NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16.

Salindra dan Hafsah saling bertukar cerita setelah lama tidak bertemu sedangkan Patih merasa di cuekin oleh kedua perempuan di sebelahnya. Salindra merasa tidak nyaman dengan pria duduk di samping Hafsah.

Seorang pelayan datang membawa hidangan untuk mereka. Lalu, meninggalkanya setelah meletakkan hidangan untuk mereka.

“Habis ini kita ke pasar malam yuk, aku ingin naik bianglala, iya kan, Patih," kata Hafsah sambil menatap ke arah Patih meminta persetujuannya.

Patih mengangguk tanpa menyahut, pandangannya tertuju pada Salindra, ia mengagumi Salindra sejak dulu. Namun, baru kali ini bisa berdekatan itu pun berkat usaha Hafsah. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sedang mengawasi mereka.

"Ya udah, sekarang aja ke sana," sahut Salindra.

"Nanti dulu habisin ini dulu, sayang kalau sisa pasti gak ke makan," kata Hafsah sambil mengunyah makanannya dan meneguk minuman.

Salindra merasa diperhatikan oleh Patih merasa risih, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Mata itu langsung bertatap dengan Citra yang sedang makan bersama seorang pria.

“Kenapa harus ada dia sih, bikin muak saja," batin Salindra kesal.

“Hafsah, kita pergi sekarang," Salindra beranjak dari tempat duduk meninggalkan tempat.

Hafsah yang sedang makan tersedak, Patih dengan sigap mengambilkan ia minum. "Tidak usah terburu-buru, santai saja. Temanmu tidak akan meninggalkanmu, dia menunggu di luar,"

Hafsah merasa lega kemudian membungkus makanan ke dalam kantong dan memasukkan ke dalam tas miliknya, beranjak keluar dengan langkah lebar.

Di tempat duduk lain Citra tersenyum smirk melihat reaksi Salindra. "Kamu kenapa?" tanya pria yang bersamanya.

“Tidak apa-apa," jawabnya sambil berpikir mencari rencana untuk membuat Salindra celaka.

...----------------...

Di pasar malam ketiganya menikmati suasana pasar malam. Mereka naik beberapa permainan dengan wajah ceria hanya saja Salindra kurang suka karena sejak tadi Patih selalu memperhatikannya dengan tatapan tajam seolah takut hilang.

"Hafsah, aku ke sana dulu," Salindra berpamitan sengaja menghindar dari Patih.

"Jangan jauh-jauh nanti kesasar," sahut Hafsah sambil bermain lempar gelang ke arah botol.

Melihat Salindra pergi Patih mengawasi kemana Salindra melangkah. Karena banyaknya orang yang berlalu-lalang Patih kehilangan Salindra. Hatinya merasa khawatir segera pergi meninggalkan Hafsah bermain sendirian.

"Eh, Patih kamu mau kemana?" Hafsah menghentikan permainannya dan mengikuti Patih.

Patih diam tanpa membalas pertanyaan Hafsah semakin melangkah dengan lebar pandangannya menyapu seluruh sudut pasar malam. Tapi, tidak menemukan Salindra membuatnya semakin khawatir.

Hafsah menyadari kalau Salindra sudah lama pergi dan tidak juga kembali membuatnya merasa bersalah. Sementara di tempat lain Salindra dengan tenang menikmati es krim dan makan roti bakar.

"Akhirnya aku bisa bebas dari pria itu_"

"Pria siapa?' tanya seorang pria berdiri di belakang Salindra.

Salindra terkejut langsung menoleh. "Kamu,_"

Pria itu duduk di depan Salindra dengan santai sambil membawa segelas kopi panas dan meletakkan di atas meja.

"Jadi, kamu ke sini tidak sendirian?" tanya Arya.

"Sama temanku tapi dia mengajak sepupunya," jawab Salindra dengan wajah kesal.

Arya mengerutkan alisnya heran sekaligus penasaran dengan pria yang di maksud Salindra, matanya mencari teman Salindra tapi tidak ada di sekitar mereka. Barulah ia paham kemana arah kalimat Salindra.

“Apakah aku mengganggu waktumu?" tanya Arya kemudian.

"Tidak juga," sahut Salindra santai sambil menghabiskan es krim.

Dari jauh Patih melihat interaksi Salindra dan seorang pria hatinya terasa sakit, nyeri saat melihat mereka berbicara dengan akrab, seperti sudah saling mengenal. Patih ingin menghampiri mereka tapi enggan dan arah berbalik.

Hafsah melihat sikap Patih aneh menarik tangannya dan berjalan dengan cepat menghampiri Salindra.

