NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengumuman di Alun-Alun

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Sepuluh hari telah berlalu sejak Xiao Bai menjual pil pertamanya sebagai "Ah Chen". Dalam waktu sesingkat itu, ia berhasil menjual belasan pil berkualitas tinggi ke beberapa toko obat kecil di penjuru Kota Qingyun—selalu berpindah tempat, tak pernah menjual terlalu banyak di satu toko agar tak menimbulkan kecurigaan berlebihan. Hasilnya, kantung uangnya kini menyimpan hampir tujuh puluh keping perak, jumlah yang beberapa minggu lalu terasa seperti mimpi yang mustahil.

Dengan uang itu, ia berhasil menyewa kamar kecil namun layak di penginapan pinggir kota—jauh dari pusat keramaian yang mengenalinya sebagai "murid buangan sekte", dan cukup nyaman untuk melanjutkan latihan ekstraksinya tanpa gangguan cuaca seperti di gudang tua sebelumnya.

Pagi itu, saat Xiao Bai—dalam penyamaran Ah Chen—berjalan menuju pasar untuk membeli bahan-bahan ekstraksi baru, ia mendapati kerumunan besar berkumpul di alun-alun kota, mengelilingi sebuah papan pengumuman resmi bercap Sekte Awan Sembilan yang baru saja dipasang.

Rasa penasaran membawanya mendekat, menyelinap di antara kerumunan untuk membaca isi pengumuman itu.

*"Diumumkan kepada seluruh penduduk Kota Qingyun dan sekitarnya: Sekte Awan Sembilan akan mengadakan Ujian Eliminasi Murid Luar tahunan dalam waktu dua minggu ke depan. Ujian ini terbuka bagi siapa saja berusia di bawah dua puluh tahun, tanpa memandang latar belakang, untuk membuktikan kelayakan mereka menjadi murid resmi sekte. Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga tiga hari sebelum ujian dimulai."*

Xiao Bai membeku menatap pengumuman itu. Ujian Eliminasi Murid Luar—ujian yang sama seperti yang pernah menentukan nasibnya beberapa minggu lalu, hari ketika ia dinyatakan memiliki "dantian cacat" dan diusir dari sekte di depan seluruh murid yang tertawa mengejeknya.

Di tengah kerumunan, suara yang sangat familiar tiba-tiba menggema, membuat seluruh perhatian orang-orang teralih.

"Semua orang di sini pasti sudah dengar," suara Lin Hai terdengar lantang, berdiri di atas anak tangga batu di depan papan pengumuman, sengaja mengambil posisi tinggi agar bisa dilihat seluruh kerumunan. "Ujian eliminasi tahun ini akan jadi yang paling ketat sejauh yang pernah diadakan sekte kita. Aku sendiri, sebagai murid tingkat tiga Pemurnian Qi termuda di sekte, akan menjadi salah satu penguji pendamping tahun ini."

Beberapa orang di kerumunan bersorak kagum, memberi tepuk tangan bagi Lin Hai yang tersenyum puas menerima pujian itu.

"Dan untuk yang penasaran," lanjut Lin Hai, matanya tiba-tiba menyapu kerumunan seolah mencari seseorang, sebelum akhirnya melanjutkan dengan nada yang sengaja dikeraskan, "kudengar beberapa minggu lalu, ada seorang murid dengan dantian paling cacat yang pernah kulihat, diusir dengan memalukan dari sekte kita. Kalau ternyata masih ada orang bodoh yang berpikir untuk mendaftar ulang tahun ini dengan harapan konyol bahwa keajaiban akan terjadi, aku ingin menyampaikan pesan pribadi kepadanya."

Kerumunan mulai bergumam penasaran, beberapa orang yang mengenali kisah Xiao Bai mulai saling berbisik dan menoleh mencari-cari, meski Xiao Bai—dalam penyamaran Ah Chen—berdiri tenang tak dikenali di tengah mereka.

"Kalau kau masih hidup, sampah," Lin Hai melanjutkan, suaranya kini penuh ejekan yang sengaja disebarkan ke seluruh penjuru alun-alun, "dan kalau kau masih punya sedikit keberanian tersisa untuk mendaftar ulang tahun ini, aku ingin kau tahu satu hal: aku akan memastikan pengujian tahun ini menghabisi bukan hanya harapanmu, tapi juga sisa harga diri terakhir yang mungkin masih kau miliki. Anggap ini sebagai kesempatan terakhirmu untuk membuktikan bahwa kau memang benar-benar tak berarti, sekali dan untuk selamanya."

Tawa mengejek menggema di antara kerumunan, beberapa orang yang mengenali kisah "murid dantian cacat" itu ikut mencemooh tanpa benar-benar mengenal siapa Xiao Bai sebenarnya. Lin Hai tersenyum puas melihat reaksi itu, melangkah turun dari anak tangga dengan gaya penuh kepercayaan diri, meninggalkan pengumuman itu tergantung sebagai tantangan terbuka bagi siapa pun yang mendengarnya.

Xiao Bai berdiri diam di tengah kerumunan yang perlahan membubarkan diri, wajahnya yang tersamar tetap tenang meski di dalam dadanya, api yang telah lama membara sejak hari pengusirannya kini semakin berkobar mendengar penghinaan terbuka itu.

> **[Host, aku mendeteksi peningkatan detak jantung dan tekanan emosional. Namun kali ini, berbeda dari kejadian-kejadian sebelumnya, energi internalmu tetap stabil meski emosimu bergejolak. Analisis: penguasaan dirimu telah berkembang jauh sejak minggu-minggu pertama.]**

"Aku memang marah," gumam Xiao Bai pelan, cukup lirih agar tak terdengar orang lain di sekitarnya, "tapi kali ini, kemarahan ini tidak mengendalikanku. Aku yang mengendalikannya."

Ia berjalan menjauh dari alun-alun, pikirannya kini dipenuhi satu keputusan yang sudah lama tertanam sejak malam pertama ia mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi di tepi jurang—keputusan yang kini, dengan modal yang cukup, kendali diri yang jauh lebih matang, dan pemahaman yang jauh lebih dalam tentang kekuatannya sendiri, akhirnya siap untuk diwujudkan.

"Ujian eliminasi," bisiknya, langkahnya semakin mantap menuju penginapan tempatnya menyimpan hasil kerja keras selama sepuluh hari terakhir, "kali ini, aku akan mendaftar bukan sebagai Xiao Bai yang lemah dan putus asa seperti dulu. Aku akan datang sebagai seseorang yang telah mempersiapkan segalanya untuk memastikan hari itu menjadi hari terakhir Lin Hai bisa merendahkanku di depan siapa pun."

> **[Host, apakah kau ingin aku mulai menyusun strategi persiapan untuk ujian eliminasi mendatang? Ada waktu dua minggu sebelum ujian dimulai—waktu yang cukup untuk memaksimalkan persiapan, jika digunakan dengan tepat.]**

"Ya," jawab Xiao Bai tegas, matanya berkilat dengan tekad yang tak lagi menyisakan keraguan. "Dua minggu ini akan menjadi dua minggu paling penting dalam hidupku. Bantu aku, Tungku. Mari kita pastikan hari ujian nanti, mereka semua akan menyaksikan kebangkitan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan."

Cahaya keemasan di dalam dadanya berdenyut kuat, seolah ikut membara oleh tekad pemiliknya—dua minggu yang akan menentukan apakah nama Xiao Bai akan tetap dikenang sebagai lelucon murahan Kota Qingyun, atau menjadi awal dari legenda yang akan mengguncang seluruh sekte yang pernah membuangnya dengan begitu kejam.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!