Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.penyegelan kosmik
*ROAARRR!!!*
Begitu proyeksi jiwa sang Ibu panti menyatu sepenuhnya ke dalam kalung giok bulan sabit, pusaran hitam di dalam gerbang batu raksasa seolah menyadari bahwa penghalang terakhirnya telah tiba. Energi hitam keunguan dari **Penjara Dimensi** meledak hebat, memanifestasikan ribuan tentakel bayangan purba yang menjerit memekakkan telinga. Tentakel-tentakel itu mencakar udara, mencoba menghancurkan delapan pilar emas yang mengurungnya dan menerjang langsung ke arah Lin Xiu.
Tekanan di dalam kubah bawah tanah melonjak hingga ke tingkat yang tidak masuk akal. Struktur batuan meteorit hitam di sekeliling ruangan mulai retak, dan distorsi ruang di dalam lorong tangga atas runtuh total. Jika entitas ini berhasil menembus ke permukaan, tidak hanya Ibukota Imperial, tetapi seluruh negeri akan tersapu bersih dalam semalam.
"Hanya sisa-sisa kegelapan masa lalu, berani mencoba menantang matahari sejati?"
Lin Xiu berdiri kokoh bagai pilar dewa yang menopang langit. Rambut hitamnya berkibar hebat, dan sepasang mata emas murninya memancarkan pendaran cahaya suci yang begitu pekat. Kesedihan atas kepergian proyeksi sang Ibu kini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi tekad mutlak pembasmi kejahatan.
Lin Xiu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Sembilan lingkaran cahaya emas raksasa di belakang punggungnya berputar dengan kecepatan yang luar biasa, memancarkan gelombang panas kosmik yang melelehkan tentakel-tentakel bayangan tersebut sebelum mereka sempat mendekati radius sepuluh meter dari tubuhnya.
"Dengan namaku, Lin Xiu... **Segel Sembilan Matahari Pemutus Dimensi, AKTIF!**"
Lin Xiu mengentakkan kedua telapak tangannya ke depan, mengarahkannya lurus ke pusat gerbang batu raksasa.
*BOOOM!!!*
Sembilan pilar api emas murni melesat keluar dari lingkaran cahaya di belakangnya, menembus atmosfer bawah tanah dan menghantam kalung giok bulan sabit yang mengambang di udara. Kalung giok tersebut menyerap energi Sembilan Matahari dengan rakus, bersinar begitu terang hingga menyerupai matahari kecil yang bermanifestasi di dalam perut bumi.
*CRACK! CRACK! CRACK!*
Rantai-rantai cahaya dari delapan pilar emas di sekeliling gerbang mendadak diperkuat secara instan. Kali ini, rantai tersebut dialiri oleh api suci murni milik Lin Xiu. Satu per satu, tentakel bayangan purba itu ditarik kembali secara paksa ke dalam pusaran hitam. Suara raungan mengerikan dari dalam dimensi terdengar semakin mengecil seiring dengan menutupnya celah ruang pada gerbang batu.
Lin Xiu tidak berhenti sampai di situ. Dia melompat ke udara, melesat tepat di depan matahari kecil kalung giok, lalu melayangkan satu pukulan telapak tangan penuh energi ke arah inti gerbang.
*DUAARRR!!!*
Ledakan energi suci murni menyapu seluruh kubah bawah tanah, membersihkan setiap jengkal uap hitam beracun dan mengunci gerbang batu raksasa tersebut dengan segel bermotif naga emas dan bulan sabit yang permanen. Pusaran hitam di dalamnya kini telah sepenuhnya membeku, tidak lagi memancarkan getaran atau ancaman sedikit pun.
Kalung giok bulan sabit perlahan-lahan kehilangan cahayanya dan jatuh kembali ke telapak tangan Lin Xiu. Lin Xiu mendarat dengan anggun di atas lantai batu meteorit yang kini telah tenang. Dia menatap kalung itu sejenak, lalu menyimpannya dengan sangat hati-hati ke dalam saku kemejanya, tepat di atas jantungnya.
"Ibu... tugasku di bawah sini sudah selesai," bisik Lin Xiu pelan.
Dia berbalik badan dan melangkah kembali menuruni jalan menuju tangga batu kuno, bersiap untuk kembali ke permukaan demi menyelesaikan sisa-sisa urusan dunia fana yang belum tuntas.
Beberapa menit kemudian, di Aula Harmoni Tertinggi yang telah hancur berantakan di permukaan.
Kaisar Agung masih terduduk lemas di atas takhta emasnya, tubuhnya yang terikat oleh rantai cahaya Lin Xiu gemetar hebat merasakan getaran dahsyat yang baru saja reda dari bawah tanah. Dia tahu, getaran itu menandakan bahwa konfrontasi di bawah sana telah berakhir. Siapa pun yang keluar dari gerbang tersebut, akan menjadi penguasa mutlak atas nasib kekaisaran ini.
*TAP. TAP. TAP.*
Langkah kaki yang santai namun penuh wibawa terdengar dari arah tangga rahasia yang terbelah. Sosok Lin Xiu muncul dari balik kegelapan, tas kain usangnya masih tergantung kokoh di punggung, wajahnya tampak bersih tanpa setetes pun noda debu bawah tanah.
"K-Kau... kau berhasil menguncinya?!" Kaisar Agung mendongak dengan sepasang matanya yang berselaput putih melebar penuh horor dan ketidakpercayaan. "Kau mengunci Penjara Dimensi tanpa menggunakan ritual darah kekaisaran?! Bagaimana mungkin seorang manusia biasa—"
"Aku sudah katakan padamu sejak awal," Lin Xiu memotong perkataan Kaisar dengan suara datar sedingin es. Dia berdiri di depan takhta, menatap pria tua yang telah membusuk oleh keserakahan tersebut. "Kalian hanyalah sekelompok hama yang memanfaatkan ketakutan akan kegelapan demi melegitimasi tirani kalian. Hari ini, kekuasaan garis keturunanmu atas negeri ini resmi berakhir."
Lin Xiu mengangkat tangan kanannya, menjentikkan jarinya satu kali di udara. Rantai cahaya emas yang mengikat Kaisar Agung mendadak mengalirkan gelombang energi yang menghancurkan seluruh basis kultivasi mistis di dalam dantian kaisar tua tersebut, mengubahnya menjadi manusia biasa yang lemah dan renta tanpa kekuatan apa pun.
"Aku tidak akan membunuhmu," kata Lin Xiu sembari berbalik memunggungi takhta. "Kau akan tetap hidup sebagai saksi sejarah, melihat bagaimana negeri ini tumbuh tanpa bayang-bayang ketakutan dan konspirasi kotor dari istanamu. Keluarga Ye akan mengambil alih penataan ulang otoritas sipil mulai hari ini."
Lin Xiu melangkah keluar dari Aula Harmoni Tertinggi, berjalan melewati tangga giok dan pelataran luas yang kini dipenuhi oleh hembusan angin fajar yang segar. Di kejauhan, helikopter militer Divisi Serigala Hitam milik Keluarga Ye perlahan-lahan mulai mendarat di pelataran istana, membawa Jenderal Ye Jincheng yang datang untuk mengamankan lokasi atas perintah Lin Xiu.
Badai besar yang menyelimuti Ibukota Imperial selama tiga belas tahun terakhir akhirnya telah sepenuhnya berlalu, menyisakan fajar baru yang bersih di bawah perlindungan tak kasat mata sang Dokter Surgawi.