WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga belas
..."Jangan malu-malu, aku tahu yang kamu inginkan, Sayang."...
...Sabrina mengepalkan tangannya karena pria itu sudah melewati batasnya....
..."Jangan lupa batasanmu, Tuan. Kamu hanya pelanggan dan karena itu aku menghormati mu. Tapi jika kamu kurang ajar maka aku tidak bisa tinggal diam."...
...Mereka malah tertawa. "Jangan terlalu galak, cantik. Kau semakin terlihat begitu cantik." Pria itu hendak membelai wajah Sabrina namun Jeff segera menahan tangannya....
..."Jangan pernah menyentuhnya atau aku akan mematahkan tanganmu ini." Jeff menatap tajam ke dua pria itu....
..."Apa sekarang pahlawan sudah datang?" Pria itu menatap remeh Jeff yang tiba-tiba datang....
...Jeff semakin mengepalkan tangannya. "Apa kau ingin pahlawan ini mematahkan tanganmu karena kau sudah berani menyentuhnya?"...
..."Ayolah, kawan. Kita bisa membaginya jika kau mau."...
...Jeff mengeraskan rahangnya. Lalu dengan cepat dia menarik kerah bahu pria itu dengan kuat....
..."Tutup mulutmu itu, sialan! Atau aku akan merobeknya agar kau tidak bisa mengatakan hal menjijikkan!" Jeff menghempaskan tangannya hingga pria itu mundur beberapa langkah....
..."Kenapa kau marah sekali? Memangnya kau siapa?"...
..."Oh, aku tahu. Dia pasti pria yang pernah menyewanya juga dan datang ke sini sebagai pelanggannya juga. Jangan munafik, kawan. Aku tahu kau juga menginginkan nya."...
...Jeff melonggarkan dasinya dan dalam hitungan cepat dia langsung memberikan satu pukulan keras di rahang pria itu....
...BUGH...
..."Jika kau tidak mau menutup mulut kotormu itu maka aku yang akan membuatmu tidak bisa lagi bicara!"...
...Jeff menarik kemeja pria itu yang terkulai di lantai lalu kembali melayangkan satu pukulan....
..."Apa yang kau lakukan, sialan!" Salah satu temannya merasa tidak terima dan menarik jas Jeff....
...Namun Jeff dengan cepat berbalik dan menghajarnya juga....
...Sabrina hanya bisa diam karena dia benar-benar melihat kemarahan di mata Jeff....
..."Jeff, sudah cukup." Sabrina berusaha menenangkan Jeff yang sudah di kuasai oleh amarahnya. "Jeff, jangan membuat keributan di sini."...
...Jeff akhirnya menghentikan pukulannya dan menatap ke dua pria itu yang sudah babak belur....
..."Aku peringatkan pada kalian agar meminta maaf pada gadis itu. Atau aku akan membuat kalian meminta maaf dari neraka!"...
...Pria itu menyeka sudut bibirnya yang sobek akibat pukulan Jeff. Lalu menatap Sabrina yang memegangi nampannya....
..."Apa kau tidak apa-apa?" Jeff menghampiri Sabrina. Dia memegang ke dua bahu Sabrina....
...Sabrina mengangguk. "Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah membantuku."...
...Jeff mengangguk dan kembali menatap dua pria itu....
...Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian. Beberapa orang bergidik ngeri melihat bagaimana Jeff menghajar mereka. Mereka kini juga berpikir jika tidak mau mengganggu Sabrina atau akan bernasib sama....
..."Apa kalian tuli? Aku bilang cepat minta maaf padanya atau aku tidak akan membiarkan kalian tenang."...
...Ke dua pria itu bangkit dari posisinya. Namun bukannya meminta maaf pada Sabrina, mereka malah berlari dengan kencang dan pergi dari sana....
...Jeff segera mengeluarkan ponselnya dan...
...mengirimkan pesan pada orang-orangnya. Setelah itu dia kembali menatap Sabrina yang masih diam di sana....
..."Semuanya sudah aman. Aku akan mengantarmu pulang nanti jika kau takut mereka akan mengincar mu seperti kemarin."...
...Sabrina menatap Jeff. Dia sedikit tersentuh karena Jeff mengerti apa yang Sabrina khawatirkan. "Terima kasih, Jeff."...
