NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak ummi

Ummi memperkenalkan Tiyas kepada semua asisten rumah tangga baik yang perempuan maupun laki-laki. Tentu saja mereka cukup terkejut dengan hal tersebut. Tiyas menyapa mereka dengan sopan.

Setelah perkenalan itu, Tiyas pamit kembali ke kamarnya lebih dahulu karena ingin mengambil pakaian kotor untuk dicuci. Kemudian ia membawa pakaian tersebut ke tempat mesin cuci sesuai arahan bi' Surti. Di sana sudah ada Kokom yang sedang menyetrika pakaian yang sudah dicuci kemarin.

"Taruh situ saja, non."

"Bi', saya mau mencuci sendiri. Tolong ajari saya untuk menggunakan mesin ini ya."

"Jangan, non. Biar saya saja yang melakukannya. Ini pekerjaan saya."

"Tapi saya ingin tahu bi'. Saya juga ingin sesekali mencuci milik saya sendiri dan suami. Hitung-hitung saya ada kerjaan, bi'. Boleh ya?"

"Nggak pa-pa kom, ajari saja." Sahut ummi yang baru saja datang.

"Eh, ummi."

"Iya, nak. Kamu pasti bosan kan kalau nggak ada kerjaan. Nggak pa-pa kok kalau kamu mau belajar menggunakan mesin cuci ini."

"Iya, ummi."

Akhirnya Kokom pun mengajari Tiyas. Tiyas yang pada dasarnya memang pintar langsung paham apa yang dipelajarinya. Ia tidak lupa mengucapkan Terima kasih kepada Kokom karena sudah mengajarinya.

Tiyas pun menjemur cuciannya sendiri. Kokom ingin membantunya, namun Tiyas menolak karena menurutnya cuciannya hanya sedikit.

"MasyaAllah, den Zain beruntung dapat istri seperti non Tiyas ini. Non Tiyas orangnya sangat sederhana."

"Mungkin lebih tepatnya saya yang lebih beruntung, bi'. Karena keluarga ini menerima saya yang jauh dari kata sempurna ini dengan sangat baik."

"Non Tiyas tidak perlu khawatir. Nyonya dan tuan itu orang baik. Saudara-saudara den Zain juga sangat baik."

Tiyas ingin menanyakan banyak hal kepada Kokom tentang keluarga Zain, namun ia urungkan karena ia tidak ingin Kokom berasumsi lain tentangnya dan Zain.

"Masa' iya saudara suaminya sendiri nggak tahu. Aneh kan?"

Setelah selesai menjemur pakaian, Tiyas kembali ke kamarnya. Di kamar, Zain sesang menerima telpon dari sang Opa. Opa memberi ucapan selamat kepada Zain. Tentu saja Zain tidak heran jika opanya tahu prihal pernikahannya itu. Pasti ummi atau abinya yang memberitahu. Atau bahkan mungkin keputusan untuk menikahi Tiyas adalah usulan dari Opa.

"Kamu dari mana, kok lama?"

"Itu, mas. Aku belajar sama bi' Kokom mencuci pakaian mesin cuci."

"Oh, iya. Bagaimana apa sudah bisa?"

"Iya, alhamdulillah. Ternyata cukup mudah." Jawab Tiyas dengan sangat senang. Senyumnya membuat Zain tanpa sadar ikut tersenyum.

Zain meminta Tiyas untuk bersiap-siap karena mereka mau pergi ke KUA untuk mengurus buku nikah. Zain memeriksa semua berkas miliknya dan milik Tiyas.

"Tinggal fotonya yang belum. Nanti kita mampir ke studio foto. Kalau bisa pakai baju putih ya."

Untungnya Tiyas membawa kemeja putihnya. Kemeja itu ia beli dulu saat interview kerja di kota namun sangat bapak tidak mengizinkannya. Ia memadukannya dengan jilbab warna hitam.

