NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

.

Keira mulai menghabiskan sebagian besar waktunya di perusahaan, memeriksa laporan yang sempat tertunda dan memastikan seluruh rencana bisnis berjalan sesuai keputusan yang telah dibuatnya.

Pagi itu, Keira sedang membaca beberapa dokumen di ruang kerjanya ketika Daren mengetuk pintu lalu masuk membawa tablet.

“Bos, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda,” ujar Daren sambil meletakkan tablet di atas meja.

Keira mengangkat wajah. “Siapa?”

“Tuan Elvano Mahardika,” jawab Daren.

Keira sempat terdiam. “Apa perusahaan kita memiliki kerjasama dengan perusahaan Mahardika?”

“Tidak.” Daren menggeleng singkat. "Tapi Beliau mengatakan ingin mengajak Anda makan siang.”

Keira melirik jam tangannya. Pekerjaan di hadapannya masih cukup banyak, "Apa agenda aku setelah ini?” tanya Keira setelah sedikit mempertimbangkan.

Daren membuka tabletnya sebelum menjawab. “Tidak ada agenda penting lagi. Hanya memeriksa berkas yang ada di meja Bos ini saja saya bisa mengerjakannya. Jadi nanti Bos bisa tinggal tanda tangan.”

Keira mengangguk lalu menutup dokumen yang sedang dibacanya. “Ya sudah. Persilakan dia masuk.”

“Baik, Bos.” Daren menunduk sebentar kemudian membalikkan badan dan keluar dari ruangan itu.

Tidak lama kemudian, Elvano masuk ke ruangan. Ia mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga batas siku membuat penampilannya terlihat lebih santai dari biasanya. Pria itu berdiri di depan meja Keira dengan dua tangan bertumpu di tepian meja membuat wajahnya sedikit membungkuk.

“Maaf datang tiba-tiba,” ucapnya sambil tersenyum. “Aku tidak bermaksud mengganggu pekerjaanmu.”

Keira yang merasa posisi wajah mereka begitu dekat sedikit memundurkan tubuhnya hingga bersandar di kursi yang ia duduki. “Tidak apa-apa. Kebetulan aku juga sedang tidak terlalu sibuk,” jawab Keira.

“Kalau kamu tidak keberatan, aku ingin mengajakmu makan siang.” Elvano langsung mengungkap mengutarakan niat kedatangannya tanpa basa-basi.

Keira tersenyum tipis. “Apa Tuan Muda Mahardika yang akan mentraktirku?”

“Dengan senang hati.” Elvano langsung kembali menegakkan punggungnya, bahkan tangannya sudah menyambar tas Keira yang berada di atas meja.

Keira sedikit menyipitkan matanya melihat apa yang dilakukan Elvano tetapi ia sama sekali tidak menegurnya.

Ketika mereka sampai di pintu, Elvano membuka pintu dan mempersilahkan Keira keluar lebih dulu sebelum dia menutup kembali pintu itu. Bahkan ketika mereka sampai di mobil, Elvano dengan sigap membuka pintu mobil untuk Keira dengan telapak tangannya yang berada di bawah bingkai pintu sebelum kemudian mempersilakan wanita itu masuk dan duduk dengan nyaman. Setelah itu barulah pria itu berjalan memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.

Keira merasa sedikit canggung dengan perlakuan pria itu, pasalnya dulu saat bersama dengan Arsen, mantan suaminya itu tidak pernah memperlakukan dirinya seistimewa itu.

Beberapa menit kemudian mobil yang dikemudikan oleh Elvano tiba di tempat tujuan. Restoran yang dipilih Elvano berada tak jauh dari perusahaan milik Keira. Mereka duduk di sudut ruangan, jauh dari keramaian. Ketika makanan datang, Keira baru menyadari bahwa hidangan yang dipesankan Elvano adalah makanan kesukaannya.

“Kamu juga menyukai menu ini?” tanya Keira sambil memperhatikan menu yang terhidang.

Elvano hanya tersenyum. “Aku suka karena kamu juga suka.”

Keira mengernyit mendengar jawaban Elvano. Ada nada ambigu dari jawaban itu yang mencoba diabaikan oleh Keira. Hingga saat keduanya sama-sama menikmati hidangan Elvano tiba-tiba bertanya, “Keira, kau masih ingat masa kuliahmu?”

Keira mengangkat wajah. “Yaa… sebagian masih sebagian sudah lupa. Itu kan sudah lama sekali? Kenapa memangnya?”

“Tidak apa-apa. Apakah kau ingat seorang kakak tingkat yang sering berada di perpustakaan?”

Pertanyaan itu tiba-tiba membuat Keira teringat akan ucapan Sabrina beberapa waktu yang lalu. “Jangan-jangan kamu senior yang dulu sering berada di perpustakaan?” Keira akhirnya memastikan.

