Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.
Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 PGS
"Yosep, nanti kamu cari orang untuk mengikuti Jeng Wita maupun anaknya itu, dan beri tahu saya jika mereka sedang membutuhkan apa, supaya saya bisa membelikannya untuk mereka," seru Juragan Tama.
"Baik, Juragan," sahut Yosep.
"Tapi ingat, jangan sampai istri dan anak-anak saya tahu karena ini belum saatnya mereka tahu," seru Juragan Tama.
"Siap, Juragan."
Tama memeng berencana ingin mengambil hati anak-anaknya dulu, baru nanti Mamanya. Tama mempunyai pikiran, jika anak-anak Wita sudah sayang kepada dirinya maka Wita pun akan luluh oleh dirinya. Tapi sayangnya Tama tidak tahu jika saat ini dia sedang berhadapan dengan siapa? bahkan jika sampai Tri tahu, jangankan dirinya, perkebunan itu pun bakalan hancur dalam sekejap.
***
Siang pun tiba....
"Mom, Sherina berangkat dulu ya. Ingat, Mommy harus kunci pintu selalu jangan bukakan pintu untuk siapa pun yang tidak Mommy kenal, Sherina janji besok pun Sherina pulang lagi ke sini," seru Sherina.
"Iya. Nanti kalau kamu pulang ke sini, tolong belikan skincare Mommy paket komplit soalnya punya Mommy sudah hampir habis," seru Mommy Wita.
"Ok."
"Pak Wantonya mana?" tanya Mommy Wita.
"Pak Wanto nunggu di ujung jalan sana, soalnya kalau jemput ke sini takutnya pada heboh," sahut Sherina.
"Ya, sudah kamu hati-hati ya, kalau sudah sampai rumah kasih kabar ke Mommy."
"Siap, Mommy."
Sherina bisa leluasa pergi karena di jam segitu, para warga masih sibuk di kebun. Kampung itu memang sepi di pagi hari sampai menjelang sore karena memang semuanya bekerja di kebun. Jadi, tidak ada yang tahu jika siang ini Sherina pergi ke Jakarta dijemput dengan mobil mewah.
***
Di Jakarta.....
Menjelang siang Ariel dan Mamanya sampai di Jakarta dan langsung menuju hotel. "Ma, nanti kalau Rosa sudah sampai Bandara biar Ariel saja yang jemput, Mama istirahat saja di sini," seru Ariel.
"Baiklah, Mama juga merasa sedikit lelah, Mama tunggu di sini saja," sahut Mama Ningsih.
"Sekarang Mama istirahat ya, mumpung sedang di Jakarta Ariel mau nengok sekolah Ariel dulu nanti habis itu Ariel ke Bandara jemput Rossa," seru Ariel.
"Terserah kamu saja, yang terpenting kamu jangan sampai telat jemput Rossa soalnya kamu juga 'kan tahu bagaimana sifat adik kamu jika dijemput telat," seru Mama Ningsih.
"Iya, Ariel tahu," sahut Ariel.
Ariel pun mencium kening Mamanya lalu pergi meninggalkan hotel. Ariel mempunyai sebuah sekolah di Jakarta, dulu dia menginginkan mendirikan sekolah di kota besar dan berkat kerja kerasnya akhirnya Ariel bisa mendirikan sebuah sekolah taman kanak-kanak. Kenapa Ariel mendirikan taman kanak-kanak? kenapa tidak mendirikan sekolah dasar saja? Tentu saja, itu karena Ariel mempunyai sebuah kenangan mengenai sekolah taman kanak-kanak itu.
Tidak banyak membuang waktu, Ariel pun langsung bergegas menuju sekolah TK miliknya. Butuh waktu lumayan lama karena saat itu kondisinya bertepatan dengan jam istirahat bagi para pekerja kantoran atau pun anak sekolah jadi jalanan sedikit macet. Hingga akhirnya Ariel pun sampai di sekolah TK miliknya.
Sekuriti membukakan pintu gerbang untuk Ariel. "Selamat siang Pak! apa kabar?" sapa Sekuriti.
"Selamat siang juga, kabar baik," sahut Ariel.
Ariel keluar dari dalam mobilnya, dan memperhatikan setiap sudut sekolah yang sudah sepi itu. "Bagaimana Pak, apa selama ini ada kendala?" tanya Ariel.
