NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Tak peduli seberapa kaya keluarganya, ibu-ibu seperti Ibu Siti tetap tak mampu menolak godaan telur diskon. Bagus adalah anak yang berbakti; untuk urusan sepele seperti ini, tentu ia tak mungkin menolak keinginan ibundanya.

Saat keduanya tiba di depan supermarket, antrean panjang para lansia sudah mengular, semuanya berebut telur murah. Ketika giliran Bagus masuk, pramuniaga di pintu melirik ibu dan anak itu sekilas lalu berkata,

"Satu keluarga hanya boleh beli maksimal seratus butir telur. Kalian berdua satu keluarga?"

Ibu Siti langsung melotot tajam ke arah Bagus, memberi kode agar mereka bisa mendapat jatah dua kali lipat. Tanpa berpikir panjang, Bagus menjawab spontan,

"Bukan, saya tidak mengenalnya."

Begitu kalimat itu terucap, jantung Bagus seolah berhenti berdetak. Seluruh tubuhnya gemetar hebat!

"Besok, Anda akan menyangkal ibu kandung Anda sendiri… sebanyak tiga kali!"

Ucapan Arga tiba-tiba terngiang jelas di benaknya. Baru saja… ia telah menyangkal ibunya untuk pertama kali! Mungkinkah pemuda itu benar-benar titisan orang sakti?

Bagus menggeleng keras-keras. Kebetulan! Pasti hanya kebetulan! Selama ia berhati-hati selanjutnya, ramalan Arga pasti akan gugur dengan sendirinya.

Masuk ke dalam supermarket, mereka sampai di bagian penimbangan. Pramuniaga yang sedang menimbang telur mengangkat kepala dan bertanya santai, "Mas, itu ibu Anda yang di belakang?"

"Bukan."

Bagus menjawab refleks. Antrean yang terlalu lama membuatnya masih mengantuk, sementara sarafnya tegang—hingga tanpa sadar ia kembali salah bicara karena panik.

"Aduh… tinggal satu kesempatan lagi…" Keringat dingin langsung membasahi seluruh tubuh Bagus.

"Yakin itu bukan ibu Anda? Wajahnya mirip lho," tanya pramuniaga itu lagi karena curiga.

"Iya… ah! Bukan!"

Bagus hampir saja mengakui, namun pada saat itu ibunya mencubit pinggangnya keras dari belakang agar tetap pada rencana awal memborong telur.

Boom!

Bagus membeku di tempat. Seluruh dunianya seakan runtuh. Pandangan hidup logis yang ia pegang puluhan tahun hancur seketika! Ramalan Arga telah terwujud sepenuhnya. Ia benar-benar menyangkal ibu kandungnya tiga kali demi telur diskon!

......................

Beberapa hari berlalu.

Karena momentum pasar nikel internasional belum tiba, Arga memusatkan energinya pada perdagangan saham harian. Dengan memori dari masa depan, aktivitas saham Arga ibarat menggunakan kode curang! Saham apa pun yang ia sentuh langsung meroket.

Modal 100 juta miliknya berubah menjadi dua miliar hanya dalam hitungan hari! Sementara itu, tabungan Sherly yang tadinya 50 juta kini telah berkembang menjadi 100 juta rupiah!

Julukan "Dewa Saham Muda Semarang" pun mulai berbisik di kalangan elit. Nama "Arga si Anak Indigo" juga mulai dikenal di kalangan praktisi spiritual dan bisnis karena rekomendasi Hadi Setiawan dan Bagus Mahendra.

Pada hari itu, Arga mengajak Sherly pergi ke diler Mercedes-Benz Semarang. Sherly mengira Arga ingin membeli mobil untuk dirinya sendiri. Namun, begitu tiba, Arga menatapnya dengan senyum menggoda.

"Terakhir kali kamu memberiku laptop mahal. Sekarang giliranku membalasnya," ujar Arga. Mobil Sherly memang sudah sering mogok belakangan ini.

Arga langsung masuk dan bertanya kepada pramuniaga, "Apakah di sini ada Mercedes-Benz S600?"

Sherly dan pramuniaga itu tertegun. Di tahun 2000, harga mobil itu mencapai 250 juta rupiah! Padahal harga rumah mewah di Semarang saat itu masih sangat terjangkau.

Sebelum pramuniaga sempat menjawab, sepasang pria dan wanita di dalam diler menoleh.

"Arga?"

