Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Malah runyam
Semua warga langsung turun tangan untuk mencari keberadaan Ana yang menghilang begitu saja tanpa jejak, senter dan obor terus ke sana kemari untuk memperhatikan setiap langkah yang ada di jalan tersebut karena mereka juga harus mencari salah satu bukti bila memang ana masih tertinggal di sini atau dia telah diculik untuk dibawa ke tempat lain.
Bu Yuni Sudah gemetar sejak tadi dan dia merasakan firasat yang tidak bagus setiap kali melihat Rudi yang terlihat begitu kotor, pikiran wanita ini selalu mengarah pada tragedi yang menimpa Airin dari desa sebelah karena gadis itu meninggal dunia akibat perbuatan kekasih dia sendiri.
Sejak tadi pikiran dia memang hanya ke situ saja dan tidak bisa berubah sehingga Rudi juga mulai merasa aneh dengan sikap Bu Yuni, namun dia tetap berpikir positif dan beranggapan bahwa mungkin saja Bu Yuni bertingkah demikian karena dia sedang cemas memikirkan anak yang sampai sekarang masih belum berhasil mereka temukan juga.
Zulham yang biasanya selalu bertingkah pecicilan pun sekarang langsung berubah menjadi serius karena dia tahu bahwa masalah ini tidak bisa di anggap enteng lagi, sebisa mungkin dirinya harus membuat Bu Yuni merasa tenang dan menemukan keberadaan Ana yang kemungkinan besar sekarang sedang di culik oleh seseorang, sehingga dia menghilang begitu saja dari desa ini.
Mulai dari sawah dan kembali lagi mereka di ujung desa namun Ana juga tak kunjung ketemu, tidak tahu saja sekarang seluruh orang sudah sangat panik dan tentu Bila seorang gadis yang hilang seperti ini maka pikiran mereka tentang pemerkosaan saja karena kebanyakan memang seperti itu ketika kehidupan gadis cantik di desa ini dan juga desa lain.
Rudi juga sangat takut bila sesuatu yang buruk telah menimpa kekasih dia, Tadi mereka memang sempat bertemu sekilas namun Rudi tidak mengajak anak pergi karena Gadis itu mengatakan bahwa dia sedang ada pekerjaan sehingga dia menolak untuk pergi bersama dengan sang kekasih.
''Aku hari ini malah tidak ada sama sekali melihat dia.'' Sania berkata dengan perasaan berdebar tidak karuan.
''Kalau aku masih ketemu dan malah dia bilang kalau malam ini mau jualan di pangkalan desa.'' Reni menjawab dengan wajah panik.
''Lalu Ke mana dia pergi sekarang ini?'' Sania sangat cemas dengan teman mereka sendiri.
''Rudi, Tolong jujur katakan di mana Ana sekarang!'' Bu Yuni menarik Rudi dengan sangat kasar.
''Bu, Saya tidak tahu di mana Ana.'' Rudi agak kaget namun dia tetap bersikap sopan.
''Jangan mengelak lagi karena aku tahu Kau pasti pergi bersama dengan Ana!'' Bu Yuni berteriak keras.
''Bu, yang tenang dulu dan jangan langsung emosi seperti itu.'' Bunda Rehan mendekati Bu Yuni karena dia juga bingung.
''Aku tahu kalau Ana pasti pergi dengan Rudi dan aku yakin kau pasti melakukan perbuatan buruk kepada Ana kan!'' tuding Bu Yuni secara langsung.
''Demi allah aku tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu.'' Rudi kaget sekali atas tuduhan yang telah diberikan oleh Bu Yuni.
''Kenapa sampeyan mendadak saja menuduh anak saya seperti itu?'' Bunda juga mulai kaget dengan sikap Bu Yuni.
''Ibu Ibu, Tolong jangan berdebat seperti itu dulu ya karena kita masih sedang tahap pencarian dan kemungkinan Ana hanya tersesat saja.'' Pak RT berusaha untuk mendinginkan mereka berdua.
