Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Lima hari kemudian.
Setelah acara resepsi pernikahan kemarin, hubungan Najma dan Kai, sedikit ada perubahan walau cukup minim.
Hari ini adalah hari dimana sebagian besar umat muslim sedang melakukan puasa Arafah, termasuk Najma dan juga Kai.
Najma hari ini masih masuk kuliah dan dia juga harus membantu mempersiapkan acara untuk nanti malam di pesantren.
Najma juga mulai membantu - bantu di pesantren walau tidak banyak yang bisa ia bantu, seperti mengajar pelajaran umum dan lainnya.
" Ma, kamu kaya capek banget gitu ma?" tanya Syifa yang melihat wajah Najma yang tampak sedikit pucat.
"Paling juga habis di gempur suaminya, emang berapa romde Ma?" sahut Kina yang memang sering sabun.
" Apa sih, cuma agak capek aja, besok kan idul adha,nahh pondok agak riweh, sama agak riweh persiapan nikahnya Gus Ilham sama Ustazah Aiza" jawab Najma.
" istirahat ma, kamu ini masih aja gila kerja ".sahut Syifa.
" Kalau diem doang aku juga malah jadi bingung, udah kebiasaan ngelakuin banyak hal" jawab Najma.
" oh yaa kalian, jadinya magang dimana?" tanya Najma yang. akan magang semester depan.
" aku kayaknya mau nyoba di solo dech yang deket rumah" sahut Kina.
" aku kayakya di pendidikan jadinya mungkin di pesantren kamu, soalnya di sana kan basisnya modern " jawab Syifa.
" Kalau kamu gimana?" tanya Syifa pada Najma.
" aku masih bingung, aku juga harus minta pendapat suami aku dulu, tapi...." jawab Najma menggantung.
" Tapi kenapa?" tanya Kina.
"hehehe aku enggak tau cara izinnya gimana" jawab Najma.
" Yahhh tinggal izin lah, jangan - jangan kalian masih diem- dieman?" sahut Kina.
" enggak juga sih, tapi jujur aku bingung dengan sikap Gus Kai, dia terlalu sulit untuk di tebak" jawab Najma, yang memang terkadang bingung dengan sifat suaminya yang cepat sekali berubahnya.
Seperti mood perempuan di hari pertama haidnya.
" ck....bisa lah, loe aja bisa naklukin anak- anak bermasalah di tempat loe les dulu" sahut Syifa.
" Tapi ini tuh beda" jawab Najma.
Bertepatan dengan ponsel Najma yang berdering dan tertera nama Balqis di ponselnya, " balqis" gumam Najma melihat ponselnya.
Najma kemudian mengangkat panggilan dari adik iparnya, " Assalamualaikum mb najma, mbak udah selesai kuliah belom mb? ini ada orang gengsi minta anter ke kampus mbak Najma, buat jemput Mbak ..." suara cempreng Balqis yang beruntun membuat Najma sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga nya.
" Waalaikumsalam, ini mbak udah selesai sihh..dek, lohh siapa? mbak kayaknya enggak minta tolong di jemput siapa- siapa ?" sahut Najma.
" Siapa lagi kalau bukan suami mbak tercinta, yang tiba- tiba saja gengsinya setinggi langit, mbak Najma boleh turun gak ya... balqis sama Mas Kai soalnya nunggu di parkiran hampir satu jam" sahut Balqis.
" Astagfirullah, okey mbak turun sekarang dek, tunggu dulu yaa" sahut Najma kemudian mematikan ponselnya.
Najma kemudian membereskan barang - barangnya dan memasukannya dalam tas, karena tergesa- gesa banyak barang Najma yang berjatuhan.
" Santai aja sih..Naj, emang siapa yang telfon?"ujar Syifa membantu memuti barang Najma yang terjatuh.
" Adik ipar aku, katanya udah nunggu satu jam di parkiran" jawab Najma.
"aku pamit dulu ya... Assalamualaikum " pamit Najma yang kemudian keluar lari dari kelasnya.
Sedangkan di dalam mobil Balqis sedang berdebat dengan Kai yang gengsinya begitu tinggi, ia bilang ke Balqis untuk menemaninya membeli barang untuk esok, namun ia mengajak Balqis untuk menjemput istrinya terlebih dahulu, namun ia sendiri tidak tau sang istri pulang jam berapa, ingin bertanya pun ia memilih meminta Balqis yang menelfon sang istri.
" Mas... mas kan pasti sudah belajar tentang bab rumah tangga, kalau umi dan Abi tau , bukannya mas yang kena marah juga" Nasihat Balqis pada sang kakak.
" Apa sih kamu, anak kecil enggak tau apa- apa diam aja " sahut Kai yang kembali ke ponselnya.
" gengsi banget mas" balas Balqis yang kemudian menyilangkan tangannya ke depan dan memanyunkan bibirnya.
