NovelToon NovelToon
Bangkit Sistem Penghakiman, Semua Penjahat Berlutut!

Bangkit Sistem Penghakiman, Semua Penjahat Berlutut!

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Sistem
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Darma

"Raka Laksana — yatim piatu, detektif gagal, ditertawakan semua orang. Sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dalam dirinya: “Sistem Penghakiman”. Mata Dosa yang bisa membaca dosa siapa pun. Buku Penghakiman yang bisa menjatuhkan hukuman di hadapan seluruh negeri. Kekuatan yang tak dimiliki polisi, jaksa, atau hakim mana pun.

Menyamar sebagai konsultan biasa di Satreskrim Kota Elang Biru, Raka membongkar kasus demi kasus — pembunuhan, sindikat perdagangan manusia, konspirasi elite — sambil menyembunyikan identitas aslinya sebagai eksekutor bayangan. Sistem terus naik level, skill terus bertambah, dan setiap penjahat yang lolos dari hukum biasa... tidak akan lolos dari tangannya.

Tapi ada satu kasus yang tak pernah bisa ia lupakan: dua puluh tahun lalu, kedua orangtuanya difitnah dan dihancurkan oleh **Keluarga Halim** — konglomerat paling berkuasa di kota ini. Setiap kasus yang ia selesaikan membawanya selangkah lebih dekat pada kebenaran itu.

Dan pada hari penghakiman tiba, seluruh bangsa akan menyaksikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Bab 32: Reputasi MDetektif 100 PersenM

Pada hari keempat puluh, Detektif 100 Persen melewati 150.000 subscriber.

Kribo merayakannya dengan membeli martabak manis ukuran besar dan menempelkan kertas di kotaknya: Untuk Departemen Rahasia Tidak Resmi Anti Kejahatan.

Raka membaca tulisan itu, lalu menatap Kribo.

MDepartemen?M

MKedengarannya lebih mahal daripada 'dua anak kos dengan laptop panas'.M

Angka subscriber naik cepat setelah kasus Bardi. Raka tidak pernah mengaku terlibat sebagai bagian Satreskrim, tetapi publik tidak bodoh. Video edukasinya muncul hampir bersamaan dengan beberapa kasus besar. Cara ia menjelaskan detail kriminal terlalu akurat untuk orang yang hanya membaca berita.

Media lokal mulai menulis artikel.

Awalnya hanya satu portal kecil. Lalu dua akun gosip kriminal mengutipnya. Kemudian sebuah stasiun radio pagi menyebut nama channel itu saat membahas keamanan warga. Dalam dua hari, identitas yang dulu Raka pakai untuk bertahan hidup mulai tumbuh menjadi sesSatu yang tidak sepenuhnya bisa ia kendalikan.

SIAPAKAH DETEKTIF 100 PERSEN?

DETEKTIF MISTERIUS YANG MEMECAHKAN KASUS DARI INTERNET.

APAKAH IA ORANG DALAM KEPOLISIAN?

Raka membaca judul-judul itu di kantor, dan untuk pertama kali ketenaran terasa seperti lampu sorot yang terlalu dekat dengan bahan bakar.

Pagi itu, Yudha memanggilnya ke ruangannya.

Di meja sudah ada printout artikel.

MChannel-mu menarik perhatian,M kata Yudha.

Raka tidak pura-pura tidak tahu. MSaya mulai mengurangi detail, Pak.M

MKurangi lagi. Kalau media menghubungkan Detektif 100 Persen dengan Satreskrim, kita punya masalah. Polri tidak suka anggota atau konsultan aktif menjadi selebriti internet, apalagi dalam urusan kriminal.M

MSaya tidak membahas kasus aktif.M

MBelum cukup. Orang tidak perlu bukti lengkap untuk membuat rumor. Mereka hanya perlu pola. Dan kau punya banyak pola.M

Kalimat itu telak.

Raka mengangguk. MSaya akan ubah format. Tidak menampilkan wajah. Suara diubah. Tidak ada jadwal unggah yang berdekatan dengan operasi.M

Yudha menatapnya lama. MAku tidak melarangmu. Channel itu membuat warga belajar tidak asal menuduh. Itu berguna. Tapi jangan sampai kegunaanmu berubah menjadi pintu masuk orang yang ingin menemukan Si Hakim.M

Nama itu membuat ruangan terasa lebih kecil.

MSiap, Komandan.M

Di luar, Dimas menunggu di meja sambil menyeringai. MDimarahi karena jadi artis?M

MDiberi arahan profesional.M

MItu bahasa orang yang baru dimarahi.M

Andi menambahkan tanpa menoleh dari komputer, MSecara administratif, dimarahi dan diberi arahan profesional sering memakai dokumen berbeda untuk hal yang sama.M

Kribo langsung membuat sistem baru malam itu.

Ia memasang pengubah suara, mengubah layout video, memotong metadata, mengganti jadwal unggah, dan menyusun daftar kata yang tidak boleh Raka ucapkan: Satreskrim, Komandan, kasus aktif, warung tertentu, lokasi spesifik, dan kalimat Maku tahuM yang menurut Kribo terlalu mencurigakan jika terlalu sering dipakai.

"Mulai sekarang, identitasmu hilang dari video. Yang tersisa hanya suara edukasi kriminal dengan aura misterius tapi aman secara hukum."

