NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Adrian sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah rio, untuk membicarakan yang sudah terjadi sebelumnya. Tentunya adrian menunggu Mita tidur dulu setelah makan dan minum obat. Setengah jam kemudian, Adrian pun pergi mengendarai motonya. Kebetulan ia masih ingat rumah Rio dan Livy, karena dulu pernah diundang acara buka puasa bersama dengan teman-teman satu kampus.

Dalam perjalanan, Adrian memikirkan skenario apa yang baik untuk bicara dengan Rio dan Livy. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatinya, ia tidak ingin menjadi musuhan dengan Rio dan Livy setelah ia menikah nanti dengan Mita. Meskipun rasanya tidak akan mungkin. Bagaimanapun, ia harus menghargai keputusan Mita yang sepertinya ingin berjarak dengan Rio dan Livy.

Akhirnya Adrian sampai di depan rumah berpagar hitam. Rumah sederhana yang dihuni oleh Rio dan Livy, beserta dua anak Livy dari pernikahan yang sebelumnya. Ia meletakkan helm di atas jok motor dan mencoba mencari bel pintu. Tapi, untungnya tidak perlu ia lakukan itu. Karena tiba-tiba saja ada anak cowok, perkiraan remaja yang menghampiri.

"Cari siapa, Mas?" Tanya anak itu.

"Oh, ini rumahnya Rio dan Livy kan?"

Anak itu mengangguk ragu.

"Saya teman mereka. Teman kuliah mereka. Boleh masuk?" Adrian dan anak tersebut saling menatap.

"Tunggu sebentar, ya. Aku tanya mami dulu."

Adrian mewajarkan tindakan anak tersebut. Karena gimana pun, ia tetap orang asing. Namun, tidak berapa lama, Livy keluar dari pintu utama dan menelisik Adrian dari jauh,

"Liv, gue... Adrian!" Sambil melambaikan tangan.

"Owalah, elo Dri. Masuk deh."

Adrian pun langsung masuk dan bersalaman dengan Livy. Lalu ia di persilakan duduk di kursi teras.

"Ganggu nggak?" Adrian memastikan. Karena dilihat dari tampangnya, Livy seperti habis nangis.

"Nggak, kok. Cuma Lo dateng pas gue lagi sedih."

"Berarti nggak tepat dong!"

"Ck, udah deh. Nggak usah basa basi. Gue tau lo kesini mau ngomongin soal tunangan lo, kan?!" Tebak Livy.

Adrian mengangguk dan terkekeh. Saat itu ada anak Livy yang tadi, membawakan dua gelas air minuman. Setelah anak itu masuk ke dalam, baru Adrian membuka suaranya.

"Rio mana?"

"Nggak tau. Dari pagi belum pulang. Alesannya mau ketemu temannya. Tau deh, temannya yang mana." Livy menjelaskan dengan nada suara yang agak kesal.

"Hmm... Gue pikir dia ada di rumah. Kan enak kalau duduk bertiga, urusannya beres sekalian," ujar Adrian.

Livy tersenyum sinis, "Itu cewek emang bilang apaan ke Lo? Sampe-sampe Lo rela datang kesini?"

"Namanya Mita. Dia calon istri gue. Dan sejujurnya gue kesal sama lo dan Rio! Kenapa Lo bisa ngomong begitu ke Mita? Padahal jelas-jelas kami akan segera nikah. Maksudnya, kok lo tega sih! Lo itu kan nggak tau kehidupan dia selama ini. Kenapa malah nuduh Mita kayak gitu? Emang seganteng apa sih laki Lo?" Adrian menatap tajam ke arah Livy, menunggu Livy menjawabnya.

"Ya mana gue tau! Gue cuma nggak suka dia ngobrol sama Rio sedeket itu."

"Tapi lo pernah nanya nggak sama laki lo. Sebenarnya yang deketin buat ngobrol duluan, Mita atau Rio? Pernah nanya nggak? Kok lo jadi nyalahin Mita!" Adrian berusaha untuk tetap tenang meskipun dada rasanya ingin sekali meledak.

