"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu
"Kondisi ibu kamu semakin buruk, beliau harus segera dioperasi dan segera dipasangi ring pada jantung nya!"
Ucapan seorang dokter pria menghantam dada Aluna hari itu. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis, terlebih kenyataan jika kondisi sang ibu yang tidak baik-baik saja
Sang ibu adalah satu-satunya orang tua yang dirinya miliki dan ia akan melakukan apapun demi kesembuhan Wanita yang paling berharga baginya itu
"Kalau boleh saya tau, biayanya berapa yaa dok?" Tanya Aluna ragu
"Sekitar 150 juta, untuk biaya operasi sekaligus pemasangan ring"
Tubuh Aluna seolah ingin luruh, rasanya tulang-tulangnya tidak sanggup lagi untuk menopang berat tubuhnya
Dari mana dirinya mendapat uang sebanyak itu, dirinya hanya bekerja disebuah toko pakaian dengan gaji yang kecil, sementara sang ibu hanya berjualan kue keliling kampung
"150 juta?"
"Iya, saya akan berikan kemudahan. Kamu bisa membayar 50 juta lebih dulu!" Ucapan sang dokter tidak serta-merta membuatnya tenang
Uang 50 juta bukanlah angka yang kecil, bahkan untuk makan saja mereka kadang kesulitan
"Bisa gak dok, kalau saya minta ibu saya dioperasi dulu! Saya akan mencari uang itu secepatnya!" Pinta Aluna dengan penuh harap
"Maaf Aluna, tapi itu tidak bisa. Setidaknya kamu harus bayar setengah biayanya lebih dulu, baru ibu kamu bisa dioperasi! Saya sudah memberi kemudahan dengan hanya membebani kamu dengan 50 juta"
"Baik dok, saya akan segera menyiapkan uangnya!" Ucap Aluna pada akhirnya, entah kemana dirinya akan mendapatkan uangnya
Aluna tidak bisa lagi menahan air matanya, tubuhnya bersandar di dinding depan ruang pribadi sang dokter
Pertahanan nya runtuh, bagaimana dirinya bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat, namun ia juga tidak ingin kehilangan ibunya
Hanna masuk keruang perawatan ibunya, disana sang adik tengah menangis disamping brankar dimana seorang wanita paruh baya tengah terbaring lemah
"Gimana kak?"
Aluna memaksakan senyumnya, ia tidak akan membebani gadis remaja ini dengan masalah yang menimpa keluarga mereka
"Ibu harus segera dioperasi" Jawabnya lemah "Kamu jaga ibu sebentar yaa! Kakak akan cari uangnya!"
"Kakak mau cari kemana?" Tanya gadis berusia lima belas tahun itu
"Kakak masih belum tau, tugas kamu hanya jaga ibu! Biar kakak yang pikirin ini!" Aluna mengusap lengan sang adik, mencoba menyalurkan kekuatan agar sang adik tidak merasa sedih
"Cepat yaa kak! Aku gak mau kehilangan ibu" Remaja cantik itu sudah menangis' dan Aluna membawanya dalam dekapan. Saling berbagi kekuatan untuk menjalani cobaan hidup yang tidak mudah
Aluna memasuki toko tempatnya bekerja, beberapa rekan kerja telah memulai pekerjaannya dan Aluna segera bergabung
"Ada apa Lun? Muka kamu keliatan banyak pikiran?" Tanya seorang teman
"Ibu aku masuk rumah sakit"
Sahabat Aluna itu terlihat terkejut, ia tahu bagaimana sayangnya Aluna pada ibunya itu
"Sabar yaa Lun!" Aluna tersenyum menampilkan wajah yang seolah baik-baik saja
"Makasih yaa Ra"
"Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa bilang sama aku!"
Aluna tampak ragu, Rani tidak mungkin memiliki uang 50 juta. Tapi dengan bicara mungkin saja sahabatnya ini punya solusi
"Aku butuh 50 juta untuk biaya operasi ibu, kamu punya kenalan gak? Yang bisa aku pinjem uangnya gitu?"
Aluna berharap jika Rani memiliki jalan keluarnya, tidak masalah jika dirinya harus berhutang pada seorang rentenir
"Aku gak punya sih, tapi apa kamu mau kerja? Mungkin kamu bisa dapat uang segitu"
Aluna tanpa ragu mengangguk, sekarang pekerjaan apapun akan dirinya lakukan demi kesembuhan sang ibu
"Aku mau Ran! Aku mau kerja apa saja"
Rani tampak ragu, namun hanya ini yang bisa ia lakukan "Kamu yakin?"