MNama profesinya apa?M

MOrang waras menyebutnya editor. Aku menyebutnya penyelamat hidupmu.M

Kribo juga membuat aturan darurat yang ia tempel di dinding kos dengan lakban: tidak merekam setelah pulang dari operasi, tidak memakai istilah internal, tidak menjawab komentar yang menebak identitas, dan tidak pernah mengunggah ketika emosi masih panas. Raka sempat ingin protes pada aturan terakhir, lalu ingat berapa banyak musuh yang sudah mereka sentuh tanpa benar-benar tahu jaringan di belakangnya.

MKetenaran itu seperti jejak kaki basah,M kata Kribo sambil menekan lakban. MAwalnya lucu. Lama-lama orang bisa mengikutinya sampai kamar mandi.M

MAnalogi menjijikkan.M

MTapi efektif.M

Raka tidak bisa membantah.

Ironinya, di jalanan Distrik Surya, reputasi itu hidup sendiri.

Saat membeli kopi, Raka mendengar dua warga membicarakan kasus Bardi.

MKatanya yang bantu bongkar itu Detektif 100 Persen.M

MBukan polisi?M

MPolisi juga. Tapi detektif itu yang pintar. Katanya bisa tahu pelaku dari internet.M

Raka berjalan melewati mereka tanpa dikenali.

Ia ingin tertawa, tapi rasanya tidak sepenuhnya lucu. Orang-orang lebih nyaman percaya pada sosok misterius di internet daripada proses panjang tim yang berkeringat di TKP, menyusun berkas, menahan muntah, dan memeriksa sampel.

Di kantor, Andi memberi kabar lain.

MSatuan tugas soal Si Hakim masih aktif. Fokusnya Jakarta dan infrastruktur nasional. Mereka belum mengarah ke Distrik Surya.M

Raka merasa sedikit lega.

MUntuk sekarang,M tambah Andi.

Tentu saja.

Untuk sekarang.

Malamnya, Kribo menemukan sesSatu di forum gelap.

Ia tidak langsung bercanda. Itu yang membuat Raka tahu masalahnya serius.

MRak. Lihat ini.M

Di layar, sebuah thread baru muncul di forum anonim yang biasa dipakai untuk teori konspirasi, jual beli data bocor, dan diskusi teknis ilegal.

Kribo sudah menyalin halaman itu ke arsip offline tanpa menyentuh akun penulis. Ia bahkan mematikan koneksi otomatis beberapa detik sebelum membuka lampiran gambar. Untuk ukuran Kribo, itu seperti melihat orang lapar menolak gorengan panas.

MAku serius kali ini,M katanya. MIni bukan clickbait biasa.M

Judulnya: Si Hakim Bukan Peretas.

Isi postingannya pendek, tetapi cukup membuat punggung Raka dingin.

Pengadilan Rakyat tidak memakai jalur siaran biasa. Tidak ada node masuk. Tidak ada payload. Semua perangkat patuh seperti menerima perintah dari dalam dirinya sendiri. Saya melihat layar berubah dari sistem tertutup. Ini bukan hack. Ini vonis.

Kribo menunjuk kalimat terakhir.

MDetailnya terlalu akurat. Orang awam tidak menulis 'sistem tertutup' dan 'tidak ada payload' kalau cuma nonton TV.M

MBisa teknisi jaringan.M

MBisa. Atau seseorang yang punya akses ke laporan satuan tugas. Atau seseorang yang melihat dari tempat yang seharusnya tidak tersentuh.M

Raka membaca ulang thread itu.

Komentarnya masih sedikit. Ada yang menertawakan. Ada yang meminta bukti. Ada yang menawarkan uang untuk data. Thread itu baru dua hari, tapi penulisnya belum kembali menjawab.

MMonitor terus,M kata Raka. MJangan sentuh. Jangan pancing. Jangan masuk akun.M

Kribo menatapnya tersinggung. MAku bisa menahan diri.M

Raka hanya menatap balik.

MBaik. Aku bisa mencoba menahan diri.M

Keesokan harinya, Dimas di kantor tiba-tiba berkata, MEh, Raka. Kau mirip ya sama Detektif 100 Persen. Tingginya sama. Cara ngomongnya juga sama-sama sok tenang.M

Raka membeku sepersekian detik.

Dimas tertawa. MBercanda, Bro. Mana mungkin anak baru kayak kau jadi selebriti internet.M

Raka ikut tersenyum, sedikit terlambat.

Di meja seberang, Andi tidak tertawa. Ia hanya melihat Raka, lalu kembali ke komputernya.

Malam itu, Buku Penghakiman terbuka sendiri.

【Peringatan.】

【Aktivitas anomali terdeteksi terkait istilah: Pengadilan Rakyat / Si Hakim.】

【Sumber: forum gelap.】

【Akurasi informasi: di atas rata-rata publik.】

【Rekomendasi: tingkatkan kewaspadaan.】

Raka menutup mata.

Dulu, ia takut tidak ada yang percaya padanya.

Sekarang, terlalu banyak orang mulai mencari.

Di layar laptop, thread forum gelap itu tetap terbuka.

Di kolom komentar paling baru, seseorang menulis:

— Kalau Si Hakim bukan peretas, berarti dia manusia seperti apa?

Raka menatap kalimat itu lama.

Ia tidak punya jawaban yang aman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!