Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.
Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.
Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Jalan Di Paris (3)
Hari ini Ran sibuk membereskan barang-barang mereka. Merapikan semua baju dan menyisakan beberapa untuk mereka pakai sampai tiga hari ke depan. Ia juga sibuk dengan pakaian kotor yang harus dicuci dahulu sebelum dilipat dan dimasukkan ke dalam koper.
"Udah ga usah, di laundry aja bajunya" Larang Rei ketika melihat Ran akan mencuci pakaian.
"Oh, oke"
"Mau ngapain lagi?" Tanya Rei mulai muak dengan Ran yang tidak bisa diam.
"Cuci piring"
"Biar saya aja, sana duduk" Titah Rei. Laki-laki itu mulai menggulung pergelangan tangan bajunya yang panjang.
"Sejak kapan ini om-om mau nyuci piring?" Batin Ran heran.
"Ga usah, abis ini langsung aku kerjain" Cegah Ran.
"Ga papa, sekali-sekali saya bantu"
"Ya sudah, makasih ya" Hari ini mereka habiskan untuk merapikan semua yang kotor. Mengemasi barang-barang dan pakaian.
"Aduh... Sakit banget" Ucap Rei yang kini duduk di sofa dan memegangi bahunya.
"Mau dipijitin?" Tawar Ran.
"Boleh, tolong olesin minyak" Ran mengoleskan sedikit minyak angin di bahu Rei dan memijatnya.
"Kamu ga cape? Sini gantian" Ucap Rei berbalik menatap Ran.
"Ga papa mas, ga usah" Rei memegang tangan Ran dan berpindah, ia duduk di belakang Ran. Rei mulai mengoleskan minyak dan memijat bahu Ran. "..Enak?"
"Iya, kerasa. Tenaga om-om memang beda" Celetuk Ran tanpa sadar.
".. Apa?" Tanya Rei dengan suara berat, membuat Ran merinding.
"Hah? Engga.."
"Ternyata beres-beres itu cape ya?" Ungkap Rei kemudian.
"Begitulah mas"
"Kamu ga cape apa? Di rumah beberes sendiri. Mau saya cariin pembantu?"
"Ga usah. Uangnya ditabung aja, bisa buat dana darurat atau apa. Aku bisa kok ngerjain sendiri" Ucap Ran mendapat anggukan kepala dari Rei. Setelah puas dengan pijat-memijat, mereka kembali melakukan pekerjaan mereka.
Semua sudah selesai dikerjakan, dan masih tersisa waktu dua hari mereka di Paris. Jadi hari ini mereka berencana untuk berjalan-jalan menaiki bus.
Mereka sampai di bus yang akan membawa mereka berkeliling. Selama perjalanan, mereka memandangi pemandangan dari kaca bus, indah dan cantik sekali.
"Wah mas, lihat.. Bagus banget tamannya" Ran menunjuk taman dari jendela.
"Nanti malam kita naik perahu, dan makan malam"
"Wah"
"Setelah ini kita langsung ke tempat nya aja. Jalan-jalan sambil menunggu malam"
"Iya"
Bus berhenti di depan hotel. Mereka melanjutkan jalan-jalan mereka ke arah menara Eiffel. Mereka berjalan di atas jembatan sungai Seine, dan melihat ada banyak sekali gembok bertuliskan nama pasangan.
"Apa ini mas?" Tanya Ran setelah melihat banyak gembok disana.
"Ini gembok cinta. Katanya, kalau kita tulis nama kita di gembok itu, lalu kuncinya kita buang ke dasar sungai, cinta kita akan abadi" Tutur Rei.
"Waaah... Pengen deh pasang.." Gumam Ran, namun Rei dapat mendengar suaranya samar-samar. Rei menatap Ran selama beberapa sesaat, lalu mengeluarkan sebuah gembok dari saku celananya. "Ayo pasang"
Ran menoleh dengan cepat dan menatap Rei aneh. "Ngapain? Pasangnya sama Nadine dong.."
"Adanya kamu, yaudah. Buruan, abis itu kita jalan lagi"
"Iya iya" Mereka menuliskan nama mereka di gembok tersebut, menguncinya kemudian membuang kuncinya ke sungai.
"Ayo naik" Ketika hari berganti menjadi malam, mereka masuk ke sebuah kapal yang siap untuk membawa mereka berkeliling sungai.
Tak lama, makanan yang sudah mereka pesan datang. Mereka bisa melihat menara Eiffel di malam hari dari kapal, sangat indah.
"Waaah cantiknyaa" Ucap Ran lagi-lagi terkagum-kagum.
"Ga mau difoto? Belum tentu kita bisa ke sini lagi dalam waktu dekat" Ucap Rei.
Ran membuka tas kecilnya dan mengambil ponsel, memotret keindahan menara Eiffel yang ada di hadapannya.
Setelah makan malam dan jalan-jalan selesai, mereka segera kembali menuju hotel. Saat sedang berjalan sambil asik mengobrol, ada seseorang yang menabrak Ran hingga Ran terjatuh.
"Hey!" Tegur Rei yang sedikit berteriak.
"Ah, sorry" Orang itu langsung pergi. Mungkin dia sedang buru-buru.
"Kamu ga papa? Bisa berdiri? Coba pelan-pelan berdiri" Tanya Rei berusaha membantu Ran berdiri.
Rei membantu Ran untuk berdiri. Sepertinya kaki kanan Ran sakit, jalannya tertatih-tatih. "Hei.. Sakit ya?" Tanya Rei.
"Sedikit"
Rei sedikit membungkuk dan menepuk bahunya. "Naik"
"Ha? Kenapa naik?"
"Dari pada lama sampai hotel, cepet naik!"
"Iya! Makasih, maaf ngerepotin" Ran memegang pundak Rei dan perlahan naik ke punggung lelaki itu.
Sesampainya di hotel, Rei mendudukkan Dan di sofa. "Duduk dulu, saya liat kakinya."
Setelah melihat kaki Ran, sepertinya kaki perempuan itu terkilir. "Kayaknya terkilir, saya pijat sedikit"
"Ga usah mas, besok sembuh kok" Ran berusaha menjauhkan kakinya dari Rei, namun lelaki itu menariknya kemabali.
"Udah diam" Ran diam dan memperhatikan tangan suaminya yang tengah memijat kakinya. Setelah itu, ia pergi ke dapur dan seperti biasa membuatkan susu untuk Rei.
si ratu drama nadine minta di baigon nie
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