NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Warisan

​Angin malam menusuk hingga ke tulang, membawa hawa dingin yang seolah ingin membekukan aliran darah.

Di bawah langit yang kelam, sosok mungil Tian Hao melangkah menembus kegelapan hutan yang mengelilingi kediaman keluarga Tian.

Rambut hitamnya menari-nari liar, beberapa helai sesekali menutupi wajahnya yang pucat, namun matanya tetap lurus menatap ke depan, tajam dan tak tergoyahkan.

​Ia berjalan dengan ketenangan yang tidak wajar bagi remaja seusianya. Langkahnya ringan, hampir tak bersuara, seolah ia sedang menikmati setiap inci perjalanannya menuju keabadian.

”Baginya, kesendirian ini adalah kemewahan.”

Di kediamannya, ia hanyalah titik kecil yang tak terlihat, seekor semut di tengah kerumunan gajah yang pongah. Tak ada yang peduli jika ia pergi, dan tak ada yang akan mencari jika ia menghilang.

”​Dunia ini memang kejam; ia hanya melihat mereka yang bersinar, dan akan tanpa ragu menginjak-injak mereka yang dianggap lemah tanpa pernah merasa perlu untuk menoleh.”

​"Seharusnya... tempatnya di sini," bisik Tian Hao.

​Ia berhenti tepat di depan sebuah pohon raksasa yang telah mati. Batangnya yang mengelupas dan ranting-rantingnya yang kering mencuat ke langit seperti jemari mayat yang mencoba menggapai rembulan.

Cahaya bulan purnama menyiram sisa-sisa pohon itu, menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti lukisan melankolis tentang kematian.

​Tian Hao memindai area tersebut. Dalam ingatannya yang berusia lima ratus tahun, ia tahu bahwa di kehidupan sebelumnya, ada seorang praktisi beruntung yang menemukan harta karun luar biasa di bawah pohon ini, yang kemudian mengubah nasib orang tersebut menjadi penguasa wilayah.

​Tanpa membuang waktu, Tian Hao berjongkok. Ia tidak memiliki sekop atau alat bantu apa pun. Dengan tangannya yang masih gemetar akibat latihan fisik yang menyiksa tadi siang, ia mulai menggali.

​Tanah itu keras dan dingin. Tak butuh waktu lama hingga kuku-kukunya mulai patah dan ujung jarinya mengeluarkan darah.

Rasa perih yang menusuk mulai menjalar, namun ekspresi wajahnya tidak berubah sedikit pun.

”Baginya, rasa sakit fisik ini hanyalah gangguan kecil dibandingkan dengan penderitaan jiwa yang telah ia lalui selama lima abad.”

​"Berhenti berarti mati," gumamnya, suaranya parau namun penuh penekanan. "Hidup bukan tentang seberapa kuat kau memukul, tapi seberapa banyak kau bisa menahan pukulan dan tetap melangkah maju."

​Cahaya bulan mendadak semakin terang, menyorot langsung ke arahnya.

Di tengah hutan yang gelap dan kotor itu, Tian Hao tampak seperti sebuah anomali sebuah lukisan indah yang tercipta di atas kanvas yang penuh sampah.

Bersinar, tenang, namun menyimpan kegelapan yang tak terduga. Sayangnya, keindahan tragis itu hanya disaksikan oleh kesunyian malam.

​Setelah penggalian yang terasa abadi, ketika tangannya sudah bersimbah darah dan kotoran tanah, ujung jarinya menyentuh sesuatu yang keras.

​Tian Hao menarik sudut bibirnya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kayu tua yang tampak sangat biasa, seolah itu hanyalah kotak penyimpanan rempah-rempah yang dibuang.

Ia membersihkan tanah yang menempel dengan penuh kehati-hatian, layaknya seorang ibu yang membelai wajah anaknya.

​Namun, ia tidak langsung membukanya. Tian Hao kembali mengurug lubang tersebut dengan tanah agar tidak meninggalkan jejak. Ia kemudian berdiri tepat di titik di mana cahaya rembulan jatuh paling murni.

​Dengan mata terpejam, ia mengangkat kotak itu ke atas. Ia memeras luka di tangannya, membiarkan tetesan darahnya yang hangat jatuh ke atas permukaan kayu yang dingin.

​Satu detik... dua detik... tidak ada yang terjadi.

​Lalu, secara tiba-tiba, cahaya rembulan seolah tersedot masuk ke dalam kotak tersebut. Darah yang meresap ke dalam pori-kayu mendadak berpendar biru terang.

Dari sela-sela kotak, muncul puluhan kupu-kupu cahaya berwarna biru safir yang mengepakkan sayap dengan anggun, mengelilingi tubuh Tian Hao dalam tarian mistis.

​"Pengikatan kontrak... berhasil."

​Tian Hao membuka kotak itu. Seketika, kilau cahaya putih yang menyilaukan meledak dari dalamnya. Di tengah kotak, tergeletak sebuah mutiara putih yang sempurna, memancarkan aura murni yang mampu menenangkan energi Qi yang liar.

​"Mutiara Surgawi," desisnya. "Warisan legendaris dari zaman kuno yang seharusnya telah musnah ditelan sejarah."

​Mutiara itu berdenging rendah, seolah merespons kehadiran pemilik barunya. Ia melayang pelan, berputar di antara kupu-kupu biru sebelum akhirnya mendarat dengan lembut di telapak tangan Tian Hao yang terluka.

Saat mutiara itu bersentuhan dengan kulitnya, rasa sakit di tangannya mendadak sirna, dan kelelahan fisiknya memudar.

​Tian Hao menyimpan mutiara berharga itu ke dalam kantong kain di balik bajunya. Dengan harta ini, kecepatan kultivasinya tidak lagi terikat oleh bakat tubuhnya yang rendah. Ia kini memiliki kunci untuk melompati batas-batas tubuhnya.

​Ia kembali ke kediamannya saat fajar hampir menyingsing. Setelah membersihkan sisa-sisa tanah dan darah di tubuhnya, ia merebahkan diri di atas kasur kayunya yang keras dan dingin.

Matanya menatap langit-langit kamar yang kusam, sementara pikirannya melayang pada kemunafikan dunia yang ia tinggalkan di masa depan.

​"Dunia selalu membenci mereka yang dianggap penjahat," batinnya sebelum terlelap. "Orang-orang akan berteriak paling kencang untuk menuntut keadilan bagi orang lain, mencaci maki kegelapan dengan lidah yang penuh bisa. Namun, mereka sering kali lupa pada kejahatan mereka sendiri... yang meski hanya sekecil debu, tetaplah noda yang tak terhapuskan. Jika menjadi penjahat berarti aku bebas dari rantai kemunafikan mereka, maka biarlah aku menjadi iblis yang akan mereka tangisi selamanya."

​Dalam keheningan kamar itu, Tian Hao memejamkan mata, siap untuk memulai pendakian berdarahnya menuju puncak dunia.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!