NovelToon NovelToon
Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Pawang Para Villainess: Kadar Kewarasan Mereka Sisa 1%!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Menjadi satu-satunya manusia tanpa kemampuan sihir di Akademi Hunter membuat Axel sempat merasa pasrah dengan nasibnya. Namun, sebuah sistem misterius tiba-tiba menyingkap kenyataan tak terduga bahwa ia adalah satu-satunya penjinak yang mampu meredam amarah para wanita terkuat di dunia saat kadar kewarasan atau sanity mereka mencapai titik kritis dan memicu mode berserk.

Sialnya, kemampuan istimewa ini justru menjadi sumber petaka baru. Para wanita berbahaya tersebut, mulai dari Paladin Suci hingga Ratu Penyihir, kini menjadi sangat obsesif dan posesif karena ingin memonopoli dirinya seorang diri. Tanpa modal kekuatan fisik yang berarti, Axel terpaksa harus memutar otak dan lihai memanipulasi emosi. Ia harus pintar membagi perhatian dengan adil agar dunia tidak hancur berantakan, sekaligus berjuang keras demi mempertahankan kebebasannya dari kepungan wanita-wanita mematikan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: KADAR KEWARASAN SISA 1%

"Lari! Semuanya lari! Sektor Barat Akademi runtuh!"

Raungan sirene darurat membelah langit sore di Akademi Hunter Pentagon. Suasana mendadak kacau; teriakan panik para taruna bersahutan di sepanjang koridor saat mereka berhamburan menyelamatkan diri. Sebuah gate monster kelas-A baru saja meledak di area latihan. Namun, ancaman kehancuran yang sesungguhnya bukanlah berasal dari makhluk yang merangkak keluar dari sana.

Petaka itu justru bersumber dari sosok yang berdiri diam di tengah reruntuhan gedung.

Reynarda Vance. Sang Silver Aegis, ksatria suci wanita terkuat di kekaisaran sekaligus aset paling berharga milik akademi.

Namun sore ini, zirah peraknya tak lagi memantulkan cahaya. Aura suci keemasan yang biasanya memancar agung telah berganti menjadi merah pekat—warna dari energi murni yang terdistorsi oleh rusaknya kondisi mental. Pedang besarnya terseret di atas tanah, meninggalkan goresan dalam seiring langkah kakinya yang limbung. Sepasang matanya yang biasanya jernih bak kristal kini meredup, menyisakan tatapan kosong yang menyiratkan kegilaan.

"Bising... semuanya bising... mati..." bisik Reynarda. Suaranya terdengar parau, namun getarannya sanggup meretakkan kaca-kaca jendela dalam radius seratus meter. Trauma masa lalu dan himpitan politik kekaisaran akhirnya meruntuhkan benteng pertahanan jiwanya. Dia mengalami burnout total hingga lepas kendali.

Di sudut koridor, tepat di balik pilar beton yang telah hancur separuh, Axel mendekap erat sapu dan kain pel di dadanya. Jantungnya berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar.

"Sialan, kenapa aku harus terjebak di sini saat giliran piket?" kutuk Axel dalam hati. Dia hanyalah seorang staf serabutan kelas bawah yang bahkan tidak memiliki sisa energi sihir dalam tubuhnya. Menghadapi monster kelas teri saja dia bisa tewas, apalagi berhadapan dengan Reynarda yang tengah mengamuk.

Saat Axel bersiap untuk mengendap-endap pergi, sebuah suara mekanis yang dingin tiba-tiba bergema di kepalanya.

[Ding! Mendeteksi anomali energi jiwa di sekitar Host.]

[Sistem Manajemen Risiko Aktif.]

Wuss!

Sebuah panel transparan mendadak muncul di depan mata Axel. Pemuda itu terbelalak. Di atas kepala Reynarda yang berjarak sekitar dua puluh meter darinya, terdapat bar indikator berwarna merah menyala yang terus merosot tajam.

[ STATUS HEROINE: REYNARDA VANCE ]

- Kadar Kewarasan (Sanity): 1% [KRITIS - AMBANG BATAS KEGILAAN]

- Status Mental: Severe Burnout, Paranoia Akhir, Kehilangan Jangkar Jiwa.

- Peringatan: Jika Sanity menyentuh 0%, mode Apocalyptic Berserk akan aktif sepenuhnya. Waktu tersisa: 20 detik.

- Radius Kehancuran: Setengah Kekaisaran (Akademi dan kota di sekitarnya akan rata dengan tanah).

- Solusi Survival: Host harus melakukan kontak fisik dengan target untuk memicu Grounding Effect (Aura Penenang Jiwa).

