Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Malam Pertama yang Mencekam
Telepon dari polisi itu membuat tubuhku gemetar ketakutan.
"Bu Ratna kabur dari tahanan! Dia menyuap petugas dan kabur! Hati-hati Pak, dia dendam sama istri Bapak!" kata polisi di telepon.
Hp Arya hampir jatuh dari tangannya. Wajahnya yang tadi bahagia karena baru menikah siri denganku kini berubah tegang.
"Una, kamu masuk kamar dulu, kunci pintunya dari dalam. Biar saya yang jaga di luar. Saya akan telpon satpam apartemen untuk jaga ketat malam ini," kata Arya dengan suara serius.
Aku mengangguk dan masuk ke kamar utama sambil memeluk perutku. Calon bayiku seakan merasakan ketakutanku, perutku terasa mulas.
Malam pertama pernikahanku yang seharusnya bahagia berubah menjadi malam yang mencekam. Aku yang baru resmi menjadi istri pengacara tampan itu malah harus bersembunyi ketakutan karena janda kaya jahat yang kabur dari penjara.
Arya menelpon satpam apartemen, "Halo satpam, saya Arya dari lantai 20 nomor 05. Tolong jangan izinkan siapapun tamu naik ke lantai saya malam ini tanpa izin saya. Ada orang berbahaya yang mengincar istri saya. Tolong jaga ketat!"
Setelah itu Arya mengunci semua pintu dan jendela apartemen. Dia mengambil pisau dapur dan duduk di sofa ruang tamu untuk berjaga.
"Una, kamu tidur saja, jangan takut. Saya tidak akan tidur malam ini. Saya akan jaga kamu dan bayi kita sampai pagi. Bu Ratna tidak akan bisa masuk ke sini," teriak Arya dari luar kamar.
Aku mencoba tidur tapi tidak bisa. Bayangan Bu Ratna yang membawa bensin dan membakar kontrakanku terus teringat di kepalaku. Wanita itu benar-benar nekat dan punya banyak uang untuk menyuap petugas.
Jam menunjukkan jam satu malam. Apartemen sangat sepi. Hanya terdengar suara AC.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu apartemen yang sangat keras.
DOR DOR DOR!
"Una! Arya! Buka pintunya! Saya tahu kalian di dalam! Keluar kalian!" teriak suara perempuan. Itu suara Bu Ratna!
Aku menjerit ketakutan di dalam kamar, "Kak Arya! Dia datang! Bu Ratna datang!"
Arya langsung berdiri dengan pisau di tangan, "Bu Ratna! Pergi! Polisi sudah mencari Anda! Jangan buat masalah lagi!"
Bu Ratna tertawa keras dari luar pintu, "Polisi? Saya sudah suap polisi itu! Saya punya uang banyak! Arya, kamu bodoh sekali tinggalkan saya demi janda miskin hamil itu! Padahal saya bisa kasih kamu uang miliaran! Tapi kamu pilih dia!"
Aku menangis di dalam kamar sambil memeluk bantal. Kenapa wanita ini tidak mau melepaskan kami?
Arya berteriak, "Saya tidak butuh uang Anda! Saya butuh wanita tulus seperti Una, bukan wanita jahat seperti Anda yang bakar rumah orang!"
Bu Ratna semakin marah, dia menggedor pintu semakin keras, "Oke kalau begitu, kalian berdua akan mati malam ini! Saya sudah bawa bensin lagi! Akan saya bakar apartemen ini sama seperti kontrakan kemarin!"
Mendengar kata bensin, aku semakin panik. Aku mencium bau bensin dari celah pintu kamar.
"Kak Arya, bau bensin! Dia mau bakar lagi!" teriakku.
Arya langsung menelpon polisi dan pemadam kebakaran. Tapi sebelum polisi datang, tiba-tiba terdengar suara lain di luar.
"Bu Ratna! Angkat tangan! Anda sudah kami kepung!" ternyata satpam apartemen datang bersama polisi yang sudah standby di bawah.
Bu Ratna kaget, "Apa? Satpam? Polisi?"
Ternyata Arya sudah antisipasi dan menyuruh satpam untuk siaga. Bu Ratna tertangkap basah membawa dua jerigen bensin di depan pintu apartemen kami.
Polisi langsung memborgol Bu Ratna. Bu Ratna berteriak histeris, "Lepaskan saya! Saya punya uang! Saya bisa bayar kalian semua! Lepaskan!"
Tapi kali ini polisi tidak bisa disuap lagi karena ada banyak saksi satpam dan kamera CCTV apartemen merekam semuanya.
Bu Ratna dibawa pergi dengan mobil polisi. Kali ini dia akan dipenjara lebih lama karena kabur dari tahanan dan percobaan pembakaran kedua.
Arya membuka pintu kamar dan langsung memelukku yang masih gemetar ketakutan.
"Sudah aman sayang, sudah aman. Bu Ratna sudah ditangkap lagi. Kali ini dia tidak akan bisa keluar lagi. Kita aman. Kamu dan bayi aman," kata Arya sambil mengusap rambutku.
Aku menangis di pelukan Arya. Malam pertama pernikahanku yang mencekam akhirnya berakhir.
Pagi harinya, polisi datang dan memberitahu bahwa Bu Ratna resmi ditahan 5 tahun penjara tanpa bisa disuap. Rizal yang menjadi saksi juga mengakui semua kejahatan Bu Ratna dan meminta maaf padaku. Rizal akhirnya diceraikan oleh Bu Ratna dan hidup miskin sebatang kara.
Aku mengelus perutku yang semakin membesar. Akhirnya semua musuhku kalah. Aku bisa hidup tenang bersama Arya, suami baruku yang tampan dan baik hati.
Tapi dokter kandungan bilang ada masalah dengan kandunganku. Apa yang terjadi dengan bayiku?