Mereka pun berangkat ke KUA ditemani ummi dan abi.

Sesuai rencana, Zain mampir di salah satu studio foto yang tidak jauh dari rumahnya. Zain dan Tiyas berfoto di sana menggunakan background warna biru. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu hasilnya. Setelah selesai dan membayar jasa foto, mereka melanjutkan perjalanan ke KUA. Di sana mereka sudah ditunggu oleh kepala KUA yang kebetulan adalah temannya abi. Prosesnya pun cukup lancar.

Di sepanjang perjalanan pulang, Tiyas masih belum menyangka jika dirinya sudah resmi secara hukum menjadi istri Zain. Pembuktian Zain dan keluarganya sudah sejauh ini. Hal tersebut menambah keyakinan Tiyas untuk menerima takdirnya dengan ikhlas.

Pulang dari KUA Ummi menelepon anak-anaknya yang lain. Ummi mengundang Arya, Alya dan Ayla untuk makan malam hari ini. Namun ummi belum memberitahu soal pernikahan Zain kepada mereka karena ummi juga ingin memberi kejutan untuk mereka. Ummi hanya bilang kepada mereka makan malam kali ini dalam rangka kumpul-kumpul saja karena sebentar lagi ummi dan abi akan pergi umroh. Ummi sudah menghubungi salah satu restoran langgan untuk memesan kursi.

Sore harinya ummi mengantarkan baju untuk Tiyas ke kamarnya.

"Maaf ummi mengganggu."

"Tentu saja tidak, ummi. Mari masuk."

"Tidak usah. Ummi hanya mengantarkan ini."

"Apa ini, ummi?"

"Itu baju. Maaf jangan tersinggung ya. Itu baju ummi yang beli untuk kamu pakai nanti malam."

"Ada, acara, ummi?"

"Em... lebih tepatnya kumpul-kumpul keluarga. Nanti ummi akan kenalkan kamu sama saudaranya Zain yang lain. Mereka pasti senang nanti."

"Terima kasih, ummi."

"Iya sama-sama."

Ummi pun kembali ke kamarnya.

Zain yang baru saja keluar dari kamar mandi mempertanyakan siapa yang datang.

"Ummi nganterin baju."

"Baju?"

"Hem... untuk dipakai nanti malam."

"Coba dibuka."

Tiyas mengeluarkan baju tersebut dari paper bag. Nampak tunik panjang berwarna navy dan kulot warna putih. Tidak ketinggalan jilbab segi empat motif abstrak perpaduan navy dan biru muda.

"Ini pasti mahal." Batinnya.

Ummi sengaja membuang bandrol harganya untuk menghargai Tiyas.

"Ehem, mau dicoba?"

"Eh tidak usah, mas. Kayaknya cukup. Ummi pintar milihnya."

Zain mengangguk.

Malam pun tiba. Setelah selesai shalat Maghrib, mereka bersiap-siap. Zain memilih baju di lemarinya. Ia ingat jika baju istrinya warna navy. Dan ia pun memutuskan untuk memakai kemeja warna navy juga. Setidaknya kali ini harus terlihat kompak di depan keluarganya.

Terdengar suara ketukan puntu. Ternyata ummi yang datang .

"Sudah siap?"

"Sebentar, mi. Istriku masih merapikan jilbabnya."

Ummi menunggunya.

Saat Tiyas keluar, ummi sangat senang karena melihat baju yang dibelinya sangat pas dan cocok untuk Tiyas.

"MasyaAllah, perpaduan yang pas. Kamu terlihat anggun, nak."

"Ummi, Tiyas jadi malu."

Ummi baru sadar ternyata Zain memakai baju dengan warna yang sama. Hati ummi sangat senang melihatnya. Setidaknya Zain sudah berusaha untuk mengimbangi

"Tapi ada yang kurang, nih. Ayo ikut ummi sebentar. Bang, kamu tunggu di depan sama abi."

