NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 04

Mata Lin Chou masih terus tertuju pada liontin yang melingkar di leher Aisyah.

"Kamu mendapatkan liontin itu dari mana?" suara Lin Chou mulai meninggi membuat Aisyah sedikit takut.

"Ini adalah barang paling penting. Dan aku tak mengenal anda." jawaban Aisyah membuat emosi Lin Chou semakin meledak.

Tatapan tajam, emosinya mulai naik membuat Aisyah yang menatapnya sangat ketakutan.

"Kak sudahlah dia ketakutan. Sebaiknya Kakak pergi dulu. Biarkan dia ada disini." Lin Zhao mulai melindungi Aisyah membuat wanita itu tersentuh.

Tatapan Lin Chou beralih pada adiknya. Dia tak menyangka adiknya akan melindungi wanita yang baru dia kenal itu. Apakah mungkin adiknya jatuh cinta sama dengan dirinya dulu yang jatuh cinta pada Alesya??

Namun,,nyatanya setelah mereka memiliki anak justru Alesya pergi meninggalkannya dan membawa separuh hidupnya ikut menghilang.

Sejak saat itu Lin Chou membenci wanita Indonesia..

"Mereka hanya datang membawa luka." ucapnya dingin.

"Jagan pernah terjebak oleh mereka jika kamu tak ingin menyesal seperti aku.."

Setelah mengatakan itu, Lin Chou berbalik dan pergi.

Ia tak sanggup menatap lebih lama wajah wanita yang begitu mirip dengan mendiang istrinya..

*****

Tubuh Aisyah hampir saja ambruk. Ia masih syok setelah berhadapan dengan Lin Chou—laki-laki yang seolah menyimpan begitu banyak rahasia di balik tatapan tajamnya.

Tanpa sadar, Aisyah menggenggam erat liontin yang melingkar di lehernya.

Ada apa dengan liontin ini? batinnya bertanya.

Kenapa laki-laki itu begitu terkejut saat melihatnya?

Melihat Aisyah yang masih gemetar, Lin Zhao segera mendekat. Dengan hati-hati ia menuntun Aisyah untuk duduk.

“Maaf...” ucap Lin Zhao pelan. “Dia kakak kandungku. Aku minta maaf kalau sikapnya membuatmu takut.”...

Namun Aisyah masih tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Lin Zhao kembali berbicara.

“Dia seperti itu... bukan tanpa alasan.”

Kalimat itu membuat Aisyah langsung menoleh.

“Kenapa?” tanyanya lirih.

Lin Zhao tersenyum tipis, tapi memilih diam.

Baginya, kisah itu adalah rahasia keluarga yang harus tetap dijaga.

Lagipula, semua itu sudah berlalu.

Tujuh tahun yang lalu.

“Sudahlah,” ucapnya lembut. “Yang penting sekarang kamu aman di sini. Aku akan melindungi kamu sebisa yang aku bisa.”

Tanpa sadar, tangan Lin Zhao terulur dan menyentuh tangan Aisyah.

Namun refleks, Aisyah segera menarik tangannya.

“Maaf...” ucap Aisyah pelan. “Dalam ajaran agamaku, seorang wanita muslim tidak diperbolehkan bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram.”

Sekali lagi, Lin Zhao dibuat terdiam.

Begitu banyak hal tentang Aisyah yang belum ia pahami.

Namun anehnya...

hal itu justru membuat rasa penasarannya pada wanita itu semakin besar.

“Maaf...” jawabnya lirih.

Aisyah tersenyum kecil. Ia mengambil segelas air putih, lalu memberikannya pada Lin Zhao.

“Tidak apa-apa. Aku mengerti,” ucap Aisyah lembut. “Pada dasarnya, budaya dan keyakinan kita memang berbeda.”

Mendengar itu, Lin Zhao semakin tertarik pada cara berpikir Aisyah wanita yang begitu teguh memegang keyakinannya, meski kini berada di negeri yang begitu asing baginya.

“Lalu... apa lagi yang tidak diperbolehkan dalam ajaran agama dan budaya kalian?” tanya Lin Zhao tiba-tiba.

Mata Aisyah langsung membesar.

Ia hanya tersenyum kecil, namun memilih untuk tidak menjawab..

“Sudahlah,” katanya pelan. “Nanti kamu juga akan memahaminya sendiri. Jangan terlalu dipikirkan.”

Jawaban singkat itu justru membuat rasa penasaran Lin Zhao semakin besar.

Laki-laki itu tersenyum sambil menganggukkan kepala.

Baru sekarang ia menyadari bahwa Aisyah adalah wanita yang sangat berbeda,lembut, hangat, dan memiliki ketenangan yang sulit dijelaskan.

