NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

“Nathan,” ujar pria paruh baya itu lagi, nadanya mulai serius, “banyak temanmu sudah punya anak. Sementara kau masih saja sendirian. Nanti… siapa yang akan melanjutkan bisnismu?”

Nathan mengangkat kepala, menatap lurus ke arah pria itu.

“Lalu bagaimana denganmu?” balasnya tenang. “Bukankah kau menikah di usia dua puluh lima, punya anak di usia dua puluh tujuh…”

Ia berhenti sejenak.

“Dan akhirnya bercerai? Anakmu ikut mantan istrimu.”

Suasana langsung membeku.

“Kau…” pria itu menahan emosi.

Nathan menyandarkan tubuhnya dengan santai. “Kau juga kaya,” lanjutnya datar. “Lalu kenapa pernikahanmu hanya seumur jagung?”

Deg.

Tamparan tanpa suara.

“Sudahlah,” potong Nathan dingin. “Jangan datang lagi hanya untuk membahas hal seperti ini.”

Pria itu menghela napas panjang, jelas kesal namun menahan diri.

“Terserah padamu,” katanya akhirnya. “Ini foto dan data gadis itu.”

Ia meletakkan sebuah amplop cokelat di atas meja. “Kau mau lihat atau tidak, aku tidak peduli lagi. Ke depannya, kau sendiri yang akan menjalani hidupmu. Di masa tua nanti… kau hanya bisa mengandalkan orang-orang di sekitarmu yang tidak punya hubungan darah denganmu.”

Ia berbalik, bersiap pergi.

“Setidaknya,” suara Nathan tiba-tiba terdengar lagi, rendah dan tajam, “aku tidak punya catatan hidup yang memalukan.”

Langkah pria itu terhenti.

Nathan melanjutkan tanpa ekspresi.“Tidak berselingkuh. Tidak mabuk-mabukan dengan wanita di klub malam.”

“Kau ini…” pria itu berbalik, jelas tersinggung.

Nathan menatapnya dingin.

“Sebelum menghakimi hidupku,” ujarnya pelan namun menekan, “coba lihat hidupmu sendiri terlebih dahulu. Apakah sudah lebih baik dari aku."

Hening.

Tidak ada lagi yang bisa dibalas.

Pria itu akhirnya pergi.

Pintu tertutup.

Ruangan kembali sunyi.

Nathan tetap duduk di tempatnya.

Diam.

Seolah tidak peduli.

Namun

Beberapa detik kemudian…

Tatapannya perlahan beralih ke amplop cokelat di atas meja.

Nama itu—

Liora Meng.

Tanpa alasan yang jelas…

Mulai mengusik pikirannya.

“Tuan, apakah kita perlu melihat data wanita itu?” tanya Marcus hati-hati.

“Buang saja,” jawab Nathan dingin. “Aku tidak peduli siapa dia.”

Marcus terdiam. Ia sudah menduga jawaban itu.

"Setiap kali menyangkut wanita… Tuan selalu menjauh. Padahal semua orang sudah percaya Nona Calista tidak mungkin masih hidup. Laut sedalam itu… air sedingin itu… tidak mungkin ada yang selamat. Namun Tuan masih saja mempercayainya. Bahkan selama lima tahun ini, hampir setiap malam ia pergi ke tepi pantai."

Malam itu, Nathan melangkah keluar dari gedung menuju mobilnya. Namun langkahnya sempat terhenti. Wajahnya tampak lelah, berbeda dari biasanya.

“Pulanglah. Aku ingin sendiri,” ucapnya pelan.

“Baik, Tuan,” jawab Marcus sambil menunduk.

Nathan langsung masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin, lalu melaju meninggalkan parkiran tanpa menoleh lagi.

Marcus hanya bisa menatap mobil itu menjauh. "Tuan pasti ke pantai lagi. Andaikan Nona Calista masih hidup, dia pasti ikut merasa sedih melihat Tuan seperti ini. Sayangnya… kesalahpahaman mereka tidak pernah sempat diselesaikan."

Di sisi lain, mobil itu melaju menembus gelapnya malam, menuju tempat yang sama—

Tempat di mana seseorang pernah menghilang dari hidupnya.

Dan tanpa ia sadari…

Orang yang ia tunggu masih hidup. Namun tidak lagi mengingat dirinya. Ia berdiri menatap lautan dengan tatapan yang suliy ditebak.

Beberapa saat kemudian Nathan meninggalkan tepi pantai dan ingin kembali ke rumahnya.

Mobil hitam itu melaju membelah gelapnya malam.

Lampu jalan redup, jalanan mulai sepi.

Nathan mengemudi dengan satu tangan, tatapannya lurus ke depan.

Tenang.

Namun pikirannya tidak sepenuhnya di jalan.

Tiba-tiba—

Sorot lampu dari arah belakang muncul.

Satu mobil.

Lalu dua.

Dan dalam hitungan detik

Tiga mobil hitam mengepung dari berbagai arah.

Nathan menyipitkan mata.