Tidak lama Balqis melihat kakak iparnya yang tergopoh - gopoh lari menuju parkiran, Balqis melihat Najma yang membawa begitu banyak barang yang berusaha ia masukan ke dalam tas nya.
" ehhh"teriak Balqis spontan saat melihat Najma hampir saja tertabrak oleh sebuah motor sport.
" kenapa sih dek, teriak- teriak?" tanya Kai menoleh ke arah Balqis.
" itu Mbak Najma hampir ke tabrak" jawab Balqis panik kemudian menujuk ke arah Najma.
Kai kemudian mengikuti jari Balqis yang menujuk ke arah sang istri, dimana Najma yang terduduk membereskan barang- barangnya yang berceceran.
Kai segera turun dan menghampiri sang istri dan seorang pria pemilik motor yang hampir menabrak Najma.
" Kamu gapapa Ma, sorry yaa aku enggak hati- hati" ujar cowok berperawakan tinggi tersebut.
" Aman kok kak, aku yang seharusnya minta maaf ,enggak lihat- lihat dulu, maaf yaa kak" jawab Najma.
Kai segera berlari ke arah sang istri, " Kamu gapapa?" tanya Kai memastikan istrinya baik- baik saja dan membantu Najma berdiri.
Namun tangannya segera di tepis oleh cowok yang hampir menabrak Najma , " Maaf Najma tidak suka bersentuhan dengan yang bukan muhrim nya" ujar cowok tersebut seakan begitu mengenal Najma.
"Saya suaminya " jawab Kai yang begitu dingin .
"Hah? kamu udah nikah Ma?" tanya Iqbal, kakak tingkat Najma yang mengagumi Najma.
"Iya kak, ini namanya Mas Kai, suami aku, mas ini Kak Iqbal kakak tingkat aku " sahut Najma yang memperkenalkan Kai ke Iqbal dan begitu sebaliknya.
" Maaf aku enggak tau" sahut Iqbal.
"Iya kak, gapapa kok kak, kalau begitu aku pamit dulu yaa kak" pamit Najma pada Iqbal.
Najma kemudian beralih pada Kai dan menggadeng lengan Kai, entah keberanian dari mana yang tiba- tiba datang pada diri Najma hingga, dirinya berani menggadeng tangan suaminya.
Hingga mereka sampai di dekat mobil milik Kai, Najma melepaskan tanganya dari lengan suaminya, Kai yang merasakan itu langsung menoleh ke arah Najma.
" kenapa di lepas?'" tanya Kai.
" Maaf Gus,saya tadi enggak bermaksud " jawab Najma.
" ckk... masuk " pinta Kai yang sepertinya kesal karena sang istri melepas tangannya.
Najma kemudian berjalan ke arah pintu belakang, Namun Balqis segera turun dan pindah ke kursi belakang dan meminta Najma untuk duduk di depan.
" Mbak duduk di depan aja" ujar Balqis.
"ehhh mbak duduk di belakang saja dek" jawab Najma, namun tidak di dengar oleh Balqis.
Balqis kemudian masuk mobil dan duduk di kursi belakang, sedangkan Najma masih di luar dan ragu untuk masuk.
" cepet masuk" ujar Kai dari dalam mobil.
Najma segera masuk dan duduk di kursi penumpang depan, setelah itu Kai menjalankan mobilnya keluar dari area kampus dan menuju tempat yang akan mereka tuju.
" Maaf yaa dek, Gus kalau tadi menunggu lama" ujar Najma mengingat tadi adik iparnya bilang, mereka sudah menunggu Najma satu jam lebih di parkiran.
" hmm" hanya deheman singkat dari Kai sebagai jawabannya.
" Gapapa Mbak, ini semua salah mas Kai, mas kai enggak tau mbak pulangnya jam berapa, main jemput aja, terus aku suruh tanya mbak mas kai enggak mau" jawab Balqis yang melirik sinis ke arah kakaknya.
" kok jadi mas sih" protes Kai.
" Yaa... karena gengsi mas tinggi" jawaban Balqis itu, membuat Kai diam, karena yang di bilang adiknya adalah benar.
...****************...
Malam harinya kini Najma, Umi Siti dan Balqis sedang berjalan santai menuju ke asrama putri karena jika lebaran idul adha tidak ada perpulangan, maka di asrama di adakannya lomba.
Lomba ini di bagi biasanya perkelas dan setiap angkatan biasanya terdiri dari tiga kelas dan di bagi beberapa bagian.
Ada lomba sholawat dan lomba takbiran dengan peralatan kreatif dan costum yang unik, untuk mengisi waktu takbiran di pondok.
Sedangkan Kai, Ilham dan Kiyai Ibrahim ke asrama putra ikut meramaikan takbiran di masjid pesantren dan banyak juga warga yang ikut memeriahkan takbiran di masjid pesantren.
Masjid Pesantren berada ditengah - tengah komplek .
