NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

Rasa sakit fisik itu nyata, namun Kyna selalu menganggapnya sebagai harga yang harus dibayar untuk sebuah awal yang baru. Dulu, setiap kali ia meringis menahan nyeri saat otot-otot kakinya dipaksa bekerja kembali, ia selalu membayangkan senyuman Aldrian di ujung lorong rumah sakit. Ia mengira, jika ia bisa berjalan lagi—meski pincang—ia akan menjadi pendamping yang layak untuk pria itu.

Ternyata, rasa sakit yang paling membunuh justru tidak meninggalkan bekas luka di kulit. Rasa sakit itu tak berwujud, menyerang langsung ke dada, meremukkan sisa-sisa harga diri yang ia pertahankan mati-matian selama lima tahun ini.

Di dalam kamarnya yang sunyi, Kyna duduk di tepi ranjang. Ia melepaskan sepatu khususnya, menatap pergelangan kakinya yang sedikit membengkak akibat terlalu banyak berdiri dan bergerak malam ini. Perlahan, ia memijat bagian yang linu itu sendiri. Tidak ada Aldrian yang akan berjongkok di hadapannya sambil meniup lukanya dengan penuh rasa sakit hati seperti yang pria itu lakukan pada Anara di tempat parkir.

Kyna tersenyum getir. Pengabaian ini adalah obat bius terbaik. Tubuhnya mungkin masih berdenyut nyeri, tetapi hatinya perlahan-lahan mulai mati rasa.

Setengah jam kemudian, Sani mengetuk pintu dengan pelan, membawakan nampan berisi tumis brokoli daging sapi dan setengah batang jagung kukus sesuai permintaannya. Aroma makanan itu menguar hangat, namun selera makan Kyna sudah menguap entah ke mana. Ia memaksakan diri menyuap makanan itu demi memberikan energi bagi tubuhnya. Sebulan lagi dia harus menempuh perjalanan jauh ke Eropa. Dia tidak boleh ambruk sekarang. Dia harus sehat, harus kuat, dan harus pergi dengan kepala tegak.

"Nyonya," Sani bersuara lirih sambil berdiri di dekat meja, wajahnya dipenuhi rasa iba yang tertahan. "Semua pecahan kaca sudah saya bersihkan. Boneka-boneka Winise itu... sudah saya masukkan ke dalam beberapa kardus besar. Apakah benar-benar harus dikirim ke kantor Tuan besok pagi?"

Kyna mengunyah jagungnya perlahan, lalu mengangguk tanpa beban. "Iya, Bi. Kirim semuanya lewat kurir instan tepat jam sembilan pagi, saat Aldrian biasanya sedang memimpin rapat direksi. Berikan nota pengirimannya langsung ke meja sekretarisnya."

Sani menelan ludah, membayangkan bagaimana gemparnya kantor pusat Wibowo Group besok ketika kiriman kardus-kardus berisi boneka yang hancur itu tiba di tengah rapat penting. Namun, melihat sorot mata Kyna yang begitu dingin dan bertekad bulat, Sani tidak berani membantah. "Baik, Nona Kyna. Saya mengerti."

Setelah selesai makan, Kyna kembali menyalakan laptopnya. Dia memeriksa kotak masuk emailnya dan mendapati sebuah pesan baru dari kedutaan. Dokumen visanya telah memasuki tahap verifikasi akhir berkat bantuan jalur kolektif dari rombongan seni Sonia. Hitungan mundur di buku catatannya kini terasa berjalan lebih cepat.

Malam semakin larut. Sekitar pukul sebelas, suara gerbang depan yang terbuka kembali memecah keheningan. Kyna tahu itu adalah Aldrian. Pria itu pasti pulang setelah menyelesaikan makan malam penuh "nostalgia dan pengertian" bersama Anara dan kawan-kawannya.

Langkah kaki Aldrian terdengar berat saat menaiki tangga dan memasuki kamar. Begitu pintu terbuka, bau alkohol yang samar langsung tercium. Aldrian melepaskan dasinya dengan kasar, wajahnya masih menyiratkan sisa-sisa amarah dan harga diri yang terluka akibat penolakan Kyna tadi sore.

Ia berjalan mendekati ranjang, menatap Kyna yang sengaja membelakanginya sambil berpura-pura tidur.

"Kyna, aku tahu kamu belum tidur," ucap Aldrian, suaranya terdengar berat dan serak. "Aku sengaja pulang cepat karena aku mau kita bicara waras. Sikapmu malam ini di depan William dan Nara benar-benar di luar batas. Kamu membuatku terlihat seperti suami yang buruk di hadapan rekan-rekanku."

Kyna tetap diam, menahan napasnya teratur, menolak untuk memberikan panggung bagi ego Aldrian yang haus akan pembelaan.

Melihat tidak ada respons, Aldrian menghela napas frustrasi. Dia duduk di tepi ranjang, membuat kasur sedikit ambles. "Nara menangis sepanjang jalan tadi. Dia merasa bersalah karena mengira dia adalah penyebab kita bertengkar. Besok pagi, aku ingin kamu meneleponnya dan meluruskan kesalahpahaman ini. Aku tidak mau hubungan profesional kita dengan Pak Evan terganggu hanya karena kecemburuanmu yang tidak beralasan."

Aldrian beranjak ke kamar mandi tanpa menyadari bahwa ponselnya yang tergeletak di atas nakas mendadak menyala memunculkan sebuah notifikasi pesan singkat dari nomor tidak dikenal. Kyna perlahan membuka matanya dan melirik layar ponsel tersebut, di mana sebuah pesan singkat berisi foto dokumen rahasia terpop-up dengan jelas—sebuah foto surat perjanjian pembagian saham Wibowo Group sebesar 30% yang telah dialihkan secara sepihak oleh ibunya kepada Anara sebagai mahar rahasia pernikahan cadangan yang dijadwalkan bulan depan, tepat di hari yang sama dengan jadwal penerbangan Kyna menuju Eropa.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!