NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Bom Waktu di Dalam Map Cokelat

Suasana di kediaman keluarga Pratama malam itu terasa kian menyesakkan. Tidak ada lagi sisa keangkuhan seperti setahun lalu, saat mereka dengan jemawa mendepak Andini dari rumah tersebut. Bangunan dua lantai yang cicilannya mulai menunggak itu kini terasa pengap, seolah dinding-dindingnya perlahan menghimpit mereka.

Reno terpuruk di kursi ruang tamu. Jas mahalnya tergeletak begitu saja di lantai. Di atas meja kaca, sebuah map cokelat tebal pemberian Andini terdiam kaku, menyerupai bom waktu yang tinggal menunggu detik untuk meledak.

"Mas, sebenarnya apa isi map itu? Jangan-jangan si Andini itu cuma mau meneror kita!" Siska menggerutu sambil mengayunkan kereta bayi dengan kasar. Wajahnya yang tanpa riasan terlihat kusam, penuh guratan stres yang tidak bisa disembunyikan.

"Diam kamu, Siska! Gara-gara kamu tidak bisa menjaga sikap di kafe tadi, Andini langsung menolak proposal perusahaan kita!" bentak Reno penuh frustrasi. Kepalanya terasa mau pecah memikirkan nasib Pratama Jaya Tekstil yang sudah berada di ambang kehancuran.

Ratna, ibu Reno, ikut duduk di samping anaknya dengan gurat kecemasan yang mendalam. "Sudah, Reno, jangan bertengkar terus. Cepat buka map itu. Ibu penasaran, apa maksud perempuan itu bicara soal penerus takhta keluarga kita?"

Dengan tangan yang gemetar akibat amarah dan rasa penasaran yang membuncah, Reno akhirnya meraih map cokelat tersebut. Ia merobek segelnya dengan kasar. Di dalamnya terdapat dua bendel dokumen resmi dengan kop surat dari sebuah rumah sakit swasta ternama di Jakarta.

Reno menarik lembaran pertama. Dokumen itu adalah Hasil Analisis Sperma dan Kesuburan atas namanya sendiri, Reno Pratama, yang diterbitkan dua tahun lalu—tepat saat ia masih berstatus sebagai suami Andini.

Mata Reno menyusuri baris demi baris istilah medis hingga pandangannya terpaku pada kesimpulan di bagian bawah: azoospermia total (infertilitas mutlak). Pasien dinyatakan mandul secara permanen dan tidak memiliki kemungkinan untuk menghasilkan keturunan secara alami.

Kertas itu terlepas dari genggaman Reno, melayang jatuh ke lantai. Wajahnya mendadak pucat pasi, sekuning kain kafan. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga telinganya berdenging hebat.

"Reno? Ada apa, Nak? Apa isinya?" Ratna panik melihat perubahan drastis pada anak tunggalnya. Ia segera memungut kertas tersebut dan membacanya. Detik itu juga, tangan Ratna ikut bergetar hebat. "Ini... ini tidak mungkin! Dokter ini pasti keliru! Kamu kan sehat, Reno! Siska buktinya bisa hamil!"

Mendengar namanya disebut, Siska yang sejak tadi berdiri di dekat kereta bayi mendadak membeku. Wajahnya yang semula ketus langsung berubah menjadi putih pasi karena ketakutan. Matanya melirik panik ke arah lembaran dokumen kedua yang masih berada di dalam map.

"Siska..." Suara Reno terdengar sangat rendah, parau, dan bergetar hebat menahan badai emosi yang siap meletup.

Reno menarik lembaran dokumen kedua. Itu adalah Hasil Tes DNA Paternitas antara dirinya dan bayi laki-laki yang saat ini sedang tertidur di dalam kereta bayi.

Mata Reno memerah, air mata kemarahan mulai menggenang saat membaca hasil mutlak di lembar tersebut: probabilitas keayahan: 0% (nol persen). Secara medis disimpulkan bahwa Reno Pratama bukan ayah biologis dari anak tersebut.

"SISKAAA!!!"

Reno bangkit dari kursinya dan berteriak bagai kesurupan. Suara raungannya menggema membelah keheningan malam, begitu mengerikan hingga sang bayi terbangun dan langsung menangis histeris. Reno melompat maju, mencengkeram kedua bahu Siska dengan kekuatan penuh hingga wanita itu memekik kesakitan.

"Mas! Sakit, Mas! Lepas!" jerit Siska ketakutan.

"Anak siapa ini, hah?! Jawab aku, Siska! Anak siapa yang ada di dalam kereta bayi itu?!" Reno mengguncang tubuh Siska dengan beringas. Kertas hasil tes DNA itu dilemparkannya tepat ke wajah Siska. "Aku mandul! Aku mandul sejak dua tahun lalu, Siska! Andini tahu itu, dia sengaja menyimpan rahasia ini demi menjaga harga diriku sebagai laki-laki! Tapi kamu... kamu datang membawa anak haram orang lain dan menuduh Andini yang mandul?!"

Siska menangis histeris, terduduk di lantai sambil memeluk kaki Reno. "Mas, maafkan aku, Mas! Aku khilaf... Waktu itu perusahaan mantanku bangkrut, aku bingung... Tolong maafkan aku!"

"Jadi benar... anak itu bukan darah daging anakku?" Ratna bergumam lirih. Dadanya mendadak terasa sangat sesak. Impiannya memiliki cucu penerus keluarga Pratama hancur berkeping-keping. Wanita tua itu memegangi dadanya, lalu ambruk pingsan di atas sofa karena syok yang teramat sangat.

"Ibu! Ibu!" Reno panik, namun matanya kembali menatap Siska dengan pandangan penuh kebencian dan rasa jijik yang luar biasa.

Reno tertawa sumir, tawa yang terdengar sangat menyedihkan di tengah tangisan bayi dan jeritan Siska. Pria itu menjambak rambutnya sendiri hingga berantakan. Rasa penyesalan yang teramat besar dihantamkan ke dadanya seperti hantaman godam seberat berton-ton.

Setahun lalu, di rumah ini, ia mengusir Andini—seorang istri shalihah yang tulus merawatnya, yang rela mengorbankan kariernya, dan yang dengan rapat menyimpan aib kemandulannya demi menjaga kehormatan suaminya di depan keluarga besar. Ia telah membuang berlian murni hanya demi memeluk bangkai beracun seperti Siska.

"Kalian telah membuangku seperti sampah. Maka suatu hari nanti, aku akan memastikan kamu, ibumu, dan semua kesombonganmu akan merangkak di bawah kakiku..."

Kata-kata kutukan Andini di malam hujan itu kembali terngiang dengan sangat jelas di kepala Reno.

Reno terduduk lemas di lantai, menutupi wajahnya dengan kedua tangan, lalu menangis sejadi-jadinya. Penyesalan itu datang terlambat, dan kini ia menyadari bahwa ia telah benar-benar menyentuh titik nadir kehidupannya yang sesungguhnya. Karma dari seorang istri yang terzalimi telah menjemputnya dengan mutlak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!