NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:115k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Tangisan Sanya yang menyayat hati ketika tangannya diobati, malah menjadi pemantik kesenangan para manusia berhati hitam.

"Rasakan, makanya jangan suka mencuri milikku, dasar pembawa sial..!" teriak Jinbao dari halaman.

Entah sejak kapan bocah nakal tersebut kembali berada dipekarangan kamar keluarga putra ketiga Xiao.

"Berisik kau Jinbao..!" Li Chao membentak keras.

Tapi Jinbao sama sekali tidak takut, bocah itu malah mengejek bibinya.

"Dasar ayam mandul, tidak bisa melahirkan anak laki-laki. Heh, wanita tidak berguna, harusnya nenek membuatmu bercerai dengan paman dari dulu."

Jantung Li Chao berdebar kencang, otaknya mendidih mendengar ucapan Jinbao.

Apa yang bisa dimengerti oleh anak kecil itu sampai tahu istilah ayam mandul.

Semuanya pasti diajarkan oleh orang dewasa. Ibu mertuanya mungkin suka begunjing dan mengutuk Li Chao dibelakang punggungnya.

Sungguh jahat sekali, bodoh. Seorang anak yang seharusnya tumbuh dilingkungan sehat, malah sudah didoktrin dengan ajaran sesaat dan pertengkaran setiap hari.

Mau bagaimana mereka dimasa depan..?

Akan menjadi apa jika karakternya sudah buruk sejak dini..?

Api kebencian kian berkobar dihati Li Chao, tapi dia tidak membalas dan kembali fokus menenangkan Sanya.

Sementara Aran, makin mengeras saja hatinya. Ia tak bisa lebih lama tinggal dikeluarga toxic begini, ia dan suaminya harus segera pergi.

Song Aran teringat rencananya bersama sang suami. Mungkin dengan menasehati atau mengusik sifat Jinbao, akan lebih efektif untuk memaksa si ibu mertua mengusir dirinya dan Xiao Jian.

Aran dan Xiao Jian memang tidak menargetkan Jinbao dalam misi mereka, sebab berpikir Jinbao hanya anak kecil yang manja dengan kenakalan sewajarnya.

Tapi sekarang penilaian Aran telah berubah, anak seperti ini pantas diberi pelajaran. Sudah bukan sekadar nakal manja, tapi kurang ajar tak punya sopan santun beretika.

Melihat Sanya sudah tertidur tenang, Aran pun pamit untuk kembali kekamar lalu memeriksa beras ketan yang telah direndam dalam mata air spiritual di Ruang Saji.

Aran menyalakan anglo, menanak beras ketan dengan kukusan bambu.

Semua perabotan masak didalam Ruang Saji adalah milik Xiao Jian yang dulu ada dirumah lama, tempat persembunyian pemuda itu.

Sembari menunggu beras ketan matang, Aran memutuskan untuk merawat tanaman dan ayam peliharaan.

Setelah beras ketan siap, Aran menggelarnya di atas tikar bambu untuk mendinginkannya.

Setelahnya, Aran mencampurkan bubuk ragi secara merata, memasukkannya ke dalam ember kayu lalu dipadatkan, membuat lubang dibagian tengah, kemudian menutupnya rapat.

Tinggal menunggu saja dua sampai tiga hari, maka arak beras sudah bisa dikonsumsi.

Saat Song Aran sedang sibuk, tiba-tiba ia mendengar teriakan panik dari halaman.

"Ibu, tolong beri aku uang untuk membawa Sanya ke tabib, putriku demam..!" Li Chao memohon sembari terisak putus asa.

Song Aran segera keluar, dan langsung mendapati wajah Sanya memerah dengan badan menggigil.

Meski lukanya telah dibersihkan tepat waktu, cedera dan trauma adalah penyebab utama balita cantik itu mengalami demam.

"Tidak ada uang..!" pekik Wang Lian.

"Jangan manja, hanya karena jatuh saja sudah demam. Dasar lemah, tidak berguna.!"

Li Chao meratap pedih "ibu, tolong, kasihani Sanya..!"

"Kau mau merampok keluarga ini..? lagi pula itu hukuman untuk Sanya karena mencuri dari Jinbao kita..!"

"Sanya tidak mencuri, putriku bukan anak seperti itu." raung menggelegar Li Chao.

Wanita itu sudah panik ketakutan melihat putrinya yang mengigau, menggigil. Ini malah dimaki, dituding kasar.

"Apa yang dikatakan Jinbao, itu yang benar dan aku percaya. Jangan melawanku, atau aku akan membuatmu bercerai dengan putraku."

"Ibu, sakit..!" rintihan Sanya dengan mata terpejam dan bibir sepucat kapur.

"Ibu, tolong, Sanya bisa mati kalau tidak segera diobati." tubuh Li Chao bergetar hebat, memeluk putrinya erat.

"Tidak ada uang..! apa gunanya membawa anak yang tidak berharga ke tabib. Setiap anak pasti sakit, dia harus bertahan agar kuat, jangan manja."

"Ibu---

"Diam, lebih baik kau pergi memasak. Sebentar lagi waktunya bagi keluarga untuk makan."

"Istriku, apa yang terjadi..?" tanya suami Li Chao yang baru pulang dari ladang.

"Suamiku, tolong Sanya, dia demam. Kita harus segera membawanya ketabib, tapi aku tidak punya uang."