"Dua puluh detik?! Rata dengan tanah?!" Axel memaki dalam hati sembari merasakan keringat dingin membasahi punggungnya. Sistem ini benar-benar gila. Bukannya memberi kekuatan untuk bertarung, ia malah menyuguhkan hitung mundur menuju ajalnya sendiri!

[Waktu tersisa: 15 detik.]

Reynarda mengangkat pedang besarnya tinggi-tinggi. Energi merah pekat terkumpul di ujung bilah, siap dilepaskan untuk meratakan seluruh kompleks akademi. Jika tebasan itu sampai terayun, Axel sadar bahkan abunya pun tak akan tersisa.

Tak ada pilihan lain. Mati karena melarikan diri, atau mati karena mencoba melawan takdir.

"Persetan dengan semuanya!"

Axel melempar sapunya dan keluar dari persembunyian. Dia berlari sekuat tenaga di atas puing-puing batu, menerjang angin bertekanan tinggi yang dipicu oleh aura Reynarda. Tekanan itu terasa perih di kulitnya bagai sayatan silet, namun Axel terus memacu kakinya.

[Waktu tersisa: 5 detik.]

[Waktu tersisa: 3 detik.]

Reynarda mulai mengayunkan pedangnya ke bawah. "Hancur... lah..."

Tepat satu detik sebelum bilah itu membelah tanah, Axel melompat. Dia sama sekali tidak berniat menyerang. Dengan seluruh berat tubuhnya, Axel menerjang maju dan mencengkeram pergelangan tangan kanan Reynarda, lalu menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapannya.

DEG.

Kontak fisik terjadi.

[Ding! Kontak fisik terdeteksi. Aura Penenang Jiwa aktif.]

[Menstabilkan gelombang otak target... Sanity Reynarda Vance: +5%... +12%... +20%...]

Seketika itu juga, ledakan energi merah yang nyaris melumat akademi sirna seperti asap yang tertiup angin. Suasana di koridor yang hancur itu mendadak sunyi senyap.

Reynarda terpaku. Tubuhnya yang semula kaku perlahan-laman melemas. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, kebisingan dan bisikan kegelapan di kepalanya lenyap total. Dia merasa seperti baru saja tenggelam di air es yang membekukan, lalu tiba-tiba ditarik ke dalam dekapan selimut hangat. Kehadiran pemuda lemah yang memeluknya ini memberikan rasa aman yang tak pernah ia rasakan seumur hidupnya.

"Ah..."

Warna merah pekat di matanya berangsur kembali menjadi biru jernih, meski kini tampak sayu karena kelelahan yang luar biasa. Dia menatap wajah Axel yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.

Pedang besar di tangannya terlepas, berdenting keras saat menghantam lantai batu. Kedua tangan Reynarda yang masih terbungkus sarung tangan besi perlahan bergerak, bukan untuk menyerang, melainkan mencengkeram erat jubah seragam Axel. Dia seolah takut jika melepaskannya, pemuda itu akan pergi.

"Dingin... jangan pergi..." bisik Reynarda lirih. Kesadarannya mulai menipis, dan sedetik kemudian, sang ksatria suci terkuat di kekaisaran itu pingsan sepenuhnya, menjatuhkan seluruh beban tubuhnya ke pelukan Axel.

Axel terengah-engah, ikut terduduk di tanah sambil menyangga tubuh Reynarda. Dia melirik panel sistem yang kini telah berubah warna menjadi hijau tanda aman.

[ STATUS HEROINE: REYNARDA VANCE ]

Kadar Kewarasan (Sanity): 25% [Stabil - Fase Pemulihan]

Catatan: Target telah menandai aroma dan energi Host sebagai "Zona Aman". Ketergantungan psikologis tingkat pertama telah terbentuk.

Axel menghela napas panjang sembari menatap wajah tidur Reynarda yang tampak damai—sangat kontras dengan sosok beringas yang nyaris menghancurkan dunia beberapa saat lalu.

"Aku... aku masih hidup," gumam Axel lega.

Namun, Axel yang masih lugu itu belum menyadari satu hal penting. Menyelamatkan seorang villainess dari kegilaan tidak serta-merta menjamin ketenangan hidupnya. Begitu wanita terkuat di dunia ini terbangun dan menyadari bahwa Axel adalah satu-satunya penawar bagi jiwanya, dia tak akan pernah membiarkan Axel pergi. Tidak akan pernah, untuk selamanya.

1
Pria Misterius
Harem😋 aku suka ini
Orimura Ichika
up yg banyak thor👍
Orimura Ichika: di tungguin 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!