..."Carilah pekerjaan lain. Atau kau bisa berhenti bekerja dan habiskan saja uangku....
..." Jeff segera kembali ke kursinya tadi tanpa memperdulikan Sabrina yang jelas sangat bingung karena perkataannya....
..."Apa maksudmu?"...
..."Aku akan mentraktir kamu makan siang besok. Kebetulan aku tidak ada kelas, jadi aku ingin mentraktir kamu sebagai tanda terima kasihku."...
...Sabrina akhirnya membuka suara setelah mereka sempat hening. Saat ini mereka berdua ada di dalam mobil Jeff. Jeff benar-benar akan mengantarkan Sabrina pulang....
...Jeff melirik Sabrina sekilas. "Benar'kah? Sebenarnya tidak perlu repot-repot. Aku tulus membantumu karena kau juga pernah membantuku malam itu."...
...Sabrina mengetukkan jarinya di dagu. "Ya, aku tidak sengaja membantumu karena kamu tiba-tiba berada di kamarku. Apalagi saat itu kamu terluka parah, jadi sudah seharusnya aku membantumu."...
..."Aku merasa berhutang nyawa padamu. Jadi aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan kamu terluka."...
...Sabrina tertawa kecil. "Tidak perlu begitu. Kita sekarang adalah teman dan memang harus saling membantu. Tapi bukan berarti kamu berhutang nyawa padaku....
...Jika kamu berpikir begitu maka aku juga punya hutang nyawa karena kamu sudah menolongku dua kali, apa itu artinya aku juga harus menjagamu juga?"...
...Jeff merasa kagum dengan pola pikir Sabrina. Gadis itu terlihat begitu tulus menolong seseorang walaupun dia tidak mengenalnya....
..."Baiklah. Lain kali biar aku yang mentraktir makan siang."Sabrina mengangguk. "Ya, itu boleh juga."...
...Ke duanya memilih mengobrol dan terlihat semakin akrab. Tidak seperti tadi yang masih sangat canggung. Mereka hanya perlu berinteraksi satu sama lain agar tidak terlihat begitu asing....
...Hingga Jeff tiba-tiba terdiam saat baru menyadari jika ternyata ada sebuah mobil yang terlihat seperti mengikuti mereka....
...Jeff melirik kaca spion dan mulai membelokkan sedikit mobilnya. Benar saja, mobil itu mengikutinya....
..."Pegangan yang kuat. Aku akan sedikit mengebut."...
...Jeff mulai menambah kecepatan mobilnya....
...Sabrina terlihat tampak bingung. "Jeff, ada apa?...
...Kenapa sekarang kamu sangat mengebut." Sabrina tentu saja panik. Tadi Jeff melajukan mobilnya begitu santai dan mereka asyik mengobrol....
...Namun tiba-tiba Jeff sangat mengebut hingga membuat Sabrina sedikit takut....
..."Tenanglah. Aku hanya ingin saja. Tidak perlu khawatir, aku sudah ahlinya....
..." Jeff mencoba agar Sabrina tidak panik dan tidak tahu jika mobil mereka di ikuti seseorang....
...Jeff pun melesat dengan cepat. Jalanan kota yang lumayan sepi itu semakin membuatnya dengan mudah melintasi jalan....
...Hingga Jeff melihat sebuah trus besar dari arah berlawanan. Sudut bibirnya terangkat dan dengan cepat dia membanting setir lalu membelokkan arahnya ke tempat yang tadi dia lewati....
...Jeff akan mencari jalan pintas untuk bisa sampai di rumah Sabrina....
...Jantung Sabrina berdetak begitu kencang karena panik....
...Bagaimana tidak, truk besar ada di depan mereka dan tiba-tiba Jeff membanting setir. Beruntungnya mobil mereka tidak berguling....
...Sabrina menghela napas lega saat laju mobil Jeff mulai kembali normal. "Jeff, aku sangat takut. Apa ada sesuatu?"...
...Jeff tersenyum. "Maaf sudah membuatmu takut. Kau tidak apa-apa?"...
..."Tidak. Aku hanya terkejut dan sedikit takut."...
...Jeff tidak mau memberi tahu Sabrina yang sebenarnya. Karena itu bisa membuat Sabrina semakin ketakutan nantinya....