Bukan panik.

Tapi waspada.

BRAK!

Salah satu mobil dari samping mencoba menyerempet.

Nathan langsung memutar setir dengan cepat, menghindar nyaris tanpa jarak.

DOR! DOR! DOR!

Suara tembakan memecah malam.

Kaca mobilnya retak.

Peluru menghantam bodi kendaraan.

Namun ekspresi Nathan tidak berubah. Ia justru tersenyum tipis.

Dengan satu tangan tetap memegang setir—

Tangannya yang lain mengambil pistol dari bawah kursi.

Gerakannya tenang. Seolah sudah terlalu terbiasa.

DOR!

Ia menembak ke arah mobil di sisi kiri. Tepat ke arah ban depan.

BRAK!

Mobil itu langsung oleng, kehilangan kendali, lalu menghantam pembatas jalan.

Namun dua mobil lainnya masih mengejar.

Salah satunya kini berada tepat di belakangnya.

DOR! DOR!

Peluru kembali menghantam.

Nathan menunduk sedikit, menghindari pecahan kaca yang berjatuhan.

Lalu

Ia menekan pedal gas lebih dalam. Mesin meraung. Mobil melesat cepat.

Sambil tetap mengemudi—

Ia membuka jendela sedikit.

Mengangkat pistolnya.

Dan tanpa ragu—

DOR! DOR! DOR!

Tembakan dilepaskan ke arah belakang.

Salah satu peluru mengenai kaca depan mobil pengejar.

“ARGH!”

Terdengar teriakan dari dalam mobil itu.

Nathan memutar setir tajam.

Masuk ke jalan sempit.

Gelap.

Sepi.

Namun justru itu yang ia inginkan.

Dua mobil itu tetap mengejar.

Namun ruang gerak mereka terbatas.

Nathan mengerem mendadak.

BAN BERDECIT!

Mobil di belakangnya hampir menabrak.

Dalam satu gerakan cepat—

Nathan membuka pintu, keluar setengah badan

Dan ...

DOR! DOR!

Tembakan tepat sasaran.

Pengemudi mobil musuh tumbang.

Mobil itu kehilangan kendali dan menghantam dinding.

Tersisa satu.

Nathan kembali masuk penuh ke dalam mobil. Napasnya tetap stabil. Tidak tergesa.

Seolah ini hanya rutinitas.

Mobil terakhir mencoba menyalip dari kanan.

Nathan melirik sekilas.

Lalu

Ia memutar setir mendadak.

BRAK!

Tabrakan keras tak terhindarkan.

Mobil musuh terdorong keluar jalur.

Nathan langsung menginjak rem.

Mobilnya berhenti.

Hening.

Hanya suara mesin dan napas malam.

Beberapa detik berlalu.

Tidak ada pergerakan dari mobil musuh.

Nathan keluar dari mobilnya.

Langkahnya tenang.

Pistol masih di tangannya.

Ia berdiri di depan mobil yang hancur itu. Tatapannya dingin.

“Terlalu lemah…” gumamnya.

Namun saat ia berbalik—

Setetes darah mengalir dari lengannya.

Ia tertembak.

Nathan melirik sekilas luka itu. Namun tidak peduli. Ia kembali masuk ke mobil. Dan melaju lagi. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Mobil hitam itu melaju membelah gelapnya malam. Setelah penyergapan sebelumnya, jalanan tampak lebih sepi dari biasanya.

Nathan mengemudi dengan satu tangan, tatapannya lurus ke depan. Wajahnya tetap tenang, seolah semua yang baru saja terjadi hanyalah hal biasa.

Namun instingnya tidak pernah salah.

“Ada yang belum selesai…” gumamnya pelan.

Di kejauhan, di atas sebuah gedung tua yang gelap, seseorang telah bersiap. Tubuhnya tengkurap, senapan sniper terarah lurus, bidikan terkunci sempurna pada satu target—

Nathan Han.

Di dalam mobil, Nathan sedikit mengerutkan kening. Perasaan tidak nyaman tiba-tiba muncul, membuatnya refleks menunduk sedikit.

DOR!

Suara tembakan tajam memecah malam.

Dalam sepersekian detik ... Tubuh Nathan tersentak. Peluru menembus sisi kiri perutnya.

Darah langsung merembes, membasahi kemejanya.

Namun tidak ada teriakan.

Hanya desahan pelan keluar dari bibirnya.

“Tch…”

Tangannya langsung menekan luka itu, sementara kaki tetap menginjak gas. Mobil tidak melambat.

DOR!

Tembakan kedua menyusul.

Kaca mobil pecah sebagian.

Nathan langsung membanting setir, mobil berbelok tajam keluar dari garis bidikan.

“Sniper…” gumamnya dingin.

Di sisi lain yang tidak jauh dari lokasi penembakan, terlihat Liora Meng sedang berjalan kaki dengan santai.

"Apakah aku harus menjalani hidup tanpa kenangan masa lalu? tanpa mengetahui siapa diriku?" gumamnya.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!