NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Malam panas penuh pemaksaan.

Larut malam Pria itu terjaga dari tidurnya di sofa, terpaksa karena Nayla menguasai kamarnya dan mengunci pintu dari dalam, alhasil hanya bisa tidur di sofa dengan bantal dan selimut seadanya.

Ethan menggeleng pelan sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Ia meneguk susu dingin yang baru saja diambilnya dari kulkas. Setahunya susu bisa menetralisir alkohol dari bir yang tadi diminumnya saat di kedai, namun rasa pening di kepalanya belum juga berkurang.

"Kenapa kamu belum tidur?" Tiba-tiba gadis itu berdiri tak jauh darinya. Rupanya Nayla juga terbangun karena haus, lalu membuka kulkas dan mengambil kotak jus untuk diminum lewat sedotan.

"Kamu sendiri? Kenapa masih berkeliaran di jam begini?" Ethan menghabiskan susu dinginnya, lalu berpegangan pada tepian meja makan karena merasa kakinya tak begitu kokoh. Dia menatap gadis itu yang tampak tak acuh sambil menyantap sepotong kue yang diambilnya dari kulkas.

Krim kue itu menempel di bibir merahnya yang tampak begitu seksi dan menggoda.

Sial...

Ethan menelan ludah dengan susah payah. Di balik kaos putih tipis yang dikenakannya, samar terlihat b.ra berwarna hitam yang dipakainya. Pemandangan itu cukup membuat akal sehatnya terancam.

"Astaga... jangan begini saat ini..." gerutu Ethan dalam hati. Padahal kemarin dia baru saja melampiaskan hasratnya sendirian di kamar mandi. Namun melihat pemandangan Nayla yang cantik di hadapannya kini, sekuat tenaga ia berusaha menahan diri.

"Aku tidur dulu. Matikan lampunya ya."

Namun saat Nayla berbalik hendak kembali ke sofa tempatnya tidur, tiba-tiba ditarik pinggangnya.

"KYAAAA!!"

Nayla terpekik kaget saat tubuhnya diputar dan didorong perlahan hingga punggungnya menempel pada pintu kulkas besar. Ethan berdiri tepat di hadapannya, menatap lekat wajah gadis itu.

"A-apa yang kau lakukan...?" Ethan mendekatkan wajahnya. Aroma wangi bunga Peony dan mawar khas Nayla yang menyebar dari leher jenjang itu membuatnya nyaris kehilangan kendali.

Rambut Nayla yang di ikat asal-asalan tampak begitu memikat, membuatnya tampak cantik luar biasa.

Nayla menatap mata Ethan dengan napas tertahan. Dia mencoba meronta pelan, namun tenaganya tak sebanding dengan kekuatan pria itu yang kini mengunci tubuhnya di tempat, kedua tangan kekarnya bertumpu di sisi pinggangnya.

"Ethan... lepaskan aku..."

"Kita harus menambahkan satu pasal lagi dalam perjanjian kita," bisiknya berat, suaranya terdengar parau dan penuh gairah. "Jangan berkeliaran di dekatku dengan penampilan seksi seperti ini. Kamu paham?" Mata lentik Nayla berkedip bingung sekaligus gusar. Apa yang salah dengan penampilannya? Dia hanya mengenakan kaos longgar dan celana pendek santai. Apakah Ethan mulai bermasalah dengan penglihatannya.

"Kamu merasakannya, bukan?" Ethan mengusap sisa krim di bibir Nayla dengan ibu jarinya, lalu perlahan memasukkan jari itu ke dalam mulutnya dan menghisapnya perlahan, dia menempelkan kejantanannya pada paha Nayla.

Rasa takut dan pemandangan itu tampak begitu intim dan membuat wajah Nayla memerah padam. Terlebih ketika dia merasakan sesuatu yang keras dan besar menekan lembut di selangkangannya.

Itu adalah pertama kalinya Nayla merasakan keintiman sedekat ini. Tubuh pria itu menempel begitu rapat hingga napasnya tertahan.

"Lepaskan... maafkan aku... aku tidak bermaksud..."

"Tidak! Jangan bermimpi bisa lepas begitu saja setelah membangkitkan hasratku," bisiknya berat.

Ethan mengangkat kedua lengan Nayla ke atas kepalanya, lalu menyatukan bibir mereka. Ciuman itu terasa manis persis seperti kue yang baru saja dimakannya.