" Kai abi lihat, tadi istri mu di jemput temannya yaa, waktu berangkat kuliah?" tanya Abi Ibrahim yang tidak sengaja melihat Najma menunggu temannya di depan gerbang pesantren.
" Iya bi, katanya rumahnya daerah sini" jawab Kai, ia tahu karena Najma selalu pamit dengan dirinya saat ingin berangkat dan Najma selalu bilang jika dirinya berangkat dengan Syifa.
" Abi lihat istri mu bisa naik motor,lebih baik kamu belikan saja motor atau pakai motor mu , kasian jika dia terus menumpang denang temannya" Nasihat Abi Ibrahim.
" Iya bi, nanti Kai tanya dulu dengan Najma" jawab Kai.
" Kamu ini udah dua minggu nikah, Abi lihat masih saja cuek dengan istri mu, istri mu itu orang baik Lee, jangan pernah sia- sia kan" .
" Iya bi" jawab Kai singkat.
Abi Ibrahim hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah putranya dan kembali memperhatikan para santrinya yang kini duduk melingkari masjid mengumandangkan gema takbir yang bersahutan dengan masjid lainnya.
Sedangkan Najma kini duduk di sebelah umi Siti di samping panggung untuk para santriwati tampil sebagai juri, bersama dengan beberapa ustadzah senior lainnya, ini adalah pengalaman baru untuk Najma dan cukup seru bagi Najma.
" Gimana nduk, seneng?" tanya Umi Siti melihat menantuya yang tersenyum ke arah santriwati .
" seru umi, ini pengalaman baru buat Najma" jawab Najma excited.
"Iya nduk... mulai tahun ini dan seterusnya ini akan menjadi acara rutin buat kamu setiap, idul adha" sahut Umi Siti yang mencubit pipi Najma yang mulai chubby dari awal mereka bertemu.
Najma tertawa dan mengusap tangan mertuanya, seakan berterima kasih karena menerima dirinya dengan baik.
Sedangkan di barisan sebrang Aiza melihat ke akraban umi Siti dengan calon adik iparnya yang terlihat begitu akrab, bahkan melebihi dirinya yang sudah lebih lama mengenal umi Siti.
Waktu berputar begitu cepat, kini jam menujukan pukul sepuluh malam, umi Siti dan Najma kini berjalan ingin pulang ke ndalem, sedangkan Balqis ingin menginap di asrama dengan Billa.
Najma dan umi Siti juga bareng dengan berapa ustadzah senior yang sudah menikah dan memang di sediakan rumah sederhana oleh kiyia Ibrahim,Najma tampak cepat sekali membaur, padahal ia baru beberapa kali membantu di asrama.
" umi , Ning, Ustadzah saya duluan nggeh" ujar Ustazah Nida kala sudah sampai di pertigaan dan rumah beliau tepat di samping pertigaan.
" Iya us, mari" jawab Yang lainnya, Sebelumnya ustadzah Nida mencium tangan umi Siti terlebih dahulu.
Dan kini satu persatu kembali ke rumah mereka masing- masing dan menyisakan umi Siti dan Najma yang mengadeng mertunya.
Tidak lama terdengar sebuah suara motor dan dari belakang Kai datang dengan motornya dan berhenti tepat di samping sang istri.
"Umi, ayo naik, udah malam ini" ujar Kai tanpa melihat ke arah sang istri.
" enggak usah, umi jalan aja sama mantu umi" balas umi Siti.
" umi bener kata Mas Kai, kalau umi jalan capek" ujar Najma membujuk mertuanya.
" Kamu gimana nduk? masak sendirian " sahut Umi Siti.
" Gapapa umi, kan masih di lingkup pesantren juga umi" jawab Najma.
" umi dari tadi di tunggu abi loh " sahut Kai.
Umi Siti menatap menantunya dan Najma memberi anggukan pada mertuanya, umi Siti kemudian naik ke motor milik Kai di bantu oleh Najma.
Kai kemudian melajukan motornya hingga sampai di ndalem , " Aku mau jemput Najma dulu mi" pamit Kai segera memutar kembali Motor miliknya.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" anak itu, kalau bucin emang sukanya diam- diam " gumam Umi Siti menatap kepergian putranya.
Sedangkan Najma berjalan sendirian, ia berjalan pelan menikmati udara dingin di pesantren, ia bisa merasakan berbedaan udara di pesantren ini yang begitu sejuk dan damai.
Saat sedang menikmati udara, ia kembali mendengar motor suaminya dan kilauan lampu yang menyoroti wajahnya dari arah depan.
Kai berhenti di samping sang istri yang tengah berjalan, " Naik" pinta Kai pada istrinya.
Najma kemudian hanya menganggukan kepalanya, setelah Najma naik, Kai kembali melajukan motornya ,namun bukan ke arah ndalem melainkan ke arah gerbang pesantren.
" Lohh.... gus,kita mau kemana?'" tanya Najma.
"Cari makan, aku laper temani makan dulu"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