Aluna mengangguk lagi "Kamu mungkin gak akan suka Lun, tapi aku gak punya solusi lain"
Senyum diwajah Aluna meredup, sepertinya ia tahu pekerjaan apa yang sahabatnya ini maksud kan
"Kamu jadi wanita malam, apa kamu bersedia?" Tanya Rani ragu
Aluna diam, pekerjaan yang Rani berikan sangat bertentangan dengan ajaran yang ibunya berikan
Sang ibu juga tidak akan setuju jika dirinya bekerja sebagai wanita malam. Tapi dari mana dirinya bisa mendapatkan uang dengan cepat
"Gimana? Aku gak akan maksa" Rani menyadari perubahan raut wajah sahabatnya itu
"Aku mau!" Tidak ada pilihan lain, jika hal ini adalah satu-satunya jalan maka akan ia lakukan
"Kamu yakin?"
Aluna mengangguk lagi "Aku akan lakukan apapun untuk kesembuhan ibuku"
"Oke! Nanti malam aku bawa kamu ketempat nya!" Ujar Rani
"Makasih yaa Ran"
"Jangan bilang makasih Lun! Ini bukan hal yang baik"
Aluna tersenyum, akhirnya ada jalan untuk menyembuhkan sang ibu walaupun ia harus menjadi wanita 'kotor' setelah ini
Malam harinya, Aluna dan Rani benar-benar mendatangi tempat yang siang tadi Rani ucapkan
Hal ini sudah Aluna pikirkan dengan matang, baginya tidak ada yang lebih penting dari kesembuhan sang ibu
Mereka masuk kesebuah club malam, Aluna yang baru sekali mengunjungi tempat seperti ini jelas saja tidak nyaman
Dentuman musik yang begitu memekakkan telinga, serta lampu yang remang-remang membuat nyalinya menciut
"Kita keatas!" Ajak Rani dan Aluna mengangguk
Mereka tiba disebuah ruangan, cahaya dikamar ini juga tidak begitu terang. Ada seorang wanita paruh baya dengan pakaian minim ditemani dua orang pria muda
"Tante"
"Rani! Ayo masuk!"
Rani masuk sambil memegangi tangan Aluna yang sudah sedingin es
"Tante Zora, aku bawa sahabat aku yang tadi aku bilang" Ujar Rani mengenalkan Aluna
"Dia cantik, kamu yakin dia masih virgin?" Tanya wanita dengan riasan tebal itu
"Pasti Tante! Dia butuh uang untuk biaya berobat ibunya"
"Kamu yakin mau bekerja disini?" Tanya Zora pada Aluna yang dibalas anggukan kepala oleh gadis cantik itu
"Kamu butuh berapa?"
"Li-ma puluh ju-juta" Aluna tergagap, ada sisi dirinya yang menolak pekerjaan ini namun bayangan kesakitan sang ibu ikut membayangi
Zora menarik sudut bibirnya "Saya akan berikan kamu 50 juta jika pekerjaan kamu memuaskan"
Aluna terlihat berbinar, ibunya akan segera mendapat penanganan dan bisa sembuh
"Tapi hanya setelah kamu melayani tamu pertama!" Aluna kembali menganggukkan kepalanya membuat Zora berdiri
"Bagus! Besok malam kamu kesini lagi! Mengerti"
Aluna mengangguk takut, entah kenapa ia merasa tatapan wanita dihadapannya begitu mencekam
"Bawa teman kamu ini Rani!"
"Baik Tante!" Jawab Rani "Ayo Aluna!"
Malam berikutnya Rani tetap mengantarkan Aluna kembali ketempat sebelumnya. Zora tersenyum saat melihat kartu AS miliknya datang
"Bagus Aluna!" Zora tersenyum "Pakai itu!" Titahnya dan Aluna hanya mengangguk patuh
"Antar dia ke hotel! Tuan besar menunggu disana!" Titah Zora pada seorang pria muda disampingnya
"Kamu siap-siap dulu Aluna! Dan jangan membuat ulah, mengerti!"
Lima belas menit mobil yang membawa Aluna tiba di depan sebuah hotel berbintang
Pria muda yang membawanya tadi telah pergi setelah menyerahkannya pada seorang wanita
"Cepat!" Wanita yang berpakaian formal itu melangkah lebih dulu dan Aluna mengikutinya
"Tunggu disini sampai tuan besar datang! Jangan mencoba untuk membuat ulah!" Aluna mengangguk, lalu wanita itu berlalu keluar dari kamar
Kini ia telah berada didalam kamar hotel, kamar yang besar dan mewah. Bahkan dalam mimpi pun ia tidak pernah berpikir ada ditempat seperti ini
Aluna menunggu sambil saling meremas jemari nya. Ia benar-benar gugup. Bayangan seorang pria tua dengan perut buncit menyentuhnya
"Ini semua demi ibu, Aluna! Kamu pasti bisa"
Ia meyakinkan dirinya untuk menerima semuanya demi kesembuhan sang ibu. Biarlah ia menjadi buruk asalkan ia bisa melihat senyuman dari wanita yang sudah melahirkan nya itu