Takdir hanya membawaku jauh dari tanah kelahiranku, bukan jauh dari hidupmu, sudah sejauh ini kenapa aku masih bertemu dengan mu lagi pria Brengkes! Alea Januartha
aku mencari mu 10 tahun lamanya, kamu datang padaku dengan cara seperti ini, kenapa kamu tidak mengakui, kalau itu kamu wanita kribo, kenapa harus ada kepergian untuk kedua kalinya, Jonathan Will
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 16
Shofia mengepal tangannya kuat mendengar perkataan Jonathan, apa katanya lupakan, biadab sekali pria didepannya ini, pikir Shofia.
"Sungguh luar biasa, apa saya harus berterimakasih juga pak untuk kejadian malam itu?" Tanya Shofia di sertai senyum namun matanya berkaca-kaca.
Jonathan berdiri hendak mendekati Shofia, namun Shofia justru mundur untuk beberapa langkah demi menghindari Jonathan, "Bapak tau, seseorang itu di hormati bukan hanya karena atasannya atau yang lebih tua, tapi orang juga bisa di hormati karena perilakunya, Lalu saya harus menghormati bapak dengan cara apa, beritahu saya pak contoh terbaik untuk menghormati pria bajingan seperti bapak tanpa ada niatan membunuh atau membenci."
"Bukan seperti itu Shofia maksud saya, saya sudah memiliki kekasih dan tidak lama saya akan menikah, bagaimana mungkin saya menikahimu yang jelas status sosial saja kita berbeda."
Shofia tertawa sumbang, lagi lagi soal sosial yang tidak setara, "Baik pak, lalu bagaimana jika saya hamil, apa status sosial lebih penting dari seorang malaikat kecil yang hadir?"
"Saya akan memberikan berapapun asal kamu mau menggugurkan kandungan itu Shofia, jika kamu benar-benar hamil."
"Bajingan!" Teriak Shofia, "Saya berdoa pak, semoga status sosial yang anda banggakan membawa anda pada ke hancuran dan se hancur hancurnya!" Teriak Shofia, Shofia berbalik dan meninggalkan ruangan Jonathan, bahkan Shofia membanting pintu itu dengan kuat.
"Maafkan aku Shofia, ini semua di luar kendaliku, mana mungkin aku menikahimu sedangkan sangat jelas aku punya wanita lain yang siap menikah denganku, bahkan dia wanita yang amat aku cintai" gumam Jonathan, Jonathan menghembuskan nafasnya dan kembali duduk melakukan pekerjaan, seolah tidak terjadi apa-apa.
Sejak saat itu Jonathan tidak lagi bertemu shofia, hampir satu bulan lamanya, Jonathan tentu saja merasa kehilangan, apa lagi setiap pagi Shofia yang selalu membuatkan kopi untuknya, senyum nya dan tawanya serta kecerobohan nya selalu mengisi hari Jonathan akhir-akhir ini, namun saat ini semua itu tidak iya rasakan, entah di kantor atau apartemen nya.
"Tuan acara akan segera di mulai."
Jonathan tersadar, Pria itu hanya mengangguk saja, tidak lama Jonathan mulai keluar, disana sudah banyak sekali tamu undangan yang datang, namun sayang kedua orang tua Jonathan tidak hadir, karena sengaja Jonathan tidak memberi tahu mereka, dia ingin membawa Jesica setelah tunangan ke inggris dan melakukan sesi pernikahan disana saja.
Dari jauh terlihat Jesica memasuki aula hotel, Jonathan tersenyum senang melihat Jesica, di samping pria itu ada Reno, sang sahabat sekaligus tuannya.
Kini Jesica sudah berdiri di hadapan jonathan dengan gaun indah yang memperlihatkan punggung halusnya yang seperti susu, bahkan banyak mata yang menatap dirinya penuh takjub, wajar saja, Jesica adalah seorang model papan atas, jadi bodi beserta parasnya tidak perlu di ragukan lagi dan itu menjadi nilai tersendiri bagi Jonathan.
Sesi pertunangan perlahan di mulai, seorang MC banyak memberikan kelucuan sehingga mengundang tawa para tamu yang hadir, sebelum pada acara inti.
"Tuan Jonathan, apa anda sudah siap?"
"Siap!" Jawab mantap Jonathan, pria itu tersenyum seraya membelai pipi sang kekasih, sehingga membuat Jesica salah tingkah.