Namun terlihat jelas bahwa Bu Yuni tidak bisa membuang pikiran itu dari dalam pikiran dia karena dirinya sudah sangat yakin bahwa Rudi yang telah membawa Ana menghilang, perasaan itu semakin kuat ketika Rudi muncul dengan wajah berantakan serta baju yang sangat kotor karena dia beralasan hampir menabrak anjing.
Entah benar atau tidak namun yang jelas Bu Yuni tetap ke kepada pendirian dia bahwa Rudi telah melakukan hal buruk kepada Ana, padahal saat ini dirinya juga berbicara tanpa bukti sehingga jelas banyak orang yang tidak percaya dengan hal itu dan mulai meragukan apakah memang ucapan itu benar atau tidak.
''Selama ini sudah banyak kejadian bahwa pria memperkosa kekasih hanya karena niat tertentu!'' Bu Yuni tetap menuduh seperti itu.
''Saya tidak mungkin tega melakukan hal buruk seperti itu kepada Ana!'' Rudi langsung menyangkal dengan wajah tidak percaya.
''Pelaku pasti akan berkata demikian, Fitra juga mengatakan hal seperti itu ketika bertemu dengan keluarga Airin!'' Bu Yuni menjawab dengan cepat.
''Saya sudah cukup diam sejak tadi tapi tolong jangan fitnah anak saya seperti itu.'' Bunda juga sangat kecewa dengan Bu Yuni.
''Rudi pasti tahu saat ini Ana ada di mana dan kemungkinan kamu sudah membunuh anak saya kan!'' Bu Yuni berteriak sambil berderai air mata.
''Yun, kamu ndak boleh langsung memfitnah dia seperti itu karena tidak ada bukti juga.'' Mak Tini datang mendekat untuk menenangkan wanita itu.
''Huhuuhuuu Ya Allah tolong lindungi Ana!'' Bu Yuni menangis terisak-isak karena dia sangat takut.
Pak RT dan juga para warga masih terdiam karena mereka bingung harus mencari pada bagian mana lagi, rasanya Desa ini sudah mereka kelilingi dengan cermat namun sampai sekarang masih belum juga menemukan bukti bahwa Ana telah pergi bersama dengan Rudi dan saat ini telah dicelakai pula oleh pemuda tersebut karena memang tidak ada saksi yang melihat tentang kejadian itu.
''Jangan saling tuduh dulu seperti itu karena besok kita akan segera lapor polisi.'' Pak RT menengahi perdebatan mereka.
''Pokok nya aku sangat yakin kalau Rudi pasti sudah mencelakai Ana!'' teriak Bu Yuni.
''Tidak, Rudi tidak mungkin bersikap seperti itu karena selama ini dia sangat mencintai Ana!'' Bunda langsung menyangkal.
''Tapi cinta memang bisa pudar dan selama ini siapa yang tidak mengetahui kalau Fitra begitu mencintai Airin.'' Sania juga mulai termakan omongan Bu Yuni.
''Sania!'' Reni menyentak tangan teman dia karena ikut campur urusan orang tua.
''Ya kan memang benar seperti itu karena kita tidak bisa percaya dengan cinta, Banyak gadis yang mati karena dibunuh oleh pacar dia sendiri!'' Sania berkata dengan lantang.
''Kau jangan bicara sembarangan seperti itu Sania, aku tidak mungkin mencelakai Ana!'' bentak Rudi karena dia sangat tidak terima.
''Ya kan kami tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran kau itu sebenarnya, Fitra dulu begitu kekeh menyangkal kalau dia tidak ada mencelakai Airin.'' Sania berkata tak kalah sengit.
Rudi yang mendengar hal itu jadi semakin emosi dan dia segera mendatangi untuk memberi tamparan kepada Sania, Untung saja Pak RT segera melerai pertengkaran itu karena tidak mau bila nanti justru semakin panas dan tentu akan semakin runyam juga tanpa ada jalan keluar sama sekali.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar nya ya.