“Bagus ya, kamu enak-enakan duduk dengan pria lain sedangkan kami sibuk mencari kemana-mana sampai capek kakiku," bentak Hafsah menatap Salindra dengan wajah cemberut.

Salindra tersenyum malu dan menutupi wajahnya menggunakan es krim di tangannya. "Maaf," katanya tidak mau melihat wajah Hafsah.

"Kalau begitu beliin kami es krim," Hafsah duduk di samping Salindra sedangkan Patih diam saja memperhatikan pria yang duduk di depan Salindra.

"Patih, duduk. Ngapain berdiri di situ, mumpung ada yang traktir nih," perintah Hafsah dengan semangat.

Arya sedikit sungkan melihat tatapan Patih merasa curiga. Keduanya pun enggan berjabat tangan karena tidak ingin mengenal satu sama lain dan saling cuek. Salindra memperhatikan dua pria di depannya merasa aneh lalu, menghembuskan napas panjang.

"Kalian beli ambil saja mana yang kalian suka," kata Salindra dengan sebal melihat Patih.

Patih tersenyum manis mendapat traktiran dari Salindra. "Terimakasih, Salindra. Tapi, kali ini biar aku yang bayar, kan gak enak dari tadi kamu terus yang bayarin kita," sahut Patih merasa bersalah.

Arya terkejut hampir tersedak mendengar perkataan Patih. "Pantas saja mukanya melas, ternyata minta di traktir sama Salindra, gak malu apa masa cewek yang traktir," batin Arya.

Salindra dengan sigap memberikan air mineral kepada Arya. Arya meraih dan meminumnya, hal itu membuat hati Patih semakin nyesek, tapi tidak ia tampakkan di depan semua orang. Ia pun tertawa kecil melihat Arya tersedak.

"Sepertinya ada yang tersinggung," kata Patih melirik Arya.

Dua perempuan di depan mereka menatap ke arah mereka tidak paham apa yang terjadi pada dua pria tersebut. Arya tidak menanggapi dan beranjak pergi meninggalkan mereka dengan malas.

"Hafsah, aku pulang dulu ya, kakakku menelpon tadi memintaku segera pulang," Salindra beranjak dan melangkah dengan cepat.

Hafsah melihat kepergian Salindra merasa gelisah, padahal niatnya ingin mengenalkan sepupunya terancam gagal dan merasa dari tadi Salindra tidak terlalu peduli pada Patih yang selalu mengajaknya bercanda bahkan sempat dekat.

Patih menatap kosong ke depan setelah kepergian Salindra, kini wajahnya berubah sendu dan kecewa. Ia berjalan ke arah parkiran diikuti Hafsah.

"Patih, aku minta maaf atas kejadian tadi. Aku tidak tahu kalau akan seperti ini, maaf ya," ucap Hafsah menunduk sesal di hatinya.

"Tidak usah sedih gitu, mungkin belum waktunya aja. Ayo kita pulang lain kali kalau mau mengajak orang tanya dulu apa dia mau atau tidak?" kata Patih menyalakan mesin motor, Hafsah naik di jok belakang. Patih melajukan motornya.

Ketika Salindra akan menyalakan motornya, tiga orang pria datang menghampiri dan menggodanya. Salindra merasa risih melihat tiga pria tersebut menghindar dengan menjaga jarak. Tiga pria itu semakin dekat dan berusaha memegang bagian tubuh Salindra.

Ketiga pria itu tak berhenti menggodanya bahkan akan menarik tangan Salindra tapi langsung di tepis dengan kasar oleh Salindra. Salah satu pria itu menarik paksa Salindra kemudian membekap mulut sehingga Salindra tidak bisa berteriak minta tolong.

Mereka membawa Salindra ke tempat sepi tak jauh dari tempat parkir seperti gudang kosong. Salindra di jatuhkan ke lantai dan berdebu. Ketiga pria itu menatap sambil menelan air ludah dengan kasar seperti orang yang lapar. Salindra berdoa dalam hati agar dapat pertolongan dan membawanya keluar dari tempat tersebut.

Salah satu dari mereka maju memangnya kaki Salindra dengan kuat. Sedangkan dua lainnya memegang tangan Salindra kemudian mengikat ke tiang yang ada di tempat tersebut.

Posisi Salindra saat ini memudahkan mereka bertiga melakukan aksinya terhadap tubuhnya. “Aku dulu, kalian belakangan," kata pria berbadan tegap dan berkumis tebal.

Salindra menangis meratapi dirinya yang lemah dan tidak bisa menyelamatkan dirinya dari ketiga pria tersebut.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
👍
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!