“Akhirnya kamu mengingatku.” Elvano tertawa kecil dan mengangguk. Pria itu kemudian mengingatkan bahwa dulu Keira pernah kesulitan membawa buku-buku tugas hingga hampir terjatuh di tangga. Saat itu ia yang mengambil sebagian buku tersebut dan mengantarkannya sampai ruang kelas.

Keira ikut tertawa ketika kenangan itu muncul kembali. Ia baru sadar bahwa pria di hadapannya adalah sosok yang dulu sering ia lihat tanpa pernah benar-benar dikenalnya.

“Dulu penampilanmu benar-benar berbeda,” ujarnya sambil tersenyum tanpa bermaksud menyinggung.

“Sementara kamu sama sekali tidak berubah,” balas Elvano ringan. “Termasuk kebiasaanmu membaca sampai lupa waktu, sepertinya masih sama.”

Keira menatap Elvano dengan rasa heran karena pria itu ternyata mengetahui semua hal tentang dirinya. “Bagaimana kamu bisa mengingatnya?”

Elvano mengangkat bahu. “Perpustakaan kampus tidak terlalu besar. Sulit untuk tidak mengenali orang yang sering datang ke sana.”

*

*

*

Setelah makan siang selesai, Elvano mengantarnya kembali ke kantor. Sebelum Keira masuk ke gedung, pria itu sempat mengingatkannya agar tidak terlalu sering melewatkan waktu makan hanya karena pekerjaan.

Keira menggeleng sambil tersenyum. “Aku tidak percaya kamu suka memperhatikan hal-hal kecil.”

Elvano hanya tersenyum tipis. “Kebiasaan.”

Keira tidak terlalu memikirkan jawaban itu. Ia menganggapnya sebagai sifat seorang teman lama yang kebetulan masih mengingat banyak hal tentang dirinya.

Begitu sampai di lantai ruang kerjanya, Keira mendapati Daren sudah menunggunya dengan beberapa berkas.

“Sepertinya makan siangnya menyenangkan, Bos,” goda Daren sambil menyerahkan dokumen.

Keira tertawa kecil dan mengatakan bahwa ia hanya makan siang biasa. Daren tidak melanjutkan godaannya. Pria itu kemudian menjelaskan bahwa beberapa dokumen terkait evaluasi kerja sama dengan Wijaya Group sudah selesai diperiksa.

Keira segera kembali fokus pada pekerjaan. Setelah membaca beberapa halaman, ia menandatangani dokumen tersebut lalu meminta Daren memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal.

Sebelum keluar, Daren sempat mengatakan jika Arsen mulai mencari tahu mengenai sumber dukungan bisnis Wijaya Group selama beberapa tahun terakhir. Termasuk juga tentang perusahaan mereka.

Keira hanya mengangguk mengangguk dengan santai. “Kalau waktunya tiba, kita hadapi saja. Aku juga bukan ingin bersembunyi,” katanya tenang.

Daren mengangguk sebelum meninggalkan ruangan.

Keira kembali menatap layar komputernya. Selamat Entah kenapa tiba-tiba wanita itu tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Sikap dan semua perhatian evano yang baru saja ia lihat beberapa menit lalu mengingatkannya pada kata-kata Sabrina bahwa ada kemungkinan elvano menyukai dirinya.

Mata Keira menatap ke arah layar komputer, tetapi pikirannya melayang entah ke mana.

“Apa itu benar?”

1
Muft Smoker
selamat menikmati hidup mu yg baru yx sen ,
Muft Smoker
waah keiraa sangat peka yx ,,
Patrick Khan
ahh q gk siapin ambulan lo🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
biar saja jantungan pdk darma
Ayuk Witanto
pasti pada syok
Ayuk Witanto
tamat riwayat mu arsen
Ayuk Witanto
itu dulu
Ayuk Witanto
lanjut
adam Ridho
waaaarbiyasaaaa
Ayuk Witanto
tau aja🤭
nayla tsaqif
Kita mahhh gk nyiapin ambulans, thor,, tp nyiapin TPU,, 😅
Dwi Setyaningrum
baguslah keira ga usah peduliin org yg ga penting seperti mantanmu itu emang enak dicuekin🤪
vania larasati
lanjut
Mundri Astuti
seeehhhh mang Keira mau masuk ke lubang yg sama ...ga lah ..
kan skrg kamu ngemis" ...kemarin jam sombong kali kau
Ilfa Yarni
Bagus keira ngapain mikirin kluarga yg meremehkanmu biar kan sajark collabs
Adinda
bagus keira kalau bisa buat mereka semakin menderita
Noor hidayati
kenapa sekarang up nya lelet ya,apa bacanya numpuk bab saja,biar ga bolak balik ngecek sudah up apa belum
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!