NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Pagi di Mayfair Mansion selalu dimulai dengan simfoni perak yang beradu dengan porselen mahal. Sinar matahari musim dingin menyelinap malu-malam melalui gorden beludru, menerangi meja makan panjang yang dipenuhi hidangan continental breakfast. Namun, bagi Gabriel, suasana pagi ini terasa seperti berjalan di atas seutas tali tipis di atas jurang yang dalam.

Getaran di ponselnya yang tergeletak di pangkuan membuat jantungnya melompat. Ia melirik sekilas ke bawah meja, memastikan Renata dan Fank tidak memperhatikan gerakannya.

Vavo:

"Selamat pagi Gaby. Berhenti memikirkan malam panas kita. Kita melakukannya berkali-kali selama ini tanpa pengaman, dan lihat? Kau tidak pernah hamil. Berhenti cemas, atau aku tidak akan tahan untuk segera menarikmu kembali ke pelukanku sekarang juga di depan mereka. Tarik napas dalam-dalam, lupakan sejenak, dan mari sarapan seperti tidak terjadi apa pun. Aku mencintaimu."

Pipi Gabriel memanas seketika. Ia buru-buru mematikan layar ponselnya dan menggenggam garpu dengan jari yang sedikit gemetar. Kata-kata "Tanpa pengaman" dan "Malam panas" berputar di kepalanya seperti kaset rusak, memicu kilas balik tentang berat tubuh Ezzvaro di atasnya semalam.

Ia mencuri pandang ke arah Ezzvaro yang duduk tepat di seberangnya. Pria itu tampak sangat tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja melakukan dosa besar beberapa jam yang lalu. Ezzvaro mengenakan kemeja putih bersih dengan setelan jas abu-abu gelap. Tidak ada gurat kelelahan, tidak ada sisa-sisa gairah yang terpancar. Topeng Manafe-nya terpasang sempurna, seolah ia adalah pria paling bermoral di London.

Fank Manafe menyesap kopinya sambil membaca koran digital. Di sampingnya, Renata tersenyum anggun, memotong buah pepaya dengan sangat telaten.

"Kalian berdua tampak lebih tenang pagi ini," suara Fank memecah kesunyian. Matanya yang tajam menatap Ezzvaro, lalu beralih ke Gabriel. "Insiden di kantin semalam... aku sudah melihat videonya. Kekanak-kanakan, tapi setidaknya kalian menunjukkan pada staf bahwa kalian memiliki 'semangat' yang sama untuk perusahaan."

Renata terkekeh pelan. "Oh, Fank. Biarkan saja mereka. Persaingan antara saudara baru itu wajar. Itu tanda mereka mulai saling mengenal karakter masing-masing, bukan?"

Gabriel hanya tersenyum kaku. Saling mengenal karakter? Jika ibunya tahu seberapa dalam Ezzvaro mengenalnya selama ini, mungkin wanita itu akan jatuh pingsan.

Gabriel merasa beruntung karena ia mengenakan high-neck sweater berwarna krem pagi ini. Meski Ezzvaro adalah pria yang penuh hasrat liar, semalam ia sangat berhati-hati. Ezzvaro sama sekali tidak membuat tanda di leher indah itu—area yang bisa memicu kecurigaan Fank dan ibunya. Ezzvaro tahu persis di mana harus menanamkan "tanda kepemilikannya".

Ia membuat tanda-tanda merah yang membara itu di area yang tertutup rapat oleh pakaian: dari tulang selangka, turun ke dada, hingga ke perut Gabriel. Mengingat bagaimana bibir dan gigi Ezzvaro menelusuri setiap inci kulitnya semalam, membuat Gabriel tiba-tiba merasa gerah. Napasnya memberat.

Di seberang meja, Ezzvaro rupanya mengalami hal yang sama. Bayangan tentang Gabriel yang melengkungkan tubuh di bawahnya, dengan tanda-tanda merah yang ia ciptakan sebagai hiasan di perut wanita itu, tiba-tiba menghantam logikanya. Ezzvaro merasakan panas menjalar dari dadanya menuju wajahnya. Ia merasa tercekik oleh dasinya sendiri.

Dengan gerakan kasar yang jarang ia tunjukkan, Ezzvaro menarik simpul dasinya, melonggarkannya sedikit seolah-olah pasokan oksigen di ruang makan itu mendadak menipis.

"Ezzvaro?" Fank menurunkan tabletnya, menatap putra bungsunya dengan dahi berkerut. "Apa alergi musiman mu kambuh? Wajahmu memerah."

Ezzvaro terbatuk kecil, mencoba menetralkan ekspresinya. "Ah... ya, Ayah. Kurasa debu di kantor pusat semalam sedikit mengganggu sistem imunku. Udara London sedang tidak bersahabat."

"Minumlah antihistamin setelah ini," saran Renata ramah. "Atau kau ingin aku memanggilkan dokter keluarga ke kantor?"

"Tidak perlu, Ma. Aku baik-baik saja," sahut Ezzvaro cepat. Matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Gabriel. Ada kilatan nakal yang tersembunyi di balik ketenangan Ezzvaro, seolah ia sedang menertawakan fakta bahwa "alergi"-nya sebenarnya disebabkan oleh hormon yang bergejolak akibat bayangan tentang wanita di hadapannya.

