NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut

" Uhuk uhuk...nenek sejak kapan di situ ?" Tanya Reina mengelap air di bibirnya.

" Dari tadi nenek di sini nduk,kamu kenapa kok megang dada terus ? Kamu sakit ?" Tanya nenek Sri sambil beranjak menghampiri Reina.

" Nggak apa-apa nek Aku hanya haus saja." Jawab Reina beralasan karena malu kalau dia berkata jujur.

" Aku kira kamu kenapa nduk nduk," Ucap nenek Sri mengelus punggung Reina lalu duduk lagi.

" Nenek kok belum tidur ?" Tanya Reina yang duduk di sebelah nenek Sri.

" Tadi nenek juga merasa haus banget terus bikin teh anget ni." Ucap nenek Sri memperlihatkan secangkir teh.

" Oh,ya udah nenek cepetan istirahat ya...aku balik lagi ke kamar." Ucap Reina berlalu sambil mencium pipi neneknya.

" Iya nduk" Ucap nenek Sri tersenyum.

***

Di rumah Bramasta baru sampai di dalam kamar lalu menaruh tasnya di ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Mengguyur kepalanya dengan air dingin di bawah shower untuk mendinginkan kepalanya yang seharian ini sangat lelah,setelah selesai dengan mandinya Bramasta keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk di lilitkan di pinggang dan menuju ke walk in closet untuk mencari pakaian ganti.

Sesudah memakai pakaian Bramasta memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mencari keberadaan ponselnya. Saat itu dia membuka email-email yang masuk dari Hendy lalu mengeceknya karena besok harus bertemu dengan client.

Sambil menyenderkan kepalanya di kepala ranjang Bramasta mengecek dengan teliti. Ia begitu serius membaca namun atensinya teralihkan oleh ketukan pintu.

" Ini mama nak." Teriak Rita dari luar.

" Masuk aja ma." Teriak Bramasta dari dalam karena dia tidak mau turun dari ranjang.

" Belum tidur ? Mama ganggu nggak ?" Tanya Rita sambil melongok melihat Bramasta yang memegang ponsel yang masih menyala.

" Belum ma masih ngecek laporan lewat email buat pertemuan besok dengan client." Jawab Bramasta yang lalu menegakkan tubuhnya duduk.

" Jangan di forsir terus nak, istirahat...kamu sudah makan ?" Tanya Rita basa basi.

" Iya ma,belum." Jawab Bramasta.

" Makan dulu nak,udah jam 8 malam lo." Rita menepuk tangan anaknya dengan lembut. " ayo Mama temani." Ajak Rita.

Bramasta mengangguk dan keluar dari kamar bersama ibunya bersebelahan. Sesampainya di ruang makan Rita membantu mengambil piring dan sendok.

" Mau mama panasi makanannya ?" Tanya Rita saat membuka tudung saji.

" Nggak usah ma biar aku makan itu aja" Ucap Bramasta menerima piring dari ibunya.

Rita mengambilkan nasi,lauk,dan sayur ke dalam piring Bramasta,setelah itu dia lalu memakannya dengan lahap. Rita memperhatikan anaknya yang makan begitu lahap hanya tersenyum.

" Nak mama tadi sebenarnya mau tanya,gimana Reina mau nggak besok makan malam ?" Tanya Rita antusias.

Bramasta meminum air putih terlebih dahulu dan menjawab pertanyaannya ibunya dengan anggukan.

" Mau ma,kenapa ?" Tanyanya heran melihat ibunya yang begitu antusias.

" Yesss berarti besok mama harus masak yang spesial dong." Ucap Rita yang berbinar antusias.

" Kayaknya seneng banget." Ucap Bramasta memperhatikan wajah ibunya.

" Ya...siapa tau dia jodoh Kamu nak yang di kirim lewat mama." Ucap Rita dengan tersenyum penuh harap.

" Mama ni ada-ada saja Reina masih sekolah ma." Ucap Bramasta memberi tau sambil menggelengkan kepalanya.

" Kalau memang mau kan bisa di rahasiakan nak." Ucap Rita cepat.

" Nggak ah,lagian menikah itu harus di dasari suka saling suka ma." Ucap Bramasta yang benar-benar tidak habis fikir dengan mamanya." Lagian kenapa sih mama kok pingin banget nikahi aku sama Reina ?" Tanya Bramasta penasaran.