Tiba-tiba ruangan itu mati sehingga hanya layar proyektor itu yang menyala, "Ada apa ini" riuh para tamu undangan.
"Mungkin ini salah satu dari acara ini" jawab yang lain, sehingga riuh tepuk tangan bergema disana.
Layar proyektor itu mulai menampilkan sebuah wanita dan pria yang tengah telanjang, dan disana terlihat jelas siapa wanita itu, jonathan menatap tajam layar itu, sehingga sebuah video Sur di putar disana dengan durasi yang cukup di pahami para tamu undangan.
"Tidak! Matikan itu hey!" Teriak Jesica, Jesica melepas heels Dan melempar ke petugas yang ada di pojok kiri, "Matikan!" Teriaknya lagi.
Nafas Jonathan memburu, "Bubar!" Teriak Jonathan, semua tamu undangan bubar setelah mencemooh dan menghina Jonathan dan Jesica, segala kata di lontarkan oleh para tamu, hingga ruangan itu kosong dan hanya menyisakan beberapa saja, Jonathan menatap Jesica penuh benci dan amarah dalam dirinya seakan berkobar.
"Wanita jalang!" Maki Jonathan, Jonathan menarik Jesica dengan kasar naik ke lantai atas, cekelan tangan Jonathan begitu kuat, hingga membuat Jesica meringis kesakitan, sedangkan yang lain hanya diam saja, dia tahu siapa Jonathan, siapapun tidak akan bisa menghentikan pria itu termasuk bosnya sendiri, Reno.
Tidak lama Jonathan sampai di lantai atas, dia mendorong Jesika kuat hingga terjerambak di lantai dengan gaun yang sudah tidak berbentuk lagi, bahkan riasannya sudah terlihat mengenaskan, "Berani-beraninya kamu berkhianat hah!" Teriak Jonathan di telinga Jesica, sehingga membuat wanita itu memejamkan kedua matanya karena merasa sangat takut, seluruh tubuhnya gemetar, bahkan ini pertama kalinya dia melihat Jonathan marah seperti ini.
"Jo, ini semua fitnah, ini tidak benar, aku Berani membuktikan itu semua" mohon Jesika dengan linangan air mata, namun Jonathan sama sekali tidak percaya itu, Jonatan menginjak kaki Jesica, hingga wanita itu menjerit kesakitan.
Jonathan berdiri, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tidak butuh waktu lama, 15 menit pria yang ada di video itu kini berdiri di hadapannya, "Berapa kali kamu menikmati tubuh jalang ini?" Tanya jonathan.
Pria itu menatap Jesica, terlihat Jesica menggeleng menatap dirinya, namun dia Kembali lagi menatap Jonathan, dia tau siapa pria didepannya ini, bahkan hanya dengan jentikan jari bisa saja dirinya lenyap tanpa jejak sedikit pun.
"Berkali-kali tuan" jawab pria itu akhirnya, karena dia tau akibat dari membohongi Jonathan, Jesica yang mendengar jawaban prianya hanya mampu memejamkan kedua matanya, bahkan dia ingin sekali membunuh pria ranjangnya ini, habislah kali ini dirinya.
"Di bayar berapa!" Tanya Jo lagi.
"Itu fitnah Jo, dia mengancam ku, kalau aku tidak tidur dengannya dia akan menyebarkan video ku" bela Jesica.
Jonathan menatap tajam pria didepannya ini, "maaf tuan" ujar pria itu gemetaran.
"Video apa!"
"Video Jesica dengan pria lain di hotel Bali."
Jo memejamkan matanya, ternyata bukan hanya pria didepannya ini, namun masih ada pria lain, "keparat!" Geram Jo, dia menghampiri Jesica dan mencengkram kuat pipi wanita itu.
"Ternyata kamu wanita murahan, akan ku buat kamu menjadi jalang! Bawa wanita ini ke tempatnya!" Perintah Jo pada anak buahnya, sehingga semua anak buah Jo membawa Jesica entah kemana.
2 bulan berlalu, Sejak saat itu Shofia mengundurkan diri dari pekerjaannya, apa lagi setelah dirinya tau dalam keadaan berbadan dua, kini wanita itu menikmati kesendiriannya di rumah lamanya yang ada didesa, dia meninggalkan ibu kota yang kejam bagi Shofia, namun hari ini wanita itu harus ke kota demi bisa menghadiri acara sang sahabat Monica, akhirnya sahabat baik nya itu kini akan segera menikah dengan pria masalalunya.