiasa dengan keberadaan Yoga di hidupnya. Serasa ada yang baru. Punya teman main, teman yang bisa diperhatikan dan banyak lagi. Entahlah ... Yoga seperti melukis warna baru dalam hidup Tari.

Hari berganti minggu, malam berganti dengan siang. Genap dua bulan sudah pertemanan Tari dan Yoga. Mereka sering pergi makan siang bersama dan ke perpustakaan bersama-sama. Sikap Yoga yang baik dan hangat telah membuat hati gadis cupu itu tersentuh. Perlahan ia telah mengukir nama Yoga di hatinya.

"Witing tresno jalaran soko kulino" Mungkin pepatah Jawa itu benar, sebuah cinta akan hadir seiring berjalannya waktu dan karna saling terbiasa. Itu yang tengah dirasakan Tari saat ini. Karna terbiasa bersama dan tak sengaja menumbuhkan rasa dalam jiwa.

Apakah kamu pantas memupuk rasa itu Tari?

To Be Continue ....

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!