" Karena mama tau dia baik nak." Jawab Rita yang sudah berkaca-kaca." Mama kesepian nak." Rita menunduk dan tanpa sadar air matanya menetes begitu saja.

" Bramasta tau ma,tapi kan nggak kayak gini juga ma... Bramasta juga nggak mau maksain Reina...tolong mama ngerti dan jangan paksa Reina ya,kasian dia masih sekolah dia juga pasti punya mimpi yang harus di gapai. Mama ngerti kan maksud Bram ?" Ucap Bramasta lembut dengan mengusap-usap tangan mamanya.

" Iya nak,mama ngerti kok. Maafin mama karena mama selalu maksain kamu buat cepat menikah. Hanya karena mama kesepian kamu jadi merasa terpojokkan." Ucap Rita yang juga menggenggam tangan Bramasta sambil mengusap air matanya dan tersenyum.

" Iya Bram ngerti kok...ya udah aku antar ke kamar yuk istirahat." Ajak Bramasta yang menuntun mamanya kembali ke kamarnya.

Saat sampai di kamar Bramasta membantu menyelimuti mamanya saat Rita sudah terbaring di atas ranjang. Dia mencium puncak kepala ibunya.

" Selamat malam ma,mimpi indah" Ucapnya sambil menutup pintu.

***

Pukul 4 pagi dan matahari pun masih malu menampakkan sinarnya. Namun Reina sudah selesai memasak dan mencuci perabotan yang kotor tadi saat memasak.

Reina mulai memotong sayuran untuk neneknya jualan gado-gado nanti. Nenek Sri juga sudah bangun saat mendengar adzan subuh.

" Lo kamu udah bangun nduk ?" Tanya nenek Sri mengambil air minum.

" Iya nek." Jawab Reina tersenyum menyiapkan bahan-bahan untuk berjualan nanti.

" Ya Allah nduk kamu yang menyelesaikan semuanya ?" Tanya nenek Sri saat melihat bahan dagangannya sudah siap.

" Hanya membantu nek,kan aku libur hari ini." Jawab Reina mencuci tangan lalu duduk di meja. " Hari ini aku bantuin nenek full jualan." Ucap Reina lagi bersemangat.

" Nanti kamu malah kecapekan,besok kan kamu ulangan." Ucap nenek Sri yang berdiri ingin pergi mengambil air wudhu.

" Nggak nek,tenang aja." Reina juga berdiri ingin mengambil air minum.

Nenek Sri pun menghilang di balik pintu kamar mandi. Sedangkan Reina memilih kembali ke kamar dan duduk di meja makan sambil melihat ponselnya dan bermain-main di media sosial miliknya.

" Senangnya bisa kerja kayak gini bikin orang tua bahagia." Gumam Reina saat melihat postingan orang-orang yang sudah bekerja dan sukses.

" Kayaknya aku harus rajin-rajin belajar lah biar bisa bahagiakan nenek nanti." Ucapnya bersemangat.

Pukul 7 pagi Reina dan nenek Sri mulai menata dagangannya di teras rumah. Sambil menunggu pembeli Reina menyirami bunga favoritnya. Tidak lama datang pembeli pertama. Nenek Sri membuatkan pesanan pelanggannya dan Reina hanya membantu membungkusnya. Hari itu mereka berdua begitu kompak,saat Reina ingin menggantikan mengulek bumbunya namun takut tidak enak jadi dia memilih membantu yang mudah saja.

" Ini nduk anter ke tempat Bu Ani,kemarin pesen suruh nganter jam 9" Suruh nenek Sri menyerahkan sekantong plastik gado-gado.

" Terus uangnya sudah belum nek ?" Tanya Reina.

" Sudah nduk kemarin pesen langsung di kasih uang." Jawab nenek Sri sambil duduk.

" Ya udah kalau gitu aku berangkat dulu ya nek" Reina menyalami neneknya sebelum berangkat. Reina meninggalkan rumahnya dan tidak lama datang cowok memakai motor dengan memakai helm.

" Assalamualaikum nek, Reina nya ada ?" Tanya cowok itu dengan sopan dan tersenyum ke nenek Sri

" Dia baru saja keluar nganter pesenan gado-gado nak, temen sekolahnya ?" Tanya nenek Sri saat melihat cowok itu dari atas sampai bawah seperti seumuran Reina.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!