NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Doa yang salah alamat

...•••...

“Abis dari mana lo?”

“Astaga!” Sian langsung memegangi dadanya begitu melihat Jay keluar dari kamar mandi. “Kaget gue cok!” gerutunya dengan raut kesal.

Setelah menutup pintu kamar di belakangnya, Sian berjalan mendekati ranjang tanpa menghiraukan Jay yang menatapnya lekat. pemuda itu berdiri bertelanjang dada, dan hanya mengenakan boxer hitam.

“Kenapa?” Sian mengangkat dagunya, membalas tatapan Jay yang kini berdiri tepat di hadapannya.

Jay terkekeh, lalu tangannya bergerak mengusak rambut Sian. “Lucu banget sih jadi cowok.”

“Cuih,” Sian buru-buru menghentak kasar tangan pria bermata elang itu. “Bisa-bisanya lo ninggalin gue gitu aja! Gue kelaparan dan kehausan, jir."

“Ya, sorry.” Jawab Jay santai, lalu berjalan mendekati lemari.

“Sorry mata lo picek!”

“Marah-marah mulu,” heran Jay setelah kembali menghampiri Sian dengan kaos dan celana training yang sudah melekat di tubuhnya.

Ia menarik kursi belajarnya, lalu duduk tepat di hadapan Sian. “Sekarang udah makan, kan?” tanyanya.

Melihat tatapan Jay yang mendadak melembut, kening Sian langsung berkerut. “Sehat, lo?”

“Tadi bokap gue nanya-nanya." Jay menghela napas panjang, menundukkan kepalanya sejenak sebelum kembali menatap sahabatnya.

“Lo… cerita yang sebenarnya?” suara Sian perlahan melembut.

Jay mengangguk. “Dia… emang teman gue di masa lalu.”

Sian tak mengatakan apa-apa lagi. Ia berdiri, lalu memeluk tubuh Jay dalam pelukannya. Dibiarkannya pemuda itu bersandar padanya.

Sikap tenang Jay hanyalah tameng untuk menyembunyikan betapa dalamnya luka yang sedang ia rasakan. Bagaimana mungkin seseorang bisa baik-baik saja ketika harus melihat perempuan yang dicintainya menikah dengan pria lain? Terlebih, kenyataan itu memaksanya menerima sesuatu yang tak pernah terlintas dalam bayangannya. Mulai sekarang, Jay harus terbiasa berpapasan dengan perempuan itu setiap hari, dengan status yang jauh berbeda dari apa yang selama ini ia harapkan.

Sian mengusap kepala Jay yang semakin menelusup ke perutnya. Tak lama kemudian, suara isakan tangis pemuda itu mulai terdengar.

“Anjing banget hidup gue.” Jay memundurkan kepalanya, lalu menghapus kasar air mata di pipinya dengan punggung tangan. “Anjing…” desisnya lirih.

“Kasian anjingnya. Nggak salah apa-apa, tapi disalahin mulu,” celetuk Sian, berusaha menghibur sebelum kembali duduk di tepi ranjang.

“Padahal… gue berdoanya biar dia jadi istri gue.” Jay terkekeh sinis saat mengingat harapan yang ia panjatkan. Namun, tawa itu tak bertahan lama. “Goddammit!"

Ia bangkit dari kursinya, mengambil kunci motor yang tergeletak di atas nakas, lalu berbalik menatap Sian yang masih duduk di tempatnya.

“Nggak usah nunjukkin muka kasihan gitu. Biasa aja bro. Burulah, mau ikut kagak? kita jalan-jalan.”

Tanpa menunggu jawaban. Jay langsung melangkah meninggalkan Sian.

“Si anjing! kumat lagi tuh sifat tengilnya.”

Sian buru-buru bangkit dan menyusul Jay. Begitu berhasil menyusulnya, ia langsung mencengkeram tangan sahabatnya itu.

“Lihat noh, jam berapa sekarang? Mau keluyuran ke mana di jam 2 pagi, hah? Nggak capek apa?" Sian benar-benar heran melihat tenaga Jay yang seolah tidak ada habisnya. “Besok ajalah, mending sekarang istirahat dulu.”

Ia menarik Jay kembali ke kamar, mendorong tubuh pemuda itu hingga duduk di tepi ranjang. Bukannya ingin mengekang sahabatnya, Sian hanya khawatir Jay akan melakukan sesuatu yang gegabah ketika pikirannya masih kalut dan emosinya belum stabil. Ia tahu Jay sedang tidak baik-baik saja, meskipun pemuda itu terus berusaha terlihat baik-baik saja.

Sian tak pernah membayangkan dirinya akan berada dalam situasi seperti ini. Rasanya benar-benar seperti drama yang sering ia tonton. Bedanya, kali ini bukan tokoh fiksi yang sedang menghadapi masalah pelik, melainkan sahabatnya sendiri.

“Dah, sekarang lo tidur!" Sian menarik selimut dan membentangkannya hingga sebatas dada Jay. “Tenangin pikiran dan hati lo!” Ucapannya terdengar seperti orang tua yang sedang menasihati anaknya.

“Gue bakal ngelakuin apa yang lo minta! Kalau lo nekat ngelakuin yang enggak-enggak, lo bakal gue bunuh!” ancam Sian sambil menatap Jay tajam.

Alih-alih menjawab, Jay tiba-tiba menyelipkan kedua tangannya ke ketiak Sian, lalu mengangkat tubuh pria itu dan menariknya ke atas ranjang hingga terbaring di sampingnya.

"WOI, BANGSAT!" Sian tersentak, kedua tangannya spontan mencengkeram lengan Jay. Matanya membelalak karena sama sekali tak menyangka akan diperlakukan seperti itu. "Apaan, sih, lo?!"

“Udah, tidur.”

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!