Namun di balik senyumnya, Aisyah justru merasa sebaliknya.

Semakin lama tinggal di rumah itu, ia semakin merasa tidak aman.

Tatapan dingin Lin Chou masih terbayang jelas di kepalanya.

Apakah keluarga Lin benar-benar keluarga baik-baik?

Dan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu hingga Lin Chou begitu membenci wanita Indonesia seperti dirinya?

Di sisi lain, Lin Zhao menatap wajah Aisyah diam-diam.

Wajah itu...

terlalu mirip dengan Alesya.

Dan untuk pertama kalinya, Lin Zhao merasa takut.

Takut jika Aisyah berada dalam bahaya hanya karena wajahnya yang begitu mirip dengan wanita yang pernah menjadi istri kakaknya.

Ingin meminta Aisyah pergi.

Namun hatinya menolak.

Karena tanpa sadar...

ia telah jatuh cinta.

Dan kini, satu-satunya hal yang ingin ia lakukan hanyalah melindungi wanita itu.

Keduanya pun terdiam.

Tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Aisyah memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup di Shanghai.

Sedangkan Lin Zhao memikirkan satu hal.

bagaimana caranya menjaga Aisyah agar tidak terluka...

Lin Zhao telihat melamun kemudian Aisyah pun membuka pembicaraan..

"Kak Lin bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya Aisyah dengan ragu-ragu.

Lin Zhao menatap kearah Aisyah dan tersenyum..

"Tentu saja boleh,apa yang ingin kamu tanyakan?"jawab Lin Zhao lirih.

Namun Aisyah mengurungkan niatnya.

"Tidak jadi kak. Lupakan saja." jawab Aisyah kemudian.

Dalam hati, Aisyah ingin bertanya mengapa Lin Chou begitu membenci wanita Indonesia.

Namun niat itu ia urungkan.

Bagaimanapun juga, ia hanyalah orang asing di rumah itu.

"Baiklah kalau begitu. Gimana kalau kita jalan jalan sebentar." ajak Lin Zhao sembari menatap Aisyah.

Aisyah mengangguk dia juga bosan berada dirumah itu selama ini. Namun Aisyah takut jika dia keluar akan ada masalah karena dia adalah seorang imigran gelap yang tak mempunyai identitas..

"Tapi... Ucapnya lirih.

"Aku tak mempunyai identitas,aku takut jika aku keluar aku akan mendapatkan masalah dan juga aku takut jika orang orang Mr. Wang akan menemukanku."

Aisyah menundukkan kepalanya dia tahu bahwa selama masih di Shanghai dia mungkin tak akan aman apalagi jika dia berjalan jalan.

Lin Zhao tahu apa yang dipikirkan oleh Aisyah. Dia pasti takut jika orang orang Mr. Wang akan menangkapnya. Terlebih lagi dari imigrasi dan bisa juga kepolisian...

"Kamu tidak perlu takut."

"Selama kamu berada di bawah perlindungan keluarga Lin, tak seorang pun berani menyentuhmu. bahkan kepolisian dan pihak imigrasi mereka semua berada dibawah kekuasaan keluarga Lin."

Ucapan itu terasa sebagai penyelamat,asalkan dia ada dibawah kekuasaan keluarga Lin dia akan baik-baik saja. Namun... Aisyah juga tak mungkin selamanya ada disana. Dan Aisyah juga akan menjadi jalan keluar untuk bisa kembali ke Indonesia..

Malam itu, Lin Zhao membawa Aisyah ke Zhujiajiao,kota tua yang dijuluki Venesia Shanghai.

Lampu-lampu temaram memantul di permukaan sungai kecil, membuat suasana malam itu terasa begitu indah.

Lin Zhao membawa Aisyah untuk melihat banyaknya arsitektur bangunan Tiongkok. Lin Zhao ingin Aisyah juga mengenal budaya Tiongkok...

"Tempat yang sangat indah.." ucap Aisyah sembari berdiri di tepi sungai kecil dan menatap lurus kearah Lin Zhao.

Dan tanpa sadar, jantung Lin Zhao kembali berdetak lebih cepat dari biasanya.

Dari kejauhan, Lin Chou berdiri dalam diam.

Tatapannya tajam.

Auranya begitu kuat.

Ia menatap Aisyah tanpa berkedip,seolah sedang melihat bayangan Alesya hidup kembali.

“Selidiki wanita itu,” ucapnya dingin.

“Cari tahu siapa dia sebenarnya.”

“Dan awasi Tuan Kedua. Jangan sampai dia tahu.”

"Baik...."ucapnya patuh...

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!