...Mobil Jeff akhirnya berhenti di depan rumah Sabrina....
..."Terima kasih banyak atas tumpangannya, Jeff." Sabrina membuka seat belt dan bersiap untuk turun....
..."Kau sudah mengatakan itu seratus kali."...
..."Benar'kah? Apa sebanyak itu?"...
...Jeff tertawa. "Dasar gadis polos. Berikan nomor ponselmu agar aku bisa menghubungimu jika ada sesuatu."...
...Sabrina berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah. Kamu adalah orang yang baik jadi aku tidak perlu khawatir." Sabrina mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomornya pada Jeff....
...Jeff mengembalikan ponsel Sabrina. "Terima kasih, aku akan menghubungimu nanti."...
...Sabrina mengangguk dan mulai keluar dari mobil Jeff. Jeff mulai melajukan mobilnya setelah memastikan Sabrina benar-benar sudah masuk....
...Jeff mendapatkan telepon saat di tengah jalan menuju Mansionnya. Anak buahnya mengabari Jeff jika...
...dua orang di bar tadi sudah mereka tangkap. Jeff segera membelokkan mobilnya dan memilih untuk melihat dua orang yang kabur tadi....
...Hanya butuh waktu tujuh menit untuk Jeff bisa sampai di tempat yang biasa dia jadikan sebagai ruangan eksekusi....
...Baru akan memasuki ruangan itu, Jeff sudah bisa mendengar teriakan dua orang di dalam sana....
..."Lepaskan aku, sialan! Siapa kalian hingga melakukan ini pada kami?"...
...Jeff menggulung lengan kemejanya. Lalu dia berjalan mendekati ke dua orang yang sudah terikat di sebuah kursi....
..."Hai, kita bertemu lagi. Apa kau masih ingat siapa...
...aku?" Jeff melambaikan tangannya dan bersikap seolah dia...
...adalah teman yang sudah lama tidak bertemu....
..."Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya salah satu dari mereka....
...Jeff mengibaskan tangannya agar orangnya yang menjaga di sana meninggalkan mereka....
..."Bukankah kau sendiri yang menawarkan agar aku juga ikut bersenang-senang dengan kalian? Belum dua puluh empat jam tetapi kalian sudah melupakannya."...
...Mereka berdua terlihat semakin bingung. "Apa maumu? Lepaskan kami sekarang juga!"...
..."Tidak akan. Sebelum kita benar-benar bersenang-senang. Apa kau ingin bermain denganku? Ah, tidak. Aku harus pulang dan istirahat, jadi aku akan membiarkan kalian bermain dengan temanku yang bernama Xander."...
..."Xander? Siapa Xander? Jangan banyak bicara dan cepatlah lepaskan kami!" Teriak pria itu terus saja memberontak....
..."Astaga, kenapa kalian tidak sabar sekali? Kalian mau bertemu dengan Xander? Serius?" Jeff tertawa kecil. Lalu membuka ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto di layar ponselnya. "Ini aku dan temanku, Xander. Apa dia sangat tampan?"...
...Mata mereka terbelalak melihatnya. Bagaimana tidak, di foto itu hanya ada dua orang. Tidak, lebih tepatnya seekor serigala yang berukuran sangat besar yang sedang duduk bersama seorang pria dan itu adalah Jeff....
..."Kau gila?" Pria itu sudah habis kata-kata lagi....
..."Aku akan memanggil Xander besok. Dia memang sudah tiga hari ini belum ku berikan makanan. Semoga Xander menyukai kalian."...
...Mendengar itu, ke dua pria itu merinding....
...Tiba-tiba keringat dingin membasahi keningnya saat mengingat bagaimana perawakan serigala yang cukup besar itu. Perasaan mereka mulai tidak nyaman sekarang....
..."Si-siapa kau? Kenapa kau bisa melakukan itu?"...
...Mereka merasa sangat penasaran dengan Jeff. Karena ini baru pertama kalinya mereka berurusan dengan pria seperti Jeff yang sudah jelas bukan orang biasa....
...Dari cara Jeff menyuruh beberapa orangnya untuk menangkap mereka dan sekarang Jeff terlihat lebih menyeramkan daripada saat di bar tadi....
aku suka
aku suka🥰