"Tidak Pak, semuanya baik-baik saja bahkan dari tahun ke tahun minat ibu-ibu semakin meningkat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sini," sahut Sekuriti.
"Alhamdulillah kalau begitu," ucap Ariel.
Ariel mulai memasuki ruangan demi ruangan ditemani oleh Sekuriti. Sekolah itu lumayan bagus dan termasuk sekolah TK favorit juga. Ariel memang jarang berkunjung, tapi dia mengusahakan untuk ke Jakarta setiap bulannya.
"Baiklah Pak, saya hanya mampir sebentar soalnya saya juga harus ke Bandara karena akan menjemput adik saya," ucap Ariel.
"Siap Pak, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir. Semoga Bapak selamat sampai tujuan," seru Sekuriti.
"Terima kasih Pak, kalau begitu saya pergi dulu." Ariel pun akhirnya pergi dan meninggalkan sekolah itu.
Ariel segera melajukan mobilnya menuju Bandara. "Sial, aku telat pasti si Rossa ngamuk ini," gumam Ariel.
Setelah sampai di Bandara, Ariel segera memarkirkan mobilnya lalu bergegas berlari ke dalam. Pada saat Ariel berlari, dari kejauhan dia seperti melihat seseorang yang dia kenal. Orang itu membelakangi Ariel, lalu pergi dari sama bersama bule.
"Itu kaya Sherina, tapi lagi ngapain dia sini? mana sama bule lagi," gumam Ariel.
Ariel penasaran hendak mengejarnya, tapi terdengar teriakan. "Kak Ariel! mau ke mana?" teriak Rossa.
Ariel menghentikan langkahnya. "Kakak ingin----"
"Sudah telat, sekarang justru mau ke mana? sudah ayo kita ke hotel, aku sudah capek ingin segera istirahat," seru Rosa memotong ucapan Kakaknya.
"Tapi----"
"Sudah, buruan." Rossa menarik tangan Ariel untuk segera pergi dari Bandara.
Selama perjalanan menuju hotel, Ariel tampak berpikir. Wanita yang di Bandara tadi persis sekali dengan Sherina, meskipun hanya sekilas tapi Ariel bisa mengenali jika wanita itu mirip dengan Sherina. "Tidak mungkin, pasti tadi aku salah lihat. Ngapain Sherina ada di Bandara, jelas-jelas tadi pagi aku lihat dia ada di kebun Papa," batin Ariel.
Ariel menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Rossa mengerutkan keningnya. "Kakak kenapa?" tanya Rossa.
"Ah tidak apa-apa," sahut Ariel.
Ariel melihat wanita mirip Sherina, tapi tanpa dia tahu jika wanita itu memang benar-benar Sherina. Siang itu Sherina berada di Bandara karena sedang menjemput investor dari Belanda. Beruntung Ariel tidak mencari tahu, jika kalau itu terjadi maka identitas Sherina akan terbongkar dan rencana Sherina akan kacau berantakan.
Setelah menjemput investor dan mengantar ke hotelnya menginap, Sherina pun memutuskan untuk pulang. Investor itu meminta nanti malam untuk membicarakan pekerjaan karena dia ingin istirahat dulu. Sherina tidak mau memaksa, dia pun mengikuti apa keinginan investor itu karena bagai mana pun investor itu orang yang sangat penting dan harus diperlakukan dengan baik.
Sherina menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah lama dia tinggalkan. "Ah, aku rindu sekali dengan ranjang ini," gumam Sherina dengan senyumannya.
Di kampung ranjang Sherina kecil bahkan kasurnya pun biasa saja tidak seempuk kasur miliknya. Saking nyamannya, Sherina pun ketiduran. Sementara itu, Ariel sampai di kamar hotelnya dan Rossa sudah masuk ke kamar hotel yang ditempati oleh Mamanya.
Ariel merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar. "Fuja, aku sudah membuat sekolah TK seperti mimpimu sejak dulu, kapan kamu pulang? Aku sangat merindukanmu," gumam Ariel.
Ariel selalu bahagia jika sudah membayangkan Fuja, gadis yang dia cintai sejak dulu.
kalian harus perlihatkan siapa kalian biar tama dan yg lainnya kicep, kesel sumpah