Song Aran hanya bisa menghela napas sedih.

Keluarga Li Chao tidak memiliki mas kawin saat menikah, tak juga punya tabungan karena semua uang yang mereka hasilkan diberikan kepada Wang Lian.

Xiao Laosan adalah anak yang paling jujur. Ia selalu patuh pada orangtua, menyetorkan semua hasil kerja tanpa menyisakan untuk istri dan anaknya.

Xiao Laosan memeriksa tubuh Sanya yang berada digendongan Li Chao. Melihat wajah putrinya yang memerah, serta tangan dibalut perban, riak rona pria itu langsung berubah kelam.

Meski diabad ini anak lelaki lebih berharga, Xiao Laosan juga ingin memilikinya. Tapi pria itu sangat menyayangi kedua putrinya. Bagi Laosan, anak tetap anak, tidak boleh dibeda-bedakan.

"Jinbao memukuli Sanya, menginjak tangan juga menendang perutnya. Aku sudah membalut lukanya, tapi dia masih demam. Sanya perlu diperiksa tabib." adu terisak Li Chao.

"Ibu..!" Xiao Laosan menatap Wang Lian, tapi Xiao Lao Er menyela.

"Jinbao-ku anak yang baik, mana mungkin dia menginjak tangan adiknya tanpa alasan..? Sanya pasti telah melakukan sesuatu yang buruk."

"Kau tahu apa..? Sanya hanya melihat manisan ditangan Jinbao, tapi putramu itu sudah mengamuk seperti orang gila, menuduh mencuri, mendorong, menginjak-injak Sanya." raung garang Li Chao.

"Kalian tidak punya hati, ibu dan Zhaoi niang bahkan cuma menonton melihat Jinbao yang seperti babi itu menginjak badan kurus putriku." jeritan marah meluap dari kerongkongan Li Chao.

Xiao Laosan meradang, ia menatap garang Wang Zhaoi, Jinbao lalu kakak keduanya Xiao Luo Er.

"Ibu, berikan aku uang untuk membawa Sanya berobat, setelahnya aku akan melupakan kejadian ini." kata dingin Laosan.

"Omong kosong apa yang kau ucapkan..? semua anak pasti pernah sakit. Tidak usah berlebihan, dibawa tidur juga sembuh." balas Wang Lian tak punya nurani.

"Belum lama ini Jinbao hanya batuk karena tersedak, Ibu langsung membawanya kedokter. Sanya sekarang demam, tangannya terluka, mungkin juga perutnya memar, dan Ibu cuma bilang semua anak pasti pernah sakit..?" ucap penuh kekecewaan Xiao Laosan.

"Bisakah Sanya yang tidak berguna ini dibandingkan dengan Jinbao..? dia satu-satunya cucu laki-laki di keluarga Xiao kita, tentu Jinbao harus mendapatkan yang terbaik."

"Baik, kalau ibu tidak mau memberiku uang, mari kita bagi harta keluarga..!" kata Xiao Laosan dingin.

Mendengar ini, Li Chao merasakan gelombang kegembiraan. Akhirnya keluarganya bisa terbebas memiliki uang mereka, tidak akan merasa sakit hati jika melihat ketimpangan kasih sayang si ibu mertua.

Wang Lian berteriak, ia hendak menampar Xiao Laosan.

"Membagi harta keluarga.? anak durhaka. Aku masih hidup, kita tidak boleh membagi harta keluarga apa lagi hanya untuk membawa putrimu yang tidak berharga itu kedokter."

Aku ganti aja kata tabib jadi dokter ya, biar lebih enak aja.

Xiao Laosan tidak menghindar dari tamparan Wang Lian, tapi berlutut tegak, berkata dengan penuh kekecewaan.

"Ibu, selama aku menjadi putramu, apa pernah aku tidak berbakti..? aku bisa mengabaikan putriku yang ingin makan telur, tapi aku tidak sanggup melihat Sanya mati hanya karena demam."

"Laosan, jangan bicara soal pembagian harta keluarga." Xiao Heng menyela dari pintu halaman.

"Istriku, berikan uangnya agar Sanya bisa segera dibawa kedokter." sambung Xiao Heng.

"Terimakasih, ayah..!" Xiao Laosan tersenyum lega.

Ibunya itu terus saja menggerutu, mengomel tak ikhlas, saat menyodorkan uang padanya.

Xiao Laosan gegas menggendong Sanya, berlari keluar menuju ke klinik. Li Chao juga ikut berlari mengekori.

"Istri Laosan, giliranmu memasak hari ini. Kalau kau kabur, siapa yang akan melakukannya..?" seru Wang Lian.

"Ibu, biar aku saja yang memasak."

Wang Zhaoi yang sejak tadi bersembunyi bersama Daya dan Jinbao, akhirnya menampakan diri, menawarkan jasa.

Song Aran yang tak mau jadi tumbal untuk makan malam, melipir keluar. Xiao Jian dan Song Qing Bao seharusnya sudah kembali sekarang.

Benar saja, begitu Aran tiba di pintu masuk desa, ia melihat Xiao Jian dan Qing Bao berjalan kearahnya sembari mengobrol serta tertawa.

Tampaknya kedua pria berbeda usia itu telah mendapatkan hasil buruan yang bagus.

1
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
chataleya
Wang Lian ini ternyata lebih buruk daripada tuan crab
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!