"Iya ummi."

Ummi menggandeng Tiyas dan membawanya ke kamarnya. Di meja rias ummi, Tiyas bisa melihat berbagai macam peralatan make-up. Ummi memang sudah berumur, namun salah hal penampilan ia selalu berusaha untuk tetap terlihat muda dan cantik. Asal make-up nya tudak berlebihan dan diniatkan untuk menyenangkan hati suaminya.

"Wajahmu memang susah cantik, nak. Tapi kamu perlu dipoles sedikit. Kamu kan sudah menikah. Berhiaslah untuk menyenangkan hati suamimu. Sebagai anak ummi, ummi mau kamu terlihat istimewa malam ini."

Ucapan ummi membuat Tiyas berkaca-kaca. Ia seakan mendapatkan kasih sayang dari ibunya sendiri yang sudah lama tidak ia dapatkan.

Ummi dengan telaten memoles bibir Tiyas dengan lip rin warna nude serta memakaikan maskara di mata Tiyas agar bulu matanya yang lentik lebih terlihat tajam.

"Tuh kan, padahal cuma pake lip tin tapi sudah berubah tambah cantik."

"Terima kasih, ummi."

"Sama-sama. Ayo kita berangkat. Mereka pasti sudah menunggu."

Ummi dan Tiyas keluar ke depan.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
secret
duhh nama aja ridho, kelakuan rawarass🤨 baruu Tyas marah aja udh gemeter, klo tau siapa suaminya Tyas bisa² ngompoll luu🤣
Bunda RH: ya kan nanti bisa pingsan kl tahu siapa Zain 🤭
total 1 replies
secret
*ayah indri
Sri Supriatin
Mampus kamu Dho, kena semprot Tyas🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwk dikira Toyas gak bisa marah😂
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ridho sakit hati karena gagal memperistri tiyas, makanya dia berusaha provokasi..... Tapi gagal, malah dia tengsin sendiri 🤣🤣
Bunda RH: iya kak gatot 🤭
total 1 replies
Novita Sari
jangan jangan otw zain junior....
Bunda RH: jangan jangan 😄
total 1 replies
secret
yokk zean, yakinin hilda dan bantu sembuhin traumanyaa
Bunda RH: yok yok gas pol
total 1 replies
Sri Supriatin
Jangan janda yg di selalu di ceritain Opa 🤭🤭🤭
Bunda RH: ah masa' sih 😂
total 1 replies
Novita Sari
semoga hilda berjodoh dengan zaen..
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
dewi rofiqoh
Lanjuut
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
Fitri Yah
habaja ... cah gemblung🤣
Teh Euis Tea
janda yg ini bkn sembarang janda umi, pokoknya janda yg buat hati zean berbunga bunga🤭
Teh Euis Tea: pokoknya siang malam terbayang bayang, sebelum preettt pada waktunya 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
secret
cah gemblungg gak tuu🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkk Zean radak memang
total 1 replies
Sri Supriatin
Gemblung2 putramu Ummi 😍😍😍🤣🤣🤣
Bunda RH: iya putra ummi yang 11 12 sama abinya
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣🤣🤣🤣Zean bocah gemblung ya ummi...... Akhirnya memakan omongannya sendiri, jatuh hati sama janda karena menolak janda🤣🤣🤣
Novita Sari
umi zaen lucu..
dewi rofiqoh
Pernikahan seperti apa yang pernah dijalani hilda? 🤔🤔
Sri Supriatin
Lanjuuut thor💪💪💪
Novita Sari
semoga cepat halal antara zean n hilda...
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
secret
lucunyaaa Rafli, jd makcomblang cilikkk🤭 semangaatt teruss berjuang Zean
Bunda RH: iya kak dia paham situasi 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
othorku coba jelaskan maksudnya amerika berhadapan dgn orangtua rafli 🤭🤭🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: semangat othorku
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!