Rendi, Kakak Tiara, tak menyangka akan bertemu pria itu di sini. Yang lebih mengejutkan, Arga ditemani wanita secantik bidadari! Bagaimana mungkin si miskin yang tidak sanggup bayar mahar Kakaknya bisa menggandeng wanita berkelas seperti Sherly?

"Hm?" Arga mengernyit. Ia tak mau membuang energi berdebat dengan preman seperti Rendi. "Suatu kebetulan. Saya masih ada urusan," ucap Arga datar.

"Kak Arga, aku tidak mau mobil baru. Mobilku masih bisa diperbaiki kok," bisik Sherly cemas.

Rendi mencibir dengan penuh penghinaan. "Dia? Mau beli mobil?"

"Mas Rendi, siapa orang ini?" tanya Siska, wanita yang menemani Rendi.

"Dia pecundang yang pernah kuceritakan—yang tidak sanggup bayar uang lamaran dan akhirnya ditendang Kakakku. Sekarang malah mau bergaya di diler Mercy," ejek Rendi.

"Ya ampun! Jadi dia orang aneh yang menghabiskan uang pengobatan ayahnya cuma buat beli mangkuk barang antik itu?" seru Siska terkejut.

"Bagaimanapun, aku masih lebih baik daripada kalian yang menipu orang lewat investasi bodong, bukan?" balas Arga tenang.

Rendi langsung tersulut amarah. "Mulutmu makin berani ya. Kamu mau beli S600? Kamu tahu harganya berapa? Sanggup bayar?"

Siska ikut menimpali sambil pamer, "Sebagai wanita, harus pintar pilih pasangan. Lihat aku, Mas Rendi baru saja memberiku perhiasan mahal dan hari ini mau membelikanku mobil. Apa yang bisa diberikan si miskin ini padamu, Mbak?"

Sherly hanya memutar bola matanya, malas menanggapi. Ia tahu persis berapa banyak uang yang sudah Arga hasilkan di bursa saham kemarin.

"Sudah cukup! Ini bukan tempat buat gembel seperti kalian. Cepat pergi, jangan menghalangi pembeli asli!" bentak Siska.

Arga tersenyum tipis. "Apakah toko ini milik nenek moyangmu? Kamu menyuruhku keluar, lalu aku harus keluar?"

Arga mengabaikan mereka dan kembali bertanya kepada pramuniaga, "Jadi, ada stok Mercedes-Benz S600?"

Rendi tertawa mengejek. "Terus saja berakting! Paling-paling cuma mau numpang foto atau test drive gratis. Orang miskin seperti ini cuma cari sensasi karena malu bertemu aku di sini!"

“Ayo naik, kita coba test drive.”

Arga terlalu malas meladeni kedua orang itu. Ia menoleh ke arah Sherly sambil tersenyum. Bahkan bagi putri taipan properti Rendra Gunawan sekalipun, sebuah mobil seharga 2,5 miliar rupiah pada tahun 2000 tetap terasa sangat mewah. Uang sebanyak itu cukup untuk membeli sebuah vila mentereng di pusat kota Semarang!

“Tidak… terlalu mahal, Kak. Aku tidak berani menerimanya.”

“Cobalah dulu. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik di dunia ini.”

Nada suara Arga lembut, namun mengandung dominasi yang tak memberi ruang penolakan. Tanpa sadar, Sherly mengangguk dan menuruti perkataannya. Ia masuk ke dalam mobil untuk melakukan test drive. Interior yang mewah, jok kulit yang empuk, serta ruang kabin yang luas membuat Sherly langsung jatuh cinta begitu duduk di dalamnya.

“Seberapa stabil mobil ini terhadap guncangan?” Arga menoleh dan bertanya kepada pramuniaga.

“Mas, silakan tenang. Mobil ini merupakan yang paling stabil di pasaran. Ruang depan dan belakangnya juga jauh lebih luas dibandingkan mobil biasa. Jika diperlukan, kami juga dapat mengganti kaca jendelanya dengan kaca film reflektif khusus,” pramuniaga itu tersenyum profesional.

“Ambil yang ini.” Mendengar penjelasan tersebut, Arga langsung mengambil keputusan.

“Ambil yang ini? Kamu sanggup belinya?” Rendi mencibir dingin. “Kalau tidak mampu, enyahlah dan jangan mempermalukan diri sendiri di sini! Miskin itu bukan salahmu, tapi berpura-pura kaya saat melarat—itulah kesalahanmu! Kamu ingin mempermalukan diri sendiri, tapi malah menyeret gadis lain ikut malu?”

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!