menjadi wanita penggoda ataupun mendapatkan gelar Pelakor bukanlah keinginan Anita. tapi karna keadaan ia terpaksa menjual diri dan kesuciannyanyang sudah ia jaga selama 18 tahun kepada seorang pria yang umurnya 10 tahun lebih tua dari Anita.
Anita tak tahu menahu jika seorang pria yang membeli dirinya telah menikah, Namun yang pasti Anita hanya tahu bahwa dia dan dirinya saling membutuhkan. Pria itu membutuhkan Kepuasan dan Anita membutuhkan Uang untuk Biaya operasi sang ibu.
karna merasa tertarik laki-laki itu pun menawarkan uang yang banyak dan segala kebutuhan Anita akan ia tanggung. barang mewah dan perhiasan tentu kebutuhan yang setiap harinya akan dipenuhi juga. Anita tentu tergiur dengan tawaran itu, akan tetapi apakah Anita akan menerima tawaran itu? Lalu bagaimana dengan istri pertama dari pria yang sudah tidur dengannya? Apakah Anita memilih mendapatkan Gelar predikat "Wanita Penggoda?"
Baca Kisah Kelanjutan Anita di cerita novel "Aku Wanita Penggoda".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
disisi lain Maria kini tengah menunggu, setelah pulang dari kafe tadi bertemu bela. Maria memutuskan untuk meminta maaf dan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Rey.
Maria terus mondar mandir menunggu rey. namun sudah 2 jam ia menunggu Rey tak kunjung pulang. apa dia lembur,itulah pikir Maria.
Maria sesekali duduk ditepi ranjang kemudian berdiri kembali,dan begitulah hingga Maria merasa lelah.
Maria memutuskan untuk naik keranjang karna merasa kantuk,ada perasaan kecewa di hati Maria karna malam ini ia sudah berdandan cantik dan juga memakai pakaian lumayan seksi untuk menyambut kedatangan Rey,namun yang ditunggu tak juga kunjung datang. tanpa sepengetahuan Maria,padahal Rey sedang bersama Anita. tidur berpelukan saling memberikan kehangatan dan kenyamanan setelah melewati hari yang lumayan melelahkan.
tak butuh waktu lama Maria pun tertidur diranjang sambil meringkuk seakan dirinya mulai merasa kesepian.
********
pagi hari tiba,sinar mentari sudah memancarkan sinarnya melalui celah jendela.sehingga membuat beberapa makhluk bumi harus segera bangun untuk menikmati kehidupan dan berperang dalam kejamnya kehidupan.
Maria kini sudah turun untuk sarapan,ia masi memakai piyama tidurnya. sambil menuruni anak tangga yang tak terhitung, ia menuju ruang makan yang disana sudah terdapat Bi isah yang menyiapkan menu untuk sarapan. Maria menatap kursi meja makan tempat dimana Rey duduk namun sekarang kursi itu nampak kosong.
"bi,mas Rey gk pulang?" tanya Maria sambil menarik kursi untuk duduk.
"engga neng, tuan Rey gk pulang" kata Bi isah apa adanya.
sementara Maria hanya membuang nafasnya kasar.melihat majikannya,bi isah merasa iba dan kasihan. dan memutuskan untuk kembali kebelakang.
"kalo gitu saya permisi ya neng" ucap bi isah sambil membungkukkan badannya. yang dijawab dengan anggukan oleh Maria.
entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa ada yang hilang dari dalam dirinya.ia bertanya-tanya sendiri apa yang terjadi,apa karna Rey jarang pulang?ah tapi bukankah sebelumnya Maria tak pernah menganggap keberadaan rey?.
daripada bertanya-tanya, Maria memutuskan untuk pergi kekantor Rey. ia berniat ingin meminta maaf pada Rey.
tak butuh waktu lama,Maria kini sudah bersiap dengan celana katun panjang dan kemeja mocca yang ia pakai, rambut yang dibiarkan tergerai,makeup natural,dan handbag yang ia bawa. dirinya semakin terlihat cantik ketika memakai heels yang senada dengan celananya.
Maria melenggangkan kakinya dan diantar oleh supir pribadi Maria. sebelum berangkat Maria juga berpamitan dulu pada bi isah. bi isah merasa senang, entah mengapa majikannya itu terlihat lebih segar dan kharisma yang redup seakan sudah terpancar kembali.
tak butuh waktu lama Maria sudah sampai di perusahaan Agatha Group,perusaan Rey Agatha suaminya. semua karyawan menatap kagum akan kecantikan yang dimiliki oleh istri dari bos mereka. Maria nampak seperti masih remaja padahal usianya sudah memasuki 27tahun.
"wahhh cantik banget Bu presedir"
"udah lama gak liat ibu kemari ya"
"senyumnya ramah banget ya"
begitulah kasak kusuk karyawan disana,tak ada yang berargument hal buruk tentang istri dari bos nya itu. karna Maria memang terkenal dengan keramahan,kebaikannya,bahkan ia selalu tersenyum ketika bertemu dengan karyawan yang di kantor suaminya.
sementara itu Zoy baru saja sampai di kantor,merasa heran ketika beberapa para karyawan heboh dan berkasak kusuk tentang Maria.
dari kejauhan Zoy menangkap seorang wanita yang sedang mengobrol dengan salah satu karyawan dimeja resepsionis. Zoy langsung terbelalak kaget ketika ternyata wanita itu Maria,istri presedir.
