NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Lin Xi juga merasakan hal yang sama. Energi racun dan kelembapan dingin di tubuhnya musnah, digantikan oleh aliran Qi murni yang hangat dan selaras dengan aliran darah kekasihnya.

​"Minumlah ini," kata Bai Ling ramah, menyodorkan dua mangkuk kecil yang tadi ia bawa.

"Itu adalah sup kaldu herbal khusus dari bahan-bahan pilihan Paviliun Damai. Kaldu itu akan menstabilkan inti spiritual kalian secara permanen."

​Tanpa pikir panjang, Feng Mo dan Lin Xi menyambar mangkuk tersebut dan meminumnya hingga tandas dalam sekali teguk. Seketika, rasa hangat yang luar biasa menjalar ke seluruh tulang sumsum mereka.

 Inti kultivasi mereka terkunci dalam keharmonisan mutlak, sebuah pencapaian meditasi yang bahkan tidak bisa diajarkan oleh para tetua tertinggi di sekte mereka selama puluhan tahun.

​Tiba-tiba, dari atas langit di atas Kota Qing, terdengar suara guntur bergemuruh hebat. Awan gelap mendadak berkumpul dalam waktu singkat, memancarkan kilatan petir keemasan yang menyilaukan mata.

​Murong Chen membelalakkan matanya, menunjuk ke langit dengan jari yang bergetar.

 "Paman! Itu... itu adalah awan petir hukuman surgawi! Guru Besar Sekte Pedang Langit pasti melacak lokasi mereka berdua lewat gelombang terobosan kultivasi tadi!"

​Benar saja.

Dari tengah awan petir yang pekat, sesosok bayangan raksasa berjubah pedang putih turun dengan kecepatan kilat, memancarkan aura membunuh tingkat tinggi yang membuat seluruh warga Kota Qing menengadah ngeri.

Itu adalah Guru Besar Sekte Pedang Langit sendiri, datang langsung untuk menghukum para "pembangkang" yang berani merusak aturan sekte!

​"Feng Mo! Lin Xi! Keluar kalian!" suara Guru Besar itu menggelegar mirip petir, mengguncang seluruh genting rumah di Kota Qing.

"Berani sekali kalian menerobos tingkat kultivasi terlarang hasil persekutuan sesat! Hari ini pedang surgawiku akan membersihkan nama sekte dari noda kalian!"

​Di halaman belakang, Feng Mo dan Lin Xi langsung pucat pasi, seketika gemetar ketakutan mendengar suara murka guru besar mereka.

​Namun, Jiang Yui bahkan tidak bergeming sedikit pun dari tempatnya. Ia dengan santai merapikan kerah jubahnya, mengambil sisa cangkir tehnya, lalu mendongak menatap sosok agung yang melayang di udara dengan tatapan penuh ejekan.

​"Wah, datang tepat waktu sebelum tehku dingin," gumam Jiang Yui santai. Ia melirik Murong Chen.

"Ambilkan pengeras suara magis dan surat ancaman yang kemarin kita tulis, Murong Chen. Waktunya kita menyambut tamu agung yang kurang piknik itu."

Langit di atas Kota Qing mendadak menggelap, tertutup oleh gulungan awan petir keemasan yang berputar kencang. Aura pedang yang tajam dan mematikan menusuk-nusuk udara, membuat burung-burung di sekitar kota berhamburan terbang ketakutan.

Di tengah pusaran petir itu, sesosok pria paruh baya berjubah putih bersih dengan lambang pedang berkilau di dadanya melayang anggun. Ia adalah Grand Master Cang Wu, penguasa tertinggi Sekte Pedang Langit.

Wajahnya keras, dingin, tanpa ampun, dan memancarkan wibawa tingkat kultivasi tahap kesembilan yang mampu meratakan sebuah bukit hanya dengan satu kibasan tangan.

"Feng Mo! Lin Xi! Keluar kalian dari sarang kesesatan ini!" suara Cang Wu menggelegar dahsyat, menciptakan gelombang kejut sonik yang membuat kaca-kaca jendela di sekitar Kota Qing bergetar hebat.

"Berani sekali kalian melanggar hukum leluhur sekte dan mencampurkan energi terlarang! Hari ini, pedang eksekusiku akan membersihkan dosa kalian!"

Di halaman belakang Paviliun Damai, Feng Mo dan Lin Xi langsung berlutut gemetar. Meskipun tingkat kultivasi mereka baru saja melonjak drastis, tekanan spiritual dari sang guru besar tetap saja membuat dada mereka sesak seolah dihantam palu raksasa.

Murong Chen menelan ludah susah payah, mencengkeram gulungan surat ancaman di tangannya dengan jari-jari yang berkeringat dingin.

"P-paman... Itu benar-benar Guru Besar Cang Wu! Auranya menyeramkan sekali! Apa kita tidak sebaiknya pura-pura tidak ada di rumah?"

Jiang Yui tidak menjawab. Ia dengan tenang meletakkan cangkir tehnya di atas meja batu, lalu berdiri perlahan.

Ia merapikan kerah jubah putihnya, mengibaskan debu imajiner di lengan bajunya, lalu melangkah santai ke tengah halaman tanpa rasa takut sedikit pun.

Bai Ling berjalan mengikuti di sampingnya, tangan kanannya memegang gagang pedang es yang memancarkan pendar biru tipis, siap menghadapi apa pun jika keadaan menjadi kacau.

Jiang Yui mendongak ke langit, memasang ekspresi bosan seolah ia baru saja dibangunkan dari tidur siang yang nikmat. Ia mengangkat sebuah corong pengeras suara magis ke depan mulutnya.

"Woi! Yang melayang di atas sana! Bisa tidak kecilkan sedikit volume suaranya?!" teriak Jiang Yui dengan santai, namun suaranya meluncur menembus lapisan awan petir dan langsung menghantam gendang telinga sang Guru Besar.

"Ini masih pagi buta, tahu! Warga Kota Qing sedang nyenyak tidur, malahan kau datang bawa petir kelap-kelip kayak disko keliling!"

Seketika itu juga, suasana hening total. Seluruh murid sekte dan penduduk kota yang menonton dari kejauhan terperanjat kaget, nyaris jantungan mendengar seseorang berani berbicara sekasar itu kepada Guru Besar Cang Wu.

Cang Wu menghentikan putaran angin petirnya.

Sepasang mata tajamnya menatap tajam ke arah halaman Paviliun Damai, menemukan sosok pria paruh baya berambut perak yang berdiri santai tanpa memancarkan sedikit pun aura kultivasi.

"Bocah lancang berani mati!" geram Cang Wu dengan suara penuh amarah yang membekukan udara.

"Kau berani menghina Guru Besar Sekte Pedang Langit?! Di mana Feng Mo dan Lin Xi? Serahkan mereka padaku sekarang, atau kedai resep teh murahanmu ini akan kuhancurkan menjadi debu dalam satu detik!"

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!