Tharzeo, yang sejak tadi hanya diam memperhatikan, menyipitkan mata. Ia memotong sosisnya dengan presisi, lalu bergumam pelan yang hanya bisa didengar oleh Ezzvaro di sampingnya. "Alergi yang sangat spesifik, Ez. Biasanya kambuh setelah 'lembur' yang panjang, bukan?"

Ezzvaro menendang kaki Tharzeo di bawah meja dengan cukup keras. Tharzeo hanya menyeringai tipis, namun tidak melanjutkan bicaranya.

"Gabriel," panggil Fank, membuat Gabriel tersentak dari lamunannya tentang pil pencegah kehamilan yang ia minum semalam. "Aku ingin kau dan Ezzvaro berangkat bersama ke kantor hari ini. Ada pertemuan dengan tim audit jam sepuluh pagi. Tunjukkan pada mereka bahwa Manafe-Batistuta adalah satu kesatuan yang solid."

"Berangkat bersama?" ulang Gabriel, suaranya sedikit meninggi karena panik.

"Kenapa? Kau keberatan, Gaby?" tanya Ezzvaro dengan nada yang dibuat sedingin mungkin, namun matanya mengunci mata Gabriel dengan intensitas yang membuat lutut wanita itu lemas di bawah meja.

"T-tentu saja tidak, Kak Ezzvaro," jawab Gabriel, menekankan kata 'Kak' dengan sisa-sisa harga dirinya.

"Bagus. Aku tunggu di mobil lima menit lagi. Jangan terlambat, Staf Batistuta," ujar Ezzvaro sambil bangkit dari kursinya. Ia membungkuk sedikit pada Fank dan Renata, lalu melangkah keluar dari ruang makan dengan langkah tegap yang berwibawa.

Begitu sosok Ezzvaro menghilang dari pintu, Gabriel menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Ia merasa seperti sedang memainkan peran dalam film mata-mata, di mana setiap gerakan dan napas adalah risiko kematian.

"Dia memang keras, Gabriel," bisik Renata sambil mengelus tangan putrinya. "Tapi Ezzvaro adalah pria yang bertanggung jawab. Jika kau bisa menaklukkan keras kepalanya di kantor, kalian akan menjadi tim yang hebat."

Aku sudah menaklukkannya di tempat lain, Ma, batin Gabriel miris.

Lima menit kemudian, Gabriel melangkah keluar mansion. Sebuah Aston Martin hitam sudah menunggu di lobi. Ezzvaro berdiri di samping mobil, mengenakan kacamata hitam, tampak seperti dewa kematian yang sangat tampan.

Begitu Gabriel masuk ke dalam mobil dan pintu tertutup rapat, suasana mendadak berubah. Kesunyian yang tadi terasa formal kini berubah menjadi atmosfer yang penuh listrik.

Ezzvaro tidak segera menjalankan mobilnya. Ia melepas kacamata hitamnya, berbalik, dan mencondongkan tubuhnya ke arah Gabriel hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Aroma parfum sandalwood pria itu memenuhi indra penciuman Gabriel.

"Merindukanku?" tanya Ezzvaro, suaranya rendah dan serak, jauh dari nada formal di meja makan tadi.

"Tidak sama sekali," jawab Gabriel malu, tidak berani menatap mata Ezzvaro.

Ezzvaro mengulurkan tangannya, mengusap leher Gabriel yang tertutup kerah tinggi sweater nya. "Maafkan aku untuk tanda-tanda yang kubuat di bawah sana. Aku hanya... tidak bisa menahan diri untuk tidak menandai apa yang menjadi milikku."

"Vavo, berhenti. Kita di depan mansion," bisik Gabriel, meskipun ia membiarkan tangan Ezzvaro mengusap kulitnya.

"Aku tidak peduli," gumam Ezzvaro. Ia mengecup kening Gabriel dengan lembut, sebuah kecupan yang penuh dengan janji dan perlindungan. "Ingat pesanku di ponsel tadi. Kita sudah sering melakukannya tanpa pengaman dulu, dan kau tidak pernah hamil. Jangan biarkan ketakutan menghancurkan hari kita. Sekarang, mari kita pergi ke kantor dan berpura-pura menjadi musuh yang saling membenci lagi."

Ezzvaro kembali ke posisi mengemudinya, menghidupkan mesin mobil yang menggeram kuat, dan memacu kendaraan itu keluar dari gerbang Mayfair Mansion.

Di dalam mobil yang melaju kencang, Gabriel menatap keluar jendela. Ia tahu, di balik kemegahan mansion dan otoritas Manafe Corp, ia dan Ezzvaro sedang membangun sebuah istana kaca di atas tanah yang labil. Satu kesalahan kecil, satu tatapan yang terlalu lama, atau satu kecurigaan dari Fank, maka seluruh dunia mereka akan hancur berkeping-keping.

Namun, saat ia melirik ke arah tangan Ezzvaro yang menggenggam kemudi dengan kuat, Gabriel tahu ia tidak ingin berada di tempat lain selain di samping pria ini. Dosa ini terlalu manis untuk dihentikan, dan kehancuran ini... adalah sesuatu yang rela ia hadapi bersama Ezzvaro.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!