Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹⁵
Skip waktu.
kini Serafina dan juga Alexander berada di pintu utama mension bersama kakek William, tampak kakek William sedang menasihati cucunya tersebut. "jagalah istrimu dengan benar, atau kakek akan menghancurkan mu" ancam kakek William tak main-main pada cucu kesayangannya itu. Sementara, Alexander tidak menggubrisnya sama sekali, tatapannya hanya dingin dan terus menatap kearah istrinya yang selalu menunduk itu.
Kakek William meraih kedua tangan Serafina, membuat gadis itu kini menatap kearahnya. "sifatmu benar-benar seperti mendiang ibu Alexander dan juga istri kakek, dengar...mulai sekarang kamu nyonya Alexander William Smith, kamu berhak atas Alexander, jika dia menyakitimu, silahkan hubungi kakek biar kakek yang akan mengurus anak nakal ini" ucap kakek menatap tajam Alexander.
"Kakek kini menitipkan Alexander padamu sepenuhnya, kakek mempercayai mu sepenuhnya nak" ungkap kakek William dan hanya dibalas anggukan oleh Serafina. "Kakek jaga kesehatan ya dan jangan sakit, nanti Serafina khawatir" ucap gadis itu dengan tulus. "kau tenang saja, kakek pandai menjaga diri"
"Kakek, kalau begitu kami izin pamit" ucap Alexander dan dibalas anggukan oleh sang kakek. mereka akhirnya meninggalkan mension William.
di perjalanan..
Alexander sesekali menoleh kearah istrinya yang menatap keluar jendela. Entah mengapa dia ingin cepat-cepat sampai di mension, Serafina hanya bisa memejamkan mata dan berdoa dalam hati memohon keselamatan.
Tak butuh waktu lama, mereka sampai di mension milik Alexander. berbeda dengan mension kakek William, disini Serafina tampaknya tidak diterima dengan hangat sebab kini justru ia mendapatkan tatapan tajam dari para pelayan wanita.
"ikuti aku" ucap Alexander pada istrinya, gadis itu menurut dan mengikuti langkah kaki suaminya. mereka menuju sebuah ruangan mewah dan bahkan lebih besar dari kamar milik Alexander sebelumnya.
"karena kita sudah menikah, aku sengaja membuat ruangan baru untuk kita, agar semua orang tidak curiga jika kita tidak begitu dekat" jelas Alexander melangkahkan kakinya memasuki ruangan. Serafina melihat 1 buah ranjang besar dan juga sofa besar yang tak kalah empuk dari ranjang. 'sepertinya sofa itu akan sangat nyaman untukku' pikir serafina.
Alexander berdehem mengejutkan Serafina, pria itu sudah duduk diatas sofa kecil didekat jendela dengan sebuah amplop berwarna coklat. "mau sampai kapan kau akan terus berdiri disitu? kemarilah, dan duduk dihadapan ku" ucapnya dengan dingin.
Serafina mengikuti ucapannya, dia duduk dihadapan Alexander dengan terpaksa. "bukalah"
"buka apa tuan?" tanya Serafina bingung "buka bajumu" ketus Alexander membuat Serafina terkejut dan lantas menutupi dadanya. "cihh, lagian aku tidak tertarik padamu, cepat buka amplop itu, baca dan pahami isinya, jangan membuang waktuku sebentar lagi aku akan berangkat ke kantor" ucap Alexander dengan kesal.
Serafina mengambil amplop berwarna coklat itu dan membukanya. terlihat secarik kertas putih berstampel berwarna gold. "itu peraturan yang harus kamu terapkan selama menjadi istriku, biar aku jelaskan" Alexander mengambil kertas yang satunya, karena dia memang sengaja membuat 2 lembar agar Serafina tidak bisa menghilangkan nya. Jika milik Serafina hilang, maka Alexander masih menyimpan yang satunya lagi.
"pertama, selama menjadi istriku kau akan ikut denganku setiap aku diundang ke acara-acara penting, disana kau harus bersikap anggun layaknya para wanita kalangan atas, jangan sampai membuat aku malu, aku sudah menyewa konsultan etiket untuk mengajarimu tata cara bersikap selayaknya wanita kalangan atas" jelas Alexander.
"kedua, selama menjadi istriku, kau harus menerima semua pemberianku meskipun hanya sekecil biji jagung, tidak ada penolakan ataupun komentar"
"yang ketiga, kamu diberi status nyonya dirumah ini dan dihadapan publik namun masih aku yang berkuasa sepenuhnya atasmu dan juga didalam kamar ini"
"yang keempat, kau wajib menunjukkan wajahmu ketika aku pulang kerja dan saat aku akan berangkat bekerja, dan melakukan semua tugas istri pada umumnya, seperti menyiapkan pakaian ku, makanan, dll. Kalau kau melanggar peraturan yang ini, kau akan mendapatkan hukuman yang aku mau"
"yang terakhir, jika di luar kamar, kau harus memanggil ku sebagai suami, sedangkan aku akan memanggil mu istri"
Serafina hanya diam melihat semua poin-poin yang tidak masuk akal ini. "apakah aku tidak memiliki hak sama sekali tuan?" Alexander yang mendengarnya hanya menggeleng "hak mu hanya sebagai nyonya di rumah ini, selebihnya tidak ada, dan semua peraturan ini wajib kamu taati, kalau kau melanggar satu peraturan saja....maka kau akan menyesalinya" ucap Alexander tidak main main.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang