NovelToon NovelToon
Sistem Yang Mengubah Hidupku

Sistem Yang Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: ZHRCY

"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.

Ding!

[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]

[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]

Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.

Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Dia Bukan Pengawalku

Reaksi Sylvie yang aneh dan saling bertentangan membuat Liam bingung.

Saat seseorang merasa malu, mereka seharusnya tidak merasa senang, bukan?

Lihat saja karyawan pria itu, wajahnya merah seperti tomat dan terlihat ingin bersembunyi di suatu tempat yang aman.

Nah, itulah reaksi yang Liam maksud.

Liam tidak bisa menahan diri untuk mengevaluasi kembali sesuatu.

Liam tidak menutup kemungkinan bahwa Sylvie sempat meremehkannya. Bahkan jika memang begitu, seharusnya dia merasa malu, bukan malah senang, kan?

Namun, Liam tidak punya waktu untuk memikirkan semua ini sekarang.

Dia masih harus menyelesaikan apa yang sudah dia mulai.

Dia mengabaikan Sylvie dan akhirnya kembali mengalihkan perhatiannya ke karyawan pria itu.

Saat melihat reaksinya, Liam tidak bisa menahan diri untuk mengangguk puas.

‘Nah, ini baru reaksi yang aku maksud.’

Karyawan pria itu memerah seperti tomat. Tangannya gemetar dan dia terus gelisah seolah tidak tahu harus berbuat apa.

Liam diam-diam tertawa melihat tingkahnya yang konyol.

"Kalian dapat komisi dari setiap barang yang kalian jual, kan?" tanyanya santai.

"I-iya, Tuan…" jawab karyawan pria itu dengan sopan.

Sikapnya sekarang benar-benar berbeda jauh dibanding sebelumnya.

Bagaimanapun juga, siapa yang tidak akan mengubah sikap terhadap seseorang yang memiliki kartu VIP dari Flyers Bank?

Bahkan memiliki rekening biasa di FLB saja sudah menjadi simbol kekayaan dan status. Dan sekarang orang ini bahkan punya yang VIP?

‘Selesai sudah. Hidupku mungkin sudah berakhir,’ pria itu merasa putus asa.

Soal keaslian kartu atm itu? Siapa yang berani memalsukan sesuatu seperti itu? Itu dari FLB. Kematian mungkin justru jadi hal paling ringan kalau ketahuan.

Sebagai karyawan di toko jam mewah, tentu dia tahu arti kartu seperti itu.

Bahkan jika bukan dari FLB, selama ada tulisan ‘VIP’, dia tetap tidak akan berani bernapas di udara yang sama dengan orang itu.

‘Selesai. Benar-benar selesai.’

Kali ini, dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Dia baru saja menyinggung orang besar. Hidupnya mungkin sudah hancur.

Sayangnya, pria itu salah besar.

Hidupnya belum berakhir, Liam belum punya kemampuan—dan bahkan belum terpikir—untuk melakukan hal sejauh itu… setidaknya untuk sekarang.

Di sisi lain, setelah mendengar jawaban karyawan itu, Liam mengangguk.

"Baiklah."

Setelah itu, Liam melihat sekeliling dan melambaikan tangan ke salah satu karyawan lain.

Salah satu karyawan melihatnya dan mendekat perlahan.

"Ya, Tuan?"

Untungnya, karyawan kali ini memiliki sikap yang baik. Liam langsung memiliki kesan pertama yang bagus padanya.

"Ambilkan jam itu untukku," katanya sambil mengayunkan kartu atm hitamnya dan menunjuk ke jam Patek Philippe Aquanaut di dalam etalase.

Melihat kartu atm hitam yang mewah dan terkenal itu, mata karyawan tersebut langsung berbinar seolah sedang melihat anaknya sendiri yang berprestasi di sekolah.

Sikapnya menjadi semakin antusias saat berkata, "Segera, Tuan!"

Sebenarnya, Liam sempat ragu membeli jam itu setelah melihat harganya. Namun pria tadi terus saja berbicara meremehkan di depannya.

Dia terus memandang rendah Liam dan memanggilnya pengawal. Liam akhirnya kesal dengan ocehannya, jadi dia memutuskan membeli jam itu hanya untuk membuatnya semakin malu.

Rencananya berhasil, dan pria itu sekarang meringkuk di sudut sambil memikirkan nasib hidupnya.

Di saat yang sama, Liam menyadari sesuatu dari ejekan karyawan tadi.

Mungkin salah satu alasan Sistem memberinya uang adalah untuk situasi seperti ini.

Uang itu diberikan untuk mempermalukan dan membalas orang-orang seperti ini.

Dia harus membuktikan bahwa mereka salah dan menempatkan mereka pada posisi yang seharusnya.

‘Hmm?’

Saat karyawan lain dengan senang hati mengambil jam dari etalase, dan sementara yang satu lagi menyesali perbuatannya, Liam tiba-tiba memikirkan sesuatu lalu menoleh ke arah Sylvie.

‘Jadi, pemahamanku tentang tamparan wajah tadi salah? Tamparan wajah bukan hanya mempermalukan orang. Lebih seperti membuktikan bahwa mereka salah dengan menunjukkan bahwa aku memang bisa melakukannya.’

‘Mungkin Sylvie tadi hanya ragu bahwa aku tidak mampu membayar jam ini, lalu ketika dia melihat kartu VIP, pendapatnya berubah karena aku membuktikan bahwa asumsinya salah?’ pikir Liam.

Jika memang begitu, itu bisa menjelaskan kenapa dia juga dipermalukan meskipun jelas tidak meremehkan Liam.

Soal dia terkena secara diam-diam, mungkin karena dia hanya memikirkannya dalam hati, bukan mengatakannya secara langsung.

Namun, Liam tetap tidak bisa melupakan senyum senang Sylvie yang aneh tadi.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Liam setelah melihat pipi Sylvie masih merah.

Sylvie perlahan mengangguk. Fakta bahwa Liam memiliki kartu VIP dari FLB benar-benar mengejutkannya.

Namun, alih-alih bereaksi seperti karyawan pria tadi, dia justru merasa senang karena itu semakin membuktikan bahwa dugaan dirinya tentang Liam sebagai sosok misterius ternyata benar.

Fantasi yang sempat dia kira runtuh, ternyata sama sekali tidak goyah. Bahkan justru semakin kuat.

"Baiklah, terima kasih atas rekomendasimu," kata Liam sambil tersenyum dan berjalan menuju karyawan yang sudah berada di kasir.

Soal asumsi Sylvie sebelumnya, Liam memutuskan untuk tidak membahasnya.

Lagipula, dia adalah pemandunya saat ini. Dan itu hanya sekadar dugaan yang tidak pernah dia ucapkan. Dia juga tidak meremehkan Liam, jadi rasa hormat Liam terhadapnya masih tetap ada.

Setidaknya, dia berharap itu tetap seperti itu untuk waktu yang lama.

Setelah Liam pergi, ekspresi senang Sylvie berubah menjadi dingin saat dia menatap karyawan pria itu.

Pria ini telah membuatnya meragukan Liam. Dia tidak senang dengan hal itu. Hampir saja itu merusak segalanya. Fantasi yang dia harapkan sejak kecil nyaris hancur.

Tatapan tajamnya membuat karyawan itu gemetar.

‘Apa ini? Aku sudah menyinggung orang besar, sekarang aku juga menyinggung Nona Sylvie?’

"Kau tidak pantas menjadi karyawan di toko jam mewah ini. Ajukan pengunduran dirimu secepatnya sebelum semuanya terlambat."

Setelah mengatakan itu dan sedikit meluapkan emosinya, Sylvie berbalik dan berjalan menuju kasir tempat Liam sedang membayar jam tersebut.

Namun sebelum melangkah dua langkah, dia tiba-tiba berhenti dan kembali menoleh ke arah karyawan pria itu.

"Dan satu lagi, perlu kau tahu. Dia bukan pengawal-ku."

Mendengar itu, karyawan pria itu hanya bisa menangis dalam diam. Dalam hatinya, dia tidak bisa menahan diri untuk mengumpat, ‘Sialan kau. Tentu saja dia bukan pengawalmu. Mana mungkin pengawal-mu sekaya dan sekuat itu?’

‘Kalau saja kau menjelaskan dari awal, semua ini tidak akan terjadi.’

Karyawan pria itu sambil mengutuk dalam hati: ╥﹏╥

1
Roynaldi Ananda
cerita ini mirip sama sinetron indonesia banyak mikir serta menganga
.
TAMAT kah ini Thor udah beberapa hari ga update
ELCAPO: kurang peminat guyss, jadi ditinggalin🙏🙏🤣
total 1 replies
Was pray
dapat sistem yg aneh, bukan prestasi, atau pencapaian sesuatu yg istimewa tapi mempermalukan diri sendiri baru dapat point .. 🤣🤣🤣
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Memperlakukan pasangan anda seperti seorang raja/ratu berarti membuatnya merasa benar-benar diperhatikan . Diperhatikan berarti dia merasa dipahami, dihargai, dan diapresiasi apa adanya, bukan seperti yang anda inginkan. Ini berarti memperhatikan emosinya, menghargai kehadirannya, dan menerimanya tanpa menghakimi.
Perlakuan sebagai raja dan ratu itu didapatkan tanpa diminta. Sama seperti kehormatan, keindahan, kepintaran, dan sifat-sifat bagus lainnya…

Ketika didapatkan tanpa diminta, berarti memang sudah sepatutnya mendapatkan perlakuan dan pengakuan seperti itu.
Tapi ketika kondisinya diminta…berarti ada yang salah..berarti tidak diperlakukan seperti itu, dan menuntut untuk diperlakukan seperti itu..padahal belum tentu pantas..
Karena kalau sudah pantas diperlakukan seperti itu..tidak perlu meminta dan diminta..

Seperti orang yang cantik/ganteng dan indah..tidak perlu minta diakui oleh orang lain, dengan sendirinya dan dengan otomatis orang lain akan mengakuinya sebagai orang yang cantik/ganteng tanpa diminta. Karena ketika diminta, maka jadi aneh…dan gak pada tempatnya..
Sama seperti perlakuan pada Raja dan Ratu, kalau memang layak diperlakukan seperti itu, akan dengan otomatis mendapakan perlakuan seperti itu kok. Akan jadi aneh kalau seorang Raja/Ratu “meminta” diperlukan jadi seorang Raja/Ratu...🤴👸
ラマSkuy
saya nyimak dulu Thor
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Benjamin kau tenang saja Liam sudah jadi orang kaya dia akan mempekerjakan kau sebagai asisten manager di resto cepat saji nanti karena Sylvie yang jadi manager disana
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Liam dan Sylvie mulai ada rasa getar getar asmara nih yeee sekarang sudah lancar tium tium 😛🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
jelas aja Benjamin belum percaya sama Lian secara waktu itu kondisi Liam sangat mengenaskan 🤭
Was pray
kamu gak sadar posisi sih rose... kamu di Mension posisi apa?
Was pray
itulah dampak liam terlalu dekat dengan pelayannya apalagi cewek singgel, akan timbul salah penafsiran si pelayan terhadap tuannya, dikira dekat karena suka/tertarik
Was pray
sikap Jhon bagus 👍 bisa memposisikan diri , ajari rose agar bisa bersikap layaknya bawahan bukan teman/ sahabat liam, nanti dikhawatirkan rose menyimpan rasa suka pada liam dan cemburu lihat liam bersama pasangannya dan berulah yg merugikan dan nencoreng Nama baik orangtua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya tidak akan dijawab pertanyaan luu Benjamin itu rahasia perusahaan uang Liam Sistem makin banyak yg dipermalukan makin kaya Liam🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
iyelah itu pacar Liam 🤣🤣🤭semoga Benjamin mau pindah kerja ke resto milik Liam
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
bisa jadi karyawan yang dipecat itu memang punya pikiran pendek tidak mau kerja keras 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sylvie jadi pengangguran sebentar doang kan mau jadi manager lagi di resto milik Liam🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
cepat launching sudah kalo sudah ready bisnis pertama Liam buka restoran cepat saji ini akan membuat Chester kebakaran jenggot 🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhhh Rose dayang apakah akan ada rasa gimana gitu secara dia dekat sama Liam walaupun hanya sebagai driver 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
akhirnya tidak dilanjutkan baguslah belajar dulu dengan baik kalian 😛🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
woww bab ini berisi 21+ ke atas kaborrr 😛🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ELCAPO: 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
kurang sreg karena liam terlalu fer dengan rose walaupun itu diluar Mension, dimanapun berada bos dan bawahan /pelayan tetap tidak berubah, gak ada harganya si liam, udah jadi orang kaya tapi tetap berjiwa miskin,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!