NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAHAYA PALSU DARI TIMUR

Kematian dua belas menteri utama Valdoria dalam satu malam menciptakan kekosongan kekuasaan yang mengerikan. Ibukota yang dulunya megah kini dicekam ketakutan. Rakyat mulai berbisik bahwa Raja telah dikutuk oleh dewa, sementara para ksatria kerajaan mulai menanggalkan seragam mereka karena takut menjadi target Nox Astra berikutnya.

Namun, di tengah keputusasaan itu, sebuah harapan palsu muncul dari ufuk timur.

Tiga kapal perang raksasa dengan layar putih bersih yang dihiasi lambang matahari emas berlabuh di pelabuhan utama Valdoria. Mereka adalah armada dari Kekaisaran Suci Solaris.

Ratusan ksatria berbaju zirah emas, yang dikenal sebagai Paladin, turun dengan langkah yang serempak. Di barisan paling depan, seorang wanita dengan jubah sutra putih transparan berjalan tanpa menyentuh tanah. Rambutnya pirang pucat, dan matanya memancarkan cahaya keemasan yang menenangkan namun terasa menindas.

Dia adalah Saintess Elara, pemegang Bakat Grade S (Holy Spirit).

"Tanah ini telah dicemari oleh kegelapan yang sangat pekat," ucap Elara, suaranya bergema seperti nyanyian surgawi di telinga para penduduk yang bersujud di sekitarnya. "Jangan takut, anak-anak matahari. Aku datang untuk membakar bayangan itu hingga ke akarnya."

Di sisi lain, di perbatasan Veyris.

Kaelan sedang duduk di atas dahan pohon ek tua, menatap ke arah timur. Ia bisa merasakan fluktuasi mana yang sangat berbeda di atmosfer—mana yang terasa hangat namun "berisik".

Status: Holy Mana (Light Attribute).

Intensitas: Sangat Tinggi.

Analisis: Counter-energy terhadap Destruction milik Nox.

"Tuan, mereka sudah tiba," suara Nox muncul dari bayangan di bawah pohon. "Hawa keberadaan mereka... membuat kulitku terasa terbakar."

Kaelan melompat turun dengan ringan. "Wajar, Nox. Atribut Holy dirancang untuk menekan energi kegelapan dan destruksi. Mereka adalah musuh alami bagi teknikmu."

"Apakah kita harus mundur, Tuan?" tanya Mira yang mendadak muncul di samping Kaelan. "Sensor ruangku mendeteksi ada seseorang di armada itu yang bisa mengunci koordinat dimensi. Aku tidak bisa melakukan teleportasi dengan bebas jika mereka ada di dekatku."

Kaelan tersenyum tipis. Sebuah senyum yang membuat Nox dan Mira merinding. "Mundur? Tidak. Justru ini yang aku tunggu. Kekaisaran Suci Solaris mengira mereka adalah wakil dewa di dunia ini. Mari kita tunjukkan pada mereka... bahwa cahaya mereka hanyalah lilin kecil di depan badai kegelapanku."

Kaelan mengepalkan tangannya. Bakat EX miliknya mulai berputar, bukan lagi sekadar menyerap mana, tapi mulai memanipulasi hukum dasar di sekitarnya.

"Papa sedang menuju benteng terakhir Valdoria. Saintess itu pasti akan mencegatnya di sana," analisis Kaelan. "Nox, ambil jubah anti-holy yang kubuat dari serat kristal hitam. Mira, pasang Void Trap di sepanjang jalur utama."

Dua hari kemudian, di Dataran Putih—medan perang terbuka sebelum Ibukota.

Pasukan Veyris yang dipimpin oleh Count Aldric (Level 6) berhadapan dengan barisan Paladin Solaris. Aldric tampak ragu. Ia bisa merasakan bahwa aura para Paladin ini jauh lebih murni dan kuat daripada ksatria kerajaan biasa.

"Aldric Veyris!" Elara maju ke depan, melayang di udara dengan sayap cahaya yang muncul dari punggungnya. "Kau telah bersekutu dengan iblis bayangan. Bertobatlah sekarang, atau jiwamu akan dibakar dalam api penyucian!"

"Aku hanya membela rakyatku dari raja yang korup!" balas Aldric tegas, meski ia berkeringat dingin.

"Maka matilah dalam kegelapanmu!" Elara mengangkat tongkat emasnya. Sebuah pilar cahaya raksasa jatuh dari langit, mengincar Aldric.

BOOM!

Debu beterbangan. Namun, saat cahaya itu memudar, Aldric masih berdiri tegak. Di depannya, seorang anak laki-laki berusia enam tahun berdiri dengan satu tangan terangkat ke langit.

Sebuah perisai hitam legam berbentuk heksagonal menahan pilar cahaya itu. Cairan hitam seperti tinta merayap di permukaan perisai, "memakan" energi suci tersebut hingga habis tak bersisa.

"Siapa kau?!" Elara terkejut. Matanya yang keemasan membelalak melihat seorang bocah sanggup menahan serangannya.

Kaelan menurunkan tangannya, menoleh sedikit pada ayahnya. "Papa, mundurlah. Biar Kaelan yang mengurus 'burung' ini."

"Kaelan! Jangan gegabah, dia adalah Saintess!" teriak Aldric cemas.

Kaelan tidak menjawab. Ia melayang naik, berhadapan langsung dengan Elara di udara. Jubah hitamnya berkibar, dan untuk pertama kalinya, Kaelan melepaskan Aura Kedaulatan dari Bakat EX-nya secara terbuka.

Langit yang tadinya cerah mendadak menjadi gelap gulita. Awan hitam berputar membentuk pusaran raksasa di atas mereka.

"Kau bicara tentang penyucian?" suara Kaelan berubah, bergema dengan nada kuno yang berat. "Kau yang menggunakan nama dewa untuk menjajah tanah orang lain... kau berani bicara tentang cahaya di depanku?"

"Iblis! Kau adalah Iblis dari ramalan itu!" Elara berteriak ketakutan. Ia memicu seluruh mananya, menciptakan ribuan pedang cahaya di sekelilingnya.

Kaelan hanya menjentikkan jarinya.

"Nox Astra: Eclipse."

Seketika, cahaya matahari di area itu padam total. Dalam kegelapan mutlak, hanya mata biru Kaelan yang bersinar. Ribuan pedang cahaya milik Elara mendadak retak dan hancur, berubah menjadi energi murni yang langsung diserap oleh tubuh Kaelan.

"Ugh... mana-ku... tidak mungkin!" Elara terjatuh dari udara, sayap cahayanya hancur.

Kaelan mendarat di depan Elara yang tersungkur di tanah. Ia menginjak tongkat emas sang Saintess hingga patah menjadi dua.

"Kirimkan pesan pada Kaisar Solaris-mu," bisik Kaelan di telinga Elara yang gemetar. "Benua ini bukan lagi tempat bermain kalian. Dan dewa yang kalian sembah... dia sedang gemetar di singgasananya saat ini."

Kaelan tidak membunuh Elara. Ia membiarkannya hidup agar ada saksi yang menceritakan horor ini. Ia ingin rasa takut terhadap Nox Astra tertanam hingga ke tulang sumsum Kekaisaran Suci.

Aldric dan pasukannya hanya bisa melongo. Mereka baru saja melihat seorang anak kecil mengalahkan utusan dari Kekaisaran terkuat di dunia hanya dengan satu jentikan jari.

"Veyris..." Kaelan berbalik menghadap pasukannya, suaranya kembali polos namun penuh wibawa. "Jalan menuju Ibukota sudah terbuka. Mari kita akhiri drama ini."

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!