Zoy langsung saja menghampiri Maria, sebenarnya ia merasa bingung bukankah Rey menceritakan hubungan Maria dan Rey kurang membaik. tapi kenapa Maria datang ke kantor.
Zoy pun langsung menghampiri Maria.
"Bu" ucap Zoy.
"eh hai Zoy,apasih panggil Bu ,ibu segala. apa aku keliatan tua Zoy?" ucap Maria sambil memannyunkan bibirnya.
"eh tidak,tidak hehehe . kenapa kamu kemari mar?" tanya Zoy. seperti biasa mereka memang tidak berlaku formal meskipun didalam kantor.
"aku ingin menemui suamiku Zoy, dia ada di ruangannya kan?" tanya Maria.
Degggggg!
Zoy merasa bingung harus menjawab apa, jika dijawab iya,jelas Maria sudah disini dan pasti akan langsung menemui Rey diruangannya yang jelas-jelas ruangan itu kosong. jika dijawab tidak, pasti Maria akan bertanya kemana Rey pergi.
"zoyyyy!!!" ucap Maria sambil menjetikan jarinya,ketika melihat Zoy diam seperti berfikir merasa heran.
"eehhh iya mar, Zoy gak ada diruangannya. baru saja ia pergi keluar " ucap Zoy berbohong namun dengan nada coolnya.
"loh kemana??" tanya Maria kembali yang merasa bingung,pasalnya jika Rey keluar pasti Zoy akan ikut.hingga disimpulkan bahwa dimana ada Rey disitu ada Zoy, tapi sekarang Zoy sedang ada dihadapannya.
"saya kurang tau mar" ucap Zoy sambil mengangkat kedua bahunya.
"ah baiklah aku akan menunggu dia diruangannya" ucap Maria.
"baiklah,mari saya antar mar" ucap Zoy yang dijawab dengan senyuman oleh Maria. kini Zoy merasa bingung,ia pun segera mengambil benda pipih dari saku celananya dan jarinya bergerak seakan sedang mengetik.
*******
Disisi lain, Rey dan Anita masih terlelap dalam tidur padahal hari sudah lumayan siang.entahlah,bukankah semalam tak terjadi apa-apa antara mereka? tapi mengapa hingga jam menunjukan waktu sudah luamayan siang Rey belum juga bangun.
seketika suara ponsel berbunyi. Rey pun meraba-raba nakas disampingnya,dan membuka ponsel yang baru saja berdering.
Zoy
cepatlah ke kantor,Maria sedang menunggu diruanganmu.
sebuah pesan singkat yang dikirim Zoy mampu membuat Rey mengerutkan keningnya.
'tumben dia kenapa ke kantor?? aku harus pergi kekantor!!' batin Rey yang tersenyum.
sementara Anita yang masih membenamkan kepalanya didada bidang milik Rey langsung mendongakan kepalannya dan Anita kaget Rey sedang senyum-senyum sendiri dengan ponsel yang ditangannya.
"mas Rey!!!" ucap Anita yang membuyarkan lamunan Rey.
"euhhh ia sayang kenapa??" tanya Rey yang kini sudah membenamkan kepalanya diarea kenyal seperti squishi milik Anita. Rey juga menggeleng-gelengkan kepalanya hingga membuat Anita merasa geli.
"mas Rey, ahhh lepas!!" ucap Anita sambil berusaha mendorong kepala Rey.
"aku ingin seperti ini dulu sebentar, kau tau malam itu kau malam pengantinku tapi kau malah tidur" ucap Rey dengan nada merajuk.
"hahahaha malam pengantin? malam pengantin udah mas kemaren-kemaren di Club'!" ucap Anita sambil tersenyum getir.
"hehehehe kan itu beda,pokonya nanti malam bersiaplah. aku akan membuat dirimu hingga susah berjalan" ucap Rey yang tangannya meremas squishy kembar milik Anita.
"hey!mesum!!" Anita berteriak memukul tangan kekar milik Rey.
"mesum sama istri sendiri gapapa dong hahaha"ucap Rey langsung kabur kekamar mandi dengan tawanya yang menggema di ruangan itu.
'iya mas aku istri mas hehehe. istri yang dinikahi karna kita berdua saling membuthkan' ucap Anita sambil menyandarkan kepalanya dan menatap langit-langit kamar.
...**bersambung........
hi Readers setia AKU WANITA PENGGODA!
maaf ya kalo banyak typo dalam mengetik.
maaf juga kalo alur ceritanya monoton,dan lambat. karna author sengaja membuatnya seperti ini,dan nanti kedepannya pasti ada konflik panas juga intinya gini sepandai-pandainya kamu menyembunyikan bangkai,pasti lama-lama akan tercium juga baunya. begitu juga dengan kisah Anita dan Rey.
so,aku ucapin terimakasih buat yang udah setia baca karyaku yang amatiran ini.oh iya kalo aku satu hari gak update aku akan ganti di hari berikutnya dalam artian kita crazy up. dan hari ini aku pasti crazy up buat kalian🥰
kalo berkenan kalian bisa tinggalkan like ,comnet, juga ya,biar author makin semangat. eh engga deh karya author udah dibaca aja seneng ko😊**
kok gak ada kelanjutannya
aku udh lma bngetttt lho nunggunya ini tp blum di up kembaliiii
pas anita hamil rey udh mulai jarang nengokin anita pdhl anita lg hamil..si rey blm tau aja.. anita hnya butuh prhatian.. sedih dah pkoknya
ini udah ganti tahun loh thor
haduhhh
si anita jg gw rsa hamil..