Nayla menahan pekikan nya. Ia terkejut namun tak berdaya melawan. Tubuhnya yang kecil terkurung sempurna dalam pelukan pria itu.

"Buka bibirmu..." perintahnya pelan namun tak terbantahkan. Nayla membuka bibirnya sedikit karena terengah, dan kesempatan itu tak disia-siakan Ethan. Lidahnya menyusup masuk, menjelajahi setiap sudut rongga mulut Nayla dengan penuh gairah dan kepiawaian.

Nayla yang sama sekali tak berpengalaman hanya bisa pasrah, memejamkan mata dan merasakan betapa hangatnya sentuhan bibir itu. Perlahan dia ikut hanyut dalam ciuman Ethan yang begitu memabukkan.

"Ah... jangan..." Nayla menggeliat kecil saat bibir Ethan beralih menyusuri lehernya yang putih mulus. Beberapa bekas kemerahan mulai muncul di sana, tanda kepemilikan yang begitu jelas.

"Kamu menyuruhku berhenti... namun tubuhmu justru menyuruhku terus, kamu sudah basah sayang" bisik Ethan tepat di telinganya.

Nayla menggeleng panik, namun tangannya justru mencengkeram bahu pria itu saat tangan Ethan menyelinap masuk ke balik kaosnya, menyentuh kulit perutnya yang halus. Lidahnya menjilat lembut daun telinganya hingga leher, membuat seluruh tubuh Nayla meremang hebat. Pikirannya seakan melayang, tak mampu lagi berpikir jernih.

"Ethan... tolong..."

"Aku belum puas, Nayla... nikmati saja ini..."

Keringat mulai membasahi kulit mereka berdua. Kaos yang dikenakan Nayla pun akhirnya terlepas begitu saja. Kini tak ada lagi penghalang di antara mereka.

Payu.daranya yang putih mulus dan sempurna terpampang jelas di hadapan Ethan. Dengan rakus dia mengecup dan menghisapnya memainkan juga puncak satunya, sementara tubuhnya mendekap erat tubuh Nayla di atas meja dapur, menggesekkan kehangatan tubuhnya di bagian paling sen.sitif gadis itu.

Ethan tak lagi peduli di mana mereka berada. Yang ada di benaknya hanyalah hasrat yang meluap-luap dan keinginan untuk menyatukan diri sepenuhnya dengan wanita ini.

Celana pendek yang dikenakan Nayla pun ikut terlepas begitu saja. Kini mereka berdua sama-sama telanjang, terbawa oleh arus gairah yang tak lagi mampu ditahan.

"Ethan... jangan..." Nayla memohon di sela desah napasnya yang memburu, namun tangannya justru meremas bahu pria itu saat dia merasa sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bagian paling tersembunyi miliknya.

Ethan menikmati setiap jengkal keindahan tubuh Nayla yang begitu sempurna. Bagian itu terlihat begitu mungil, merah muda, dan memikat. Dia tak ragu lagi melanjutkan sentuhannya dengan mulut, membuat Nayla yang sama sekali belum pernah disentuh pria mana pun melengkungkan punggungnya, dan meremas rambutnya tanpa sadar.

"Aku... ah aku tak tahan..." desis Nayla terbata-bata, tubuhnya melengkung hebat saat gelombang kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya menghantamnya.

"Ahh Ethan..." Tubuhnya gemetar hebat, napasnya memburu, hingga akhirnya dia merasakan puncak kenikmatan itu datang menyapu seluruh kesadarannya.

Ethan bangkit berdiri, lalu mengangkat tubuh Nayla yang masih terengah-engah dan lemas tak berdaya. Dengan lembut dia membawanya masuk ke dalam kamar dan merebahkannya di atas ranjang. Tak lama kemudian, dia pun menyusul berbaring di sampingnya.

"Lihat aku sayang..." Nayla membuka matanya perlahan. Di bawah sorot mata lembut Ethan, dia melihat kehangatan yang belum pernah ia temukan sebelumnya. Saat bibir itu kembali menyentuh bibirnya, kali ini Nayla tak lagi menolak. Dia membalas ciuman itu dengan segenap hatinya, hanyut sepenuhnya dalam rasa yang begitu mendebarkan.

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!