Livy diam. Ia sepertinya memikirkan ucapan Adrian barusan. Karena malam itu, memang Livy tidak tanya pada suaminya, siapa yang mendekati siapa duluan. Hanya karena ia takut, Rio dekat-dekat dengan mantan istrinya yang saat ini semakin terlihat bersinar. Membuatnya cemburu buta.

"Gue tau lo khawatir dan takut, kalau Rio dekat-dekat sama Mita. Tapi, asal lo tau, Mita itu udah nggak mau ketemu sama Rio apa lagi sampai ngobrol," jelasnya lagi.

Livy menggigit bibirnya, merasa tak enak hati pada Adrian.

"Terus laki lo kapan pulang? Gue pengen banget ngomong sama dia ini. Mita sakit sekarang, gara-gara laki lo tadi siang nemuin Mita di tempat kerjanya." Adrian tidak peduli jika nanti Rio dan Livy akan bertengkar. Ia sendiri rasanya sudah kesal bukan main.

Livy menoleh dan menatap Adrian dengan mata sedikit lebih lebar dari biasanya. Sepertinya Livy agak shock.

"Yakin lo, Dri? Jangan ngada-ngada," pungkas Livy tak percaya.

"Yaelah... Ngapain sih gue bohong. Nyatanya gue kesini ya karena gue pengen nanya sama laki Lo, kenapa dia berani banget ngomong gitu ke Mita! Maksudnya apaan?" Adrian menghela napas berat.

"Emang ngomong apaan Rio?"

Adrian menceritakan semua yang dikatakan Mita kepadanya. Semuanya tanpa ada yang ia tutupi, tanpa ada yang dikurangi dan tanpa ada yang dilebihkan. Ia juga tidak peduli jika pada akhirnya, setelah ia meninggalkan rumah itu, lalu Rio pulang dan jadi ribut dengan Livy, ia tidak peduli. Bahkan jika besok Rio akan menemuinya dan membuat perhitungan padanya, akan ia ladeni. Jika akhirnya pertemanan mereka akan merenggang bahkan sampai asing pun, ia juga tidak peduli.

Mendengar penjelasan Adrian, Livy antara percaya dan tidak percaya. Karena sejak malam bertemu dengan Mita, sampai ke rumah, sikap Rio agak berbeda padanya. Dan hingga hari ini hubungannya dengan Rio belum baik-baik saja. Ia sendiri tidak tahu kapan suaminya akan pulang.

"Sorry ya Liv... Kalau penjelasan gue ini bikin lo overthinking. Makanya gue berharap ada Rio, biar semuanya jelas," ujar Adrian. Di dalam saku celana, ponselnya bergetar dan ia langsung mengeluarkan benda pipih itu. Ternyata ada pesan masuk dari Mita.

[ Mita : Mas... Kamu dimana? Aku sendirian benget ni!]

Adrian tersenyum dan membalasnya singka dan cepat.

[ Tunggu sebentar ya, Sayang. Aku masih ngobrol sama Livy. 5 menit lagi pulang.]

Livy yang sejak pagi memliki perasaan yang tidak enak. Kini ia harus bertahan supaya tidak meledak dihadapan Adrian.

"Gue cuma mau bilang sama lo Liv. Yang deketin Mita itu gue. Dan gue duluan yang suka sama dia. Sebenarnya gue nggak perlu konfirmasi hal ini ke lo. Cuma gue nggak ingin kejadian kayak kemarin terulang dengan tuduhan aneh-aneh ke calon istri gue." Adrian berdiri hendak pamit. "Nanti kalau Rio balik, salam aja. Bilangin juga, kalau mau ngomong apapun ke gue aja, jangan ke Mita. Gue pamit Liv."

Adrian meninggalkan Livy yang sama sekali tidak menanggapi kepergiannya. Kalau ditanya, apakah Adrian sudah puas? Tentu saja belum. Ia masih belum puas sampai ia bertemu dengan Rio. Ia memutuskan untuk pulang karena pertama ia merindukan Mita, yang kedua menurutnya sangat tidak penting menunggu pria bajingan seperti Rio. Jika memang harus diselesaikan di kantor, akan ia lakukan. Meskipun seluruh dunia akan tahu, ia tidak peduli. Karena ia hanya ingin membela calon istrinya.

[]

1
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!